1/30/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 Part 3
Ma Wang segera membuka pintu mobil itu, tapi yang dilihatnya membuatnya tercengang. Seon Mi dengan sedikit luka di wajahnya sedang memeluk Bu Ja yang tampak lemah.
“Unnie, maaf.” Ucap Bu Ja lirih.


Pal Gye membawa Bu Ja dan merebahkannya di kursi.


Ma Wang mengatakan kalau tidak ada solusi untuk Bu Ja karena darah Sam Jang yang memberinya kekuatan hidup telah lenyap dan penjual buku itu juga menyegel kekuatan Sam Jang di sebuah buku. Penjual buku juga bilang tidak berniat untuk membebaskan anak-anak tersebut.


Seon Mi mengatakan kalau begitu mereka harus menyingkirkan roh jahat itu. Tapi Ma Wang menolaknya.

“Aku tidak berniat melakukan itu. Son Oh Gong akan melindungi penjual buku karena kontrak. Dan aku memiliki kontrak dengan penjual buku karena perlu mengumpulkan poin.”
“Son Oh Gong akan melindungi roh jahat?”
“Aku cukup tahu metode aktivasi Geumganggo tanpa bantuanmu. Kami telah membentuk tim baru sekarang.” Kata Ma Wang sambil menunjukkan tawa jahatnya.
“Seseorang yang ingin menjadi Dewa seharusnya tidak seperti ini!
“Beraninya kau membentakku? Ini bukan urusanmu. Jangan terlibat dengan urusan orang lain.!”


Oh Gong sedang mengobrol dengan roh gadis kecil, dia menyebut roh kecil itu lebih pintar dari Seon Mi karena mengetahui soal Triceratops.
“Kau lebih pintar dari wanita agen perumahan itu. Kau di kurung di perpustakaan itu, kan? Bagaimana bisa keluar?”
“Jika aku mengatakannya, apa yang akan kau lakukan?”


Oh Gong lalu memintanya untuk mengatakan apa keinginannya.
“Tolong lindungi Oppa ku.”


Oh Gong teringat saat Seon Mi kecil juga memintanya untuk melindunginya.


Sambil termenung, Oh Gong memikirkan permintaan roh gadis kecil itu.
“Seorang anak waktu itu juga memiliki permintaan yang sama sepertimu. Tapi aku meninggalkannya dan kabur karena itu membuatku jengkel. Aku orang yang jahat. Aku menyesalinya. Haruskah aku mencoba dengan benar kali ini?”


Ma Wang memberi tahu Sekertaris Ma kalau Jin Seon Mi akan pergi ke perpustakaan untuk menemukan bukunya, karena dia harus mencarinya sendiri.


Wanita itu mengatakan pada Ma Wang kalau dia  tidak mengurung anak-anak dengan paksa.
“Hanya ada satu cara agar bebas, ini sederhana. Jika mereka ingin keluar dengan sendiri, mereka bisa keluar kapanpun.”


Ma Wang berbicara lagi pada Sekertaris Ma “Ini akan berhasil jika Jin Sun Mi ingin menemukan dirinya sendiri dengan tulus. Aku melakukan semua yang ku bisa untuk memprovokasinya. Sekarang, dia seharusnya menemui penjual buku.”


Dan benar saja, Seon Mi datang menemui pemilik toko buku itu.
“Aku di sini untuk menemukan diriku.”
“Lalu carilah.”


Saat sedang berkeliling mencari buku tempat Sam Jang disegel, Oh Gong bertemu dengan Seon Mi.


“Jin Seon Mi! Apa yang kau lakukan?”
“Aku ke sini untuk mencari bukuku. Kau datang untuk membantuku?”
“Iya.”
“Terima kasih. Kupikir kau tidak akan menemuiku lagi dan aku sangat sedih. Aku senang kau di sini. Kau milikku sekarang.”


Seon Mi mendekatkan wajahnya untuk mencium Oh Gong, tapi Oh Gong menahannya denga menggunakan jarinya.
“Kau pikir aku akan tertipu dengan trik yang sama lagi? Kau terlalu mudah di tangani.”
Oh Gong lalu mendorong Seon Mi ke samping hingga dia terjatuh.


