1/17/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 5 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 5 Part 1
Ma Wang masuk ke kamarnya dan melihat Oh Gong sedang memakai berbagai produk perawatan miliknya. 
“Pantas saja. Kosmetikku selalu habis. Kau yang memakainya huh? Biar ku ingatkan lagi. Rumah ini atas kepemilikan bersama, bukan semuanya yang ada di dalam rumah ini. Jangan pakai barang-barangku dan jangan gantung pakaian di tanduk kerbau. Dan juga pengunjung yang datang, laporkan pada petugas keamanan dan gunakan stiker untuk parkir. Dan Bu Ja. Kalau kau mengajak anak kecil ke sini seharusnya kau mengajaknya berjalan-jalan atau apapun. Kau masih memasukkannya ke dalam kulkas. Dan dia juga terus berbelanja online.”
Oh Gong tidak memperdulikan omelan Ma Wang dan terus memakai berbagai krim di wajahnya.


Ma Wang bertambah kesal saat melihat seluruh botol kosmetiknya tidak ditutup lagi oleh Oh Gong. 


Oh Gong akhrinya berbicara, dia mengetahui tentang medali kepresidenan yang akan diterima oleh Ma Wang, dan merasa kagum dengan Ma Wang. Walaupun sepertinya dia sedang berpura-pura.


Ma Wang pun menghentikan ocehannya. Akhirnya ada orang yang mengetahui hal itu. Dia membantu Oh Gong memakai krim di wajahnya. Dia memberikan Oh Gong masker wajah karena wajah Oh Gong yang kusam dan ada kantung mata.

Oh Gong bercerita tentang Sam Jang yang tidak menyukainya dan meninggalkan rasa sakit karena hal itu. Ma Wang mengatakan tidak ada pilihan lagi untuknya, dia harus mencintai Sam Jang walaupun dia tidak ingin.


Seon Mi datang ke tempat Peri Ha karena tidak ingin pulang ke rumah. Peri Ha mengatakan pada Seon Mi agar memanggil Oh Gong jika merasa kesepian. Tapi Seon Mi tidak mau memanggilnya karena itu bukan kemauan Oh Gong sendiri, tapi dia tidak punya pilihan.
“Kau pasti merasa sedih.”
“Kenapa harus sedih. Selama ini perasaanya palsu. Aku bodoh menganggapnya serius.”
Peri Ha memintanya agar tidak mengabaikan perasaan itu, karena bagaimana pun juga Oh Gong mencintai Seon Mi sehingga mudah terluka perasaannya, dan rasa sakit yang dirasakannya itu nyata.


Jenderal es memberi tahu Oh Gong kalau Seon Mi datang sendirian untuk minum di tempat Peri Ha.
“Benarkah? Kalau begitu aku akan datang ke sana setiap malam.”


Oh Gong melihat para gadis sedang berkerumun untuk menunggu PK. Jenderal Es mengatakan mereka akan menunggu semalaman hanya untuk bertemu PK.
“Kasihan. Kenapa di dunia mereka mau melakukan hal seperti itu?”
“Karena mereka mencintainya. Mereka mengejarnya seperti itu untuk mengungkapkan cinta mereka. Meskipun PK tidak menyukai mereka melakukan seperti itu.”
“Kenapa PK tidak menyukainya, mereka hanya mengikuti dia karena mereka mencintainya?”
Jenderal Es mengatakan itu mengganggu jika terlalu dekat seperti itu.


Jenderal Es lalu memberikan es krim kepada Oh Gong untuk Sam Jang. Oh Gong tidak mau memberikan es krim itu, karena dia tidak menyedihkan seperti mereka yang sedang menunggu PK. Jenderal Es mengatakan itu karena Oh Gong mencintai Sam Jang. 
“Jenderal es, apakah aku terlihat sama dengan gadis-gadis itu di matamu? Menunggu walaupun tidak ada orang yang meminta dan memberi hadiah walaupun mereka tidak diminta. Kalau kau berbohong kau akan membeku.”


Jenderal Es yang kebingungan terselamatkan karena kedatangan PK menyebabkan kehebohan yang dibuat oleh para penggemarnya.


