1/23/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 7 Part 4
Flashback. Seon Mi sedang duduk sednirian melihat teman-temannya sedang bermain pesawat remote control. Dia melihat seorang anak laki-laki masuk ke rumah kosong
“Wanita yang tinggal di rumah itu sangat menakutkan.” Seon Mi berbicara pada dirinya sendiri.


Pesawat milik nak laki-laki (Jonathan) itu jatuh ke dalam sebuah rumah kosong. Dia lalu masuk ke rumah itu untuk mengambilnya. Setelah mengambil pesawatnya, Jonathan tidak sengaja menginjak frame foto seorang wanita yang menggendong bayi. Lalu dia mendengar suara tangisan bayi, dan sekelebat ada bayangan wanita.


Seon Mi masuk dan menariknya untuk bersembunyi di balik payung. Saat Jonathan akan berbicara, Seon Mi menutup mulutnya agar tidak bersuara. Kemudian hantu wanita yang menggendong bayi lewat di depan mereka.


Jonathan dan Seon Mi masih berada di rumah Ma Wang. Jonathan mengatakan dia tidak terlalu ingat dengan apa yang terjadi pada hari itu. Tapi dia mengingat wajah Jin Seon Mi yang telah menolongnya dengan jelas.
“Ah, saat itu aku penakut. Seon Mi sangat berani.”
“Kau orang yang pemberani, Oppa. Kau baik padaku saat tidak ada siapun yang ingin berbicara denganku.”
Ma Wang sangat senang melihat kedekatan mereka, dan merasa sangat bangga karena telah mengatur pertemuan ini. Dia lalu menawarkan untuk minum wine, tapi Sekertaris Ma mengatakan kalau Oh Gong sudah memecahkan semua gelas yang ada. Ma Wang lalu pergi untuk berbicara dengan sekertaris Ma.


Seon Mi membayangkan saat Oh Gong menciumnya, setelah itu dia berbisik kepada Seon Mi.
“Bersenang-senanglah. Pergi dengan tenang saat kau merasa bosan.”


Jonathan mengatakan dia sangat senang bertemu lagi dengan Seon Mi, dan menurutnya ini seperti sebuah film.
“Kau menyukai film, kan? Biasanya kau selalu menceritakan banyak film padaku.”
“Kali ini aku membuat film tentangmu. Ceritanya seperti dongeng tentang seorang gadis desa pemberani yang memiliki kemampuan misterius.”
“Jika itu tentangku, maka ceritanya lebih bergenre horor daripada dongeng.”
“Tidak, tidak. Menurutku itu sebuah dongeng. Kau selalu percaya dan menunggu peri. Saat kau ketakutan dan dalam bahaya, kau selalu mengatakan bahwa akan ada peri yang melindungimu.”
Seon Mi menceritakan tentang perinya (Oh Gong), dan perinya itu tidak termasuk ke dalam dongeng yang indah.


Pal Gye dan Peri Ha sedang memperhatikan Oh Gong. Mereka sudah tahu tentang Sam Jang yang bertemu dengan pria lain. Sekretaris Ma memberitahu mereka bahwa Dewa Agung berbahaya, jadi dia perlu diawasi dengan saksama. Tapi selama mereka memperhatikan, Oh Gong terus tersenyum sendiri yang membuat Pal Gye dan Peri Ha menjadi penasaran. Peri Ha menyuruh Pal Gye untuk bertanya pada Oh Gong kenapa dia tersenyum sendiri.
“Jika aku duduk di sampingnya dalam keadaan seperti itu aku akan diubah menjadi daging babi rebus dalam shabu shabu. Jika dia mengeluarkan api, aku akan berakhir menjadi daging babi asam manis.”
“Ah, sepertinya sangat sulit menganalisa emosi Dewa Agung. Saat ini dia sedang bahagia dengan dirinya sendiri.”
“Dengan dirinya sendiri? Kenapa?”
“Ah. Bukankah Sekretaris Ma mengatakan hal itu? Mereka berciuman dan bertengkar sangat hebat sebelum pergi.”
“Jadi maksudmu, dia seperti itu karena dia senang akan ciumannya? Wow, monyet bodoh itu. Tiba-tiba aku merasa malu karena khawatir.”