Seon Mi yang didorong oleh Oh Gong lalu menampakkan wujud aslinya. Dia dalah wanita pemilik toko buku yang menyamar sebagai Seon Mi.
“Aku pikir kau akan tertipu oleh penyamaranku. Sayang sekali. Aku berencana menggunakan metode aktivasi yang Ma Wang katakan.”
“Ma Wang yang mengatakannya? Banteng itu. Bagaimana dia bisa tahu? Jin Seon Mi... siapa yang menyuruhnya menciumku?”
“Kalian bilang tidak ingin menemukannya, tapi kalian mencarinya.”
“Jin Seon Mi ada di sini? Dimana dia?”


Wanita itu mengajak Oh Gong menemui Seon Mi yang sedang tidak sadar di atas sebuah meja, dia mengatakan sepertinya Seon Mi menemukan bukunya tapi tidak bisa keluar.


Oh Gong lalu mengambil buku di hadapan Seon Mi, buku cerita berjudul “Peter Pan”. Wanita itu mengatakan kalau Oh Gong tidak bisa membukanya.
“Kau tidak bisa membuka buku itu. Hanya aku dan orang di dalam yang bisa membukanya.”
“Jadi kau mengurung mereka.”
“Sudah kubilang, aku tidak melakukannya. Itu karena anak-anak tidak mau keluar.”
“Sama seperti penyamaran tadi, kau memperdaya jiwa anak-anak di sini dan mengurungnya. Buka!” Oh Gong menyerahkan buku pada wanita itu.


“Aku tidak memperdaya ataupun mengurungnya! Kau tidak tahu betapa aku mencintai anak-anak.”
“Jangan omong kosong. Apa mengumpulkan anak-anak malang seperti Pokemon  di sebut cinta? Kau roh jahat tipe Otaku?”
“Apa kau tahu tentang kehidupan anak malang itu? Bagi mereka, hidup di dunia ini adalah neraka. Aku menyelamatkan anak-anak itu!” Wanita pemilik toko buku itu mulai tampak gugup.
“Seorang anak melarikan diri dan memintaku untuk membantunya. Dia memintaku untuk memastikan bahwa kakaknya tidak akan tertangkap di sini. Melindungi seseorang agar bisa hidup adalah dengan menyelamatkannya. Kau hanya monster yang menghilangkan kesempatan orang untuk hidup. Dan anak itu bisa keluar dari buku karena dia sadar kau monster.”
“Aku bukan monster!” dia berteriak pada Oh Gong.
“Itulah masalah terbesarmu. Kau bahkan tidak tahu siapa dirimu sebenarnya. Kau roh jahat yang hidup dengan mengumpulkan kemalangan anak-anak.”


Wanita itu makin tersudut dan panik. Dia berteriak sekuat tenaganya untuk menyangkal tuduha Oh Gong.
“Tidak, aku bukan roh jahat! Aku mencintai anak-anak ini!” setelah berteriak wanita itu menghilang.


Saat roh jahat wanita itu menghilang, Oh Gong melihat banyak bola cahay keluar dari buku-buku di rak dan terbang ke atas.


Oh Gong membuka buku cerita itu dan berbisik pada Seon Mi “Kembalilah.”


Seon Mi berada di alam bawah sadarnya, dia melihat Seon Mi kecil sedang bermain lalu mendekatinya.
“Apa senang di sini? Walau begitu, ikutlah denganku. Ini menyedihkan dan kesepian, tapi kita berhasil melewatinya dengan baik kan? Dan meski dia sangat terlambat, Peri yang menipu itu datang untuk melindungi kita. Jadi kita tidak perlu takut lagi. Ayo.”
Seon Mi dewasa mengulurkan tangannya dan disambut oleh Seon Mi kecil.


Saat membuka matanya, Seon Mi melihat Oh Gong berada di hadapannya.
“Son Oh Gong.’
“Kau sudah kembali.”
“Aku kembali karena keinginanku. Maaf, Jin Seon Mi.”
“Tidak apa-apa.”


