1/04/2018

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 17 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 17 BAGIAN 1


#17 – Kau Bisa Bawa Aji-3 Pergi Sekarang


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 16 Part 2

Ji A masuk ke toilet untuk menenangkan dirinya yang sebentar lagi akan mempresentasikan tentang lampu hati ciptaannya. Lalu ia mendengar pembicaraan beberapa pegawai bahwa acara final ini disarankan oleh Three-Part Batton dan yang bertanggung jawab adalah Kepala Tim Kontribusi Sosial Ye Ri El.


Kary. 1: “Dia melakukan ini untuk mendorong Ri El.  Mereka bertunangan dan dia adalah putri satu-satunya Direktur Ye Sung Tae.”
Kary. 2: “Kenapa dia menikahi Three-Part Batton? Ada juga putra Ketua, Hwang Yoo Cheol. Aku dengar mereka berteman sejak kecil. Bukankah CEO Hwang pria yang lebih baik?”
Kary.1: “Three-Part Batton itu tampan. Dia kaya dan direktur terbaik kita.”
Kary.2: “Tapi dia tidak punya tata krama sama sekali, dan dia psikopat.”


Ji A yang tidak suka mendengar Min Kyu dijelek-jelekkan tiba-tiba keluar hingga mengangetkan mereka. Ia juga sengaja mencipratkan air ke arah dua karyawan wanita itu.


“Aku kenal dia. Min Kyu lebih baik daripada CEO Hwang dalam segala hal,” gumam Ji A setelah karyawan itu keluar.


Keluar dari toilet, Ji A kesulitan untuk menyambungkan ponselnya ke wi-fi, padahal itu salah satu syarat berfungsinya lampu hati. Ia lalu bertanya password wi-fi tersebut kepada seorang pria yang lewat di sebelahnya.

“Password wi-fi? KM123456,” jawab pria itu yang ternyata adalah Jin Bae. Ji A langsung memalingkan wajahnya. Ia mengucapkan terima kasih dan pergi. Tapi Jin Bae memanggilnya dan berjalanmendekatinya. “Tunggu. Apa kau datang untuk Kompetisi Pengusaha Muda? Tempatnya di arah sebaliknya.”


Ji A langsung membalikkan badannya dan mengucapkan terima kasih dengan mengubah suaranya. Jin Bae merasa koper yang dibawa Ji A sangat familiar, tapi ia membiarkannya saja.


Di tempat kompetisi, Ri El sedang membacakan peraturan kompetisi dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada Hari Rabu.
Flashback..


Min Kyu membaca petisi dari Ji A yang mengatakan bahwa lampu hati itu terinspirasi dari kata-kata ayahnya. “Ketika kau menyentuh lampu hatinya, kau akan memikirkan seseorang yang ingin kau bagi perasaannya. Jika kau mengadakan acara finalnya, aku ingin memberikanmu lampu hati ini. Aku harap seseorang akan muncul dalam kehidupanmu.”


Min Kyu kemudian memutuskan untuk datang ke acara final. Ia menghubungi Jin Bae untuk mengosongkan tribun lantai 2 tempat terselenggaranya acara itu.


Jin Bae kemudian menghubungi seseorang agar menunda demonstrasi produk karena Min Kyu akan hadir.


Di taksi, Baek Gyoon juga sangat gelisah saat tahu kalau Min Kyu akan datang ke acara final. Ia akan menyusul dan menghalanginya agar tidak bertemu Ji A.


Min Kyu sudah sampai di area parkir.


Min Kyu masuk ke tempat final bertepatan dengan CEO Hwang yang baru saja naik ke podium.


Kedatangan Min Kyu membuat senyum CEO Hwang hilang seketika, tapi ia tetap memberikan sambutannya.


Di tribun lantai atas, ternyata juga ada Ketua Hwang.  Mereka menatap satu sama lain. Setelah CEO Hwang selesai memberikan sambutannya, Ketua Hwang juga pergi.


Jin Bae kemudian datang dan menyapa Min Kyu dari arah belakang, dan Min Kyu menyuruhnya tetap disana.


