1/02/2018

SINOPSIS Two Cops Episode 22

Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 21
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 23

Soo Chang dan Dong Tak sama-sama mengkhawatirkan kondisi Ji Ahn. Namun Dong Tak tetap yakin kalau Ji Ahn akan menerimanya. Soo Chang heran dengan Dong Tak yang begitu percaya diri. Kembali ke permasalahan mereka, apa yang akan mereka lakukan sekarang?

Mereka harus kembali melakukan penyelidikan. Dong Tak menginstruksikan supaya Soo Chang pergi menyelidiki sayap malaikat, sementara dia akan mencari tahu tentang kalung itu. Baiklah. Keduanya sepakat dan berpisah disana.


Ji Ahn pergi ke tempat tarot Miss Bong. Miss Bong membacakan ramalannya kalau pria yang disukai oleh Ji Ahn sering berubah-ubah. Matanya, cara dia bicara, dan terutama, pikirannya sering berubah. Roh pria lain terus masuk dan keluar tubuhnya.

Ji Ahn terperangah percaya. Dia membuka kartu kedua. Miss Bong meramal kalau itu adalah kartu pertanda buruk. Nahasnya baru dimulai. Ji Ahn penasaran, lalu siapa pria yang sebenarnya punya hubungan nahas dengannya?

“Entahlah. Mana yang lebih kau suka? Bagaimanapun, babak baru takdirmu mulai terungkap.” Jawab Miss Bong.


Dong Tak menelepon Pemilik Toko Barang Antik untuk menanyakan perkembangannya. Pemilik Toko menemukan sesuatu dan berkata, “Kalung ini diberikan kepada detektif yang pensiun sebagai penghargaan dari Kantor Polisi Incheon. Tradisi tersebut dimulai 30 tahun lalu, dan berhenti sekitar 15 tahun lalu. Dan inisialnya mungkin nama detektif yang pensiun.”

Dong Tak mengerti. Ia pun bergegas menelepon seseorang dan meminta bantuan agar orang itu mencetak seluruh daftar nama pria yang bekerja di Kepolisian Incheon pada 16 sampai 30 tahun yang lalu. Hanya yang berinisial TJH saja.


Soo Chang kebingungan ingin memulai penyelidikan darimana. Dasar Doo Shik, kalau mau memberikan petunjuk harusnya lebih jelas. Opps, tak seharusnya dia mengeluh pada orang yang sudah meninggal. Lagipula, mereka kan sudah melakukan banyak hal bersama-sama di panti.

Panti? Soo Chang terbelalak menyadari sesuatu.


Jae Hee datang ke panti asuhan. Anak-anak panti langsung mengerubutinya. Mereka sepertinya sudah akrab dan Jae Hee pun membagikan hadiah pada mereka. Kepala Biarawati menanyakan kabar Ayah Jae Hee.

Jae Hee berkata kalau ayahnya tak mau datang kesana. Kepala Biarawati rasa tak apa-apa kalau reporter memergokinya, dia akan masuk koran. Lagipula, dia akan segera menjadi menteri. Kepala Biarawati tahu kalau Ayah Jae Hee orang yang keras kepala diluar. Tapi, dia sangat menyayangi anaknya.

Memang benar, Jae Hee mengakui kalau Ayahnya menuruti semua permintaannya. Kepala Biarawati sungguh berterimakasih atas kebaikan Ayah Jae Hee. Dia sudah menjadi sponsor disana sejak 16 tahun lalu. Saat itu, ada kecelakaan besar disana dan ada dua anak yang berakhir di panti. Jae Hee sempat tertegun mendengar ucapan Kepala Biarawati.


Soo Chang berjalan kaki menuju ke panti. Dia berpapasan dengan mobil Jae Hee. Ia sempat memperhatikannya, namun ia tak begitu perduli dengan itu. Sesampainya di depan panti, Soo Chang terhenti didepan pagar. Ia melihat lukisan sayap malaikat yang ada disana.


Bong Sook dan Dokgo sedang makan berdua di kafe. Bong Sook terus memainkan rambutnya. Dokgo menyuruhnya berhenti, nanti makanannya kemasukan rambut. Tapi, apakah dia mengubah gaya rambutnya? Dia tampak cantik.

Jelas Bong Sook luluh mendengar ucapan manis Dokgo. Bagaimanapun, dia adalah seorang pria. Jangan marah dan meninggalkannya lagi. Dokgo mengerti, dia berjanji tidak akan meninggalkannya lagi.