Han Joo melihat anak laki laki yang diselamatkannya tertidur di lantai, dia membangunkannya lalu menyelimutinya dengan jaketnya.
“Kenapa kau di sini? Ini dingin. Sudah makan? Ini pasti dingin. Mari kita cari makanan. Ayo.”
“Aku berharap juga di bawa ke tempat dimana adikku berada.”
“Jika dia mendengarmu bicara begitu, adikmu akan sedih. Kakaknya harus hidup dengan baik. Ahjussi akan membantumu. Aku tidak bisa berjanji akan melakukan semuanya seperti Ibu dan Ayahmu... tapi, setidaknya aku akan membantumu menjalani hidup dengan bahagia. Orang dewasa akan membantumu. Jangan menangis. Tidak apa-apa. Jangan menangis. Jangan menangis.” Ucap Han Joo sambil memeluknya.


Bu Ja terbangun dengan keadaan yang seperti semula. Dia tampak cantik dan bau busuknya sudah tidak ada. Saat dia terbangun, PK dan Alice sedang tidur.


Ma Wang sedang duduk, tiba-tiba tubuhnya seperti dialiri listrik. Sekilas matanya berwarna merah dan taringnya muncul lalu menghilang lagi. Tubuhnya lalu terus bergerak.


Tak lama kemudian tangannya bergetar tanpa bisa dikendalikan.
“Sam Jang sudah kembali! Dia kembali! Ahh, Sam Jang... Sam Jang kembali!”
Ma Wang berteriak dengan panik tapi juga merasa senang.


Seon Mi mengatakan dia akan memastikan telah kembali sebagai Sam Jang atau tidak, dnegan cara menumpahkan darah untuk memanggil roh jahat. Tapi Oh Gong melarangnya.
“Jangan lakukan itu. Jangan lakukan itu. Aku capek! Aku bosan berurusan dengan penjual buku itu. Ugh, buku-buku ini sangat memusingkan. Aku hampir tertipu oleh penyamarannya dan membiarkannya mengaktifkan Geumganggo.” Oh Gong berbicara sambil berjalan menghampiri Seon Mi, lalu dia duduk di meja di samping Seon Mi.


Seon Mi mengira karena Geumganggo sudah aktif maka Geumganggo telah berubah.
“Kau ragu akan hal itu? Kau khawatir? Kau akan mengejarku?”
“Sedikit. Ini membuatku kesal.”
“Tentu saja. Ini milikmu. Mengapa kau berpura baik-baik saja dan membuat suasana hatiku memburuk. Pemilik tunggal Geumganggo ku adalah kau, Jin Seon Mi.”
“Benar. Satu-satunya yang bisa memanggilmu, Son Oh Gong, adalah aku.”
“Benar. Ayo pergi! Aku pusing dengan buku ini.”


Oh Gong akan beranjak dari meja, tapi Seon Mi memegang tangannya. Lalu mengatakan dengan tersipu, bukannya mereka harus mengaktifkan kembali Geumganggo.


“Hah?”
“Sekarang, ini bukan malapetaka.”
Sebelum Oh Gong memahami maksud ucapannya, Seon Mi langsung mengecup bibi Oh Gong dengan cepat.


Oh Gong lalu termenung beberapa saat karena masih mencerna apa yang dilakukan Seon Mi.
“Aktif.” Seon Mi dengan ragu berbisik, Oh Gong pun tersenyum.


Oh Gong lalu mengatakan kalau apa yang dilakukan Seon Mi belum cukup untuk mengaktifkan Geumganggo. Dia mendekatkan wajahnya, lalu mencium Seon Mi.
Advertisement

10 komentar

Eeeeeeeaa......kissuuu

Omo๐Ÿ˜ฑkiss scane ya๐Ÿ˜…
Lanjut terus onnie fighting๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‡

Ahhh, senyum malu malunya jin seon mi imut. Malua malu gimana gitu. Suka suka suka. Fighting untuk selanjutnya...

Terima kasih chingu... cepat updatenya...

Tuh kan yg dtunggu2...

๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Yuhuuuuu...kisuu

Makasih unni lanjut terus nulis y y jgn lma2

Aaacchh....tambah seruuu...ga sabar nunggu eps selanjutnya...ditunggu yaa...mksh

G sabar nunggu minggu dpn.

Wahhh....Kisu...Kisi...thanks sinopnya.... Mau donk baca komentar penulis.....huhuhu....


EmoticonEmoticon