1/31/2018

SINOPSIS Radio Romance Episode 1 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Radio Romance Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Radio Romance Episode 1 Part 2

Keesokan paginya, Geum Ri terbangun karena suara dering ponselnya. “Ya… ini aku… Apa?!” katanya sampai terduduk.


Geum Ri berlari menemui Lee Gang di luar kantornya. Geum Ri menyapanya dan bertanya bagaimana perjalanan Lee Gang di India. Lee Gang terus menyebutnya, newbie (anak baru). Lee Gang adalah mentor Geum Ri ketika baru bekerja di stasiun radioa KBC.


Geum Ri bilang dia bukan newbie tapi sudah menjadi asisten penulis. Lee Gang bilang ia sudah dengar kalau Geum Ri sudah dipecat, dia juga mengejek tulisan Geum Ri yang masih dianggap tidak cukup bagus.


“Kenapa kau memanggilku kesini? Aish..” tanya Geum Ri saat melihat Lee Gang pergi begitu saja. Lee Gang tidak menjawab dan terus berjalan masuk ke dalam gedung kantor. Orang-orang yang melihat Lee Gang menjauh.


Mereka bahkan rela berdesak-desakkan, agar tidak satu lift dengan Lee Gang. Geum Ri heran, tapi ia tetap menutup pintu liftnya.


Di dalam lift, Lee Gang memuji keterampilan Geu Rim memikat para bintang tamu. Geu Rim merasa senang. Tapi Lee Gang bilang bukan hal seperti itu yang diajarkannya pada Geu Rim. Mereka lalu keluar dari lift.


Menurut Lee Gang, penulis harus bersaing dengan tulisannya, bukan menaikkan jumlah pendengar dengan menggunakan bintang tamu terkenal. Selama Lee Gang berjalan, para asisten penulis yang melihatnya menutup pintu ruangan mereka, termasuk Drought. Lee Gang bilang kualitas stasiun mereka semakin buruk, lalu apa gunanya melatih para junior dengan keras.


Geum Ri: “PD-nim, kau melatihku selama dua bulan, lalu membuat masalah dan pergi. Berapa banyak yang kau ajarkan padaku…”
Lee Gang: “Apa itu?”
Geum Ri: “Tidak, tidak. Dua bulan itu saat bermakna sepanjang hidupku.”


Karyawan yang sedang membeli kopi di mesin minuman, langsung pergi tanpa sempat mengambil kopinya saat melihat Lee Gang mendekat. Lee Gang mengambil kopi ornag tadi dan meminumnya dengan santai.


Lee Gang: “Hei, Newbie.”
Geu Rim: “Aku sudah jadi asisten penulis.”
Lee Gang: “Kau mau bekerja bersamaku?”
Geu Rim: “Kau akan menjadi penulis utama, jika berhasil mendapatkan dia untuk menjadi DJ-nya.”


Geu Rim terkejut saat Lee Gang menunjuk poster bergambar Soo Ho, “Ji Soo Ho? Sungguh? Ji Soo Ho?” tanya Geu Rim heran.


Seorang karyawan di JH Entertainment mengatakan bahwa idola sebaiknya mudha didekati. Ibu Soo Ho yang merupakan CEO disana tidak setuju. Menurutnya, bintang idola harus tak terjangkau,istimewa dan misterius. Ia menyuruh karyawannya mengubah cara pandangnya.


“Aku harus intelek dan menyenangkan.  Aku harus berkharisma seperti bintang, tapi di saat bersamaan terlihat sederhana. Aku harus menjadi seperti pacar, oppa, dan terkadang CEO. Intinya adalah aku harus bersikap seperti bintang, jika aku ingin mereka membayarkum. Serahkan semua proposal kalian, aku akan mengeceknya,” kata Soo Ho setuju dengan perkataan ibunya.


Geu Rim mengikuti Lee Gang ke ruang CD dan berkata bahwa mereka sudah cukup beruntung jika Soo Ho hanya menjadi bintang tamu. Geu Rim bilang tidak mungkin Soo Ho mau mengikuti acara harian. Lee Gang bertanya alasannya kenapa ia tidak mau, dan Geu Rim tidak bisa menjawabnya.


“Ingat ini baik-baik. Jika kau mendapatkan Ji Soo Ho dan menjadi penulisku, kau harus menulis seperti orang gila,” pesan Lee Gang. Geu Rim tersenyum.


Malam harinya di rumah, Geu Rim mencari tahu tentang Soo Ho. Menurutnya, hidup Soo Ho membosankan karena hanya menyukai makanan sehat. Geu Rim juga melihat foto manajer Soo Ho dan menyebutnya terlihat dingin dan sulit didekati.


Geu Rim terus mencari informasi sampai terkantuk-kantuk.


Esok harinya, terlihat Soo Ho sedang syuting adegan perkelahian untuk dramanya.


Geu Rim ada disana untuk mendekatinya dan melihat Soo Ho terus menerus memijat dahinya dan menduga kalau Soo Ho sedang tidak sehat.


Geu Rim menyapa asisten sutradara dan memperkenalkan dirinya sebagai teman kuliahnya mantan pacarnya sepupunya asisten pekerja. “Pak, sebenarnya….” Terdengar pemberitahuan bahwa saatnya istirahat makan siang.


Soo Ho membaca naskah di dalam mobilnya. Ia menyuruh manajernya makan.


“Aku tahu kau tidak makan bersama para staf. Aku tidak bisa maka sendirian,” kata si manajer. Lalu ia melihat seorang perempuan di spion yang sedang berusaha memotret dan menyebutnya penggemar gila. Manajer meminta Soo Ho tetap berada di dalam mobil.


Manajer keluar dan mengambil kamera perempuan itu dan membawanya pergi.


Terdengar suara perempuan menyapa Soo Ho dari luar mobil, tapi Soo Ho tidak mempedulikannya. Perempuan itu bilang ia akan membuka pintunya dan ia sungguh melakukannya. Soo Ho terkejut saat melihat itu adalah Geu Rim.


Geu Rim: “Halo, aku Song Geu Rim. Apa kau mengingatku? Di lift hotel.”
Soo Ho: “Aku tidak tahu. Siapa ya?”
Geu Rim: “Ah..hahaha.. kau tidak ingat. Aku Song Geu Rim, penulis radio. Kau belum makan bukan? AKu dengar kau suka yukgaejang. Teh untuk suara bintang kita yang merdu. Cobalah. Vitamin juga penting.”


“Aku tidak mau melakukannya. Pulanglah dengan selamat,” tolak Soo Ho sambil tersenyum saat Geu Rim selesai bicara panjang lebar untuk mengajaknya menjadi penyiar radio.


Geu Rim berkata bahwa Soo Ho sudah berjanji akan melakukannya saat mereka bertemu di lift hotel. Tapi Soo Ho bilang ia tidak ingat. Ia juga menyuruh Geu Rim pergi, karena manajernya akan segera kembali.


Manajer kembali dan langsung menarik Geu Rim pergi. “Tunggu! Aku bukan penggemar gila!” kata Geu Rim. Soo Ho lalu menutup pintunya.


Setelah istirahat, Soo Ho memulai lagi syutingnya. Adegannya adalah tokoh utama wnaita harus menjatuhkan dirinya ke danau. Tapi ia tidak mau melakukannya karena takut.


Di ruang ganti, tokoh wanita tetap bersikeras kalau dia tidak mau menceburkan dirinya karena terlalu takut. Staf kebingungan karena mereka tidak akan bisa menemukan pemeran pengganti secara tiba-tiba. Dan jika adegan itu dihilangkan, maka penulis akan langsung datang dan menegur mereka


Manajer mengingatkan asisten sutradara bahwa Soo Ho sudah harus pergi untuk syuting iklan dalam satu jam. Asisten sutradara juga kebingungan. Geu Rim yang kebetulan lewat, mendengar pembicaraan mereka.


Geu Rim yang sudah memakai kostum tokoh utama wanita datang menemui Soo Ho. Ia menyapa Soo Ho dan berharap bisa bekerja sama dengan baik.
Flashback..


Sutradara menegur asistennya yang tidak mengecek dengan teliti scene yang membutuhkan pemeran pengganti, apalagi arti Da Seul yang sangat pemilih. Asistennya memberitahu kalau Soo Ho juga sudah harus pergi. Sutradara ingin menerkamnya.


Geu Rim lalu masuk dan membawakan mereka minuman dan memperkenalkan dirinya sama seperti saat menyapa asisten sutradara. “Aku perenang yang baik. Tinggiku juga sama dengan Da Seul. Berat badan kami sedikit berbeda, tapi hanbok akan menyamarkannya. Kepalaku juga bulat jadi akan bagus dengan rambut kepang. Aku akan menggantikan Da Seul!”


Geu Rim berkata bahwa Soo Ho tidak perlu berterima kasih kepadany, karena mereka memang harus saling tolong menolong. “Jika dunia drama membutuhkan bantuan, dunia radio akan membantu. Jika dunia radio membutuhkan bantuan, dunia drama harus membantu,” kata Geu Rim.


“Nona Song, kenapa kau terus muncul di hadapanku?” tanya Soo Ho. Geu Rim belum menjawab. Kemudian terdengar bahwa syuting scene 57 akan dimulai lagi.


Soo Ho memperhatikan Geu Rim yang sedang bersiap untuk menjatuhkan dirinya ke dalam danau.


“Cut! Geu Rim, ayo kita lakukan lagi,” kata Sutradara.


Manajer bertanya apakah Geu Rim datang untuk meng-castingnya di radio dan bertanya apakah mereka saling mengenal, terlebih Soo Ho tidak membaca naskahnya dan terus memperhatikan Geu Rim selama 30 menit.  “Apa kau akan melaporkan berapa banyak halaman naskah yang kubaca dan melaporkannya pada ibuku?” tanya Soo Ho. Manajer terdiam.


Tim make-up mendandaninya dan Geu Rim bersiap turun ke air lagi. Kakinya hampir keseleo, tapi dia terus melanjutkan syutingnya.


Soo Ho yang sudah berganti pakaian menghampiri sutradara dan menanyakan hasil scene Geu Rim.  Soo Ho memuji Geu Rim menakjubkan. “Aku tahu. Dia melompat lebih dari 20 kali. Dia sangat bagus,” kata sutradara. Sutradara lalu meminta Geu Rim melakukannya satu kali lagi.


Geu Rim dan Soo Ho saling bertatapan. Lalu Soo Ho pergi dan Geu Rim bersiap terjun lagi.


Ternyata Soo Ho tidak langsung pergi, ia masih memperhatikan Geu Rim.


Geu Rim menjatuhkan badannya ke air untuk terakhir kalinya, tanpa mempedulikan kaki dan kepalanya yang terasa sakit. “Cut! Kerja bagus!”


Di dalam air, Geu Rim menahan rasa sakit di kakinya. Ia berusaha berenang ke atas.


Soo Ho khawatir, karena Geu Rim tidak juga muncul ke permukaan. Dia melangkah maju untuk menyelamatkan Geu Rim.


Namun, ia melihat tangan Geu Rim sudah muncul ke tepi danau. Soo Ho menghentikan langkahnya.


Flashback..


Geu Rim muda tampak tengah bermain salju dengan ceria bersama beberapa anak kecil. Terlihat ada seorang anak laki-lakinya, yang kemungkinan besar adalah Soo Ho.


Anak laki-laki itu terus menatap Geu Rim sambil tersenyum.


Apakah Geu Rim mengenalinya? [crstl]
Advertisement

2 komentar

Uuiih,,, pnasaran tingkat tinggi ini bak... c4 donk updaenya... dtunggu...


EmoticonEmoticon