Jin Bae kemudian melihat ke arah podium dan menemukan booth berjudul ‘Lampu Hati, Jo Ji A’. “Apa itu? Aku yakin itu penemuan Ji A,” gumam Jin Bae. 
Flashback..


Ia kemudian mengingat  wanita yang sebelumnya menanyakan password wi-fi.


“Apa wanita dengan rambut afro tadi adikku?” gumam Jin Bae lagi.


Ssanip sangat khawatir akan keadaan Ji A, tapi Hoktal berusaha menenangkannya. Mereka ada di cafe Sun Hye sambil bermain kartu tarot.


Sun Hye lalu membuka kartunya dan mengatakan kalau keberuntungan hari ini tidak terlalu baik.


Di tempat final, semua booth dipenuhi pengunjung yang ingin tahu tentang produk mereka, kecuali booth Ji A. Di sana sama sekali tidak ada pengunjung yang datang.


Saat ada yang datang, Ji A berusaha menjelaskan kepada mereka, namun mereka bilang itu tidak berguna karena sekarang sudah ada ponsel. Bahkan adapula yang mengatakan bahwa Ji A masuk final karena koneksi, padahal produknya tidak berguna.


Dari tribun atas, Min Kyu masih memperhatikan booth lampu hati Ji A.


Jin Bae juga gemas. Menurutnya, Ji A harus bicara lebih keras dan bersemangat. “Kau selalu berteriak dengan keras jika bertengkar denganku. Kenapa kau hanya duduk saja? Kau punya kaki yang kuat,” gerutu Jin Bae.


Baek Gyoon sampai di tempat acara dan akan menghampiri Ji A, tapi Jin Bae menepuk pundaknya dan menyuruhnya mengikutinya. Jin Bae berkata bahwa Baek Gyoon tidak boleh datang kesana.


Baek Gyoon: “Apa Kim Min Kyu mengenali Ji A?”
Jin Bae: “Tidak. Dia menyamar menjadi wanita aneh. Sepertinya dia melakukannya agar tidak ketahuan olehku.”
Baek Gyoon: “Aku mengerti. Aku lega mendengarnya.”


Jin Bae bertanya bagaimana Baek Gyoon tahu kalau Ji A masuk final dan bertanya apa mereka berkencan lagi. “Aku ingin melakukannya. Aku akan memberitahunya sekarang. Apa dia melakukannya dengan baik?” Jin Bae bilang kalau keadaan Ji A tidak terlalu baik.


“Tapi Ji A punya sesuatu yang lebih besar daripada keberuntungan. Dia punya sesuatu dari ayahnya. Sebuah warisan yang tidak akan pernah bisa diambil darinya,” kata Sun Hye saat membuka kartu lagi.


Ji A masih tertunduk saja di booth saja.


Min Kyu yang nasih ada disana merasa kecewa dengan penampilan Ji A di booth, padahal dia terlihat saat percaya diri dalam surat petisinya.


Para pengunjung memberikan voting produk mana yang paling mereka sukai.


“Putri kesayanganku, Ji A. Aku hebat dalam memperbaiki mobil, tapi kau hebat dalam membantu orang lain. Kau akan menjadi seseorang yang melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Aku yakin sekali. Aku percaya padamu,” pesan ayah.


Ji A mulai berdir dan bicara dengan lantang. Dia memulainya dengan kalimat, “Apa kau punya seseorang yang dicintai?...” lalu menjelaskan tentang manfaat lampu hatinya.


Pengunjung: “Aku akan pergi berbisnis ke Amerika pekan depan. Jika aku menyentuh lampu ini saat merindukan putriku...”
Ji A: “Maka lampu hati milik putrimu juga akan menyala.”
Pengunjung: “Apa ini tetap bekerja jika dari Eropa?”
Ji A: “Bahkan jika dari Afrika.”


Seorang pengunjung pria lalu datang dan mengatakan bahwa dia akan mengirimkan lampu hati itu untuk putranya yang sedang kuliah di New Zealand. “Dia sangat kesulitan disana, jadi setiap malam dia selalu meneleponku dan menangis karena merindukanku.”


