1/09/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 Part 1
Ma Wang membuka kulkas dan terkejut ada gadis zombie di dalamnya, dia berbau sangat menyengat.
“Oh, kau mengejutkanku!”
“Selamat pagi.”
“Siapa kau?”
“Aku? Aku tidak yakin siapa diriku. Aku hanya mengikuti Oh Gong Oppa.”
“Oh Gong Oppa?”


Pal Gye datang.
“Sudah ku bilang dia bukan Oppa! Dia Son Oh Gong nim. Son Oh Gong nim... Aku yang Oppa. Aku! Pal Gye Oppa!”
“Tapi aku lebih suka Oh Gong Oppa.”
“Siapa wanita yang bilang suka Oh Gong Oppa ini?” Ma Wang masih kebingungan dengan gadis yang berada di dalam kulkasnya.
“Dia mayat yang kerasukan.”
“Mayat ini berarti zombie yang berada di rumah Sam Jang kemarin? Kenapa di sini?”
“Oh Gong Hyungnim menyuruhku menahannya di rumah ini... tapi dia sangat bau jadi aku menyuruhnya tinggal di sini.”
“Dasar.”


“Udara dinginnya hilang, jadi bisa tutup lemari es nya?” Gadis itu berbicara dengan sopan.
“Tentu saja. Istirahatlah.” Pal Gye lalu menutup pintu kulkasnya.
“Ma Wang, jangan pedulikan ini.”
“Ada mayat membusuk di lemari es ku. Bagaimana aku bisa tidak peduli?”
“Iya. Bau nya sangat busuk.”
Ma Wang membuka pintu lemari es lagi dan meminta gadis itu untuk keluar.
“Keluar. Kita harus bicara.”

Mereka bertiga berbicara di meja makan. Gadis itu mengatakan saat dia membuka mata, dia sudah berada di pegunungan dan beberapa pria akan menguburnya.
“Apa kau di kubur diam-diam setelah di bunuh?”
“Aku tidak tahu. Aku tidak ingat apa pun.”
“Otaknya pasti sudah membusuk. Tapi bagaimana kau bisa menemukan Sam Jang?”
“Aku hanya... Aku merasa harus pergi ke suatu tempat. Dan berakhir di sana.”
“Oh Gong Hyungnim berpikir dia bangun dari kematian karena darah Sam Jang... jadi kita harus menahannya untuk saat ini.”
“Meski begitu, bagaimana bisa membawa mayat busuk ke rumahku? Tak heran di sini bau busuk dari pagi.”
“Kita tidak bisa membiarkannya di rumah Sam Jang. Tapi dia sudah mengkonsumsi batu kehidupan. Otaknya kembali, matanya terbuka, dan dia bahkan bisa bicara.”
“Batu kehidupan? Jangan bilang kau memberikan dia batu cincinku?”
“Oh Gong Hyungnim menyuruhku memberikannya.”
“Kau tidak tahu seberapa berharganya barang yang kau beri kepada zombie ini? Ah, monyet sialan itu. Dia sengaja melakukannya membuatku kesal. Kotor dan bau... semua yang paling ku benci ada di rumahku.”
“Oh Gong Hyungnim bilang ini bukan rumahmu lagi, tapi rumahnya. Apa kau akan menyimpan atau membuangnya, terserah. Aku sibuk hari ini. Oppa pergi sekarang.”


Ma Wang berbicara berdua dengan gadis itu.
“Kau sangat bau. Bisa pindah?”
“Maaf karena aku bau. Aku akan tinggal di lemari es.”
“Tidak! Jangan masuk ke sana! Tetap lah bersamaku dan ayo keluar. Tapi bagaimana aku bisa membawanya keluar? Sangat mengganggu dan bau...”
“Kemarin aku ke sini pakai tas.”


Ma Wang kesulitan membawa tas berisi zombie itu karena sangat berat.