Pal Gye lalu duduk di hadapan Oh Gong, dia bertanya apakah Oh Gong sedang khawatir kalau Sam Jang bertemu dengan pria lain. Oh Gong mengatakan dia tidak perlu khawatir. Sam Jang tidak akan pernah mengkhianatinya.
“Jika dia mengkhianatiku, aku akan menikamnya dengan pisau sampai dia mati, sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati. Tidak apa-apa. Selama aku tidak melihatnya dengan kedua mataku sendiri dan merasa buruk akan hal itu.”
“Perasaan setiap orang tidak sesederhana itu. Maksudku, pria yang muncul itu adalah cinta pertama Sam Jang. Menurutmu bagaimana perasaannya?”
“Bagaimana aku tahu? Itukan perasaannya.”
“Kau harus melihatnya dari dekat. Kudengar pria itu pria yang baik. Bagaimana jika dia jatuh cinta padanya saat dia sedang bersamanya?”
“Bagaimanapun, dia tidak bisa menunjukannya jika dia tidak ingin mati.”
“Ya, ya. Jika dia tidak ingin mati ditanganmu, dia tidak akan terang-terangan menunjukannya. Selama dia tidak menunjukannya kan? Benarkan?”


Mendengar ucapan Pal Gye, Oh Gong lalu mengeluarkan api dari tangannya. Peri Ha melihat hal itu lalu menarik Pal Gye pergi.
“Apa kau tidak melihat jika dia sedang marah? Cepat keluar sebelum kau menjadi daging babi asam manis.”


Oh Gong membayangkan saat Jonathan memeluk Seon Mi. Lalu dia berbicara pada diri sendiri.
“Perasaannya yang baik membuatku merasa tidak enak.”


Pertemuan Ma Wang dengan Jonathan sudah selesai, saat Jonathan akan berpamitan Ma Wang memintanya untuk mengantar Seon Mi pulang.


Jonathan mengajak Seon Mi pulang bersamanya, tapi Seon Mi mengatakan dia harus menemui seseorang dulu.
“Siapa?”
“Peri. Periku memiliki watak yang buruk, jadi kupikir aku harus bertemu dengannya dan menenangkannya.”


Ma Wang mengantarkan Jonathan ke pintu.
“Terima Kasih telah mengundangku hari ini. Berkatmu, aku bisa menemukan kenangan indah saat aku masih kecil.”
“Aku akan terus mendukung hubunganmu itu.”
“Aku ingin bertanya tentang apa yang kau katakan sebelumnya tapi secara kebetulan, apa kau mengenal peri-nya Jin Seon Mi?”
“Peri? Entahlah.”
“Seon Mi selalu menunggu peri itu. Kupikir itu hanya khayalannya saja. Tapi sepertinya peri itu memang ada.”
“Baiklah agar kau tidak tercengang, anggap saja peri-nya ada. Tapi intinya, tugas peri itu adalah membantunya untuk menemukan pangerannya. Baca saja dalam dongeng-dongeng yang ada. Peri akan menghilang saat dia (Sam Jang) bertemu dengan Pangerannya.”
“Benar. Seharusnya aku membaca dongeng dengan benar.”


