1/09/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 Part 3
Seon Mi dan sepupunya yang bernama Mi Joo sedang berbicara di sebuah restoran.
“Unnie, Ayahku melemparkan garam padamu lagi kan? Bagaimana bisa dia melakukannya saat kau memberinya uang.”
“Ibunya membesarkanku jadi aku harus membayar hutang itu padanya.”
“Aku tahu. Dia satu-satunya saudaramu.”
“Benar.”
Lalu Mi Joo mengutarakan maksud yang sebenarnya. Dia mengatakan kalau suaminya menggunakan kartu kredit untuk keperluan mereka, karena biaya persalinan baru akan didapatkannya bulan depan.


Seon Mi sedang membayar makanan mereka di kasir. Mi Joo mengucapkan terima kasih untuk uang yang diberikan Seon Mi dan berjanji akan membayarnya.
“Fokus saja melahirkan bayinya dan selamat.”
“Aku baru saja mau ke rumah sakit untuk memeriksanya dengan suamiku.”
“Sampaikan salamku untuk suamimu.”
“Kalau begitu, aku permisi. Sampai jumpa.”


Seon Mi baru saja ingat kalau dia ingin menitipkan popcorn untuk neneknya, tapi Mi Joo sudah pergi. Di salam mobil yang dikendarai Mi Joo dan suaminya, Seon Mi melihat ada roh jahat yang mengikuti mereka. Seon Mi berteriak memanggilnya tapi Mi Joo tidak mendengarnya.


“Dia memberikan uangnya? Berapa banyak?” Suami Joo bertanya padanya.
“Kau selalu membuatku jengkel.”
“Dia memberikannya? Syukurlah.”
“Bau apa ini? Kau minum?”
“Pelanggan menuangkanku minuman. Hanya segelas.”
“Kau membuatku gila.”


Roh jahat itu berbisik pada suami Mi Joo agar dia memacu mobilnya dengan kecepatan penuh.


Saat mobil itu sedang ngebut dan akan menabrak mobil, di saat yang tepat Oh Gong menghentikannya lalu memutar-mutar mobil itu.


Mobil itu berhenti lalu Seon Mi datang dan meminta Mi Joo agar keluar dari mobil.
“Kenapa dia? Jangan buka. Sepertinya dia sudah gila. Kau bilang dia aneh sejak awal.” Suami Mi Joo melarangnya membuka pintu.


Roh jahat itu masih mempengaruhi suami Mi Joo agar segera berjalan kencang.


Saat mobil itu akan menabrak Seon Mi, Oh Gong kembali menghentikannya. Dan mebuat ban mobilnya meledak.


Suami Mi Joo keluar dari mobil dan berteriak pada Seon Mi.
“Apa ini? Bagaimana ini bisa terjadi? Kau yang melakukannya? Kau sungguh sudah gila?”


Oh Gong datang dan mengangkat pria itu ke udara.
“Roh-roh jahat mengikat diri pada manusia yang kesakitan dan ceroboh. Karena roh jahat yang mengikatmu, anakmu belum lahir... dan seluruh keluarga dalam perjalanan ke taman hiburan hampir mati. Pertama, aku akan menyingkirkan roh jahat itu.”
Oh Gong melenyapkan roh jahat itu dengan satu tangannya. Setelah itu dia melempar suami Mi Joo kembali ke tanah.
“Jangan pernah menyetir setelah minum alkohol lagi! Dan jika kau berteriak pada wanita itu lagi, kau akan mati!”


Oh Gong mengatakan pada Soen Mi agar dia menghubungi perusahaan asuransi, karena Oh Gong sudah menelepon polisi.
“Dan kenapa kau tidak memanggilku? Berapa lama aku harus muncul sendiri? Aku pergi. Mulai sekarang, panggil aku. Seperti polisi dan perusahaan asuransi.”


Mi Joo datang dan marah kepada Seon Mi.
“Unnie! Siapa pria gangster itu? Kau yang memanggilnya?”
“Ya. Dia datang untukku.”
“Apa yang akan kau lakukan? Dia menghancurkan mobil orang lain dan memukul orang. Unnie yang harus tanggung jawab.”
“Mi Joo, selama ini aku tidak memiliki siapapun. Ketika takut, kesepian, dan bahkan kesal, tidak ada seorang pun di sisiku. Jadi aku menjalani hidup dengan bersikap seperti baik-baik saja setiap saat. Tapi sekarang aku punya seseorang untuk di panggil. Ini melegakan.”
“Jadi apa yang akan kau lakukan?”
“Aku tidak akan menahan diri lagi. Kalian yang membuat kekacauan ini. Ini bukan urusanku jadi jangan hubungiku lagi. Dan juga, kau sangat egois dan tak tahu malu.”


