1/20/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 27 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 27 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 27 Part 1

Direktur Ye berkata pada Ri El, bahwa Ri El tidak perlu menikah dengan Min Kyu sesuai dengan keinginannya. “Min Kyu akan segera mengundurkan diri dan Yoo Cheol akan menggantikannya. Kau lebih baik bersama Yoo Cheol daripada Min Kyu,” kata Direktur Ye.


Ri El heran kenapa ayahnya tiba-tiba menyebut nama Yoo Cheol. Direktur Ye tidak memberikan alasannya. Ia hanya berkata bahwa ada tamu yang akan datang, dan meminta Ri El menyambut mereka dengan baik.


Pintu diketuk, lalu Ketua Hwang dan Yoo Cheol masuk. Ketua Hwang bahkan meminta Ri El memanggilnya dengan sebutan paman, jika sedang berada di luar kantor. “Ah tidak. Sebentar lagi kau akan memanggilku ayah mertua,” kata Ketua Hwang.


Ri El tidak mengerti. Yoo Cheol pun kelihatan tidak nyaman. “Ayo kita bicara sambil makan,” ajak Direktur Ye. Ri El permisi keluar sebentar. Yoo Cheol mengikuti Ri El


Yoo Cheol: “Ri El! Tunggu.”
Ri El: “Lepaskan. Jangan katakan apapun. Kau sama buruknya.”
Yoo Cheol: “Aku tidak tahu. Aku tidak tahu apapun tentang ini.”


Ri El berkata bahwa dia sudah tidak bisa mempercayai Yoo Cheol lagi. Dia bahkan tidak yakin kalau Yoo Cheol yang ada di depannya adalah Hwang Yoo Cheol yang dia kenal. Ia lalu pergi meninggalkan Yoo Cheol.


Min Kyu meminta Ji A menceritakan semua hal yang tidak dia ketahui saat mereka bersama dulu.


“Hatiku berdebar setiap pagi dalam perjalanan menuju rumahmu. Ketika kau mengatakan bahwa aku adalah harta karunmu dan memintaku untuk tinggal bersamamu selamanya. Rasanya seperti kau sedang melamarku,” kata Ji A jujur.


“Dan saat jarimu teriris saat memasak untuk melindungiku agar Tim Santamaria tidak membawaku pergi.”


“Kau seperti seorang ksatria. Dan saat aku menyelamatkanmu yang sedang sekarat...”


“Aku berpikir, Oh Tuhan, Aku tidak percaya ada pria yang tersenyum seindah ini.”


Min Kyu bertanya apakah saat serangan alergi itu terjadi Ji A tidak takut. “Sejujurnya, aku takut. Tapi aku ingat perkataanmu...”


“Bagaimanapun aku berubah, aku harap kau akan selalu mengenaliku,” kata Min Kyu saat itu.


Ji A juga bercerita bahwa dia merasa senang, setiap kali Min Kyu mengelus kepalanya. Min Kyu tersenyum. Ji A berkata lagi, “Kau tahu? Awalnya aku tidak menyukainya. Tapi kemudian aku terbiasa, dan aku merasa kesal jika kau tidak melakukannya.”


“Apa lagi?” tanya Min Kyu. Ji A menceritakan saat Min Kyu mabuk dan berharap bahwa Ji A adalah manusia.


Saat Min Kyu mengatakan itu, Ji A merasa jantungnya akan meledak. Di saat yang bersamaan dia merasa menyesal dan bahagia.


“Itulah kenapa aku bersandar dan berkata ‘ aku bukanlah robot’,” jelas Ji A.


Min Kyu akan mengelus kepala Ji A, tapi dia ingat akan alerginya, dan menarik kembali tangannya. Ji A lalu memasang tudung jaketnya.


Ia meraih tangan Min Kyu dan membawanya ke kepalanya sendiri. Setelah itu, ia tetap memegang tangan Min Kyu.


Min Kyu: “Kau cantik.”
Ji A: “Kau lebih cantik.”


Hoktal sedang menjahit celananya yang sobek karena terjatuh sebelumnya. Ssanip sudah tidur dengan bersandar pada Hoktal. Pai merasa tidak enak, karena mereka pasti menjadi penganggu bagi Sun Hye. Pai meminta maaf dan berjanji akan pergi dalam beberapa hari.


Sun Hye tidak mempermasalahkannya. Ia menganggap dirinya sedang sibuk dengan para pelanggan. Sun Hye lalu bertanya apakah rambut Pai selalu keriting. Hoktal tertawa.


Pai: “Ya, ini keturunan.”
Sun Hye: “Kau cantik, tapi akan tampak lebih bagus bila rambutnya lebih lurus.”
Pai: “Aku dengar kau pernah punya banyak pacar. Kenapa sekarang tidak punya?”
Sun Hye: “Aku punya penyakit kronis.”


Hoktal terkejut. Sun Hye bercerita bahwa dia menyukai seorang pria karena pria itu bersinar seperti bintang. Tapi setelah itu dia menyadari bahwa pria itu hanya sebuah batu. Semua hubungannya seperti itu.


Hoktal: “Mereka bilang manusia-manusia pertama dibuat dari debu atom. Kenapakau mencari bintang di luar padahal bintang itu ada di dalam dirimu?”
Sun Hye: “Haruskah kita berkencan?”
Hoktal: “Ya. Tunggu, apa?”


