1/19/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 27 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 27 BAGIAN 1


#27 – Aku Sangat Membutuhkanmu


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 26 Part 2

Sun Hye dikagetkan oleh Aji-3 yang tiba-tiba berdiri, setelah mendengarkan berita tentang hujan meteor yang sedang terjadi. Sun Hye kenapa Aji-3 tiba-tiba berdiri seperti itu.


Aji-3: “Aku harus pergi ke Gunung Hwangmae.”
Sun Hye: “Apa kau gila? Ini sudah larut malam.”
Aji-3: “Dia berjanji padaku akan membawaku kesana saat hujan meteor.”
Sun Hye: “Siapa?”
Aji-3: “Temanku.”


Tapi Sun Hye menduga kalau teman Aji-3 itu sudah pergi bersama orang lain. “Siapa?” tanya Aji-3 sambil memiringkan kepalanya.


Min Kyu menyentuh lampu hatinya dan langsung menyala. Lampu satunya pun menyala, tapi Ji A tidak langsung menyadarinya.


Saat dia menoleh, barulah ia melihat lampunya yang menyala. Ia lalu bergegas pergi.


Min Kyu keluar dari rumahnya sambil berlari menuju mobilnya. Ia mengendarai mobilnya.


Ji A menghentikan sebuah taksi dan naik ke dalamnya.


Di dalam mobil, Min Kyu menyetir dengan agak gelisah. Ia berusaha menenangkan dirinya dengan cara mengatur napasnya.


Min Kyu sampai di Gunung Hwangmae. Ada banyak pengunjung disana, tapi dia tidak melihat Ji An. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling gunung. Hingga akhirnya ia hampir putus asa dan memutuskan untuk pergi.


Min Kyu berbalik dan melihat ada Ji A disana dengan napas tersengal-sengal.


Min Kyu: “Apa yang ingin kau katakan? Apa yang sangat ingin kau katakan?”
Ji A: “Akan kuberitahu. Akan kukatakan segalanya. Banyak yang ingin kukatakn. Aku tidak tahu harus mulai darimana.”
Min Kyu: “Mulailah dari pertama. Saat hari pertama kau datang ke rumahku.”


Ji A mulai menceritakan bahwa pertama kali Min Kyu bertemu dengannya adalah sebagai manusia.


Jo Ji A yang Min Kyu kenal sebagai manusia adalah Jo Ji A si penemu Lampu Hati. “Apa aku bertemu dengannya sebelum hari final?” tanya Min Kyu.


Ji A lalu menjelaskan bahwa dirinya adalah Direktur Jo yang membeli dan mengirimkan robot action figure. Ji A menjelaskan bahwa itulah saat pertama kali mereka bertemu.


Hoktal kembali ke cafe Sun Hye dengan berjalan pincang, karena terjatuh saat mengejar mobil Minkyu, dan Ssanip membantunya. “Kami tidak bisa menemukan brother. Dia tidak ada di rumah,” kata Hoktal pada Sun Hye. Ssanip merasa bahwa mereka harusnya mengikutinya dan meminta maaf padanya, karena mungkin itu terakhir kalinya mereka bertemu.


Ssanip: “Apa kita akan mendapat kesempatan untuk meminta maaf pada brother dengan baik dan menjelaskan sendiri?”
Hoktal: “Akan menyenangkan jika kita punya kesempatan itu. Tapi semua itu terserah pada brother.”
Ssanip: “Aku harap dia akan menemui kita satu kali saja. Kalau tidak aku akan terus menangis setiap kali memikirkannya.”


Sun Hye : “Jika dekat tragedi, jika jauh komedi. Apa itu?”
Hoktal+Ssanip: “Kehidupan?”
Sun Hye: “Benar. Itulah kehidupan.”


Min Kyu memejamkan matanya saking ia tidak percaya kalau Ji A adalah Direktur Jo. Itu tidak mungkin terjadi, karena ia sudah pernah bicara beberapa kali di telepon. 


Min Kyu mengingat saat Ji A mengetahui isi di dalam paket yang masih tersegel.


Min Kyu juga mengingat saat membahas ciumannya kepada Direktur Jo.