Selesai makan, Dokgo pergi ke kasir untuk membayar. Bong Sook memperhatikan seorang pelanggan yang tengah membayar. Dompetnya berisi penuh dengan uang. Uang itu cukup untuk membayar biaya rumah sakit Oppa, batinnya.


Ditempat parkir, Dokgo menunjukkan mobil barunya. Sebelum pergi, dia pamit ingin membeli kopi dulu. 

Saat tengah menantikan Dokgo, Bong Sook melihat bapak yang dompetnya tebal tengah berdiri tak jauh darisana dan dompetnya berada disaku belakang. Ada kesempatan, Bong Sook perlahan menghampirinya dan berusaha mencopet dompet itu.


“Tunggu.” Sergah Dokgo tiba-tiba muncul.

Bong Sook menghentikan aksinya. Dokgo menatapnya serius, apa dia tengah menggoda pria lain? Menurut Hukum Pidana 342, dia ditangkap karena percobaan pencurian. Untuk kali ini, dia akan pura-pura tak melihatnya. Tapi lain kali, dia akan menjadi Detektif Dokgo. Dokgo berjalan meninggalkan Bong Sook dengan sangat sangat kecewa.


Soo Chang berlarian dikoridor rumah sakit dengan bahagia. Ia memanggil-manggil Bong Sook yang berjalan ke ruang rawatnya, ah, dia lupa kalau Bong Sook tak akan mungkin mendengarnya.

Diruangan Soo Chang, Bong Sook tak bisa menahan tangisnya lagi. Dia mencurahkan kepedihannya karena ucapan Dokgo barusan. Dia juga sebenarnya tak ingin mencuri. Dokgo tak ingin bertemu lagi dengannya? Dia juga tak ingin bertemu dengannya lagi.

Soo Chang sedih mendengar curhatan Bong Sook. Sudah jangan menangis. Kalau dia kembali, ia tak akan membiarkannya mencuri lagi. Dia juga akan menemukan calon suami yang lebih baik darinya.


Saat berjalan ke kantor, Dong Tak melewati rumah Ji Ahn. Ia diam melihat rumahnya yang sudah gelap. Ia menghembuskan nafas lelah dan melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian, Ji Ahn keluar dari rumah membuang sampah. Ia pun tersenyum kecil mengetahui Dong Tak baru saja lewat sana.


Disisi lain, ada seorang wanita yang tengah menyebrang jalan. Bertepatan saat itu, sebuah mobil tengah melaju ugal-ugalan. Tak ayal, mobil itu pun menabrak wanita yang tengah menyeberang itu.


Esok paginya, Dong Tak menemui Kapten Yoo dan memintanya agar membebaskannya dari kasus untuk sementara waktu. Kapten Yoo mengkhawatirkannya, apa dia bisa menanganinya sendiri? 

Dong Tak tersenyum kecil, dia punya partner meskipun partner itu tak mau disebut partner. Baiklah, Kapten Yoo menyetujui permintaannya. Tapi kalau dia membutuhkan sesuatu, ia bisa meminta bantuan padanya.


Saat keluar dari ruang rapat, Kapten Yoo menerima telepon dari Divisi lain yang melemparkan tugas padanya. Karena Dong Tak tak bisa menerima tugas untuk saat ini, ia menyuruh Detektif Lee dan Detektif Park mengambil kasus ini.

Detektif Park menatap Detektif Lee. Keduanya masih belum berbaikan. Sepertinya ini kasus kecil, jadi Detektir Park menawarkan diri untuk menanganinya sendiri. 


Ia pun pergi ke TKP. Tak banyak yang ditemukan disana. Hanya ada bekas goresan di tiang. Dan juga, sebuah pecahan kaca yang ada noda darahnya. Detektif Park pun bergegas membungkus pecahan kaca itu.


Detektif Park berniat menunjukkan hasil temuannya. Namun Kapten Yoo sudah memotong ucapannya dan menganggap kasus itu hanyalah kasus pengendara mobil yang kebut-kebutan saja. Detektif Lee juga menyuruhnya untuk membuat laporan kasus pemerkosaan secepat mungkin. Laporannya sudah diminta.


Soo Chang berdiri disana kasihan dengan Detektir Park, “Kenapa dingin sekali? Apa yang mengganggumu?”

Detektif Park berbalik menghadap Soo Chang sambil memperhatikan pecahan kacanya. Soo Chang tertegun mengira kalau Detektif Park mendengar suara. Tapi nyatanya, Detektif Park tengah ngedumel sendiri saja.

“Ah, membuatku kaget saja.” Desis Soo Chang.


