1/23/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 Part 1
Seorang pria sedang melihat sosial media milik teman-tamannya.
“Saat aku harus bekerja seperti seekor anjing di tengah malam seperti ini banyak orang-orang yang bermain ke luar negri. Ah itu tidak adil. Usianya sama denganku? Tapi dia adalah seorang chef dan pemilik restoran? Astaga, menjengkelkan. Ah, aku tidak ingin melihatnya.”
Roh jahat datang dan berbisik pada pria itu.
“Katakan. Katakan bahwa kau ingin dia gagal (bangkrut).”
Pria itu mengetikkan komentar di sosial media temannya, dan roh jahat itu terus membisikkan untuk menuliskan kebencian.
“B*jingan... Kuharap bisnismu gagal.”
“Maki dia! Bukankah itu menyenangkan? Maki dia! Hina dia! Katakan untuk segera menutup restorannya. Maki dia! Restorannya adalah tempat terburuk!”
“Aku menemukan kecoak saat aku sedang makan. Restorannya seperti tempat sampah dan harus segera ditutup.”


Seon Mi dan Han Joo datang ke sebuah restoran yang akan ditutup. 
“Restoran ini sangat menakjubkan tapi setelah bermunculan komentar negatif, restorannya ditutup.” Han Joo mengamati restoran itu dari luar.
“Karena itulah bisakah suatu tempat yang asal nya baik-baik saja tiba-tiba ditutup?”
“Tentu saja. Akhir-akhir ini kau pernah melakukan kesalahan, itu mengerikan. Tweet, tweet, tercipta. (Berita kontroversial) Kau tidak mengerti maksudnya, kan? Lalu aku akan memanggil pemiliknya.”


Saat Han Joo sedang menelepon, Seon Mi melihat cucu pemilik toko umum lalu dia mengikutinya.


Han Joo menoleh dan Seon Mi sudah tidak ada di sampingnya


Seon Mi sedang berbicara dengan cucu pemilik toko umum, dia mnegatakan restorannya terkena kutukan Dokchi (Iblis mulut beracun) yaitu iblis yang memiliki perkataan yang kejam.
“Jika kau bersebrangan dengannya (melakukan hal yang dibenci oleh iblis itu), kau akan gagal seperti dikutuk atau mati. Kau akan kehilangan segalanya.”
“Bukannya itu mirip sebuah ramalan?”
“Tentu saja berbeda. Memprediksi apa yang akan terjadi dan membuat sesuatu terjadi karena kau telah dikutuk, itu dua hal yang berbeda.”
“Lalu... apa tokomu bangkrut juga karena Dokchi?”
“Nenekku adalah seorang pedagang benda artefak. Aku membawa beberapa benda dari toko untuk mengisi dompetku.”
“Aku mengerti. Jadi karena itulah kau muncul dihadapanku?”
“Jangan katakan pada siapapun jika kau bertemu denganku, ya? Jika ada yang kau inginkan diantara barang-barang ini, aku akan memberikanya.”
Seon Mi melihat sebuah lonceng merah, itu adalah Aeryeong lonceng yang mengijinkan untuk bertemu dengan belahan jiwa di surga. Tapi kemudian Seon Mi memilih lonceng hitam, cucu pemilik toko melarangnya.
“Ah! Jangan sentuh lonceng yang berwarna hitam! Bagaimana bisa lonceng hitamnya ada di sana.”
“Lupakan. Beritahu secara detail tentang Dokchi itu.”


Seon Mi menemui Ma Wang, dia mengatakan ada keluarga yang bercerai dan beberapa restoran ditutup karena sesuatu yang bernama Dokchi, dan menyebabkan bunuh diri.
“Apapun yang telah terpengaruh oleh Dokchi akan hancur. Hidup manusia yang mengutuk orang lain saat dikendalikan Dokchi juga akan hancur. Kau telah menemukan roh jahat yang sangat kuat untuk kita hadapi.”
“Kupikir itu menyebar melalui media sosial. Aku tidak tahu ke mana aku harus mencari roh jahat ini.”
“Jika kau ingin menangkap seekor harimau, kau harus masuk ke sarangnya. Mari kita rencanakan dengan menggunakan media sosial.”
“Aku akan membuat akun dengan namamu aslimu.” Sekertaris Ma berbicara pada Seon Mi.
“Biasanya aku memanggil roh jahat itu keluar dengan menggunakan aroma teratai yang kuberikan. Tapi bagaimana aku memanggil roh jahat melalui media sosial?”


