1/10/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 Part 2
Sa Oh Jeong datang ke rumah Oh Gong dan memberikan buket bunga.
“Pengacara mengurus pendaftaran rumah ini tanpa ada masalah. Selamat.”
“Kerja bagus. Sekarang ini rumahku. Aku bisa datang tanpa di awasi Ma Wang.”
“Ma Wang akan tetap tinggal di sini? Dia tidak punya tempat tujuan. Sudah kubilang padanya akan membawamu. Kau bisa melepas mantelmu dan menaruhnya di sana.” Oh Gong menunjuk patung kerbau di sebelahnya.


Sa Oh Jeong lalu memnyiapkan makanan untuk mereka. Lalu Pal Gye berkomentar.
“Sudah kuduga, karena Oh Jeong ada di rumah, semuanya jadi berkilau.”
“Terima kasih atas pengakuan Anda, Hyungnim.”
“Lalu, mulai sekarang Oh Jeong akan melakukan semua pekerjaan rumah tangga?”
“Dulu, ini rumah Ma Wang jadi aku tidak bisa masuk... tapi sekarang ini rumah Hyungnim, jadi aku akan datang dan mengurusnya.”
“Kau bilang, lebih dari menjadi CEO, Kau lebih bahagia ketika menyapu, menyeka, mengatur dan bersih-bersih. Kau pasti senang sudah menemukan hobimu.”
“Boleh aku menyuci tirai dan karpet saat cuaca cerah?”
“Lakukan semaumu.”


Sa Oh Jeong dan Pal Gye membaca pesan di ponsel mereka secara bersamaan, Oh Jeong mengatakan Bu Ja akan dibawa ke sini. Lalu Pal Gye segera pergi untuk menjemputnya.


Oh Gong heran melihat Oh Jeong dan Pal Gye mendapat pesan yang sama.
“Apa itu? Dari siapa?”
“Ah ya, Sam Jang.”
“Kau komunikasi dengannya di KakaoTalk?”
“Iya. Dia mengirim pesan sedang bersama mayatnya.”
“Lalu mengapa Pal Gye mendapatkan pesan KakaoTalk juga?”
Oh Gong mulai merasa kesal.
“Ini grup obrolan.”
“Grup obrolan?”
“Sam Jang membuat grup obrolan agar bisa memberitahu situasinya.”
“Grup obrolan? Hanya kalian bertiga?”
“Jenderal Es dan Peri Ha juga masuk.”
“Jadi anjing tua dan sapi juga masuk.”
“Tidak ada sapi tapi ada anjing.”
“Sekretaris Ma di undang juga? Itu sama saja sapi ikut masuk.”
“Kami harus berkonsultasi tentang mayat yang kerasukan itu.”
“Baiklah. Terserah apa katamu.”
“Haruskah aku mengundang Hyungnim?”
“Tidak usah. Mengapa aku harus bergabung di grup obrolan yang menyebalkan itu? Aku adalah Dewa Agung. Jangan pernah undang aku kesana.”
Oh Gong tampak kesal karena hanya dirinya sendiri yang tidak diundang dalam grup obrolan itu.


Pal Gye sudah kembali bersama Bu Ja. Dia mengatakan pada Oh Gong karena berkat Seon Mi yang memberikan ide untuk meriasnya gadis itu menjadi cantik dan tidak bau lagi, dan juga memberinya mana. Oh Gong bertanya siapa namanya, tapi Pal Gye menjawab dia sudah memberitahunya di grup. Oh Gong pun semakin kesal.
“Sam Jang tidak mengundangnya? Haruskah aku mengundangmu?”
Oh Gong pun marah lalu memukul meja.
“Beraninya kau mencoba mengundangku? Jangan undang aku. Jika kau undang, lihat saja. Jangan pedulikan aku dan silahkan cek ponsel kalian. Cepat!” lalu dia pergi masuk ke kamarnya.


Di dalam kamrnya, Oh Gong mengecek ponselnya dan tidak ada undangan grup.
“Astaga. Aku kehabisan kata-kata. Bagaimana bisa semua orang di undang sedangkan aku tidak? Aku bahkan tidak gelisah saat di usir dari Surga. Semua ini karena obrolan grup bodoh itu.”