Detektif Park pun akhirnya tetap meminta orang lain untuk memeriksa pecahan kaca itu dulu.


Dong Tak menghubungi temannya lagi. Temannya sudah menemukan beberapa informasi. Kalau dilihat dari ciri-ciri yang diminta Dong Tak, maka ia menemukan 10 orang dalam daftarnya.


Direktur Tak sedang memperhatikan jalanan dari jendela ruangannya. Bertepatan saat itu, ponselnya berdering menerima panggilan dari Ketua Jo. Ketua Jo mengatakan kalau anaknya membuat ulah semalam dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Bisa kau membantunya? Saat kita berteman 16 tahun lalu, semuanya menjadi mungkin, dengan  membuat kesepakatan seperti ini. Tuduhan korupsi atas polisi yang meninggal itu. Aku masih menderita karena rasa bersalah.” Ujar Ketua Jo. 

Direktur Tak tampak begitu geram mendengar ucapan Ketua Jo yang mengandung unsur ancaman. Tidak berlama-lama, dia menelepon Komisaris No untuk mengurus masalah ini.


Komisaris No terkekeh geli karena Direktur Tak kembali meminta bantuannya. Inspektur Ma tengah duduk bersamanya, dia penasaran dengan apa yang tengah Komisaris No bicarakan. Namun Komisaris No hanya berkata, “Ini artinya dia tidak bisa melakukan sesuatu dengan sendiri sekarang.”


Malam harinya. Detektif Park pun dipanggil oleh Komisaris No untuk bertemu dengan Putra Ketua Jo, Jo Min Suk.


Soo Chang menemui Dong Tak dengan riang gembira. Pokoknya, dia minta untuk di puji. Ia menemukan kalau sayap malaikat yang dimaksud Doo Sik ada di panti asuhannya. Dong Tak bingung, jadi pelakunya dari panti asuhannya?

Soo Chang tak bisa memastikan, kemungkinan begitu. Dan.. tadi siang, dia berpapasan dengan Jaksa itu. Dong Tak mengernyit, jaksa?


Direktur Tak minum bersama Inspektur Ma. Dengan serius, ia mengatakan kalau sesuatu yang berada diatas uang adalah anak. Ia pernah mengalami waktu sulit karena anaknya. Jadi, dia meminta Inspektur Ma mengatasi jalan yang menghambat anaknya.


Jae Hee masuk ke ruang kerja ayahnya. Bertepatan saat itu, ia menerima telepon dari Direktur Tak yang mengabarkan kalau rapatnya berjalan lama. Mereka makan malamnya lain kali saja. Jae Hee mengerti.

Tanpa sengaja, ia melihat map berisikan data diri Dong Tak ada diatas meja ayahnya. Kenapa ayahnya menyelidiki Dong Tak? Dalam map itu juga ada foto Soo Chang. Ia mengernyit memperhatikan foto Dong Tak dan Soo Chang.


Dong Tak dan Soo Chang pergi ke panti untuk memastikan lukisan sayap itu. Kepala Biarawati menghampirinya. Dong Tak memperkenalkan dirinya sebagai Polisi Seoul. Dia ingin mencaritahu mengenai lukisan itu.

Kepala Biarawati mengatakan kalau lukisan itu memang sudah usang, tapi masih ada seseorang yang sering mengunjunginya. Dong Tak reflek bertanya, siapa alumni yang sering mengunjunginya?

Kepala Biarawati seolah ingin menyembunyikan sesuatu. Dia yakin ia tak mengenal orang yang tengah dicari Dong Tak.


Jo Min Suk keluar dari bar dengan sikap angkuhnya. Detektif Park kikuk untuk bersikap hingga ia membukuk sembilan puluh derajat padanya. Yong Pal memergokinya tengah bersikap hormat begitu. Ia pun menghampirinya setelah Jo Min Suk pergi.

Tak biasa-biasanya Detektif Park bersikap begitu, ledeknya. Detektif Park kesal dan menanyakan wiski yang ada disana, dia mau mencobanya.


Dalam perjalanan, Soo Chang masih bertanya-tanya tentang siapa orang yang sering mengunjungi lukisan itu. Dia yakin Kepala Biarawati mengetahui sesuatu. Tapi, siapa sebenarnya orang itu? Alumni ataukan sponsor?


Ponsel Dong Tak berdering. Yong Pal memberitahukan pada Dong Tak kalau Detektif Park ada di barnya dan bersikap aneh. Dong Tak tidak menanggapinya dengan serius dan menyarankannya untuk tidur siang saja. 