Hoktal berteriak karena jarinya tertusuk jarum. Ssanip sampai terbangun. Hoktal langsung menyentuh telinga Ssanip, dan ia langsung tertidur lagi.


Sun Hye: “Jawabanmu?”
Hoktal: “Bintang.”


Hoktal: “Jika itu yang kau inginkan.” (Hoktal mengangguk)
Ssanip: “Telinga.. telinga..”
Hoktal: (Menyentuh telinga Ssanip lagi) “Tidurlah..”


Pai tampak tidak percaya apa yang baru saja dia saksikannya itu.


Ji A dan Min Kyu masih menikmati kebersamaan mereka. Ji A melanjutkan ceritanya bahwa di hari Min Kyu me-reset-nya, dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.


Min Kyu: “Apa itu sangat berat?”
Ji A: “Lumayan. Aku suka melihatmu. Aku suka saat kau melihatku. Aku membayar harga untuk melupakanmu, karena aku menipumu. Dulu, saat kau mengikutiku ke Pulau Geoje, aku sangat menyesal karena berpura-pura tidak mengenalmu. Ketika kau memanggilku...”


“Hai, Aji-3,” sapa Min Kyu saat itu.


“Rasanya hatiku jatuh di lantai. Malam itu saat di gudang, aku sangat khawatir kau akan mengetahuinya dan alergimu kembali kambuh. Tapi melihat wajahmu, mendengar suaramu, membuatku sangat bahagia. Aku harusnya memberitahukanmu saat itu. Aku sangat menyesal,” kata Ji A sambil tersenyum.


Min Kyu mendekat untuk mencium Ji A. Ji A sudah menutup matanya. Tapi ternyata Min Kyu masih belum yakin. Ia menjauhkan lagi dirinya dari Ji A dan berpaling.


Ji A lalu memasangkan tudung jaket ke kepala Min Kyu, dan ia sendiri bersandar di bahunya. “Aku ada disini. Yang sangat ingin kukatakan padamu, akan kukatakan sekarang. Hari itu, saat hari hujan. Hari dimana kau memayungiku. Hari saat aku mencium...” 


“Hentikan. Hadiah terbaik harus dipisahkan terlebih dulu. Aku masih belum mau membuka hal yang satu itu,” kata Min Kyu memotong pembicaraan Ji A. Min Kyu lalu melepaskan tudung jaketnya dan melepaskan genggaman tangan Ji A.


Min Kyu mengucapkan terima kasih pada Ji A karena sudah memberitahukan kebenarannya dan membuat ia memiliki kenangan yang indah. “Dengan kenangan itu, aku rasa aku bisa menjalani sisa hidupku,” kata Min Kyu.


Ji A ikut berdiri dan menanyakan maksud dari perkataan Min Kyu. Min Kyu bilang ia harus kembali ke tempat dimana dia seharusnya berada. Dia merasa tidak bisa menyentuh Ji A. Min Kyu tidak mau Ji A merasakn penderitaan yang telah ia rasakan selama 15 tahun terakhir. “Ini saatnya kita berpisah,” kata Min Kyu.


Min Kyu bilang ia memang tidak bisa melihat hujan meteornya bersama Ji A, tapi kenangan saat itu cukup emosional baginya. “Waktu kita bersama sudah berakhir. Selamat tinggal, Aji-3,” kata Min Kyu.


Ji A yang tadinya sudah bahagia, kembali harus merasakan kesedihan atas perpisahan yang disampaikan Min Kyu. Min Kyu berkata lagi, “Selamat tinggal, Jo Ji A.” Min Kyu lalu pergi.


Ji A berusaha menghentikannya. “Bagaimana kau bisa pergi seperti ini? Berhenti disitu! Seseorang yang memberikan cinta yang aku inginkan adalah dirimu. Orang yang aku rindukan setiap hari adalah dirimu. ” Min Kyu berbalik dan menatap Ji A lagi.


“Ini bukan karena kau membutuhkan aku. Aku yang sangat membutuhkanmu. Ini karena kau adalah orang yang aku cari dan tunggu sepanjang hidupku. Kau tidak tahu bukan? Itulah yang ingin aku katakan sebelum reset saat itu. Aku mencintaimu,” ucap Ji A berkaca-kaca.


Min Kyu menghampiri Ji A dan kini tanpa ragu Min Kyu menciumnya. Dan hujan meteor terlihat di langit.


Jam tangan medis Min Kyu menunjukkan kalau dia baik-baik saja.


Mereka kemudian tertawa bersama, karena merasa malu.


“Ah, kita melewatkan hujan meteornya. Aku ingin membuat permohonan,” kata Ji A. 


Min Kyu: “Permohonanku baru saja terwujud.”
Ji A: “Apa itu?”


Min Kyu lalu memeluk Ji A tanpa rasa ragu sedikitpun. Mereka terlihat sangat bahagia. [crstl]


Advertisement

6 komentar

Kk eps 28 yjgn lma2 y...makasih

Terharu..
Makasih udah buat sinopsis..

Sukaaaaaaaaa....
Lanjut kk,trmksh sdh bwt sinopnya..smgt 😊

Kissu....kyaaaa
Mau dong jadi ji a...

Trimakasih snopsisnya kka jgn lama2 ya untk eps brikutnya hehe ;) smoga bahagia.


EmoticonEmoticon