1/09/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 3 Part 2
Ma Wang dan sekertaris Ma datang ke kantor Seon Mi. Han Joo mengatakan Seon Mi sedang pergi ke apotek karena tadi tersedak saat berusaha menghabiskan dua porsi makan siang.


Ma Wang dan Han Joo sepertinya sedang saling mengingat kejadian saat Han Joo memergoki Ma Wang sedang menciumi sandal milik Seon Mi.


Ma Wang mengendus-endus bau yang berasal dari sandal itu. Han Joo melihatnya lalu dia memakai sandal Seon Mi yang ada di dekatnya.
“Jadi, apa urusan Anda dengan CEO kami sampai datang jauh-jauh kemari?”
“Lucifer Entertainment ingin meneken kontrak eksklusif dengannya.”
“Kenapa? Apa dia terpilih dari audisi terbuka waktu itu? Lalu dia akan mendapatkan kontrak selebriti seperti Suzy?”
“Bisa di bilang begitu.”
“Kudengar anjing dan sapi saja bisa menjadi selebriti. Ini mengagumkan. Tidak, tidak. Tapi Lucifer Entertainment tidak menerima orang sembarangan! Wow. Ini sangat luar biasa!”
“Permisi. Ini menyinggung karena kau menyamakan perusahaan kami dengan anjing atau sapi.” Sekertaris Ma menginterupsi Han Joo.
“Apa aku salah? Orang sering membicarakan anjing atau sapi!”
“Beraninya kau mengatakan anjing atau sapi?”
“Sapi... dasar. Oh, ponselku berbunyi.” Han Joo lalu pergi dari ruangan itu.


Sekertaris Ma bertanya pada Ma Wang apakah dia perlu membunuh Han Joo.
“Jangan mudah tersinggung. Manusia mengatakannya bukan karena... Dia sadar bahwa kita seekor anjing dan sapi”
“Aku sangat mengagumi ketenangan Anda saat memenuhi tugas suci, Ma Wang.”


Saat Seon Mi sudah datang, dan sedang berbicara berdua dengan Ma Wang, Ma Wang lalu memberinya sepasang sandal baru karena menurut Ma Wang sandal milik Seon Mi sudah jelek.
“Terima kasih. Tapi kau datang ke sini untuk memberi sandal ini?”
“Aku datang untuk memberi dan menerima.”
“Aku tidak punya apa-apa untuk di berikan padamu.”
“Aku mendapatkan Geumgango itu untukmu, itu model terbaru. Apa menurutmu itu gratis?”
“Bukankah kau ingin membantuku?”
“Tentu saja, aku membantumu. Itu sebabnya aku ingin kompensasi.”
“Apa yang kau inginkan? Uang?”
“Jin Seon Mi, teken lah kontrak dengan Lucifer Entertainment. Ummm, yang aku butuhkan
adalah Jin Seon Mi... Tidak, aku ingin mengontrak Sam Jang. Aku ingin kau membayarnya dengan cara ini.”


Seon Mi bertanya apa yang akan terjadi jika dia tidak mau menandatangani kontrak itu. Ma Wang mengatakan kalau dia harus mengembalikan Geumganggo.
“Setelah semua ini? Wow, kau sangat picik.”
“Ya. Aku memang picik. Aku sudah sering dengar. Meskipun begitu, Lebih baik meneken kontrak, atau mengembalikan Geumgangg... dan di siksa... Di sini, dengan darah yang mengalir, terus mengalir dan di sini hancur. Patah dan sakit, dan tulang rawan akan keluar dari lutut seperti ini. Lehermu akan berubah seperti ini. Punggungmu akan membungkuk, dan semuanya akan sakit. Dan matamu juga bisa keluar. Entah itu lebih baik mati dengan cara menyakitkan ini... Pikirkan dengan baik.”