Seon Mi berfoto dengan memamerkan sebuah tas.
“Pertama, mari kita ambil beberapa foto yang bisa kita upload. Lihatlah kedua lensa kameranya. Aku akan mengambil fotonya. Tunggu, tunggu. Apa kau berfoto untuk SIM?”
Ma Wang tidak menyukai pose Seon Mi yang begitu formal.
“Poin penting dari fotonya, sofanya harus kelihatan. Pegang salah satu tasnya. Tas mewah. Dan matamu harus menimbulkan keangkuhan yang membuat orang lain iri. Jangan melihat langsung ke kamera. Mari ambil foto yang lain. Kunci untuk bisa mendapatkan perhatiannya dan menyerangnya pada waktu yang bersamaan adalah dengan cara mengupload foto di media sosial yang memperlihatkan kemewahan. Sekretaris Ma, gunakan brand terkenal dengan edisi terbatas seperti pakaian, jam tangan, sepatu, dan tas.”


Seon Mi sudah berganti dengan pakaian mewah dan Ma Wang mengarahkan gaya Seon Mi.
“Sekarang, aku akan mengambil fotonya. Sebentar... Jangan terlihat begitu rapi dan baik. Seperti yang kukatakan tadi melihat ke bawah dengan tatapan yang angkuh. Kakimu, kakimu. Kakimu terlalu canggung. Coba silangkan kakimu. Silangkan seperti ini. Jangan menyender. Ya. Luruskan tubuhmu.”


Ma Wang mengatakan pada Sekertaris Ma untuk meminta semua artis Lucifer Entertainment untuk mengikuti akun Sam Jang.


Lee Han Joo sedang melihat foto-foto Seon Mi di media sosial yang baru dibuat dan sudah ada 115.000 pengikut.
“Ketua aku tidak pernah mengatakan omong kosong. Aku selalu "hormat, hormat" padamu. Kau tahu itu, kan? Tapi banyak orang asing yang membicarakanku di media sosial. Itu membuatku merasa aneh. Itu karena gambarnya sangat mencolok. Ada banyak kritik, tapi jangan terganggu. Itu karena mereka iri.”
“Aku tidak keberatan. Aku membuatnya agar aku dikutuk atau dihina. Aku harus mendapatkan lebih banyak kritikan. Apa yang harus kulakukan untuk mendapat kritikan yang banyak?”
“Hmm, karena aku selalu hormat padamu mari kita coba untuk memikirkannya. Biasanya... orang yang bertindak terlalu imut yang tidak sesuai dengan usia mereka. Tee hee. Hal-hal seperti itu.”
Han Joo lalu memperagakan gaya dengan dua jari yang diletakkan di dekat mata, lalu Seon Mi mengikutinya.


Jenderal Es bertanya pada Soo Bo Ri kenapa Sam Jang bertindak seperti itu di sosial media.
“Dia sedang berusaha menangkap roh jahat Dokchwi.”
“Bukannya dia akan menangkapnya bersama Son Oh Gong?”
“Sam Jang menemukan saus yang dibuatnya untuk memakannya.”
“Oh astaga. Sam Jang pasti sangat kesal.”
“Apa yang harus disesalkan? Son Oh Gong itu iblis. Kekuatanmu sangat kuat akhir-akhir ini.”
“Saat ini adalah periode dimana kekuatanku bertambah kuat.”
“Jadi karena itulah kau bisa membekukan Geumganggo-nya, kan?”
“Kau tahu tentang itu? Karena Sam Jang ingin tahu perasaan Dewa Agung yang sebenarnya, aku mencobanya dengan menggunakan kekuatanku itu. Aku tidak bisa melakukannya lagi.”
“Kau melakukan sesuatu yang sia-sia. Sampai panggilan Sam Jang terpenuhi, perasaan seperti itu tidak akan pernah bisa menghalanginya.”
“Jadi agar mereka tidak tahu perasaan mereka satu sama lain kau memberikan Geumganggo-nya?”


