1/30/2018

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 9 Part 4
Kenangan-kenangan masa lalu Seon Mi muncul saat dia pingsan. Saat pertama kali bertemu Oh Gong lalu membuat kontrak dengannya. Lalu pertama kali melihatnya setelah bertahun-tahun dia tidak pernah bertemu Oh Gong. Dan saat Oh Gong berjanji akan melindungi Seon Mi sampai kapan pun.


Seon Mi bermimpi mengatakan pada Oh Gong, kalau dia mendengar suara lonceng. Yang dikiranya akan mempertemukannya dengan belahan jiwanya, tapi kini dia tahu kalau hal seperti itu tidak ada. Seon Mi menangis, tapi dai tersenyum karena bahagia.


Ma Wang melihat Seon Mi tergeletak di lantai. Saat Seon Mi mulai sadar, Ma Wang bertanya apa yang telah terjadi.


Seon Mi mengingat saat Seon Mi kecil masuk ke dalam buku. Wanita pemilik toko buku mengatakan dia akan membawa Seon Mi kecil dengan kemampuan istimewanya yang membuat Seon Mi merasa tidak bahagia.


Setelah mendengar dari Seon Mi, Ma Wang mengatakan kalau sekarang kemampuan Seon Mi sudah hilang dan dia bukan lagi Sam Jang.
“Sekarang kau sudah berubah menjadi manusia biasa seperti yang kau inginkan, tidak ada alasan untuk kita bertemu lagi.” Ucap Ma Wang lalu dia pergi yang diikuti oleh Sekertaris Ma.


Di luar, Ma Wang mengatakan pada Sekertaris Ma kalau Sam Jang skerang berpindah pada penjual buku itu. Mungkin juga kontrak yang dibuat Seon Mi dengan Oh Gong juga berpindah, karena yang membuat kontrak adalah Seon Mi kecil yang sekarang sudah dimiliki oleh wanita itu. 


Wanita penjual buku memberitahu Oh Gong kalau gadis kecil yang membuat kontrak dengan Oh Gong sekarang berada di dalam salah satu buku miliknya. Jadi sekarang dirinya adalah orang yang bisa memanggil Dewa Agung, dan dia adalah pemilik baru Geumganggo.


Dia berjalan mendekati Oh Gong.
“Sekarang hatimu akan mulai mencintai aku.”
“Sialan. Aku tidak bisa menahannya lagi.” Kata Oh Gong sambil tersenyum sinis.


Ma Wang bertanya pada Soo Bo Ri apakah benar pemilik Geumganggo benar-benar berpindah. Soo Bo Ri hanya mengatakan dia tidak tahu pasti apakah Geumganggo dihidupkan oleh kemampuan Sam Jang atau Seon Mi sebagai manusia biasa. Dan siapa yang dicintai Oh Gong, Seon Mi atau wanita penjual buku, hanya Oh Gong yang mengetahuinya.


Wanita penjual buku terpojok oleh Oh Gong. Dia tampak ketakutan dan matanya berkaca-kaca.
“Sepertinya kau bukan lah pemilik Geumganggo. Kau terlihat tidak cantik saat kau menatapku, tapi saat kau tersenyum aku tidak bisa menahan pandanganmu. Kau pikir sia yang sedang kau pandang!”
“Kau tidak bisa menyakitiku. Aku pemilik kontraknya.”
“Bahkan setelah dipukul seperti itu kau masih tidak mengerti? Aku benar-benar orang jahat. Kau pikir orang jahat akan mematuhi sebuah kontrak? Aku sangat jahat jadi mereka memakaikan Geumganggo padaku.”
“Itulah kenapa kau mencari buku untuk wanita itu? Untuk apa? Kecuali wanita itu menginginkannya, kau tidak akan pernah bisa menemukannya.”


Wanita penjual buku lalu melangkah lebih dekat ke hadapan Oh Gong, dia mengatakan kalau Seon Mi sendiri yang meminta bantuannya untuk mengambil keistimewaannya yang membuatnya menderita dan sekarang Seon Mi bisa hidup seperti manusia biasa.
“Kau pikir dia akah bahagia kembali seperti dia dulu?”
“Tidak. Mungkin dia tidak akan bahagia. Baguslah. Aku di sini tidak untuk merubahnya.”
“Son Oh Gong, kau ke sini tidak untuk mengambil bukunya??”
“Kenapa aku harus mencarinya? Ini adalah kesempatan emas untuk mematahkan kontraknya. Aku harus meninggalkannya dan bersembunyi.”
“Kalau kau tidak akan mengambil bukunya, kenapa kau memukulku?”
“Karena kau membuat mood ku jelek! Pemilik Geumganggo. Hanya ada satu orang pemiliknya. Hey, kubiarakan kau hidup daripada membunuhmu, jadi tetap sembunyikan bukunya di sini. Dan jika kau memanggilku untuk alasan yang tidak cukup baik, aku akan membunuhmu.”


Jenderal Es tidak menemukan buku yang menyimpan Seon Mi.


Dia lalu bertanya pada roh gadis kecil bagaimana dia bisa keluar dari buku itu. Jenderal Es heran kenapa roh gadis kecil itu mau berbicara pada Oh Gong tapi tidak mau berbicara padanya.