Walaupun begitu, Min Kyu masih belum percaya. “Ini tidak masuk akal. Ketika Aji-3 dikirim, aku sedang bicara di telepon dengan Direktur Jo,” kata Min Kyu.


Ji A: “Benar. Akulah yang bicara di telepon denganmu. Aku menyuruhmu ke dokter.”
Min Kyu: “Aji-3 ada di dalam kotak.”
Ji A: “Aku menerima telepon dari dalam kotak. Ketika kotaknya dibuka, kau berdiri di depanku. Aku sangat terkejut.”


“Astaga!” teriak Ji A saat itu sambil mundur ke belakang.


Ji A bilang ia kira sudah ketahuan. Min Kyu mengatakan bahwa menurut Baek Gyoon itu adalah Mode Teman. “Kau percaya padanya,” kata Ji A.


Min Kyu: “Jadi Mode Teman tidak pernah ada?”
Ji A: “Dia berbohong.”
Min Kyu: “Apa itu berarti aku yang bodoh?”
Ji A: “Aku terkejut kau mempercayainya.”


“Uh.. astaga.. Bagaimana aku bisa terperdaya?” kata Min Kyu kesal pada dirinya sendiri. Ia lalu mengingat saat Ji A menuduhnya buang angin.


Min Kyu: “Aku? Itu bukan aku.”
Ji A: “Lalu apa itu aku?”
Min Kyu: “Tidak mungkin kau.”


“Bagaimana dengan buang gas itu?” tanya Min Kyu. Ji A menutup wajahnya karena merasa malu. “Hey, kau pasti berpikir aku ini bodoh?” Ji A tidak menjawab. “Katakan dengan jujur.” Ji  A tidak percaya Min Kyu bisa sebodoh itu. “Cukup.”


Ji A bertanya apakah Min Kyu mempercayainya. Min Kyu tetap bilang kalau ia tidak bisa mempercayai Ji A. “Kau mungkin Direktur Jo, tapi aku tetap tidak percaya pada diriku sendiri karena berpikir bahwa kau adalah sebuah robot,” kata Min Kyu. Ji A berkata bahwa dia juga sulit mempercayainya.


“Kau robot yang kreatif dan cerdas,” puji Min Kyu saat Ji A menghancurkan sebuah kotak untuk mengetahui isinya, padahal seharusnya ia menjawab beberapa pertanyaan yang sulit terlebih dulu.


Ji A berkata bahwa Min Kyu adalah orang pertama yang menyebutnya cerdas. “Cukup!” kata Min Kyu lagi. Tak lama kemudian, Ji A bicara lagi bahwa kakaknya tidak mengetahui apa yang dia lakukan.


Ji A mengingatkan Min Kyu saat ia bertemu dengan Jin Bae, ia menutup wajahnya dengan rambutnya, agar kakaknya tidak mengenalinya.


“Ah.. Aku bahkan masih mempercayaimu setelah itu,” sesal Min Kyu. “Kau memanggilku untuk mengatakan bahwa aku bodoh?”


“Kau yang memanggilku,” kata Ji A. Min Kyu tidak bisa menyangkal.


Jin Bae dan Baek Gyoon sedang mengintai di depan suatu gedung yang diduga adalah tempat tinggal Jang Doo Sam. Jin Bae bilang ia mengetahuinya dari Madam X.


Baek Gyoon: “Madam? Madam X? X?”
Jin Bae: “Aku tidak tahu siapa dia. Aku hanya tahu kalau Madam X adalah seorang informan. Tapi apa kau pikir akan mampu untuk meyakinkannya?”
Baek Gyoon: “Harus. Dia satu-satunya harapan kita.”


Baek Gyoon kemudian menerima telepon dari Pai yang mengabarkan tentang survey lokasi baru untuk lab mereka. Pai bilang itu tempat yang terbaik dari yang sudah mereka lihat dan cukup untuk Aji-3. Kemudian Pai sadar bahwa Aji-3 akan dikirim pergi.


Baek Gyoon yakin akan pilihan Pai dan memintanya menandatangani kontraknya.