Sekertaris Ma mengatakan kalau Seon Mi tidak akan menolak kontrak itu agar bisa hidup.
“Ini tugas mudah dan aku melakukannya dengan memanfaatkan momen dengan tepat. Bagaimanapun, dengan memanfaatkan Son Oh Gong, aku bisa menjadi Dewa lebih cepat.”
Mereka berdua sedang membaca berita di intenet mengenai Lucifer Entertainment. Mereka melihat foto-foto lama Ma Wang, dan membaca komentar orang-orang yang membicarakan umur Ma Wang yang sebenarnya.


Ma wang tampak sedih dan mengenang sesuatu saat melihat foto-foto itu. Lalu sekertaris Ma berbicara padanya.
“Ini foto yang Anda ambil sekitar seratus tahun lalu, Ma Wang. Orang bahkan tidak bisa membayangkan bahwa Anda sungguh Ma Wang. Aku juga ada di sana. Waktu itu aku berjuang di jalanku dan menghabiskan waktu dengan wujud asli. Kenangan terus saja muncul. Aku akan mengurus masalah ini.”


Setelah sekertaris Ma pergi, Ma Wang membuka sebuah kotak dan mengambil beberapa kembar foto. Dia tampak sangat sedih melihat foto itu.


Flashback. Seorang wanita sedang berlari dari kejaran polisi yang meneriakinya.
“Berhenti di sana. Penjahat, berhenti!”
Karena dia tidak mau berhenti, polisi lalu menembak punggungnya.


Saat itu Ma Wang berada di sana, dia menangis saat melihat wanita itu terjatuh karena ditembak.


Ma Wang sedang duduk di dalam sebuah ruangan yang gelap. Dia menangis sambil memandang sebuah lukisan yang sangat besar bergambar seorang wanita.
“Dalam hidup ini, kau dimana, dan penderitaan macam apa... yang kau alami?”


Flashback. Wanita di dalam lukisan itu sedang berlari karena dikejar oleh pasukan kerajaan khayangan. Wanita itu memilih untuk terjun karena sudah tersudut.


Seon Mi sedang membaca kontrak yang diberikan Ma Wang, dan masih memikirkan apa yang harus dilakukannya.


Flashback. Ma Wang memberitahu Seon Mi kalau dia harus menangkap roh jahat, dan mengumpulkan poin untuk Ma Wang agar dia menjadi dewa.
“Aku tidak memiliki kekuatan seperti itu.”
“Tapi kau punya Geumganggo. Kau bisa mengendalikan Son Oh Gong. Itulah kekuatan terbesar.”


Han Joo masuk ke ruangan Seon Mi saat akan berpamitan karena waktunya pulang. Tapi dia melihat kontrak di meja Seon Mi.
“CEO, Anda sungguh akan menjadi bintang? Lalu, Anda akan menutup Kantor Konsultan Perumahan ini?”
“Tidak.”
“Lalu, Anda punya dua pekerjaan? Apa Anda akan menjadi penyanyi? Apa Anda punya bakat dan hal-hal semacam itu?”
“Jika aku meneken kontrak, aku pasti punya bakat khusus. Solo? Duet? Grup? Solo terlalu berbahaya. Kurasa dia mungkin ingin membuat duo.”


Han Joo lalu berjongkok di dekat Seon Mi dan mengatakan tentang outrinya yang berusia 6 tahun.
“Putriku bermimpi menjadi penyanyi. Nyanyian dan tariannya sangat bagus. Jadi maksudku, di Lucifer Entertainment... Bisa Anda membantu putriku ikut audisi?”
“Entahlah.”
“Lalu, saat Anda punya acara, aku akan menjumpainya denganmu.”
“Tidak. Anak-anak tidak di izinkan. Aku akan memikirkan audisinya. Kau boleh pulang.”
“CEO, aku berjanji setia kepadamu. Anda bisa meninggalkan semua urusan perumahan ini padaku. Dan Anda menjadi selebriti, dan bekerja keras di acara Anda! Fighting! Kalau begitu, aku permisi.”


Seon Mi sedang membayangkan Ma Wang akan membentuk grup pengusir roh jahat yang beranggotakan dirinya, Oh Gong,  Pal Gye, dan Sam Oh Jeong.
Seon Mi membawa payung kuningnya sebagai senjata, Sam Oh Jeong memegang penggorengan, Pal Gye dengan mikrofonnya, dan Son Oh Gong mempunyai senjata berupa tongkat sakti.


