1/09/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 Part 4
Oh Gong meminta Seon Mi melepaskan Geumganggo jika ingin Oh Gong menyelamatkan Lee Han Joo. Seon Mi sudah akan melepaskannya tapi Ma Wang muncul dan mencegahnya. Ma Wang menyuruh Seon Mi untuk pergi menyelamatkan Han Joo dan Oh Gong pasti akan mengikuti. Oh Gong tetpas bersikeras tidak akan menyelamatkan manusia lain kecuali Sam Jang. Ma Wang meminta Seon Mi agar percaya pada kekuatan Geumganggo saja.

“Kau tidak akan meninggalkanku sendiri ketika ketakutan... kesepian, atau bahaya. Son Oh Gong, bantu aku.” Seon Mi berbicara sambil menggenggam tangan Oh Gong lalu pergi.


Saat Seon Mi sudah pergi, Oh Gong masih tidak mau menyusulnya. Ma Wang kemudian menghasutnya, dia berpura-pura menirukan Seon Mi yang sedang menangis karena Han Joo sudah meninggal

“Jika kau tidak bisa membiarkan dia ketakutan, kesepian... atau bahaya, kau tidak akan pernah... bisa membiarkan dia sedih. Air mata Sam Jang. Kau mau menanggungnya?”


Oh Gong membayangkan Seon Mi menangis tersedu-sedu saat melihat Han Joo sudah meninggal.


Oh Gong mengaku dirinya baik-baik saja saat memikirkan Seon Mi yang sedang menangis, tapi dia tidak menyadari air mata yang menetes di pipinya. Ma Wang pun mengusap air mata oh Gong sambil mengejeknya dengin berpura-pura sedih.
“Si bodoh. Kau baik-baik saja? Dia membuat kekacauan, dan kau membersihkannya. Jika dia terluka... kau juga akan terluka.”
“Lalu mulai sekarang, kapan pun dia menangis, aku akan kesakitan seperti ini? Mengapa aku harus kesakitan? Mengapa?”


Saat gadis yang kesurupan itu akan menyerang Lee Han Joo dari belakang, Oh Gong datang dan mendorongnya hingga jatuh terjungkal. Han Joo terkejut melihat Oh Gong yang tiba-tiba muncul. Oh Gonge meminta Han Joo agar segera pergi, tapi dia tidak segera pergi karena masih bingung dan terkejut, akhirnya Oh Gong mendesaknya hingga pintu dan dia pun keluar.


Di luar dia bertemu dengan Seon Mi dan mengatakan ada seorang pria di dalam rumahnya.
“Dia datang.”
“Siapa yang datang?”
“Han Joo, syukurlah kau baik-baik saja. Sekarang kau bisa pergi.”
“Bersyukur karena aku baik-baik saja? Apa aku hampir mati atau semacamnya?”


Di dalam rumah, Seon Mi berbicara dengan Oh Gong. Seon Mi merasa lega akhirnya Oh Gong datang.
“Geunggango ini memiliki kekuatan lebih dari yang ku duga. Seperti kata Ma Wang. Kau melakukannya, aku yang membersihkannya. Sepertinya aku harus membersihkan semua kekacauanmu. Aku adalah Dewa Agung. Aku bukan pesuruh manusia di sepanjang hari. Aku terjebak di situasi yang luar biasa.” Oh Gong berbicara dengan wajah yang sedih.
“Maaf. Untuk menyelamatkan hidupku, aku menahan pergelangan kakimu... Maksudku, pergelangan tanganmu. Aku akan diam bahkan jika kau membenciku.”
“Akan wajar jika aku membencimu, tapi sekarang aku bahkan tidak bisa melakukannya.”
Oh Gong lalu mencondongkan tubuhnya ke hadapan Seon Mi.


Sambil berbicara, Oh Gong menyentuh kening Seon Mi.
“Tidak melepaskan Guemganggo tadi... adalah keputusan tepat. Jika kau melepasnya,
aku akan langsung membunuhmu.”
“Kau melindungiku... hanya karena Geumganggo?”
“Tentu saja. Yang melindungimu bukan aku, tapi Geumganggo ini.”


“Aku akan mengurus ini.”
Oh Gong menunjuk sebuah tas hitam di sebelahnya yang bergerak-gerak karena sepertinya zombie itu berada di dalam tas. Oh Gong lalu membawa tas itu pergi.


Ma Wang sedang berbicara dengan sekertaris Ma. 
“Aku sudah mengkonfirmasi sendiri kekuatan Geumganggo. Dewa Agung tidak akan pernah... melawan Sam Jang.”
“Dewa Agung tidak akan diam jika dia mengetahui kontraknya. Tentu saja, dia tidak akan diam.”
Ma Wang merasakan sesuatu lalu dia mengatakan kalu Dewa Agung pasti berada di dekat sini.


Sekertaris Ma mengambil kontrak itu lalu berniat agan membawa pergi.
“Aku akan mengamankan kontrak ini.”
Saat membuka kontraknya, dia berbalik dan bertanya apakah itu adalah kontrak yang sebenarnya atau bukan.
“Tentu saja. Aku tidak bisa membiarkan Dewa Agung menahan kontrak sebenarnya.”
“Dimana yang asli?”
“Aku sudah tahu ini.”


Sekertaris Ma yang asli berlari memasuki ruang Ma Wang untuk memberi tahu kalau Oh Gong berada di sini. Tapi dia terkejut melihat kembarannya duduk di kursi.


Oh Gong lalu berbuah menjadi wujud aslinya.
“Sial. Kau sepertinya ingin melihatku bertingkah seperti seekor anjing... jadi aku sungguh datang. Tapi ini tidak menyenangkan. Bagian mana yang membuatmu sadar?”
“Saat kami bersulang, Sekretaris Ma menyiapkan dua gelas. Jadi kami bisa minum bersama. Tapi kau saat ini di larang minum, bukan?”


Oh Gong meminta Ma Wang untuk menghancurkan kontrak itu tapi dia menolak karena ini bukan urusannya, ini adalah kontrak Sam Jang dengan Lucifer Entertainmanet. Oh Gong mengancam akan melenyapkan pemilik Lucifer Entetainment.


Oh Gong mengambil gelas wine Ma Wang lalu mendentingkannya dengan jari lalu meltakkannya di meja. Saat itu juga seluruh gedung bergetar seperti akan roboh.


Ma Wang berusaha mengangkat gelas itu, setelah beberapa saat dia bisa mengambil gelasnya dan getaran pun berhenti.
“Dewa Agung. Kau memutarkan ini supaya aku bisa menikmatinya?”
“Bangunanmu sepertinya sangat kokoh.”
“Tentu saja. Ini tidak akan terpengaruh oleh kekuatan bayi yang bermain-main.”
“Aku terlalu sombong karena berpikir bisa menghancurkannya dengan jari kelingking. Kali ini, aku akan melakukannya dengan benar.”


Oh Gong berdiri lalu mengeluarkan bola cahaya berwarna biru dari telapak tangannya. Disusul oleh Ma Wang yang juga melakukannya.


Saat mereka berdua akan saling menyerang, Soo Bo Ri datang.
“Astaga. Aku hampir terlambat. Aku terbang kemari sampai tidak sempat bernafas!”
Dan mereka pun berhenti.


Soo Bo Ri menyarankan agar mereka berdua membuat kesepakatan baru. Tapi Ma Wang menuduh Oh Gong sebagai orang yang tidak bisa diajak membuat kesepakatan.
“Lihat sendiri. Kontrak ini memanfaatkan... Sam Jang sebagai umpan untuk membuatku terlibat! nItu berarti dia mencoba mendapatkan poin menjadi Dewa dengan memanfaatkanku!”
“Aku tidak bisa menjadi Dewa karena kau. Poinku hilang karena kau kabur dari Gunung Lima Elemen. Aku mencoba mendapatkannya kembali! Apa yang tidak adil?”
Soo Bo Ri memberi usul agar kontrak itu mempunyai batas waktu, hanya berlaku sampai Sam Jang memenuhi tugasnya. Pada hari itu maka Dewa Agung akan bebas, dosanya akan dihapus, dan larangan minum akan dicabut.


Ma Wang berkata kalau hidup manusia paling lama hanya sekitar 100 tahun. Maka saat itu dada Oh Gong menjadi sakit karena membayangkan kematian Sam Jang. Ma Wang sudah sepakat dengan kontrak tersebut, tapi tidak dengan Oh Gong.


“Tunggu. Aku belum menyetujuinya. Aku akan membahasnya sampai akhir.”
“Mengapa? Apa lagi yang kau mau?”
“Berikan rumahmu.”
“Aku sudah meminta agen perumahan untuk mencari rumahmu. Kau akan segera pindah. Lupakan.”
“Baiklah. Aku suka rumah itu karena mudah parkir dan kamar mandinya besar. Berikan rumah itu.”
“Aku bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mendapatkan rumah itu”
“Itu sebabnya aku memintanya. Aku akan istirahat dengan nyaman di sana, jadi telepon aku jika sudah mengganti pemiliknya.”
Oh Gong kemudian pergi bergitu saja.


Ma Wang sangat marah dengan Oh Gong tapi Soo Bo Ri menenangkannya.
“Ma Wang, tenang saja. Kontrak ini menguntungkan bagimu. Ini melegakan karena bisa meredakan amarah Dewa Agung yang mengerikan. Mari ubah nama pemilik rumah menjadi kepemilikan bersama.”


Sekertaris Ma meminta Ma Wang agar melepaskan rumah itu dan dia akan mencarikan lagi rumah untuk Ma Wang, tapi Ma Wang menolak. Dia mengatakan Oh Gong berbuat seperti itu hanya untuk menyiksanya.
“Aku tidak bisa menjadi yang pertama menyerah. Oke, aku akan bertahan...jadi kita lihat siapa yang tersiksa.” Ma Wang berbicara dengan tegas tapi kemudian dia seperti kan menangis.
“Anda baik-baik saja, Ma Wang? Tadi Anda terlalu banyak menggunakan kekuatan.”
“Aku baik-baik saja. Aku adalah Ma Wang. Dengan menggunakan semua kekuatan itu... Aku...”


Setelah mengatakan dai baik-baik saja, Ma Wang malah terjatuh karena badannya melemah. Tapi dia segera bisa berdiri lagi.


“Aku tidak akan pernah melemah!”
“Ma Wang. Mimisan!”
“Ini hanya ingus merah.” Ma Wang mengusap darah di hidung dengan tangannya.
“Ma Wang, lebih baik hentikan semuanya”
“Apa?”
“Apa pentingnya menjadi Dewa jika Anda hanya hidup seribu tahun? Anda jauh lebih kuat sebelumnya. Lebih baik jika Anda memakan Sam Jang. Dengan begitu, Anda akan lebih kuat
 yang lain. Jika di izinkan, aku akan membawanya bahkan dengan mengorbankan nyawaku.”
“Sekretaris Ma, aku harus menjadi Dewa. Hanya dengan begitu, takdir  dan kehidupan manusia ada di tanganku. Hanya dengan menjadi Dewa, aku bisa menyelamatkannya. Aku sudah membuat kesalahan. Aku paham akan kesetiaanmu. Aku baik-baik saja jadi... berikan tisu.”


Wanita pemilik toko umum sedang membersihkan guci. Guci itu tiba-tiba bergetar.
“Ini bukan bunyi biasa. Apakah akan datang bencana besar di dunia manusia?”
Setelahnya guci itu retak dan mengeluarkan cahaya pada bagian yang retak.
Advertisement


EmoticonEmoticon