Sekertaris Ma bertanya pada Seon Mii apakah dia bersenang-senang hari ini. Seon Mi mengatkan dia senang dengan pertemuan ini.
“Kalian berdua sangat cocok. Semoga berhasil.”
“Sekretaris Ma, kau tidak mungkin memikirkan tentang apa yang terjadi padaku, kan?”
“Tentu saja. Inilah yang diinginkan oleh Ma Wang. Aku tidak peduli akan hal itu.”
“Tapi aku tidak tahu jika Ma Wang benar-benar mengenalkanku pada manusia.”
“Pertemuan itu dibuat dengan sangat hati-hati. Seharusnya kau pergi bersamanya dan bersenang-senang lagi.”
“Jika aku melakukannya, dia pasti akan merasa lebih buruk. Dewa Agung menghancurkan semuanya. Kemanapun kau pergi, kau selalu menghancurkan kebahagian setiap orang.”


Seon Mi mengingat lagi saat Oh Gong mengatakan dia merindukan Seon Mi lalu menciumnya. Mengingat hal itu membuat Seon Mi menjadi tersipu.


Ma Wang memperhatikan Seon Mi dari kejauhan, dia mengingat beberapa kejadia yang menunjukkan Seon Mi mencintai Oh Gong.
Saat Ma Wang dan Seon Mi akan masuk ke sebuah film lama untuk menangkan hantu anak kecil yang memakai kimono, Seon Mi mengatakan “Aku tidak akan membawa Son Oh Gong. Terakhir kali, saat kami masuk ke dalam sebuah gambar kau mengurung Son Oh Gong di sana.”
Saat Sekertaris Ma akan menusuk Seon Mi, dan yang tertusuk adalah Ma Wang, Seon Mi bertanya pada Oh Gong dengan mata berkaca-kaca “Kenapa kau melakukannya? Apa kau ingin menyingkirkanku?”
Dan yang terakhir saat Seon Mi berbicara dengan Jonathan “Periku memiliki watak yang buruk, jadi kupikir aku harus bertemu dengannya dan menenangkannya.”
Ma Wang mengatakan “Dia akan tertipu lagi oleh peri itu. Aku akan menunjukannya.”


Oh Gong berada di dalam ruangan Seon Mi, dia sedang berbicara dengan Son Yuk Gong.
“Sekarang kau dipecat. Tidak ada kata maaf atau ampunan untukmu. Kau kutinggalkan di sini untuk mengawasi Sam Jang. Tapi kau tidak tahu jika ada pria menempel (jatuh cinta) padanya. Kau gagal dalam menjalankan tugasmu! Sekarang kau akan berubah menjadi debu dan lenyap.”


Seon Mi masuk dan bertanya apa yang sedang dia lakukan di sini.
“Melakukan apa? Aku hanya diam di sini.”
“Kelihatannya kau sedang bicara dengan seseorang.”
“Memangnya siapa lagi yang ada di sini?”


Seon Mi bertanya kenapa boneka monyet itu ada di meja, Oh Gong mengatakan dia akan akan membuangnya karena dia tidak berguna.
“Kenapa kau membuang barang-barang milikku sesukamu?” Seon Mi lalu mengambil boneka itu dari tangan Oh Gong dan meletakannya dengan hati-hati ke kursi.


Oh Gong mengatakan sepertinya Seon Mi tidak bersenang-senang. Tapi Seon Mi mengatakan itu adalah waktu yang sangat berarti, dan mendapatkan banyak pencerahan.
“Ya... Seharusnya kau bertemu dengan pria lain setelah memakaikan Geumganggo padaku. Walaupun kau beruntung karena mendapatkan pencerahan, tetap saja kau harus memiliki hati nurani.”
“Oh jadi karena itulah peri memiliki hati nurani bahkan sampai menyiapkan beberapa saus yang enak. Aku melihatnya di rumahmu. Saus rahasia milikmu.”


Ma Wang menunjukkan semua saus yang disiapkan oleh Oh Gong untuk dimakan bersama daging Sam Jang
“Semua saus ini adalah saus yang dibuat olehnya dengan hati-hati dan direbus selama tiga malam, empat hari. Semua saus ini benar-benar...”
“Tidak mungkin...” Seon Mi menjadi berkaca-kaca mendengarnya.