Han Joo sedang melaporkan pada Seon Mi bahwa ditemukan satu ton rekaman rahasia di rumah pemilik motel itu. Dia merasa bangga karena menangkap penjahat itu. 
“Kau hebat, Lee Han Joo. Kau tidak terluka kan?”
“Tentu saja. Bagaimana mungkin pria terluka karena hal seperti itu? Karena rasa adil "Kau harus menangkap orang itu!", dan pada saat itu tubuhku melayang sendiri.”
Han Joo meminta Seon Mi untuk memecat pengawalnya (Oh Gong) karena pada saat itu dia hanya diam saja. Tapi Seon Mi mengatakan dia berada di posisi yang tidak bisa memecatnya. Dan dia begitu bukan karena keinginannya.


Seon Mi masuk ke ruangannya dan terkujut melihat sebuah tas melayang. Itu adalah es krim dari Jenderal Es. Oh Gong merasa kesal karena mendengar ucapan Han Joo.
“Aku makhluk tak tergantikan. Jika kau punya keluhan, pecat manusia itu!”
“Aku sudah 3 tahun bekerja dengan Lee Han Joo. Aku bahkan belum 3 minggu mengenalmu namun menyuruh untuk memecatnya?”
“Jadi, mengapa kau tidak menyukaiku dan lebih menyayangi Lee Han Joo?”
“Benar. Setidaknya, Lee Han Joo tahu bahwa aku tidak suka es krim kacang.”
“Jadi kau tidak menyukaiku dan es krim kacang. Apa kau menyukai Lee Han Joo?”
“Kau bilang tidak peduli dengan apa yang ku suka. Kau tidak perlu tahu. Cintai saja aku dengan gila seperti yang kau lakukan.”
“Lalu jika aku peduli denganmu, kau akan memberi tahuku? Tidak peduli berapa banyak aku mencintaimu, kau akan menganggapnya sebagai pengganggu. Dan kau tidak akan peduli betapa sakitnya aku.  Aku akan berhenti mengatakan bahwa aku menyukaimu. Jadi katakan apa yang kau suka. Aku akan dengar dan mengingatnya. Selain kacang, rasa apa yang kau suka?”
“Aku suka es krim stroberi.”


Mendengengar perkataan Oh Gong membuat Seon Mi teringat ucapan Peri Ha yang mengatakan sakit yang dirasakannya itu nyata, Seon Mi lalu berdiri dan pergi ke mejanya karena merasa tidak nayaman. Oh Gong pun berjanji akan membawakan es krim stroberi mulai sekarang, dan juga bertanya apa lagi yang disukai Seon Mi. Seon Mi memberitahu Oh Gong dia menyukai warna hijau, kebetulan Oh Gong juga menyukai warna hijau.
“Apa pun yang kau suka, sangat penting bagiku. Mulai sekarang, beritahu aku satu persatu.”
“Apa yang akan kau lakukan jika ku beritahu?”
“Aku bisa mewujudkan semuanya. Aku bisa membuat gunung dari es krim stroberi... atau membuat seluruh dunia menjadi hijau. Jika itu permintaanmu.”


Karena Oh Gong terus mendesak dan semakin mendekatkan wajahnya, Seon Mi menjadi tidak bisa berpikir dan tidak tau harus mengatakan apa. Dia lalu mendorong Oh Gong untuk menyingkir karena dia harus membereskan mejanya.


Ma Wang melihat Bu Ja menyalakan banyak sekali lilin jadi tidak ada bau busuk lagi. Bu Ja mengatakan Oh Gong memintanya untuk menyalakan lilin untuk Ma Wang karena penciumannya yang sangat tajam. Ma Wang lalu melihat acara tv yang sedang dilihat oleh Bu Ja, itu adalah show yang dibawakannya, dia mengatakan lebih baik melihat acara ini dari pada terus memononton acara belanja. Bu Ja ingin menunjukkan sesuatu pada Ma Wang, setelah menonton acara ini.


Bu Ja lalu melakukan tarian dengan sangat mahir yang diakhiri dengan melukakn split.


Ma Wang sangat terpukau dengan kemampuan Bu Ja.
“Bravo! Nice. Kau... Lolos! Wow, melihatmu bergerak seperti itu, kau pasti belajar menari sebelumnya, Bu Ja. Tapi kenapa kau masih seperti itu? Bukankah itu tidak nyaman?”
“Ma Wang, sepertinya tulang pinggulku terlepas.”
“Apa?”