Yong Pal agak sebal, “Yang penting aku sudah memberitahumu. Untuk berjaga-jaga saja.”


Detektif Park kembali ke kantor polisi dengan membawakan sekantung penuh jajanan. Rekannya senang karena dia perhatian, tak seperti biasanya. Detektir Park berjanji akan lebih sering melakukannya. Dia punya pendukung sekarang.

Disaat ribut-ribut makanan, Kapten Yoo menerima laporan dari Departemen Perempuan dan Anak kalau seorang siswi telah menghilang.


Detektif Lee dan Detektif Park kembali menyisir ke lokasi tabrakan. Seorang polisi menemukan sebuah sepatu yang ada disana. Detektif Park tertegun menyadari sesuatu.
FLASHBACK


Dalam pertemuan Detektif Park dan Jo Min Suk. Jo Min Suk mengaku telah mengalami kecelakaan kecil. Dia menabrak rusa, bukan manusia. Ayahnya menyuruh dia membereskan kasus tersebut. Jadi, dia menyuruh Detektif Park menghapus rekaman CCTV-nya.


Detektif Park percaya begitu saja. Dia pun pergi ke tempat CCTV. Tanpa mengeceknya lebih detil, dia menyuruh petugas disana untuk menghapusnya. Petugas disana tak mau, sepertinya mobil tersebut menabrak sesuatu. Detektif Park merebut mouse, “Itu temanku yang menabrak rusa, hapus saja file-nya.”
FLASHBACK END


Ponsel Detektif Park berdering. Istirnya mengabari kalau temannya datang ke rumah dan memberikan uang. Mereka sudah bisa membiayai biaya rumah sakit ibu dan sewa apartemennya.

Kontan Detektif Park frustasi mendengar kabar itu, bagaimana bisa dia menerima uang tanpa mengabarinya. Tak lama kemudian, Detektif Park menerima pesan dari Jo Min Suk, “Istrimu sangat menyukai uang.”


Di kantor, Detektif Park tak bisa berhenti mondar mandir. Dia tak tahu harus berbuat apa. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Kapten Yoo, tapi tak berani. Ia ingin bicara pada Detektif Lee, tapi Detektif Lee sangat ketus padanya.


Karena tak ada pilihan, Detektif Park mengajak Dong Tak untuk minum bersamanya. Ia kebingungan untuk menceritakan masalahnya. Dong Tak heran, kenapa dia berbicara berbelit-belit begitu?

“Jadi, kau tahu aku tak sengaja melakukannya. Dan...”

Dokgo tiba-tiba datang dan duduk disamping Dong Tak. Cerita Detektif Park terputus, apalagi setelah kedatangan Detektif Lee dan Kapten Yoo.


Jae Hee dan Direktur Tak tengah melakukan makan malam. Direktur Tak menyuruh Jae Hee tak datang ke panti untuk sementara waktu. Jangan bertindak seperti yang terakhir kali. Jae Hee mengerti, dia hanya ingin tahu apa yang sudah Dong Tak dapatkan dari Doo Sik. Tapi sepertinya dia tak mendapatkan apapun.

Direktur Tak memotong ucapan Jae Hee. Apa dia tahu kalau seorang Ayah tak ingin pakaian putranya ikut basah? Jae Hee mengerti, Kepala Biarawati juga mengatakan padanya kalau Ayahnya akan mengorbankan segalanya demi dia.

“Jika kau sadar akan hal itu, tidak ada lagi yang ingin kupinta darimu.”


Ditengah makan malam mereka, Direktur Tak menerima panggilan dari seseorang yang mempertanyakan kalung pensiunnya. Direktur Tak terkejut, dia mengaku masih menyimpan kalung tersebut. Memangnya siapa yang menanyakan soal kalung itu?


Disisi lain, Dong Tak sudah mendapatkan file yang berisi datang pensiunan 16 tahun yang lalu. Dia membuka-buka lembaran map itu. Namun seketika ia terhenti saat melihat nama Direktur Tak adalah salah satu diantara mereka.
Advertisement

3 komentar

Sorry...may i know, do you have a blog before? Just check if you are puji that i know ☺ thank you

Hai sha, iya ini puji. Apa kabar? Lama banget dah ga ngobrolin drama yah kita 😊

Huhuuuuuuuu miss you girl!!!! Finally comeback with this😭😭😭 surprising me...
Siplah ya! Keep fighting^^
Hehe pas timingnya ga pas nih blm bs ngobrol lagi. Ntar deh coba liat projectmu berikutnya :) thank you udah bales πŸ˜„


EmoticonEmoticon