Setelah kembali dari lamunannya, Seon Mi mebaca pesan di ponselnya.
“Setorkan lima juta won.”


Seon Mi berada di bank untuk mengambil uang lima juta won. Pegawai bank menyerahkan uang tersebut, tapi Seon Mi memintanya memasukkan uang tersebut ke dalam tasnya karena dia tidak boleh menyentuh uang itu


Di perjalanan, Seon Mi melihat penjual popcorn dan membelinya. Dia mengatakan pada penjualnya kalau dia membeli untuk neneknya, karena nenek sangat menyukai popcorn.


Sebuah mobil pick up berhenti karena penumpangnya ingin pergi ke toilet.


Saat akan menyeberang jalan, Seon Mi melihat hantu anak kecil yang sedang memandangnya. Seon Mi menghampirinya, dan mengetahui anak itu meninggal karena kecelakaan di jalan itu.


Di dalam bak mobil pick up itu  ada jasad gadis yang kerasukan. Dia mencium bau Sam Jang lalu keluar dari mobil itu.


Seon Mi mengambil selembar kertas dari tasnya dan menuangkan popcorn ke dal gulungan kertas itu. Dia meletakkan di depan hantu anak kecil itu.


Setelah Seon Mi menyeberang jalan, jasad gadis yang kerasukan itu menghampiri ke tempat Seon Mi meletakkan popcorn untuk hantu anak kecil.


Dari kejauhan, Seon Mi melihat jasad gadis yang kerasukan itu, tapi dia tidak melakukan apapun dan melanjutkan berjalan.


Gadis yang kerasukan itu membuka kertas yang digunakan Seon Mi sebagai tempat popcorn, lalu membacanya.


Di televisi sedang menyiarkan berita tentang seorang gadis yang baru saja di eliminasi dalam projek pembentukan grup wanita, Jung Se Ra, telah hilang selama 5 hari. Dan polisi belum menemukan petunjuk.


Kedua orang pria yang akan mengubur jasad Jung Se Ra juga mendengar berita itu. Mereka sepakat merahasiakan fakta bahwa mayat gadis itu hilang.


Seon Mi datang ke rumah pamannya untuk memberikan uang yang dimintanya.
“Halo, Paman, Bibi.”
“Kau bisa mengirimnya ke rekeningku. Mengapa harus datang ke sini?”
“Ini biaya untuk peringatan kematian Nenek. Setidaknya aku harus mengantarnya sendiri.”
“Tidak peduli apa itu, kau tidak boleh masuk selangkah pun ke rumahku.”
“Aku tahu, Paman. Ini uang yang Paman minta. Aku bahkan tidak menyentuhnya. Uang ini dari tempat terhormat jadi Paman bisa gunakan tanpa khawatir.”
Seon Mi mengulurkan tasnya yang terbuka lalu pamannya mengambil uang dari tasnya.
“Tetap saja, lain kali kirim langsung ke rekeningku.”
Seon Mi lalu mengulurkan popcorn yang dibelinya, tapi mereka menolak dan segera menutup pintu di hadapan Seon Mi


Seon Mi belum pergi dari tempat itu, pamannya berteriak pada istrinya untuk meminta agar badannya dilempari garam.
“Apa kau harus begitu rewel?” bibi Seon Mi berbicara sambil menaburkan garam.
“Kau tidak tahu dia? Dia merenggut nyawa orang tua dan tetangganya sejak lahir. Dia bahkan menghancurkan hidup Ibuku sendiri yang membesarkannya. Lempar lebih banyak.”
Seon Mi sangat sedih mendengarnya lalu dia berbicara dengan lirih.
“Nenek, Seon Mi datang. Tapi maaf tidak bisa datang ke peringatanmu. Makanlah makanan enak sebelum pergi lagi.”


Seon Mi akan pergi tapi seorang gadis memanggilnya.
“Unnie!”
Advertisement


EmoticonEmoticon