Para pengunjung mulai penasaran dengan produk Ji A.


Min Kyu masih melihatnya dari atas dan kini ia tidak lagi kecewa.


Baek Gyoon dan Jin Bae juga terlihat senang melihat keberhasilan Ji A. Baek Gyoon menyesal karena pernah memandang rendah Ji A. Kini ia bahkan mengakui kalau Ji A lebih cerdas dari dirinya, karena pelajaran tentang quantum tidak ia dapatkan melalui otaknya , melainkan hatinya. “Kau juga mungkin menyesal. Ji  A bilang kau dan aku sangat mirip,” kata Baek Gyoon.


CEO Hwang dan Ri El datang ke booth produk untuk anjing dan bertanya siapa nama anjingnya. Penemu menjawab namanya Mink.


CEO Hwang: “Kebetulan sekali. Dulu anjingmu juga bernama Mink.”
Ri El: “Kau ingat?”
CEO Hwang: “Tentu saja. Kau menangis sangat keras saat dia mati. Kau bahkan tidak masuk sekolah selama beberapa hari.”
Flashback..


Hwang Yoo Chel kecil berusaha menenangkan Ri El yang menangis karena anjingnya mati.


Seorang pegawai lalu memanggil Ri El dan mengajaknya agar ikut bersamanya.


CEO Hwang kemudian menghampiri booth Ji A dan menyadari bahwa tadi produknya sangat populer. CEO Hwang kemudian pergi setelah berpesan agar Ji A melakuka yang terbaik sampai akhir, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Min Kyu.


“Jadi ini untuk satu orang? Bagaimana jika orang itu adalah yang membuatmu paling menderita? Ini hanya akan mengingatkanmu akan rasa sakit yang kau rasakan hari itu. Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan membuangnya?” tanya Min Kyu pada CEO Hwang.
Flashback..


Ji A lalu mengingat saat dulu Min Kyu menyuruhnya meng-input informasi bahwa Ketua dan CEO Hwang adalah musuhnya.


“Aku bermimpi dikhianati oleh manusia,” kata Min Kyu.


“Hey! Untuk apa kau tetap berteman dengan seorang brengsek yang memberikanmu kesulitan? Kau selalu bisa mendapatkan teman baru. Itulah yang ayahku katakan saat aku terluka oleh teman yang nakal. Dia mengatakan bahwa kita harus belajar untuk mengucapkan selamat tinggal kepada teman lama dan bertemu teman baru seperti sungai yang mengalir,” kata Ji A.


Min Kyu tertawa dan CEO Hwang pun pergi. Min Kyu sangat menyukai perkataan ayah Ji A bahkan dia ingin bertemu dengannya. “Ayahku sudah meninggal. Dia meninggal saat aku masih SMA. Dan ibuku meninggal saat aku dua tahun,” kata Ji A.


Min Kyu: “Aku tidak menanyakan itu.”
Ji A: “Aku hanya ingin menceritakannya.”
Min Kyu: “Kau seperti...seseorang yang kukenal. Jadi, jika aku menyentuh ini, aku aka memikirkan seseorang? Bagaimana jika tidak?”
Ji A: “Pasti.”


Min Kyu menyukai kepercayaan diri Ji A, jadi ia akan mencobanya. Min Kyu meminta Ji A membawa satu lampu dan menjauh darinya.


Min Kyu menyentuh lampunya dan menyala. Saat melihat lampu yang satu lagi, ia seperti melihat Aji-3 sedang memegang lampunya.


Lalu bayangan itu hilang dan kembali menjadi wanita dengan rambut afro sedang memegang lampu hati. Min Kyu pun pergi tanpa berkata apa-apa, sepertinya ia sadar bahwa yang ia pikirkan saat memegang bola lampu itu adalah Aji-3.[crstl]

Advertisement

1 komentar:

Mbk di tnggu next lnjutannya ..Smngatt


EmoticonEmoticon