Pai kembali ke cafe dan langsung meminta Sun Hye membuatkannya kopi Americano. Pai berkata bahwa dia sudah menandatangani kontrak tempatnya dan mereka bisa pindah setelah mengirimkan Aji-3 kepada Ketua Hwang.


Pai: “Apa Aji-3 kehabisan baterai?”
Sun Hye: “Dia terus berkata bahwa dia harus pergi ke suatu tempat. Jadi aku menyalakan mode standby, karena aku merasa kesal.”
Pai: “Ketua Martin mungkin akan membongkar bagian-bagian Aji-3.”


Hoktal hanya bisa berharap bahwa Aji-3 akan bermanfaat bagi banyak orang. “Maafkan aku, Aji-3,” kata Ssanip. 


Sun Hye membawakan kopi Pai dan mengajak semua orang untuk membuat harapan saat hujan meteor. Siapa tahu salah satu dari mereka akan terwujud keinginannya. Mereka semua menganggukkan kepalanya setuju.


Min Kyu bertanya apakah masih ada kebohongan lain Ji A. Ji A bilang ia tidak berbohong untuk hal lain, tapi ia mencuri. “Apa kau ini bawang? Kau punya begitu banyak lapisan yang tidak kau tunjukkan padaku,” gerutu Min Kyu.


Ji A kemudian bercerita bahwa dia mencuri makanan hampir kadaluarsa yang sudah Min Kyu buang ke tempat sampah. Dia juga mengaku kalau dia mengambil sedikit selada dan alkohol. 


Min Kyu menebak pasti saat itu Ji A lapar dan sangat ingin mencoba masakannya.”Aku sudah memakan masakanmu saat di Pula Geoje. Semuanya sangaaaaat lezat,” kata Ji A.


Min Kyu: “Apalagi? Ceritakan padaku.”
Ji A: “Tidak ada.”
Min Kyu: “Kau yakin.”
Ji A: “Ya, aku yakin.”


Min Kyu mengingat tentang payung buatan Ji A dan mengulangi pertanyaannya. Tapi Ji A tetap yakin kalau tidak ada lagi yang ingin dia katakan. Min Kyu lalu bertanya, “Siapa Hong Joo?”


Baek Gyoon bertanya kepada Jin Bae tidak marah padanya. Ia mengira bahwa akan dipukul walaupu sedikit. “Pengacara selalu berpikir dari sudut pandang pelaku dan juga korban. Itulah kenapa aku bisa mengerti,” kata Jin Bae.


Jin Bae juga mengatakan bahwa pada akhirnya dia merasa kasihan pada Min Kyu, adiknya, dan juga Tim Santamaria. Tapi ia dapat merasakan ketulusan hati mereka. Jin Bae juga mengatakan bahwa tuntutan hukum terhadap mereka akan dikirimkan ke pengadilan esok hari.


Min Kyu: “Baiklah. Apa yang kau pikirkan tentang aku saat pertama kali bertemu denganku sebagai manusia?”
Ji A: “Kau si brengsek.”
Min Kyu: “Apa?”
Ji A: “Kau pergi tanpa memberikan sisa uangnya. Saat itu, aku tidak tahu tentang alergimu. Dan aku baru tahu kalau kotak robotnya rusak saat sudah berada di rumahmu.”


Min Kyu kembali terkejut saat Ji A dengan jujur mengatakan bahwa dia juga pernah menganggap Min Kyu seorang psikopat gila. Alasannya adalah karena Min Kyu merayakan ulang tahun robot pembersih debunya dan ada rengking untuk setiap mesin.


Ji A kemudian merasa kasihan pada Min Kyu. “Semakin banyak aku menghabiskan waktu bersamamu, semakin aku mengenal dirimu. Aku terus merasa sedih. Lalu aku mulai berharap untuk kebahagiaanmu. Aku ingin melakukan apapun yang aku bisa untuk membuatmu bahagia.,”kata Ji A.


“Aku tidak bisa mendengar suaramu, karena suaramu terlalu kecil. Kemarilah,” kata Min Kyu sambil menggeser duduknya.


Ji A pun mendekati Min Kyu. “Ceritakan lagi dari awal,” pinta Min Kyu. [crstl]

Advertisement


EmoticonEmoticon