Ma Wang menunjukkan bagaimana Oh Gong akan menggunakan saus itu. Dia mengangkat saus itu ke atas seolah-olah mengguyur tubuhnya.
“Seperti ini. Dia bertujuan untuk membumbuimu dengan semua sausnya dan memakanmu seperti itu.”


Oh Gong mengakui dia membuat saus itu, lalu bertanya kenapa Seon Mi begitu marah akan hal itu.
“Aku marah karena kau akan menggunakan semua saus itu saat kau berhasil menangkap dan memakanku.”
“Kenapa kau egois? Kenapa kau hanya memikirkan dirimu sendiri? Aku membuatnya dengan harapan aku bisa mengunakannya, bahkan aku tidak bisa memakanmu saat ini. Kau harus bersyukur, kenapa kau begitu marah padaku?”
“Tadinya aku hampir ingin meminta maaf dan mengucapkan terimakasih.”
“Lupakan. Aku tidak ingin mendengar omong kosongmu itu. Aku tidak mencintaimu. Aku akan melewatkannya.”
“Melewatkan apa? Baiklah. Saat ini aku tidak ingin bertengkar karena kau telah membuatnya. Tapi kenapa kau tidak membuangnya?”
“Jika kau hidup dengan baik, kau harus berhemat dan tidak menghamburkan barang-barang.”
“Apa kau menyimpannya untuk nanti dan akan memakanku saat Geumganggo-nya dilepas?”
“Jangan mengatakan hal seperti itu lagi. Memikirkannya saja membuatku sedih. Apa dia tidak memberitahumu bahwa aku menangis saat memegang saus itu? Apa dia tidak memberitahumu? Dia melewatkan hal-hal penting. Sapi bodoh itu!”
“Kenapa kau menyalahkan Ma Wang?”
“Baiklah. Aku akan memaafkanmu dan Ma Wang. Semuanya sudah selesai. Jangan membicarakannya lagi. Kau tidak senangkan menghabiskan waktumu untuk memikirkanku? Mulai sekarang aku akan membuatnya menjadi lebih menyenangkan.”
“Tapi, aku sama sekali tidak memikirkanmu. Tadi aku bersenang-senang. Jika aku tidak mengetahui tentang saus itu, pasti aku sudah bersenang-senang.”
“Jangan bohong. Kau terus memikirkanku dan memperdulikanku.”
“Apa? Apa yang kupikirkan?”


Oh Gong lalu memperagakan dengan mencium tangannya sendiri.
“Oh itu? Aku tidak peduli akan hal itu.”
“Kau tidak peduli?”
“Ya.”
“Sama sekali?”
“Tidak sama sekali! Yang kupedulikan adalah semua saus itu. Jadi apa yang akan kau lakukan? Katakan padaku dengan pasti.”
“Mungkin kau harus membiarkanya.”
“Apa? Kau harus membuangnya!”
“Tidak mau. Kenapa aku harus membuangnya? Berapa banyak yang akan kau berikan padaku? Bahkan jika kau memberiku 500 won, aku tidak akan membuangnya.”
“Kau benar-benar tidak akan membuangnya?”
“Ya. Aku ini iblis dan begitu kau melepaskan Geumganggo-nya kau adalah mangsaku. Agar tidak lupa dengan identitasmu aku tidak akan membuangnya.”
“Baik. Apapun yang aku lakukan sampai akhir jika aku melepasnya, kupikir kau tidak akan menyakitiku. Tapi kupikir itu bukan masalah yang sebenarnya. Baik. Jauhkan sausmu itu dengan baik. Dan jangan lupa identitas kita satu sama lain.”


Oh Gong pulang ke rumah dan melihat sausnya berada di meja makan. Dia lalu membakar semua sausnya.


Ma Wang bersembunyi dan memperhatikan Oh Gong.
“Ah, sepertinya mereka bertengkar. Hari ini aku akan tidur dengan nyenyak.”
Advertisement


EmoticonEmoticon