Pal Gye sedang berfoto bersama Seon Mi dan Alice (Naga Giok).
“Hanya dengan mengupload foto ini, pengikutmu akan bertambah. Mungkin akan ada artikel yang keluar.”


Naga Giok baru kali ini bertemu dengan Sam Jang.
“Jadi kau Sam Jang? Aku adalah putra kedua Raja Naga Laut Timur, Pangeran Dragon.”
“Aku sudah mendengarnya.”
“Ketika semuanya berjalan dengan baik, aku akan memberimu tur ke istana laut.”
“Hei, Gurita, bisa-bisanya kau menggodanya dengan menggunakan tubuh manusia?”
“Kenapa Ini adalah insting. Aku punya kaki gurita. (lengket).”
“Jika kau merentangkan kakimu itu ke Sam Jang dan tidak berhati-hati, Dewa Agung akan membuatmu menjadi takoyaki.”


Naga Giok lalu bertanya pada Sam Jang apakah dia berpacaran dengan Son Oh Gong. Tapi Seon Mi menjawabnya dengan ketus.
“Tidak. Ekspresi seperti itu membuatku merasa tersinggung. Aku juga tahu cara membuat Takoyaki. Hati-hati dengan apa yang kau ucapkan. Terima Kasih telah berfoto denganku.” Seon Mi lalu pergi.


Pal Gye berbicara dengan Nag Giok.
“Seperti yang kuduga, Sam Jang tidak memiliki perasaan apapun kepada Son Oh Gong. Apa yang harus dilakukan? Dewa Agung yang malang sangat menyedihkan.”
“Hei Babi, wanita ini tidak bisa minum alkohol?”
“Ya. Alice tidak bisa minum... Hei! Kapan kau minumnya?”
Pal Gye melihat Naga Giok meminum alkohol, Naga Giok lalu pingsan di meja.


Oh Gong sedang melihat foto Seon Mi di sosial media, Oh Jeong juga mengatakan kalau Dokchi sangat menakutkan dan belum lama ini, dia menempel pada salah satu karyawan perusahaannya dan karyawan itu melompat dari atap.
“Son Oh Gong, bukankah Unnie dalam bahaya? Kau harus menemaninya, kan?” Bu Ja bertanya pada Oh Gong.
“Aku akan menemaninya. Setelah aku melihat tontonan yang kutunggu-tunggu. Harusnya dia sudah pulang. Kenapa dia belum pulang? Dia pasti melihatnya.” Oh Gong mendengar suara Ma Wang masuk ke rumah.


Ma Wang sangat jengkel melihat patung kerbau putihnya dicat dengan corak hitam seperti sapi.
“Monyet gila itu! Apa ini? Kenapa tampilannya seperti ini? Dia bahkan tidak memiliki puting susu. Berani-beraninya dia mengubahnya menjadi sapi pemerah susu? Ah... Tanduknya, dia mengacaukan semuanya! Idiot itu!”


“Ma Wang! Oh sayang sekali patungnya berubah menjadi sapi pemerah susu. Apa awalnya kau sapi pemerah susu?”
“Berani-beraninya kau mengubah patungku bantengku menjadi patung sapi pemerah susu? Mari kita selesaikan hari ini. Aku akan meledakkan patung monyet itu sekarang. Perhatikan baik-baik!”
“Simpan kekuatanmu! Aku bahkan tidak melakukannya.”
“Apa kau bercanda?”
“Pelakunya orang lain.”


