1/26/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 30 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 30 BAGIAN 1


#30 – Selamat Tinggal, Aji-3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 29 Part 2

Dua pria pengintai bertekad bahwa mereka akan melindungi Aji-3. Mereka sangat ketakutan, karena para penjahat itu menggoyang-goyangkan mobil mereka dan membawa pemukul baseball. Aji-3 menggenggam tangan mereka. “Jangan buka pintunya! Tetap di dalam!” kata pengintai paman.


Para penjahat ingin memecahkan kaca mobil, namun Polisi keburu datang dan menangkap mereka semua. Doktor Casey juga berada diantara mereka.


Pai: “Aji-3, kau baik-baik saja.”
Baek Gyoon: “Ayo kita pulang.”


Aji-3 terlihat senang bisa melihat mereka lagi.


Sedangkan pengintai paman berusaha menyembunyikan wajahnya.


Para Polisi menggeledah kamar hotel Martin, namun tidak menemukan seorang pun disana.


Keponakan bertanya apakah Aji-3 akan mengingatnya. Paman bilang karena Aji-3 robot, jadi pasti Aji-3 akan mengingatnya untuk selamanya. “Aku bahagia,” kata si keponakan. Paman juga ikut tersenyum.


Ji A berkata, bahwa mereka akan membelikan sepatu baru untuk Aji-3.


“Aku bertemu banyak orang. Aku ingin membaca emosi dari lebih banyak orang lagi,” kata Aji-3. Min Kyu berkata Aji-3 pasti sangat menikmati pengalaman pertamanya berada di dunia luar. Baek Gyoon lalu meminta Aji-3 untuk memback-up kejadian hari ini.


Ji A bertanya apakah Aji-3 senang bisa pulang ke rumah. Aji-3 bilang ia harus beristirahat. Hoktal bilang mereka juga akan beristirahat. Mereka merasa lega, tapi Hoktal bilang mereka harus teteap mengecek apakah Aji-3 baik-baik saja.


Hoktal: “Aji-3, kursi apa yang teraman dalam perjalanan ke Busan?”
Aji-3: “Kursi Ma Dong Seok. Hahaha...”
Hoktal: “Dia baik-baik saja.”


Mereka semua tertawa bersama.


Ji A dan Min Kyu merebahkan kepalanya di sofa. Mereka merasa sangat lega. Min Kyu tiba-tiba tertawa sendiri. Ji A bertanya apa yang sedang Min Kyu pikirkan. “Rahasia,” jawab Min Kyu. Tapi Ji A bertanya lagi. “Aku hanya merasa bahagia atas apa yang terjadi saat ini. Aku berhasil mencapai tujuanku dan kau berada di sampingku sekarang.”


Min Kyu lalu berbaring di pangkuan Ji A. Ia tidak peduli saat Ji A berkata bahwa ia berat. Min Kyu kemudian memuji cara menyetir Ji A. Ji A kemudian memuji dirinya sendiri, ia meminta Min Kyu katakan saja apa yang dibutuhkannya.


Min Kyu: “Buatlah apa saja yang kau inginkan. Aku ingin menjadi orang pertama yang melihatnya.”
Ji A: “Kau masih belum aman untuk pergi keluar sendirian, jadi aku akan...”
Min Kyu: “Berhenti disitu.”


Tanpa sengaja mereka saling bertatapan. Ji A menyuruh Min Kyu bangun, karena ia harus pulang. Ji A berkata bahwa Min Kyu bisa membawa boneka pretty untuk menemaninya. Min Kyu bertanya kenapa Ji A tidak bisa tinggal saja disana.


Min Kyu kemudian merajuk agar Ji A memasakkan sesuatu untuknya, karena dia merasa lapar. Ji A mendorongnya agar Min Kyu masak saja sendiri. Min Kyu terus merajuk. “Ah... ayolah. Aku ingin makanan. Aku tidak punya tenaga.”


Ji A pergi ke dapur dan bercerita tentang gimbap yang ia buat saat piknik sekolah.


Min Kyu mengingat saat seorang anak kecil di cafe Sun Hye, bercerita tentang bikinya yang pergi piknik dan membuatnya gimbapnya sendiri.
Flashback..


Saat itu Dong Hyun bercerita kalau bibinya tidak bisa membuat gimbap, dan sebagai gantinya ia membuat bola nasi. Saat itu, hanya ibu Dong Hyun yang mau memakannya, jadi sejak itu bibinya menjadi malaikat penjaga bagi ibunya.


Menyadari hal itu membuat Min Kyu tertawa. Ia kemudian berkata, “Sekarang aku tahu siapa malaikat penjagaku.”


“Siapa?” tanya Ji A. Min Kyu menarik Ji A dan mencium bibirnya dengan sangat mesra dan lama.


Ketua Hwang sudah mengenakan pakaian tahanan. Ia bertanya apakah Yoo Cheol sudah tahu tentang masalah lainnya juga.


Sek. Yoon: “Tidak. Aku tidak memberitahunya.”
Ketua Hwang: “Martin sudah pergi. Aku hanya perlu menggagalkan tuntutannya. Pastikan kau mendapatka dukungan Direktur Ye.”


Direktur Ye berkata bahwa dia tidak mau memiliki besan seorang kriminal. Sekretaris Yoon memberikan sebuah amplop berwarna coklat dan berkata bahwa itu adalah hadiah dari Ketua Hwang.


Sekretaris Yoon menjelaskan bahwa semua saham yang semula berada di akun pinjaman, kini sudah ditransfer kepada RI El. Ia juga mengatakan bahwa Ketua Hwang menginginkan Direktur Ye menggantikan Min Kyu menjadi Direktur Utama.


