1/18/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 6 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 6 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 6 Part 3
Seon Mi menangis di dalam mobilnya. Dia terbayang ucapan Oh gong yang menyakitkan baginya.
“Kau Gunung Lima Elemen yang lain bagiku. Aku akan senang kalau kau menghilang.


Seon Mi mencari gembok yang tadi dipasangnya, dia ingin melepas gembok itu.
“Dasar pembohong. Berengsek! Bagaimana bisa aku membiarkan diriku tertipu oleh seorang pembohong dan melakukan sesuatu yang sangat bodoh?”


Di belakangnya, roh jahat sedang berusaha memotong rambut Seon Mi.
“Kau rupanya? Iblis jahat yang memangkas rambut manusia.”
“Aku menyukai rambut yang mengandung kepedihan cinta. Jika aku memangkas rambutmu, kau tidak akan merasa sakit lagi. Tidak akan ada rasa sakit karena dia pergi. Berikan kepadaku.”
“Perasaanku kepadanya akan menghilang sepenuhnya?”


Saat Seon Mi pasarah roh jahat itu akan memotong rambutnya, dia teringat kenangan-kenangan indahnya dengan Oh Gong.


Karena kenangan itu, Seon Mi merubah pikirannya.
“Aku tidak ingin semua itu menghilang. Son Oh Gong.”
Saat membuka matanya Oh Gong sudah berada di hadapannya.
“Pergilah ke salon rambut kalau ingin memangkasnya. Sekalipun kau akan terlihat cantik di mataku tidak peduli bentuknya. Karena aku mencintaimu.”
“Aku tidak peduli bagaimana kelihatannya di matamu. Satu-satunya yang harus kau lakukan adalah memastikan bahwa aku, Sam Jang, tidak pernah menghilang.”
“Sebagaimana perintahmu, aku akan melindungimu.”


Pal Gye bertemu dengan Sekertaris Ma.
“Hei, Sekretaris Ma. Bagaimana kondisi Ma Wang?”
“Pergi sana, Babi Pengadu.”
“Aigoo, kenapa kau begini?”
“Kalau aku tidak mengadukanmu pada Ma Wang, kau mungkin sudah mati di tangan Dewa Agung sekarang.”
“Jeo Pal Gye-nim, kenapa kau melakukannya? Kau sampai meneteskan liur saat memintaku menyisakan satu gigitan, kenapa mendadak kau berubah pikiran?”
“Kalau hanya satu gigitan, tidak sebanding dengan resikonya. Kau harus lebih baik dalam tawar menawar dengan seekor babi, mengerti? Oh, Bu Ja! Kau sudah selesai?”
Pal Gye melihat Bu Ja yang sudah keluar dari ruang audisi.
“Hari ini aku latihan dengan keras.”
“Kerja bagus. Ayo pergi. Aku akan mengantarmu pulang.”
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan Sekertaris Ma.


Oh Jeong sudah berhasil menghilangkan noda di dalam cangir, karena merasa bahagia dia lalu memasakkan banyak makanan untuk teman-temannya. Bu Ja memuji masakan Oh Jeong dan mengatakan dia menelepon Seon Mi untuk datang karena makanannya banyak tapi Seon Mi bilang tidak mau datang.


Pal Gye mengatakan dia penasaran kenapa Sam Jang bilang tidak mau datang.
“Aku rasa dia tidak ingin makan satu meja dengan seorang pengkhianat.”
“Bagaimana mungkin dia makan satu meja dengan predator?” Oh Gong membalas ucapan Ma Wang.


“Apa kalian berdua melakukan hal buruk pada Unnie?”
Mereka tidak ada yang menjawab pertanyaan Bu Ja. Lalu Oh Jeong yang berbicara.
“Noda akan lebih sulit dibersihkan jika dibiarkan terlalu lama. Kalian berdua, tolong segera membereskannya.”


Ma Wang mengundang Seon Mi datang ke kantornya. Dia memberitahu Seon Mi bahwa dia sudah meminum obat yang sangat kuat, jadi tidak lagi berbahaya sehingga Seon Mi tidak perlu menghindarinya.
“Tapi saat Ma Wang-nim berubah pikiran, bisa melukaiku setiap saat.”
“Ada seseorang yang harus aku selamatkan, dan untuk melakukannya aku membutuhkanmu. Kau masih sangat berguna untukku, jadi aku tidak akan pernah melukaimu. Percayalah. Sekretaris Ma.” Ma Wang lalu melirik ke arah Sekertaris Ma.


Lalu Sekertaris Ma berbicara pada Seon Mi.
“Sam Jang, maafkan aku. Karena Ma Wang melarangku melakukannya, maka aku tidak akan melakukannya lagi.”
“Dia minta maaf, tapi aku tidak merasakan penyesalannya. Ya, kurasa aku tidak bisa mengharapkan penyesalan dari monster. Aku akan membiarkannya kali ini dengan keyakinan meskipun sampai terjadi lagi, Anda akan ditikam di rumahku.”


Saat Seon Mi keluar dari kantor Ma Wang dan akan masuk ke dalam lift, dia berpapasan dengan pria yang memotretnya.


