1/27/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 31 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 31 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 31 Part 1

Setelah melakukan konferensi pers, Min Kyu menghubungi Ji A. Ji A memuji Min Kyu sangat luar biasa dan keren. “Seperti itulah pacarmu,” kata Min Kyu memuji dirinya sendiri. Min Kyu bilang ia harus pergi ke perusahaan terlebih dulu dan akan menemui Ji A nanti.


Ri El berkata bahwa ia sudah berinvestasi pada Min Kyu jadi Min Kyu harus berusaha dengan keras. Min Kyu mengucapkan terima kasih, tapi ia mengkhawatirkan keadaan Ri El. RI El bilang ia percaya pada kemampuan Min Kyu. Ri El juga berkata bahwa Yoo Cheol berusaha lebih keras dibanding dirinya untuk meyakinkan para direktur.


Min Kyu dan Yoo Cheol diam saja. “Baiklah, aku akan membiarkan kalian bicara empat mata dan menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi selama 15 tahun,” kata Ri El.


Yoo Cheol akhirnya mengaku kalau dulu dia tahu apa isi dokumen yang dia berikan kepada Min Kyu, karena dia menemukannya di ruang kerja ayahnya. Dia berpura-pura tidak tahu kalau dia sudah berbuat kesalahan pada Min Kyu, hanya untuk melindungi dirinya sendiri.


“Tindakanku pengecut dan bodoh. Maaf karena membutuhkan waktu lama untuk mengakuinya. Maafkanku aku, Kim Min Kyu,” kata Yoo Cheol.


Min Kyu tidak menanggapi perkataan Yoo Cheol. Ia hanya berkata bahwa dia sudah mendapatkan bukti kalau Martin-lah yang membunuh Ketua Park dan Interpol ikut terlibat. “Pergi dan yakinkanlah ayahmu. Dia harus mengaku untuk meringankan hukumannya,” kata Min Kyu.


“Baiklah. Terima kasih atas sarannya,” kata Yoo Cheol lalu berjalan menuju pintu keluar.


Min Kyu menghalanginya. Ia melepas sarung tangannya dan mengulurkan tangannya. “Aku rasa kali ini aku akan baik-baik saja,” kata Min Kyu saat Yoo Cheol terlihat ragu. Yoo Cheol akhirnya menjabat tangan Min Kyu.


Dan Min Kyu baik-baik saja. Kemudian mereka saling tersenyum setelah 15 tahun.


Min Kyu menelepon Ji A dan menanyakan keberadaannya. Ji A mengajak Min Kyu bertemu di jalan yang pernah mereka lewati bersama saat salju turun.


“Baiklah. Kita bertemu disana. Mmuach,” kata Min Kyu lalu menutup teleponnya. Saat bangun dari duduknya, Min Kyu sangat terkejut karena ada Jin Bae disana.


“Se..sejak kapan kau berdiri disitu?” tanya Min Kyu gugup.


Jin Bae bilang dia sudah agak lama dan sebelumnya sudah mengetuk pintu. Min Kyu lalu mempersilakannya duduk.


Min Kyu dan Jin Bae sama-sama berpikir kalau mereka sudah melewati masalahnya dengan baik. Jadi Jin Bae berharap Min Kyu menerima surat pengunduran dirinya sekarang.


Min Kyu: “Apa? Itu.. Aku sudah bilang..”
Jin Bae: “Itu pendapatmu. Aku belum mengubah pemikiran tentang pengunduran diriku.”
Min Kyu: “Tapi..”
Jin Bae: “Aku tetap tinggal karena sebelumnya banyak yang harus dilakukan. Sekarang semuanya sudah selesai seperti yang direncakan, jadi aku harus pergi.”


“Aku mohon, Tuan,” kata Jin Bae sambil menundukkan kepalanya. “Kalau begitu, selamat tinggal..”


Min Kyu tampak sedang berpikir.