Seon Mi sedang membaca berita tentang dua wanita muda yang baru saja meninggal karena anoreksia, dan keduanya anggota Kingdom fitness.
“Sepertinya, apa yang ku lihat hari ini, sangat berbahaya. Apa aku harus ke sana lagi. Pergi sendiri sedikit menakutkan.”


Seorang gadis sedang makan dengan porsi yang sangat banyak, dia tampak sangat senang kar ena
makan banyak tapi tidak menyebabkan dia menjadi gemuk karena dia selalu diikuti roh jahat yang menghisap makanannya.
“Berat badanku tidak naik walau banyak makan. Aku sangat senang. Enak!”


Seon Mi memberikan foto PK dan tandatangannya kepada Han Joo.
“Terima kasih, CEO. Putriku sangat menyukai PK.”
“Jika kau butuh hal lain, beritahu saja aku.”
“Kalau begitu, jika Anda satu acara bersama PK selanjutnya... bisa putriku ikut menonton?”
“Maaf tapi itu informasi pribadi yang tidak bisa di publikasikan.”
“Pasti itu pesta panggung rahasia yang hanya bisa di hadiri orang-orang khusus.”
“Ya, ini sangat khusus.”
“Mendapat tanda tangan saja sudah membuatku senang. Putriku pasti suka.”


Saat Han Joo akan pergi, dia tidak sengaja menjatuhkan foto yang dipegangnya. Seon Mi mengambilnya dan melihat foto gadis cantik dengan tubuh yang indah. Han Joo mengatakan foto itu untuk istrinya agar bersemangat melakukan diet. Seon Mi ingat dengangadis yang ditemuinya di tempat fitness waktu itu, gadis itu mengatakan berat badannya terus turun walaupun makan banyak.


Sekertaris Ma menemui gadis itu
“Kedengarannya bagus. Aku merasa terhormat bisa bekerja sama dengan Lucifer Entertainment.”
“Kau kurus. Kau tidak menderita gangguan makan?”
“Meski pun makan, berat badanku tidak akan naik.”
“Bagaimana bisa? Kau menggunakan obat-obatan atau operasi?”
“Tidak! Sejujurnya, aku mendapat tato diet dari seseorang yang di kenalkan temanku. Mungkin hanya masalah psikologis, tapi berat badanku sungguh tidak naik.” Gadis itu menunjukkan tato di lengannya.


Sekertaris Ma sedang berbicara dengan Ma Wang dan Seon Mi.
“Seperti dugaan Sam Jang, ini adalah Pelahap. Dia hidup dari tato di tubuh mereka.”
Lalu Seon Mi berbicara dengan Ma Wang.
“Lalu kita hanya perlu menyingkirkan tato di wanita ini.”
“Masalah satu-satunya bukan wanita ini. Pasti ada roh jahat yang menyebarkan Pelahap dengan membuat tato itu. Jika kita tidak menyingkirkannya, pelahap akan terus menyebar.”
“Jadi kita perlu menemukan roh jahat yang mengukir tato itu.”
“Mulai sekarang, kau hanya perlu menemukannya.”
“Aku?”
“Roh jahat itu hanya mendekati manusia yang berkeinginan untuk tidak naik berat badan. Kami tidak pernah memiliki keinginan seperti itu... jadi dia tidak akan mendekati kami. Maka dari itu, kau yang harus melakukannya.”
“Tapi aku juga tidak pernah memiliki keinginan seperti itu.
“Kenapa kau seperti ini?”
“Aku hanya berpikir, demi kesehatan, tidak baik jika berat badanku naik.”
“Kau bercanda? Kau mau melakukannya?”
“Baiklah. Ketika aku menjadi mangsa Pelahap, apa yang harus ku lakukan?”


Oh Gong merasa sangat kedinginan, lalu dia meminta Bu Ja untuk mematikan AC.
“Karena sangat panas, aku menghidupkan AC. Jenderal Es bilang aku harus tetap mode dingin agar tubuhku tidak busuk.”
“Apa rumahku lemari es kimchi? Aku sama sekali tidak bisa tahan. Cepat matikan AC nya!”
Bu Ja lalu bertanya bagaimana dengan dirinya jika AC dimatikan, Oh Gong menyuruhnya masuk ke kulkas.
“Masuk saja ke lemari es, lalu kau akan baik-baik saja. Hei. Membiarkan wanita yang seharusnya berada di peti mati menginap di lemari es adalah kehidupan yang mewah.”