Direktur Ye mulai tertarik, tapi menurutnya tidak cukup jika hanya memecat Min Kyu, karena dia pasti kembali. Direktur Ye berkata bahwa mereka harus memastikan agar Min Kyu kehilangan keinginannya untuk kembali.


Sek. Yoon bertanya, “Apa kau akan menggunakan penyakitnya?” Direktur Ye ingin menjawab, namun ia menyadari kedatangan Ri El. Ri El kecewa dan pergi ke ruangan lain. Direktur Ye menyusulnya.


Direktur Ye berusaha meyakinkan RI El bahwa mereka melakukan hal yang benar. Ri El bertanya apakah menurut ayahnya dia akan bahagia dengan itu semua. “Semua akan berlalu. Saat kau menyadarinya, itu bahkan seperti tidak terjadi apa-apa,” kata Direktur Ye. Ri El sangat sedih.


Yoo Cheol berusaha meyakinkan dirinya sendiri, bahwa ayahnya tidak membunuh siapapun. Ponselnya berdering dan ia mengangkatnya.


Ri El: “Apakah Min Kyu punya penyakit? Aku rasa ayahmu dan ayahku akan menggunakannya untuk sesuatu yang buruk.”
Yoo Cheol: “Apa?”
Ri El: “Aku meneleponmu karena berpikir kau pasti tidak akan tahu tentang ini. Kau tidak tahu bukan?”
Yoo Cheol: “Tidak, aku... aku akan menghubungimu kembali.”


Yoo Cheol pergi ke ruang kerja ayahnya dan mencari-cari seuatu.


Ia membuka paksa laci meja yang terkunci dan menemukan sebuah flashdisc di dalamnya bersama beberapa dokumen.


Ia mengecek isi flashdisc itu dan melihat rekaman saat Min Kyu sedang sekarat.


Yoo Cheol sangat terkejut dan terlihat sedih.


Ia juga melihat dokumen perjanjian yang ayahnya buat bersama Tim Santamaria.


Pai membeli sepatu yang sepertinya untuk Aji-3. Keluar dari toko, ia melihat sebuah tempat lain.


Penata rambut bertanya apa model rambut yang Pai Inginkan. Pai berkata bahwa ia ingin meluruskan rambut termasuk poninya.


Baek Gyoon mengecek folder di komputer dan tersenyum. Ia kemudian menghampiri Aji-3.


Sun Hye dan Hoktal saling bertatapan dengan penuh cinta.


Tapi Ssanip datang dan bertanya apakah ia bisa bergabung bersama mereka. “Aku ada disini. Tolong hormati keberadaanku. Apa kalian ingin aku membelikan kalian sepasang lampu hati?” Ssanip mulai menangis dan berkata bahwa dia tidak bisa tidur dan tidak pernah mengira bahwa hal itu akan terjadi.


Pai datang dengan tampilan barunya.


“Sudah kubilang dia akan terlihat cantik,” puji Sun Hye.


Hoktal: “Siapa dia? Kau mengenalnya?”
Ssanip: “Rambutmu, gayamu, wow..”
Hoktal: “Kau mengenalnya juga?”


Hoktal lalu menyapa Pai dan terkejut saat menyadari siapa yang di depannya itu. Hoktal bilang orang akan mati jika membuat perubahan drastis.


Pai memberikan mereka minuman. Ia menyuruh Hoktal meminumnya agar segera sadar. “Gayanya berubah, tapi karakternya tidak. Good,” kata Ssanip. Ssanip lalu berkata bahwa moodnya sedang buruk dan berpikir untuk mengecat rambunya menjadi berwarna biru abu. Pai setuju.


Ssanip mengajak Hoktal melakukannya juga. Hoktal melihat ke arah Sun Hye yang memberi kode dengan menggelengkan kepalanya. Ssanip menangis lagi, ia meminta Hoktal agar kembali ke masa saat Hoktal selalu baik padanya.Ia tidak mau kesepian di hari seperti itu. Hoktal bertanya apakah itu hari yang istimewa, tapi Ssanip tidak menjawabnya.


Baek Gyoon datang dan langsung menerima dan meminum jus yang diberikan oleh Pai. Ia bersikap seolah tidak terjadi perubahan pada penampilan Pai.


Ssanip dan Hoktal berusaha memberi kode pada Baek Gyoon tentang perubahan rambut Pai, namun tidak berhasil. “Ada apa? Apa kulit kepala kalian gatal?” tanya Baek Gyoon.


Sun Hye berkata kalau Baek Gyoon dan Pai memang tercipta untuk satu sama lain.


Baek Gyoon lalu meminta Ssanip pergi ke Yongsan untuk membeli sparepart Aji-3. Ssanip pergi sendirian. Sedangkan Baek Gyoon kembali ke lab bersama Pai.


Baek Gyoon: “Pai.. kau terlihat agak... aneh.”
Pai: “Bagaimana?”
Baek Gyoon: “Kau tidak terlihat seperti biasanya. Perbedaannya adalah... Oh, matamu lebih besar.”
Pai: “Aku tidak memakai kacamata.”


Pai berkata kalau dia membelah poninya, saat Baek Gyoon mengatakan bahwa keningnya terlihat lebih lebar.


“Oh, kau membelah ponimu. Tunggu, rambutmu. Bukankah rambutmu keriting?” Baek Gyoon baru menyadarinya. Pai berkata bahwa dia bosan berambut keriting, jadi dia meluruskannya. Pai bertanya apakah rambutnya terlihat aneh. “Tidak, tidak aneh,” jawab Baek Gyoon.


Pai lalu mengajaknya pulang dan Baek Gyoon kembali berkata bahwa rambut Pai tidak aneh. [crstl]

Advertisement


EmoticonEmoticon