Pai berkata bahwa Baek Gyoon harus membeli baju baru, karena akan menghadapi banyak wawancara. Baek Gyoon bilang ia akan memakai pakaian yang ia punya saja. Pai kemudian berkata bahwa Min Kyu pesona yang tidak biasa dan berkata, “Di rumah dia seperti adik laki-laki, tapi di kantor dia seorang pimpinan yang berkharisma.”


Baek Gyoon: “Kalau aku?”
Pai: “Aku sudah terbiasa denganmu, jadi mustahil bagiku untuk menemukan sisi baru pada dirimu.”


Pai lalu berhenti, dan Baek Gyoon bertanya ada apa. “Kau mau berkencan denganku?” tanya Pai to the point. “


“Ap.. apa?” tanya Baek Gyoon gugup. “Hmmm... berapa lama kau akan menatapku begitu?” Pai bilang ia akan melakukan itu sampai Baek Gyoon melihatnya.


Akhirnya Baek Gyoon melihat ke arah Pai. Pai menanyakan lagi hal yang sama. Tapi Baek Gyoon malah tertawa dan berjalan lebih dulu. “Doktor Hong, apa kau tidak akan menjawab pertanyaanku?” tanya Pai.


“Dingin, ayo kita pergi,” ajak Baek Gyoon sambil menggandeng tangan Pai yang tersipu.


Di rumah, Ri El meminta maaf kepada ayahnya, karena ia tidak menjadi putri yang seperti ayahnya inginkan. Tapi Ri El yakin kalau di dalam hatinya, ayahnya pasti mengingikan agar dirinya hidup dengan bahagia.


Direktur Ye tidak berkata apa-apa. Ri El kemudian pergi meninggalkannya.


Ji A sudah bertemu dengan Min Kyudna berkata kalau dia mengira Min Kyu akan gugup saat konferensi pers tadi. Min Kyu mengakui bahwa awalnya ia merasa gugup, namun setelah mengambil napas panjang, ia berhasil membayangkan kalau Ji A ada disana.


Ji A bilang jiwanya lah yang telah membantu Min Kyu. Min Kyu tertawa, lalu memasukkan tangan Ji A ke saku jaketnya. Min Kyu berkata bahwa untuk pertama kalinya setelah 15 tahun, ia bisa berbicara dengan baik dengan Yoo Cheol dan mengajaknya bersalaman.


Ji A bersyukur Min Kyu tetap baik-baik saja. Ia menyarankan agar Min Kyu menjaga harta karunnya itu. Min Kyu lalu melepaskan syalnya dan memakaikannya ke leher Ji A. Min Kyu bilang itu untuk melindungi harta karunnya.


Min Kyu bertanya apa yang ingin Ji A lakukan, dan dia akan membelikan apapun yang Ji A inginkan. “Mulai sekarang, aku akan menjadi sangat sibuk. Hari ini, ayo kita bersenang-senang,” ajak Ji A.


Ji A membawa Min Kyu ke arena permainan. Min Kyu bertanya jika ia membuat tempat semacam itu di rumahnya, apakah Ji A akan datang setiap hari. Tapi Ji A tidak mempedulikannya.


Permainan pertama dan Min Kyu kalah 0-7. “Permainan yang lain,” kata Min Kyu.


Mereka kemudian bermain game tembak-menembak, pertarungan, dan balap motor. “Aku kalah lagi?” keluh Min Kyu.


Min Kyu baru bisa menang saat bermain bola basket. Ia menolak saat Ji A mengajaknya bermain lagi. “Aku ingin menyimpan perasaan kemenangan ini di dalam hatiku selamanya,” kata Min Kyu.


Ji A: “Kau bilang kau akan melakukan apapun yang kuinginkan?”
Min Kyu: “Aku akan mentraktir makan malam. Makan apa saja yang kau mau.”


Ji A mengajaknya makan di kedai kaki lima. Min Kyu memakannya dengan ragu dan hati-hati. Ji A hanya tertawa.