Prof Kang panik karena tiba-tiba saja Bu Ja meninggal, padahal sebelumnya dia baik-baik saja.


Prof Kang menelepon seseorang untuk datang menjemputnya di tanga darurat.


Tapi setelah selesai menelepo, dia berbalik dan melihat Bu Ja sudah menghilang dan tidak sengaja meninggalkan sebelah sarung tangannya.
“Kemana dia pergi? Dia sudah pasti meninggal, tapi tubuhnya tiba-tiba menghilang. Gadis itu... siapa dia sebenarnya?”


PK berusaha menghubungi Bu Ja tapi dia tidak menjawab diponselnya. Alice terus saja mengikutinya lalu PK mengatakan kalu dia adalah hama yang terus mengganggu aktivitas orang lain.


PK melihat Bu Ja tergeletak di antara mobil di tempat parkir. Bu Ja tampak pucat dan berbau. 
“Bu Ja. Apa yang terjadi??”
“Pangeran Jeo Pal Gye, aku merasa aneh.”
“Aku sudah memberimu makan bola enegri kenapa kau seperti ini??”


Han Joo mengembalikan ponsel milik Seon Mi dan memberitahu kalau anak laki-laki tu sekarang berada di rumahnya. Dia bertanya bagaimana Sein Mi tahu ada api dan kemudian menyelamatkan anak itu, dia merasa Seon Mi punya kemampuan istimewa.
“Dan bagaimana dengan Sekertaris Son? Tugasnya untuk melindunginmu, jadi di mana dia saat itu?”
Seon Mi hanya mengatakan sekarang Oh Gong tidak akan datang kalau dia memanggilnya.


Seon Mi masuk ke rumahnya dan merasa kesepian. Rumahnya kosong, dan perasaannya hampa.


Dia teringat ucapan Oh Gong saat mengantarnya pulang setelah makan Teoppoki.
“Kalau kau bukan Sam Jang, tidak ada alasan untuk memanggilku, Dewa Agung. Apa itu tidak apa-apa? Kau masih menginginkannya?”


Seon Mi beberapa kali memanggil Son Oh Gong tapi dia tidak muncul, Seon Mi merasa sangat sedih.


Ma Wang datang menemui wanita pemilik toko buku untuk menyerahkan kontrak dengan Lucifer Entertainment.


Seon Mi ke rumah Ma Wang, dia bertemu dengan Oh Jeong. Pada Oh Jeong Seon Mi mengatakan dirinya datang karena Oh Gong tidak muncul saat dipanggil.


Seon Mi masuk dan melihat Oh Gong, dia memberi selamat pada Seon Mi karena telah menjadi manusia biasa dan bertanya kenapa dia datang karena tidak ada lagi alasan untuk bertemu. Oh Gong berbicara dengan dingin, dan mengatakannya sambil lalu.


Seon Mi berdiri di belakang Oh Gong yang sedang berpura-pura menata letak bantal di sofa. Oh Gong mengatakan kalau dia tidak akan melindunginya lagi karena tidak akan ada roh jahat yang mengejarnya. Tidak ada alasan untuk memanggil Oh Gong, jadi dia tidak akan datang kalau dipanggil.

“Bagaimana dengan Geumganggo? Kau masih memakainya. Kau tidak mencintaiuku lagi.” Mata Seon Mi sudah berkaca-kaca.


Oh Gong berbalik dan menghadap Seon Mi, dia mengatakan spertinya tidak lagi mencintai Seon Mi karena Seon Mi sudah tidak terlihat cantik lagi.
Seon Mi berbohong kalau hal itu membuatnya lega dan sekarang tidak ada lagi alasan Oh Gong menemui Seon Mi. Lalu Seon Mi pergi.


Wanita penjual buku memberitahu Ma Wang kalau pemilik Geumganggo tidak berubah meskipun kemampuan Sam Jang dan kontrak dengan Oh Gong sudah berpindah padanya. Jadi Ma Wang sangat kesal saat mengetahui kalau Oh Gong masih akan menjadi budak cintanya Seon Mi.


Oh Gong menangis setelah Seon Mi pergi.


Oh Jeong datang memberi tahu kalau Seon Mi sekarang sudah keluar dari rumah Ma Wang. Oh Gong menghapus air matanya lalu menghada Oh Jeong.


Oh Jeong mengatakan jika Oh Gong mengambil keuntungan dari kesempatan ini maka dia bisa bebas dari kontrak dengan Seon Mi. Tapi Oh Gong mengatakan kalau Ma Wang mungkin tidak akan mengijinkannya pergi karena Ma Wang menginginkan Oh Gong mengumpulkan poin untuknya.
“Jin Seon Mi tidak mengatakan apapun yang mengganggumu kan?”
“Tidak sama sekali. Dia hanya pergi begitu saja.”
“Benar. Tampaknya dia tidak mencintaiku sama sekali.”
“Dan Jin Seon Mi....”
“Jangan bicara tentangnya lagi. Jika aku merasa sakit lagi, aku tidak akan bisa menahannya.”
“Aku tidak akan mengatakan apapun.”


Sa Oh Jeong melihat Seon Mi menangis saat meninggalkan tempat itu.


Oh Gong mencengkeram dadanya karena dia merasakan hatinya sakit.
Advertisement


EmoticonEmoticon