Pal Gye sedang berbicara dengan Soo Bo Ri.
“Jadi jika kita harus menetapkan peringkat, Sam Jang berada di bawah Ma Wang... dan Oh Gong di bawah Sam Jang. Kalau begitu pasti Oh Gong Hyungnim di bawahku.”
“Bagaimana kau yakin Dewa Agung ada di bawahmu?”
“Oh Gong ada di bawah Sam Jang, dan tempatku tepat di sebelah Sam Jang. Aku akan pergi bersama Sam Jang.”
“Apa Sam Jang sudah tahu kau akan pergi bersamanya?”
“Tentu saja dia belum tahu itu.”


Seon Mi menemui Ma Wang, tapi dia belum menentukan keputusannya. Seon Mi bertanya pada Ma Wang.
“Kau bilang akan menjadi Dewa yang hebat jika memanfaatkanku menangkap roh jahat, bukan? Lalu jika aku setuju, apa aku bisa melakukan kemauanku juga?”
“Apa yang kau inginkan?”
“Menjadi orang normal.”
“Kau Sam Jang. Apa kau tidak suka menjadi orang istimewa?”
“Aku membencinya.”
“Sam Jang adalah manusia yang di percaya dengan perintah kerajaan demi umat manusia. Jika perintah itu berakhir, maka keunikanmu juga akan segera berakhir.”
“Bisa kau jelaskan apa itu perintah kerajaan?”
“Itu urusanmu, bukan urusanku, jadi pikir sendiri. Aku sudah cukup sibuk. Jadi sekarang katakan keputusanmu.”


 “Kenapa kau terburu-buru? Apa menjadi Dewa ini sangat mendesak?”
“Setiap hari penting bagiku. Aku menderita setiap hari karena harus menunggu.”
“Kau pasti menanggung beban seseorang yang menunggumu datang untuk menyelamatkannya.”
“Kau sungguh sangat unik. Intuisi mu sangat bagus. Kau lolos.”
“Kau mengatakan itu pertama kalinya ketika aku masih kecil.”
“Benar. Sama seperti dulu. Kau harus berhati-hati dengan Son Oh Gong. Saat itu, kau membebaskan anak nakal itu dari penjara di Gunung Lima Elemen. Tapi kali ini... melepaskan gelang Geumganggo darinya, secara mutlak... tidak di izinkan.”


Han Joo datang ke rumah Seon Mi untuk mengantarkan barang. Jasad Jung Se Ra yang kerasukan itu ikut masuk ke rumah Seon Mi tanpa sepengetahuan Han Joo. Dia masuk ke rumah dan mengambil sebuah frame foto milik Seon Mi.


Saat membuka kardus, jari Han Joo terluka hingga berdarah. Bau darah itu mengundang roh yang ada di dalam tubuh Jung Se Ra untuk mendekat.


Sebelum dia mendekati Han Joo, Oh Gong datang dan menempelkan matra di dahinya.


Oh Gong mengambil frame foto yang dibawa Jung Se Ra.
“Mayat yang kerasukan? Rumah ini penuh dengan segala macam sampah. Sepertinya dia belum lama mati. Dia mati dengan mengerikan. Apa ini? Kau sengaja datang untuk mencari Sam Jang?”
Pada saat itu, Oh Gong mendengar Seon Mi sedang memanggilnya.
“Dia memanggilku. Jadilah gadis yang baik. Aku bisa menangkapmu nanti.”
Lalu Oh Gong menghilang.


Oh Gong muncul di samping Seon Mi.
“Apa yang terjadi? Sepertinya tidak ada orang berbahaya di sekitar sini.”
“Aku ingin minum, tetap lah di sisiku.”
“Kau tahu aku di larang minum tapi masih berani memanggilku?”
“Kau menyuruhku untuk tidak sendirian. Sendiri itu menakutkan, sepi, dan depresi. Aku ingin seseorang di sisiku. Aku bisa memanggilmu pada saat seperti ini, kan?”


“Kapan pun. Karena aku mencintaimu.”
“Aku mulai terbiasa dengan kata-kata itu sejak kau terus mengatakannya.”
“Jangan biasakan. Tolak lah cintaku lalu lepaskan ini.” Oh Gong menunjukkan gelang yang dipakainya.