Oh Gong melihat Bu Ja sedang memegang ponsel, lalu dia bertanya apakah dia membelinya sendiri. Bu Ja mengatakan ponsel itu pemberian dari Sa Oh Jeong-nim.
“Sepanjang hidupku, aku belum pernah melihat zombie semewah dirimu.”
“Aku bukan zombie. Aku punya nama.”
“Aku tidak ingin tahu namamu.”
“Semua orang di tempat Peri Ha.”
“Semua orang? Apa itu? Kau di undang di grup obrolan juga?”
Karena Oh Gong merasa iri dan kesal, dia lalu mengusir Bu Ja agar membalas pesannya di dalam lemari es agar tidak berisik.


Bu Ja memberi tahu Oh Gong, Sam Jang akan mengejar roh jahat. Karena penasaran, Oh Gong merebut ponsel Bu Ja dan membaca obrolan di grup.
“Apa? Sendirian?”
“Kau akan menyusul Unnie?”


“Lupakan. Aku bahkan tidak di undang. Namamu Bu Ja?”
“Iya. Karena aku memiliki darah Unnie, aku akan mengambil nama belakangnya. Jadi nama lengkapnya Jin Bu Ja.”
“Hei, kau keturunanku karena aku yang memberimu hidup. Aku yang mengirim darah Sam Jang terbang ke arahmu. Aku!”
“Aku juga dengar. Unnie memanggil namamu di gunung... dan itu membuatku bangun dari kematian. Lalu, dari pada Jin Bu Ja, Haruskah namaku Son Bu Ja?”
“Tidak, Jin Bu Ja saja.”
“Terima kasih. Tapi tetap saja, Unnie yang paling istimewa bagiku jadi aku juga suka Jin Bu Ja.”
“Aku setuju karena tidak menyukai Son Bu Ja. Aku yakin Sam Jang pasti senangmemiliki orang istimewa yang menyukainya.”
“Tapi kau orang yang paling istimewa baginya.”
“Berhentilah bercanda, aku bahkan tidak di undang ke grup obrolan.”
“Aku hanya lewat KakaoTalk... tapi kau memiliki jalur langsung dengannya. Bukankah itu sesuatu yang akan langsung menghubungkanmu ketika di panggil?”
“Benar. Tidak ada alasan dia mengundangku ke grup obrolan. Karena kami memiliki ikatan langsung.” Oh Gong memperhatikan Geumganggo dengan perasaan banggadan bahagia.
“Dia bilang akan pergi ke klub.”
“Klub? Dia terus mengirimkan pesan di grup obrolannya... namun mengapa tidak memanggilku?”


Oh Gong datang ke sebuah club malam untuk mencari Seon Mi.


Seon Mi berada di club malam untuk mencari roh penghisap. Dia sedang mengamati semua orang di sana mempunyai tato yang sama di tubuh mereka.


Seon Mi mengikuti seorang gadis dari Kingdom fitness ke toilet, dia berpura-pura ingin menurunkan berat badannya karena selama ini angkanya selalu naik.
“Astaga, halo. Kau anggota Kingdom Fitness Center kan? Aku melihatmu di sana ketika olahraga.”
“Begitu rupanya?”
“Tapi setiap kali aku melihatmu... Kau semakin kurus.”
“Tidak peduli berapa banyak yang aku makan, berat badanku tidak akan naik.”
“Tidak naik berat badan walau makan apapun...hanya mimpi bagiku.”
“Kau ingin aku memenuhi mimpimu itu?”


Gadis itu lalu menyentuh bahu Seon Mi. Tato yang ada di lengan gadis itu membelah, lalu satu bagiannya berpindah ke bahu Seon Mi.


Dari kejauhan , Oh Gong melihat gadis dari Kingdom fitness itu sedang makan dengan sangat rakus dan di atasnya ada roh jahat yang menghisap makanannya.
“Itu pasti Pelahap yang di kejar Sam Jang.”


Oh Gong mendekati gadis itu dan langsung menepuk tato di lengannya.


Saat Oh Gong menepuk tato itu, roh penghisapnya pun lenyap seperti asap. Lalu gadis itu merasa lemas dan jatuh ke lengan Oh Gong.
“Aku memakan semua ini tapi mengapa badanku terasa sangat lemah?”
“Itu karena selama ini, bukan kau yang memakannya.”