Bu Ja mengakui sebagai pelakunya.
“Ma Wang, aku yang melakukannya.”
“Apa?”
“Aku belum dewasa dan aku menggambarnya.”
“Lihat? Zombie bilang bahwa dia melakukannya. Jangan bercanda. Bisa saja kau yang menyuruhnya?”
“Ada saksi.”
Oh Jeong lalu memberikan kesaksiannya “Aku melihat Bu Ja melakukannya.”
“Kau benar-benar...”
“Zombie mengatakan bahwa dia melakukannya. Jika kau mau marah-marah, marah padanya. Oh Jeong, kau... Astaga, ini benar-benar pemandangan yang jelek. Bersihkan itu untuknya. Astaga.”


Oh Gong mengejek Ma Wang dengan menari dan bernyanyi.
“Jadi Ma Wang adalah sapi pemerah susu. Ma Wang sapi pemerah susu! Ma Wang sapi pemerah susu!”
“Hei, Son Oh Gong! Son Oh Gong!”
“Ma Wang sapi pemerah susu! Apa? Apa? Apa? Apa? Apa alasan lelucon yang tidak lucu ini? Aku mengakhirinya dengan sangat lucu. Sebuah lelucon lucu. Aku tidak bisa berjuang sampai mati bersamamu di sini. Ayo kita menertawakan lelucon itu dan melanjutkannya, oke? Aku pergi.”


“B*jingan gila... kurasa dia benar-benar marah kali ini.”
“Ma Wang, kurasa susu sapi itu lebih manis.”
“Bu Ja, jika kau berpikir itu lucu, haruskah aku menggambarmu seperti itu juga?”
“Tidak mau.” Bu Ja lalu pergi.
“Ma Wang, jika patung itu tidak enak dipandang, haruskah aku menggambarnya dengan warna hitam?”
“Tak usah. Apa itu iblis?”
“Ya, baiklah. Aku tidak akan melakukannya.”


Pal Gye sedang bersama Naga Giok yang sedang mabuk dan terus menempel pada Pal Gye.
“Babi, bagaimana kalau kita menghangatkan malam ini?”
“Hei, hentikan!”
“Kau menyukainya. Kemarilah...”
“Hei... Jangan lakukan ini. Hei, jika kau dan aku terlibat, kita menjadi Ohsambul (Skandal mungkin). Aku tidak ingin menjadi Ohsambul!”


Dari kejauhan Pal Gye melihat ada wartawan yang memotretnya, dia turun dari mobil lalu mengejarnya.


Dua orang pria yang akan mengubur Jung Se Ra berdiri di depan kantor agensi.
“Kudengar videonya diambil dari agensi ini.”
“Gadis itu... apa dia masih hidup? Aku yakin dia ada di sini.”
“Aku tahu itu. Aku sudah memastikan bahwa dia sudah meninggal. Dia itu mayat yang tangan dan kakinya patah.
“Itu dia.” Mereka melihat Bu Ja lalu segera bersembunyi.


Pal Gye datang dan berbicara dengan Bu Ja. Dia tidak bisa mengejar wartawan lalu mengajak Bu Ja untuk mengurus Naga Giokmyang sedang mabuk.


Dua pria itu mengintai Bu Ja dan Pal Gye.
“Dia benar-benar hidup. Apa yang akan kita lakukan sekarang?”
“Pertama, mari kita tangkap dia.”
“Apa yang harus kita lakukan?”
“Jika dia mengenali kita, kita harus membunuhnya. Seorang gadis yang dianggap sudah mati masih hidup. Dan dia berkeliaran di sekitar selebriti.”
“Siapa identitas gadis itu? Kenapa gadis itu tidak menemukan ibunya jika dia masih hidup?”


Dua pria itu berada di kamar rumah sakit tempat ibu Jung Se Ra dirawat.
“Hyungnim, bukankah sebaiknya kita mengatakan kepadanya bahwa gadis itu tidak mati dan masih hidup?”
“Mari kita tunggu sebentar lagi. Mungkin saja gadis itu kehilangan ingatannya. Jika seperti itu, maka kita bisa menyelesaikannya dengan baik dan tetap diam.”
Advertisement


EmoticonEmoticon