Saat akan memasukkanya ke dalam mobil, seorang petugas keamanan datang berniat membantu Ma Wang, tapi dia tidak tahan dengan baunya. Ma Wang lalu mengatakan bahwa itu adalah bau badannya karena beberpa hari tidak mandi. Untuk membuktikannya, Ma Wang mendekatkan ketiaknya pada pria itu agar dia pergi.


Ma Wang membawa tas hitam itu ke kantornya. Sekertaris Ma juga tidak tahan dengan baunya.
“Sekretaris Ma, urus ini.”
“Haruskah aku membunuhnya?”
“Dia sudah mati.”
“Kalau begitu ku buang?”
“Tidak, jika kau... Astaga. Jika kau membuangnya, dia akan merangkak keluar dan berkeliaran. Dia hidup karena darah Sam Jang, jadi bawa ke dia kepadanya.”


Pal Gye datang ke kantor Seon Mi dengan membawa tas berisi zombie itu.


Seon Mi sedang bersama klien nya tapi saat dia mendapat telepon dari Pal Gye dia lalu pergi.


Kerena penasaran, Han Joo mengintip dengan siapa Seon Mi bertemu. Dan dia terkejut karena Seon Mi berbicara dengan PK.


Seon Mi kembali ke ruangannya, lalu Han Joo menghampirinya dengan sangat bersemangat.
“CEO! Di luar itu PK, 'kan? PK?”
“Iya. Sepertinya aku harus pergi karena beberapa urusan di Lucifer Entertainment.”
“Untuk acara Lucifer Entertainment? Dengan PK? Wow. Dari yang ku lihat, tas peralatannya sangat besar! Ini pasti acara yang sangat besar. Anda akan ke tempat jauh? Pedesaan? Konser di luar negeri?”
“Ini pertama kalinya jadi aku tidak tahu seberapa jauh tujuanku. Aku akan segera kembali, jadi tangani urusan kantor sampai aku pulang.”
“Astaga, jangan khawatirkan itu. Entah itu festival atau arena, Aku juga tidak terkejut. Tapi acara bersama PK? Wow oh wow. Hormat. Hormat!”


Di dalam mobil, Pal Gye memberitahu Seon Mi untuk membakar zombie itu. Pal Gye mengatakan keluarganya mungkin mencari dia, tapi mereka tidak akan menemukan tubuhnya. Dia selamanya akan di anggap hilang. Seon Mi merasa kasihan dan meintanya agar tidak membakarnya.
“Kita setidaknya harus tahu namanya dan siapa dia terlebih dulu.”
“Dia mayat yang kerasukan. Zombie! Kau tidak tahu? Jika di biarkan, dia perlahan akan berubah menjadi roh jahat. Karena dia bangkit karena darahmu... kau yang harus melenyapkannya sebelum dia berubah. Dan, baunya sangat mengerikan.”
“Mari cari tahu sebelum dia menjadi roh jahat dan jika tidak menemukan apapun, baru di bakar. Aku mohon padamu, Jeo Pal Gye.”


Mereka berdua membawa zombie itu kepada jenderal es untuk meminta bantuannya agar membekukannya jadi tidak lagi membusuk.
“Secepat mungkin, kami ingin kau membekukannya supaya tidak busuk. Ah, Sam Jang, ini Jenderal Es.”
“Halo, aku Jin Seon Mi.”
“Aku telah banyak mendengarmu dari Dewa Agung.”
“Tolong bantu kami.”
“Lalu aku akan mulai membuatnya kedinginan.”
Saat jenderal es akan membekukannya, Pal Gye menginterupsinya.
“Sebentar! Tidak apa jika dia masih bisa gerak jadi tidak perlu beku seluruhnya. Akan sangat sulit untuk menanganinya jika sudah beku.Lalu bagaimana kalau setara mode dingin di lemari es kimchi? Cukup buat dia tetap segar dan hidup.”
“Ya, baiklah. Baiklah. Ini akan menjadi dingin.”