Min Kyu lalu bertanya orang seperti apa Jin Bae itu. “Ketika dia bilang tidak, maka tetap tidak,” jawab Ji A. Min Kyu terkejut sampai ia tersedak. Ia lalu bertanya seperti apa perlakuan Jin Bae kepada Ji A. “Orang seperti ayah?” Min Kyu lalu memberitahu kalau Jin Bae baru saja mengundurkan diri.


Ji A: “Apa? Benarkah?”
Min Kyu: “Ya. Aku tidak tahu bagaimana membujuknya.”


Min Kyu juga menceritakan tentang pengunduran diri Jin Bae kepada Tim Santamaria. Pai menduga kalau Jin Bae merasa tidak nyaman karena adiknya berpacaran dengan atasannya. Ssanip lalu menyimpulkan kalau Jin Bae tidak suka Min Kyu memacari adiknya. Min Kyu jadi semakin pesimis.


Min Kyu mengomel bahwa mereka sama sekali tidak membantu. Min Kyu bertanya kenapa Baek Gyoon mengikutinya, karena dia ingin beristirahat. Min Kyu lalu naik ke kursi pijatnya, tapi Baek Gyoon belum juga pergi.


Min Kyu: “Ada apa?”
Baek Gyoon: “Kemana anak zaman sekarang pergi berkencan?”
Min Kyu: “Kenapa kau menanyakan hal seperti itu?”


Baek Gyoon: “Kenapa? Tidak bolehkah aku bertanya?”
Min Kyu: “Kau tidak berkencan dengan siapapun. Atau kau sedang berkencan sekarang? Ah tidak mungkin. Tidak ada wanita di sekitar sini.”


“Oh.. oh...” Min Kyu terlonjak kaget sendiri. Baek Gyoon menyuruhnya diam. “Wow! Sejak kapan?” Baek Gyoon tidak menjawab. “Oh, kalian berdua sangat serasi. Aku baru saja pergi ke tempat yang menyenangkan. Kau mau tahu?”


JI A bertanya apakah Jin Bae sungguh-sungguh berhenti bekerja. Hong Joo yang mendengarnya menjadi marah, karena Jin Bae berhenti bekerja tanpa bilang padanya. Padahal Jin Bae sudah berjanji tidak akan berbohong.


Ji A dan Jin Bae berusaha menenangkan Hong Joo, tapi Hong Joo malah semakin marah.”Ibu, kau akan menakuti bayinya,” kata Dong Hyun. Hong Joo baru sadar dan meminta maaf pada bayi dalam kandungannya.


Sambil memegang perutnya, Hong Joo menyuruh Jin Bae untuk menarik kembali surat pengunduran dirinya. “Baiklah,” kata Jin Bae pasrah.


Ji A dan Dong Hyun saling berpandangan, karena Hong Joo sangat galak.


“Dasar bodoh,” kata Ketua Hwang pada putranya, Yoo Cheol. “Ini belum berakhir, kau bisa...”


Yoo Cheol memotong pembicaraan ayahnya dan berkata kalau semuanya sudah berakhir, karena mereka sudah berhasil menemukan bukti pengakuan Martin atas pembunuhan yang dia lakukan. “Sebelum ditangkap, ayah harus mengakui semua yang ayah tahu. Hanya itu satu-satunya cara untuk mengurangi hukumanmu,” kata Yoo Cheol.


“Tidak mungkin! Ini belum berakhir untuk Hwang Do Won!” teriak Ketua Hwang. Yoo Cheol memohon agar ayahnya memikirkannya dengan akal sehat. Ketua Hwang perlahan menjadi lebih tenang dan kembali duduk.


Ji A berencana membuka toko di dalam cafe Sun Hye dan akan ikut membayar sewanya. Sun Hye langsung setuju. Sun Hye bertanya darimana Ji A akan mendapatkan biaya untuk pendanaan barang penemuannya, karena terakhir kali Ji A mendapat pinjaman dari Hong Joo.