Han Joo memberikan es krim untuk Seon Mi, tapi Seon Mi mengira itu dari Oh Gong.
“Tidak ada yang datang. Aku yang membelinya. Anda menunggu Sekretaris Son rupanya.”
“Aku tidak menunggunya. Buat apa juga?”
“Ah, Anda bertengkar dengan kekasih Anda, jadi dia bahkan tidak membelikan es krim.”
“Di... dia bukan kekasihku.”
“Benar. Sangat mengecewakan saat terbiasa dibelikan sesuatu olehnya kemudian tiba-tiba dia tidak melakukannya. Sepertinya Anda bahkan tidak ingin melihat es krim ini.”
“Apa artinya dia untukku sampai aku harus membenci es krimnya? Tidak ada hubungannya.”
“Kalau begitu, silakan dimakan.”
“Tidak usah.”
Seon Mi menjadi kesal lalu keluar dari ruangannya.


Saat Seon Mi sudah keluar, Han Joo berniat memakan sendiri es krim yang dibawanya.
“Aigoo, si bodoh itu pasti mempermainkan hati Presdir. Setelah membelikannya es krim biasa, dia belum puas mempermainkannya. Aku akan memakannya.”
Tapi saat akan duduk kursi di belakangnya berjalan mundur hingga Han Joo pun terjatuh.
“Kenapa kursinya... Teori paralel?”


Ternyata Oh Gong yang membuat kursi itu mundur.
“Mempermainkan? Aku sudah melakukan banyak untuk dia!”


Oh Gong sedang berada di toko es krim Jenderal Es, dia terlihat lesu saat berbicara.
“Hyungnim, jika Ma Wang sepenuhnya terdetoksifikasi, maka tidak akan ada gunanya lagi. Hari ini sebenarnya saat terbaik. Sayang sekali.”
“Ma Wang sudah selesai detoksifikasi, tapi Sam Jang sangat membenciku sekarang.”
“Cobalah menghiburnya.”
”Sudah. Kubilang dia cantik dan aku mencintainya. Tapi dia malah semakin membenciku.”
“Itu karena Anda tidak tulus.”
“Bagaimana bisa ada ketulusan dari monster yang memakai Geumganggo?”
“Tapi Sam Jang memiliki ketulusan karena dia manusia. Lihat ke dalam hatinya dan cari tahu alasan dia semakin membenci Anda. Dengan begitu, Anda bisa menghiburnya.”


Ma Wang sedang melukan rapat dengan pria yang memotret Seon Mi. Mereka akan bekerja sama untuk membuat sebuah film.
“Terima kasih sudah bekerja sama dengan Dragon Studio kami.”
“Tidak, tidak. Fakta bahwa kami bekerja sama dengan sutradara film kelas internasional, Sutradara Bong Sang Woo, adalah kehormatan untuk kami.”
“Terima kasih. Film Wooja yang akan Anda kerjakan dengan Sutradara Bong Sang Woo, sebagaimana Anda tahu, akan menjadi fantastic. Sebuah kisah fantasi persahabatan antara Kerbau putih raksasa dengan seorang gadis kecil.”
“Kerbau putih. Kerbau putih. Aku sangat menyukai bagian itu, dan merupakan alasanku ingin menjadi bagian dari produksinya. Kudengar tokoh utamanya adalah gadis Korea. Aktris mana yang Anda inginkan?”


Pria itu lalu menunjukkan sketsa yang dibuatnya.
“Ada gambar seorang gadis yang saya sarankan kepada Sutradara Bong. Sejujurnya, saat saya masih muda, gadis misterius yang saya temui di Korea menjadi motivasi utama film ini.”
“Ah, Anda menggambarkannya dengan sangat jelas.”
“Ya, dia sangat luar biasa. Sangat jelas di kepala saya sampai dapat menggambarnya kapan saja. Saat saya masih muda, saya melihatnya di Desa Lotus atau semacamnya di Gangwondo. Dia gadis yang saya temui saat itu. Dia selalu membawa payung kuning.”
“Sebuah payung? Kenapa Anda mengingat gadis itu sekian lama?
“She was my first love.”
“Cinta pertama? Cinta pertama.”


Melihat gambar itu, Ma Wang jadi teringat dengan sosok Seon Mi kecil yang dijumpainya waktu itu.


Seon Mi berada di toko es krim Jenderal Es.
“Barusan Son Oh Gong-nim mampir.”
“Aku tidak datang mencari dia. Aku datang untuk makan es krim kesukaanku. Ini jam pasir. Apakah es krim akan keluar saat itu?”
“Aku lambat, jadi tidak bisa membuatnya tepat waktu. Kudengar kau sangat membenci Son Oh Gong-nim.”
“Aku tidak punya alasan membencinya. Perasaannya bahkan tidak nyata.”
“Sam Jang, haruskah aku memberikanmu waktu? Aku tidak punya kekuatan untuk membuat es krim dengan cepat, tapi aku bisa menahan Geumganggo selama ini. Hari ini, angin topan terkuat datang, jadi kekuatanku mencapai puncak. Kurasa aku bisa membekukan kekuatan dari Geumganggo paling tidak selama ini. Itu kesempatan untuk mengetahui perasaan dia yang sebenarnya, jadi jika kau memiliki waktu yang singkat itu, apakah kau ingin mengetahui perasaan dia sebenarnya?”


“Semakin aku melihat ke dalam hati manusia, semakin terasa berat rasanya”
Oh Gong berbicara sendiri saat sedang menunggu kedatangan Seon Mi. Tanpa disadarinya, Geumganggo di tangannya membeku.


Seon Mi datang dan langsung bertanya pada Oh Gong.
“Son Oh Gong, apa yang ingin kuketahui adalah.... apakah saat ini aku cantik?”
“Ya, kau cantik. Karena aku mencintaimu.”
Advertisement


EmoticonEmoticon