Setelah zombie itu membeku, mereka lalu pergi ke tempat peri Ha atau kasiar langit, dia adalah adik dari jenderal es yang wajahnya sangat mirip, Pal Gye mengatakan mereka adalah satu tubuh dua jiwa. Pal Gye meminta bantuan kaisar langit untuk merias zombie itu agar tidak tampak mengerikan.


Beberapa saat kemudian peri Ha membawa zombie itu dengan wajah yang sudah dirias.
“Sudah selesai. Ta-da!”
Pal Gye dan Seon Mi pun terpukau melihat hasil karya peri Ha. Tapi saat itu juga mata zombie itu copot. Peri Ha meminta maaf lalu membawanya masuk lagi.
“Kubilang berhati-hati. Kami akan kembali setelah memperbaiki matanya. Sebentar.”


Seon Mi dan Pal Gye menununggu mereka. Seon Mi mengatakan pada Pal Gye dia sudah meminta Ketua Sa untuk menyelidiki handuk zombie ini.


Di kantornya, ketua Sa sedang berbicara di telepon.
“Kingdom? Handuk itu dari Hotel Kingdom. Itu hanya untuk anggota klub olahraga. Aku akan mengurusnya agar kau bisa masuk.”


Pal Gye menyerahkan daftar anggota sebuah club yang bernama Kingdom. Dia lalu segera pergi karena sudah ada janji dengan temannya.


Seon Mi memberina Bu Ja pada gadis itu.”
“Iya. Sampai kami menemukan namamu, kami akan memanggilmu Bu Ja. Aku ingin kau mencari tahu siapa dirimu. Ayo, Bu Ja.”


Seon Mi bertanya pada seorang instruktur fitness ditempat itu, apakah dia mengenal Bu Ja atau tidak. Wanita itu tidak mengenalnya.


Lalu Seon Mi mengatakan pada Bu Ja hanya anggota club ini yang bisa masuk ke sini, dan bagaimana mungkin dia memiliki handuk itu kalau dia bukan anggota. Seon Mi meminta Bu Ja untuk menunggu sebentar, mungkin ada orang lain yang mengenalnya.


Bu Ja secara tidak sengaja menjatuhkan barbel ke kakinya. Lalu seorang pria mendekatinya dan bertanya apakan dia baik-baik saja. Melihat hal itu, Seon Mi langsung mendekati Bu Ja dan mengatakan dia baik-baik saja lalu mengajaknya pergi.


Secara tidak sengaja, Seon Mi melihat seorang gadis yang diikuti oleh roh penghisap. Gadis itu sedang berbicara di telepon.
“Berat badanku terus turun. Ya. Aku bisa minum krim kocok. Kau ingin mencobanya? Ini sangat enak!”


Seon Mi mengantar Bu Ja ke ruang istirahat, 
“Hati-hati. Kau tidak bisa membiarkan matamu copot atau kakimu patah. Agar aman, duduk lah disini.”
“Baik. Aku mengerti.”


Seon Mi lalu keluar dari ruangan itu dan mengamati gadis yang yang diikuti oleh roh penghisap itu sedang berbicara dengan instrukturnya.
“Wow. Berat badanmu turun banyak. Kau terlihat keren!”
“Ini berkatmu.”
“Kau menikmati efeknya?”
Seon Mi pikir dia harus memanggil Son Oh Gong untuk mengusir roh jahat itu.


Di dalam ruangan tempat Bu Ja sedang beristirahat, seorang pria yang melihat Bu Ja menjatuhkan barbel mendekatinya dan berusaha membangunkan Bu Ja yang sedang tidur. Dia memanggil manggil tapi Bu Ja tidak menjawab, akhirnya dia menyentuh Bu Ja dan terkejut karena tidak ada denyut nadinya. Lalu dia keluar dari ruangan itu dengan panik.


Pada saat Seon Mi akan meneriakkan nama Son Oh Gong, dia harus berhenti karena ada keributan yang disebabkan oleh pria yang berteriak karena ada gadis yang meninggal.


Dengan segera Seon Mi masuk lagi ke ruangan itu dan mengajak Bu Ja pergi.
Advertisement


EmoticonEmoticon