Ji A: “Tidak. Hong Joo sedang sangat marah sekarang. Aku tidak bisa meminta darinya.:
Sun Hye: “Kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi?”
Ji A: “Kakakku berhenti bekerja.”


Sun Hye mengerti kenapa Hong Joo bisa marah seperti itu. Lalu ia menyarankan Ji A agar meminta Min Kyu untuk berinvestasi. Ji A menolak. Ia bilang akan berusaha sendiri. Sun Hye lalu bilang Ji A tidak perlu membayar sewa dan sebagai gantinya hanya memberikan persentase dari pendapatan Ji A. Mereka berdua sepakat.


Sun Hye lalu pergi untuk berkencan.


Sedangkan Ji A masih duduk di dalam cafe dan mendesain penemuan barunya.


Min Kyu sangat gugup saat bertemu dengan Jin Bae. Ia berusaha menyembunyikan kegugupannya dengan bersikap akrab sampai menyentuh tangan Jin Bae. Dia semakin gugup dan menarik tangannya sambil meminta maaf.


Min Kyu: “Ini tentang surat pengunduran dirimu..”
Jin Bae: “Ya. Surat itu... Aku rasa aku harus... Hmm.. surat pengunduran diri..”
Min Kyu: “Baiklah, aku akan memprosesnya kalau begitu. Sepertinya keputusanmu sudah tidak bisa diubah. ”


Jin Bae ingin menjelaskan bahwa ia akan membatalkan pengunduran dirinya. Tapi Min Kyu kembali bicara bahwa dia sebenarnya sangat ingin jika Jin Bae tetap bekerja tapi mungkin Jin Bae merasa tidak nyaman karena Ji A.


“Tapi jika kau mengubah pikiranmu,katakan padaku. Aku akan menerimamu kembali,” kata Min Kyu. Jin Bae kehilangan kesempatan.


Ji A mengangkat telepon dari Min Kyu dengan senang hati.


Tapi tidak begitu dengan Min Kyu. Ia kelihatan tidak bersemangat. Ia ingin bertemu dengan Ji A, tapi Ji A berkata bahwa dia masih harus menyelesaikan pekerjaannya dan akan menghubungi Min Kyu lagi nanti.


Ji A sedang sibuk untuk mendaftar untuk mendapatkan pendanaan untuk proyeknya secara online. Tapi tak lama kemudian, Min Kyu datang dengan langkah gontai dan lesu ke dalam cafe.


Min Kyu langsung duduk di depan Ji A dengan ekspresi merajuk. “Aku boleh duduk di sini sebentar bukan?”


Ji A tertawa. Min Kyu menyuruhnya tetap bekerja dan dia akan diam dan melihat Ji A saja. Tapi yang ada malah Ji A tidak bisa bekerja. Ji A lalu menutup laptopnya.


Ji A: “Baiklah. Ada apa?”
Min Kyu: “Hmm.. Tuan Jo Jin Bae..”
Ji A: “Ah benar, kakakku! Dia harusnya sudah menemuimu untuk mengambil kembali surat pengunduran dirinya. Aku lupa mengatakannya padamu.”


“Hah?” Min Kyu terkejut. Ji A kemudian menjelaskan bahwa istri Jin Bae sangat berkuasa dan dia menyuruh Jin Bae untuk membatalkan pengunduran dirinya.


Ji A:”Berita bagus bukan?”
Min Kyu: “Ya, kami sudah bertemu.”
Ji A: “Lalu?”
Min Kyu: “Aku bilang padanya kalau akan memproses pengunduran dirinya.”


“Ah... Ah.. tiba-tiba aku merasa pusing,” kata Ji A. “Ini tidak akan berhasil. Datanglah ke rumahku.”


“Apa?” tanya Min Kyu. [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon