1/29/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 9 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 9 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 9 Part 3
Seon Mi datang ke kantor Lucifer Entertainment karena Ma Wang memanggilnya. Ma Wang mengatakan kalau Son Oh Gong dan Jenderal Es sedang mencari roh jahat yang menyingkirkan jiwa anak-anak. 
“Berkat usahamu, Sam Jang... Sepertinya Son Oh Gong mengumpulkan poin untukku atas kemauannya sendiri.”
“Aku sungguh merasa bersalah. Tapi kenapa kau memanggilku?”
“Ada barang hilang yang harus kau temukan. Ini barang yang sangat berbahaya.”
“Kau menyuruhku melakukan segala macam hal.”
“Lagi pula, aku perlu menambah poin. Banyak dan secepat mungkin!”
“Aku memasang Geumganggo pada Son Oh Gong bukan untuk mengumpulkan poinmu, Ma Wang.”
“Ya, aku tahu. Kau memasangnya supaya dia tidak memangsamu.”
“Karena itu lah aku ingin menanyakan ini padamu. Bagaimana kalau melepaskan Oh Gong dari Geumganggo?”
“Apa??”


“Aku merasa ada kemungkinan takdir... antara kami selain Geumganggo yang mengikat sebagai tuan dan pelayan.”
“Seperti yang kau lihat di guci malapetaka... satu-satunya hal yang mengikat kalian adalah takdir buruk selain Geumganggo.”
“Ada kemungkinan takdir yang lebih baik bagi kami.”
“Itu tidak mungkin. Kalian berdua memiliki hubungan nahas.”
“Bagaimana kau bisa yakin?”
“Karena orang yang mengubah takdirmu adalah Son Oh Gong. Kau menjadi Sam Jang sebagai hukuman karena membebaskannya.”
“Bagaimana mungkin??”


Flashback. Son Oh Gong yang telah dibebaskan oleh Seon Mi mengatakan “Ada berita buruk lagi. Kau akan di hukum karena membebaskan orang jahat ini.”
“Hukuman apa?”
“Jangan takut. Kuharap kau bisa bertahan dengan baik. Aku harus pergi.”

Ma Wang melanjutkan ucapannya “Kau menjadi Sam Jang karena Son Oh Gong. Dia yang lebih tahu. Jadi jika kau tidak percaya denganku... kau bisa memanggilnya dan memastikan sendiri.”
Seon Mi sangat terpukul, matanya sudah berkaca-kaca.
“Benarkah? Apa ini benar, Son Oh Gong? Apa ini benar?”


Oh Gong muncul di samping Seon Mi. Dia membenarkan perkataan Ma Wang.
“Ya. Alasan kau hidup seperti orang 'istimewa'... karena aku.”
“Begitu. Sepertinya bertemu denganmu, hanya bencana besar. Jika kau tidak pernah muncul di hidupku... aku tidak akan menjadi Sam Jang. Seharusnya aku tidak pernah bertemu denganmu.” Seon Mi berbicara sambil menangis lalu dia pergi, Oh Gong hanya diam menatapnya.


PK memberikan satu kotak bola energi terbaik untuk Bu Ja. Dia mendapatkan energi itu dari konsernya di Singapura.
“Aku diam-diam membawanya dari Ma Wang agar bisa memakannya.”
“Apa yang terjadi jika Ma Wang marah?”
“Astaga, aku bisa dapat ini karena mengumpulkan semua energi untuknya secara gratis. Dan kau bilang matamu terus membusuk. Kau harus bisa melihat lagi.”
“Terima kasih. Kau sangat baik padaku.”
“Tentu saja! Aku bahkan memberimu nama kan? Aku juga memberimu makan energi.”
“Lalu apa ini membuatku menjadi pesuruh Jeo Pal Gye?”
“Tidak, bukan pesuruh. Lebih baik... Saudara. Adik.”
“Apa kau tidak keberatan punya adik zombie?”
“Hei, saudaraku. Kakakmu akan segera kembali. Setelah sesi rekaman, makan ini dan melihat-lihat stasiun penyiaran. Jika kau pulang ke rumah setelah sehat karena makan energi ini... Ma Wang mungkin curiga, jadi... Ayo jalan dan bersenang-senang! Ada tempat yang ingin kau kunjungi?”


Bu Ja sedang membaca majalah untuk mencari tempat kenama dia akan pergi. Prof Kang datang dan bertanya apa yang Bu Ja lakukan di sana.
“Aku menyapa karena mengenalmu kali ini.”
“Kita bertemu lagi.
“Aku ke sini untuk menghadiri pertemuan. Kau punya urusan di sini?”
“Aku hanya menunggu seseorang.”
“Aku juga menunggu seseorang di sini. Tidak keberatan jika aku duduk di sini?”
“Silakan.”


Prof Kang lalu duduk di hadapan Bu Ja. Bu Ja kembali membaca majalahnya. Prof Kang memperhatikan Bu Ja, dan saat Bu Ja memergokinya Prof Kang hanya tersenyum dan masih memandang Bu Ja.


Seon Mi masih menangis, dia duduk dalam gelap di kantornya. Seon Mi masih teringat ucapan Ma Wang “Son Oh Gong mencari roh jahat yang menyingkirkan jiwa anak-anak.
Lalu Seon Mi mengatakan kalau dia tidak menyukai menjadi Sam Jang atau semacamnya, dan dia adalah orang yang paling menyedihkan.


Anak laki-laki yang adiknya baru saja meninggal sedang bersedih, dia meringkuk sendrian di kamarnya. Ada benda bercahaya di belakangnya, lalu dia mengambilnya itu adalah kotak korek api.


Wanita pembaca buku sedang membaca cerita “The Little Match Girl”.
“Anak yang lapar itu menyalakan korek pertama, dan di depannya muncul makanan lezat. Anak yang kesepian itu menyalakan korek kedua, dan di depannya muncul keluarganya.”


Anak laki-laki itu menyalakan korek apinya dan melihat makanan lezat di hadapannya. Lalu dia menyalakan lagi dan melihat adiknya sedang tersenyum padanya.
“Soo Jeong. Bawa aku bersamamu. Aku juga. Aku ingin pergi bersamamu. Soo Jeong.” Anak itu mulai menangis dan tidak sengaja menjatuhkan korek apinya dan membuat api membesar di hadapannya.


Seon Mi datang dan mematikan api dengan menginjak apinya. Dia lalu memeluk anak itu.
“Jangan lakukan ini. Kau tidak boleh pergi.”


Wanita pembaca cerita itu muncul di belakang Seon Mi.
“Sepertinya aku harus mengubah isi dongeng dan menculiknya.”


Seon Mi lalu berbicara pada anak laki-laki itu sambil memberikan ponselnya.
“Di sini bahaya! Cepat pergi, dan beritahu orang ini untuk menjemputmu! Cepat!”


Lee Han Joo menerima telepon dan mengatakan akan segera datang untuk menjemput.


“Kau siapa?”
“Aku penjual buku yang membaca cerita bahagia untuk anak-anak.”
“Lalu kenapa kau mencuri jiwa anak-anak?”
“Aku tidak mencurinya. Aku membiarkan anak-anak yang tidak bahagia tinggal di dongeng yang bahagia.”
“Dimana semua anak yang kau bawa?”


Roh gadis kecil itu membawa Oh Gong dan Jenderal Es ke toko buku milik wanita pembaca buku. Jenderal Es lalu berbicara pada Oh Gong yang masih memperhatikan tempat itu.
“Jiwa anak-anak terjebak di dalam buku. Kita harus membuka semua buku untuk menemukan anak yang terjebak.”
“Dimana pemilik toko buku ini?”
“Untuk menemukan roh jahat, Anda harus memanggil Sam Jang.”
“Dia mungkin membenci kenyataan bahwa dia Sam Jang.”


Wanita itu mengatakan pada Seon Mi kalau dia bisa mengenali jiwa anak-anak yang tidak bahagia dengan sekali tatap.
“Semua anak itu berdoa agar aku membawa mereka pergi. Semua anak memanggilku.”
“Jangan bohong. Siapa yang memanggilmu?”
“Kau tahu jawabannya, Seon Mi. Kau juga pernah memanggilku. Aku bisa mengenali dirimu yang tak bahagia dengan sekali tatap. Betapa kesepian dan tidak bahagia anak itu. Kau pasti lebih tahu. Haruskah aku membawa anak itu untukmu?”


Seon Mi melihat ada Seon Mi kecil sedang duduk di bawah sambil menatapnya juga.


Seon Mi lalu teringat saat dia masih kecil teman-teman seklolahnya mengatainya. Mereka juga menjauhi Seon Mi karena kemampuanya melihat roh. Mereka bahkan meludahi pohon yang disentuh Seon Mi.


Wanita yang selalu tersenyum itu menawarkan hal yang saat ini diinginkan Seon Mi.
“Selama anak itu hilang, kau tidak perlu lagi kesusahan. Aku akan menyingkirkan anak itu dengan kemampuan khusus yang membuatmu tidak bahagia.”
“Kau sungguh bisa... membawanya pergi?”
“Tentu. Aku datang dan memilih buku dongeng yang sangat menyenangkan. Haruskah aku membaca buku itu untukmu?”


Wanita itu membuka sebuah buku yang bercahaya lalu Seon Mi kecil masuk ke dalam buku itu.


Kemudian setelah Seon Mi kecil dan wanita itu menghilang, Seon Mi dewasa jatuh pingsan.


Pada saat yang sama Bu Ja juga tidak sadarkan diri.


Tiba-tiba Ma Wang merasakan sesuatu hingga membuat Sekertaris Ma khawatir.
“Apa yang terjadi? Ada apa?”
“Aku tidak bisa merasakan setetes darah Sam Jang yang telah berkeliaran di tubuhku. Sam Jang ...telah hilang.”


Oh Gong yang sedang bersama Jenderal Es juga merasakan sesuatu. Dia seperti mendengar Seon Mi memanggilnya, Geumganggonya pun bercahaya.
“Ada yang aneh.”
“Apa yang terjadi?”
“Seseorang memanggilku. Sam Jang. Sesuatu yang sangat aneh.”


Wanita itu tersenyum puas setelah memasukkan buku ke dalam rak.


Ma Wang datang bersama Sekertaris Ma dan menemukan Seon Mi yang tergeletak di bawah.
Ma Wang menatap Seon Mi dan berbicara pada Sekertaris Ma “Wanita ini bukan lagi Sam Jang.”.


Oh Gong berkeliling toko buku itu dan menemukan wanita pembaca cerita sedang duduk sambil tersenyum.
“Kau datang.”
“Kau siapa? Dimana Sam Jang? Dimana orang yang memanggilku?”
“Aku yang memanggilmu.”
“Apa? Kau siapa?”
“Aku pemilik baru Geumganggo.”
Advertisement

4 komentar

Uuuuh,,, seru bwt mkin pnsaran....

Semangat kakak untuk melanjutkan sinopsis. Sehat selalu...

Semangat ya, di tunggu sinopsis ya

Ditunggu sinopsisnya selanjutnya chingu, fighting 😉


EmoticonEmoticon