Oh Gong melihat Seon Mi sedang makan dengan sangat rakus lalu dia menghampirinya dan berniat menepuk tato di bahunya tapi Seon Mi menepis tangannya.
“Hei, Jin Seon Mi.”
“Oh, Son Oh Gong!”
“Nama itu seharusnya kau panggil tadi. Sekarang, Pelahap itu melekat di tubuhmu. Aku tahu dimana roh jahat yang menyebarkan Pelahap itu. Mari kita singkirkan Pelahap yang ada di tubuhmu terlebih dulu.”
“Tunggu! Kau tidak perlu menyingkirkannya sekarang. Biarkan aku makan lebih lama. Biarkan aku makan tanpa naik berat badan.”
“Sampai kapan?”
“Biarkan aku makan dalam satu minggu lalu singkirkan dia. Kalau begitu 3 hari. Setelah 3 hari, aku pasti akan membiarkanmu menyingkirkannya. Kalau begitu, biarkan aku menghabiskan semua...”


Sebelum Seon Mi selesai bicara, Oh Gong sudah menepuk bahunya lalu mengajaknya pergi.


Seon Mi dan Oh Gong datang ke Kingdom fitness untuk mencari pembuat tato itu.


Seon Mi menemui seorang instruktur dan menunjukkan foto tato itu.
“Iya. Itu tato yang ku berikan kepada anggota di sini untuk mendapatkan uang. Apa seseorang melaporkanku atas penipuan?”
“Apa menurutmu memberi diet tato itu penipuan?”
“Aku mengakui bahwa itu bohong. Meski begitu, ada efek plasebo. Banyak yang sugguh turun berat badannya.”
“Jadi, kau hanya penipu. Aku akan melaporkan hal ini ke polisi.”


Seon Mi memberitahu Oh Gong apa yang dikatakan instruktur itu, wanita itu hanya mengukir tato demi uang dan tidak memasukkan pelahap itu ke dalamnya.
“Lalu, dari mana asalnya?”
“Pikiran lemah manusia tentang hidup bahkan percaya kebohongan yang paling menggelikan.”


Mereka berdua memperhatikan seorang wanita yang berolahraga dengan keras lalu menimbang badannya. Dia merasa sangat kecewa dan sedih lalu menangis saat menimbang badannya.
“Jika berat badanku tidak turun, aku akan mati. Aku sungguh ingin mati.”


Seon Mi memperhatikannya, dan melihat ada asap hitam yang keluar dari dasar timbangan itu. Asap hitam yang kemudian masuk ke dalam tubuh wanita itu. Seon Mi melihat dari asap hitam itu tampak orang-orang yang merasa sedih dan kecewa karena berat badannya tidak turun. Seon Mi lalu berteriak pada wanita itu.
“Kau akan berada dalam bahaya jika tetap di sana, turun!”


Wanita yang sudah kerasukan itu berbalik lalu menghadapi Seon Mi. Dia berteriak hingga semua lampu pecah dan orang-orang berlari menyelamatkan diri.
“Kau yang aku cari.”
“Jangan ikut campur. Manusia percaya kepadaku karena kemauan sendiri. Aku hanya memenuhi keinginan mereka.”
“Kau hanya menggali pikiran seseorang yang lemah”
“Apa menurutmu bisa menyingkirkanku? Lalu kurasa aku harus menyingkirkanmu terlebih dulu. Karena aku tidak akan bergerak satu inci pun dari sini!”
“Tidak. Kau akan mendatangiku.”
Mendengar ucapan Seon Mi, iblis itu tertawa dengan sangat keras.


Seon Mi mengambil pecahan kaca untuk melukai jarinya hingga berdarah. Iblis itu mencium bau darah Sam Jang dan memunculkan wujud aslinya.
“Son Oh Gong!”


Son Oh Gong beberapa kali berusaha menghancurkan iblis itu tapi dia masih bisa bertahan. Oh Gong lalu mengambil sebuah barbel dan melemparkannya ke timbangan badan. Timbangan itu hancur dan mengeluarkan asap berwarna biru. Iblis itu pun lenyap.
Advertisement


EmoticonEmoticon