“Buka ini untukku.” Seon Mi menyerahkan sebuah kaleng minuman.
“Kapan pun. Karena aku mencintaimu.”


Seon Mi lalu menyebarkan popcorn yang dibawanya, para hantu anak-anak muncul untuk memakannya.
“Untuk apa cemilan ini? Mengapa kau memberinya pada anak-anak?”
“Aku membeli ini untuk peringatan Nenekku, tapi tidak bisa memberikannya.”
“Nenek... Ah! Kau pernah bilang hidup berdua bersama Nenekmu, kan?”


Flashback. Seon Mi kecil sedang berbicara pada Oh Gong.
“Aku hidup bersama Nenekku. Aku akan mengenalkanmu padanya.”


Seon Mi kesal dengan Oh Gong saat mengingatnya.
“Kau ingat itu? Aku ingin membawamu menemui Nenekku, kau kabur.”
“Masa-masa itu sangat indah, karena aku bisa melarikan diri.”
“Bagiku juga indah. Karena ada Nenek di sampingku.”


Oh Gong mengambil beberapa butir popcorn dan mengatakan pada Seon Mi agar mengucapkan “Nenek, selamat menikmati.”
“Ayo katakan.”
“Nenek, selamat menikmati.”


Oh Gong lalu menjetikkan popcorn itu ke udara. Saat terbang di udara, popcorn-popcorn itu berubah menjadi bola cahaya berwarna biru.
“Kemana perginya?”
“Ke rumah Buam-dong dengan gerbang depan berwarna hitam dan pohon kesemek.”
“Rumah Pamanku? Kau sungguh mengirimkannya kepada Nenek?”
“Ya.”


Keluarga Seon Mi yang sedang melakukan ritual terkejut oleh popcorn-popcorn yang muncul dari dinding dan melepari tubuh mereka.


Foto nenek yang berada di meja sembahyang terseyum lebar karena melihat tumpukan popcorn di depannya.


Oh Gong sudah selesai mengirim semua popcorn ke rumah paman Seon Mi. Lalu Seon Mi mengucapkan terima kasih, tapi Oh Gong mengataka jika Seon Mi berterima kasih maka lepaskan Geumganggo.
“Maaf, tapi aku tidak bisa melepaskannya sekarang. Aku membuat kontrak dengan Ma Wang. Aku harus membayarnya atas Geumganggo ini. Aku ingin kau menaati kontraknya.”


Ma Wang menangis sambil memandang lukisan besar di hadapannya. Dia terngiang kata-kata Seon Mi “Kau pasti menanggung beban seseorang yang menunggumu datang untuk menyelamatkannya.”
Ma Wang lalu berbicara dengan lirih.
“Maaf, tapi tunggu sebentar lagi. Hanya sebentar.”


Oh Gong menjadi kesal karena Seon Mi membuat perjanjian dengan Ma Wang.
“Jadi kau menjualku ke Ma Wang.”
“Dia bilang Sam Jang memiliki perintah kerajaan dan jika aku menyelesaikannya, aku akan normal. Jadi sampai saat itu, tolong lindungi aku di sisiku. Sejujurnya, setiap kali aku ingat kau akan membantuku, aku jadi tidak kesepian. Rasanya seperti memiliki keluarga, teman, dan pacar. Bagaimanapun, aku sangat menyukainya seperti saat ini.”
“Aku tidak ingin menghilangkan perasaan bahagiamu, tapi ikatan ini sebuah malapetaka. Kau tidak lupa itu, kan? Bahkan saat ini, rasanya seperti malapetaka akan terjadi.”


Lee Han Joo datang kembali ke rumah Seon Mi untuk mengambil kunci mobilnya yang tertinggal. Jung Se Ra yang kerasukan  roh jahat mengetahui kedatangannya. Dia berjalan dan berada di belakang Han Joo.


Oh Gong memberitahu Seon Mi tentang Jung Se Ra yang kerasukan sedang berada di rumahnya.
“Lee Han Joo dalam bahaya?”
“Ya. Dia mungkin akan di cabik-cabik.”
“Bagaimana kau bisa meninggalkannya? Kau harus pergi dan menyelamatkan dia!”
“Kenapa harus aku? Di kontrak, aku hanya perlu melindungimu. Entah manusia lain mati atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganku. Mengapa kau sangat merepotkan? Sam Jang, kau ingin aku menyelamatkan manusia lain? Baiklah. Aku akan melakukannya. Sebagai gantinya... lepaskan ini."
Advertisement


EmoticonEmoticon