Ma Wang membawa Bu Ja dengan menggubakan tas hitam, petugas keamanan memergokinya lagi, tapi Ma Wang mengusirnya dengan “bau badannya”.


Ma Wang memberi “makan” Bu Ja dengan batu kristal yang berisi energi dari piala dunia tahun 2002. Ma Wang berpesan jika ada ingatan Bu Ja yang muncul, dia harus mencatatnya. Bu Ja meletakkan bola kristal dan tidak sengaja menjatuhkan sebuah remote yang membuat lukisan besar di dinding terbuka.


Bu Ja bertanya siapa wanita di dalam lukisan yang sangat indah itu. Ma Wang dengan mata berkca-kaca menceritakannya kepada Bu Ja.
“Semua orang memanggilnya Putri Kipas Besi, tapi awalnya dia Dewi bernama Cha Eun. Dia melakukan kejahatan, di turunkan ke Dunia Manusia, dan dihukum. Hidup yang menyedihkan dan mati dalam penderitaan. Hukuman di mana dia harus terus menjalani kehidupan yang kejam berkali-kali.”


Di tempat Peri Ha, Soo Bo Ri juga sedang membicarakan kehidupan Cha Eun. Dia meninggal akibat tembakan di Gyeongseong sekitar 100 tahun lalu.
“Kalau begitu, jika dia bereinkarnasi, dia akan mati dengan tragis? Tidak bisakah Ma Wang membebaskan dia dari itu?”
“Yang bisa di lakukan Ma Wang adalah menjadi Dewa dengan cepat. Hanya dengan begitu, dia bisa mengakhiri siklus kematian dan kehidupan abadi itu. Selama Dewa Agung tidak menimbulkan masalah, itu akan terjadi.”


Oh Gong sedang mengomel pada Bu Ja karena dia terlihat lambat saat menyalakan lilin-lilin itu. Bu Ja mengatakan dia akan menyalakan lilin dengan sekuat tenaganya. Oh Gong mendengar suara Bu Ja semakin bagus dan lantang, Bu Ja mengatakan itu karena dia baru saja mengkonsumsi energi dari Piala Dunia.


Sekertaris Ma sedang berada di museum untuk memeriksa sebelum film itu akan ditayangkan besok. Pria dari museum mengatakan film itu ada diletakkan di dalam kotak kaca dengan profil tulisan Woo Hwi di sampingnya. Tapi menurut Sekertaris Ma ada tempat yang lebih baik dari itu.


Sekertaris Ma menuju tempat yang menurutnya lebih baik, tapi pihak museum mengatakan area ini untuk menampilkan artefak yang di sumbangkan oleh Korea Foundation.
“Dirut Yayasannya adalah aktivis kemerdekaan yang memiliki reputasi tinggi dan terhormat. Mereka barang yang sangat berarti, jadi kami tidak bisa memindahkannya.”
“Jika begitu, baiklah.” Sekertaris Ma tidak mempermasalahkannya, dia menerima telepon lalu pergi menjauh.


Seorang petugas memberitahu Direktur museum tentang rumor tentang hantu dari meja pemberian Korea Foundation dan petugas keamanan sudah melihat hantu itu.
“Jangan bicara omong kosong. Tidak ada masalah dengan barang museum kita. Pergi lah dan siapkan acara pemutaran filmnya!”


Setelah petugas itu pergi, direktur merasa penasaran dan mengamati meja itu. Kemudian hantu anak kecil memakai kimono merah muncul dan berbicara dengan bahasa Jepang. Direktur museum ketakutan hingga pingsan.


Sekertaris Ma muncul lalu berbicara dengan bahasa Jepang.
“Hentikan. Gadis kecil. Apa kau hantu yang bersemayam di barang kuno? Kudengar itu barang dari rumah aktivis kemerdekaan yang sangat terhormat. Tapi kenapa gadis Jepang keluar dari sana?”
Hantu itu tidak berkata apa-apa lalu menghilang.


Sekertaris Ma mencari hantu itu ke dalam ruang pemutaran film dan melihat hantu itu masuk ke dalam film ayang akan diputar besok.
“Dia lari ke sana! Ini membuatku gila.”
Advertisement


EmoticonEmoticon