12/07/2017

SINOPSIS Two Cops Episode 7 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Two Cops 2017 Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 7 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 8

Ji Ahn dan temannya berjalan bersama, temannya bercerita mengenai Soo Chang pasian yang koma itu dia sempat gawat namun dapat tertolong. Ji Ahn pikir temannya itu menyukai pasiennya. Temannya memuji Soo Chang yang memiliki wajah yang tampan.


Dong Tak dan rekan-rekannya baru selesai minum, semuanya sudah mabuk kecuali Dong Tak.


Ji Ahn melihat Dong Tak, Ji Ahn mengambil hpnya dan melakukan sesuatu.


Hp Dong Tak berbunyi, Ji Ahn mengirim Video saat Dong Tak membuka baju di taman, Sung Hyuk yang sedang mabuk melihatnya juga dan mengajak Dong Tak untuk pergi menangkap orang mesum, yang wajahnya mirip dong tak itu. namun dong tak menyuruhnya pulang saja, biar dia yang menangkap orang mesum itu.


Diam-diam Dong Tak menelpon menanyakan keberadaan Ji Ahn.


Dong Tak bertemu dengan Ji Ahn dia meminta video aslinya. Ji Ahn tidak mau karena Video itu berguna saat seseorang tidak melakukan apa yang di sepakati.


Dong Tak dan Ji Ahn duduk bersama di depan swalayan, Dong meminta Ji Ahn untuk menyerah video aslinya. “aku tidak bisa memberikannya dengan mudah, sebaiknya kita membuat kesepakatan” kata Ji Ahn. “aku tidak mau melakukannya dan aku tidak akan membantu jika sesuatu terjadi padamu.” Kata Dong Tak


Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang keluar dari supermarket dan menabrak Ji Ahn. Pemilik swlayan keluar dan berteriak agar pria itu di tangkap


“berterima kasihlah padaku nanti” ucap Dong Tak lalu pergi mengikuti pria itu. “Apa aku harus selalu berterima kasih padanya?” Tanya Ji Ahn sambil ikut mengikuti Dong Tak.


Pria itu berhenti karena lelah, Dong Tak akan menghampirinya , tapi Ji Ahn datang dan mengatakan “kamu tahu, detektif di korea ahli dalam Taekwondo, judo, aikido, boxing dan yang lainnya setidaknya ada 20” 


Dong Tak melihat Ji Ahn dan berkata “itu adalah kata-kataku” Ji Ahn pikir ini bukan saatnya untuk berdebat. Dong Tak tersenyum


Pria itu berkata pemilik swalayan memberikan gajinya dengan uang koin kepada. Pemilik swalayan beralasan pria itu sering datang terlambat dan uang dalam laci pun sering menghilang itu sebabnya dia menukar semua uangnya dengan uang koin.


Dong Tak berbicara kepada anak itu, anak itu tetap mengatakan dia tidak mencuri apapun, dia hanya mencoba mencari uang biaya kuliah untuk pacarnya. Jadi dia bekerja 14 jam sehari. Dong Tak mempercayainya.


Dong Tak menasehati anak itu supaya jangan gegabah dalam mengambil tindakan, berpikirlah dulu 5 detik sebelum memutuskannya. Anak itu tertunduk sedih. Dia lalu meminta maaf kepada pemilik Swalayan


Dong Tak bahkan menukarkan semua uang koin itu dengan uangnya. Ji Ahn tercengang mendengarnya.


Dong Tak dan Ji Ahn keluar dari swalayan membawa dua tas berisi koin. “Apa kamu terluka?” Tanya Dong Tak. “Tidak. Apa mengkhawatirkan aku? Ya ampun, baru 10 menit yang lalu kamu mengatakan tidak akan melindungiku. Dong Tak mengatakan karena Ji Ahn adalah warga sipil korea setelah 10 menit.


“jadi kamu melindungiku karena aku adalah warga sipil korea? Apakah Cuma itu alasannya? ” Tanya Ji Ahn. “apa ada alasan lain bagi seorang detektif korea untuk melindingimu?” Tanya Dong Tak


Suasana sedikit canggung, “ya ampun, Kenapa aku merasa sangat senang menjadi warga sipil korea. Aku tidak harus pindah ke tempat lain jadi dengan begitu aku dapat di jaga olehmu selama-lamanya” kata Ji Ahn. Dong Tak tersenyum


“dimana kamu tinggal?” Tanya dong tak. “kamu cepat lupa tempat tinggalku. Apa kamu akan mengantarku?” Tanya Ji Ahn. “Tidak. Pegang ini untukku. Ini sangat berat” sambil memberikan kantong berisi koin itu


Dong Tak dan Ji Ahn berjalan bersama, Ji Ahn berkata seharusnya Dong Tak menahannya, Dong Tak pikir anak itu bukan penjahat, dong tak hanya menjadi orang dewasa baginya.


“apakah kamu dulu juga seperti anak itu?” Tanya Ji Ahn. Dong Tak membenarkan sambil tersenyum


Dong tak menceritakan keadaannya saat dulu sering mengambil keputusan yang salah, dia bertemu dengan seorang detektif, detektif itu adalah orang dewasa pertama yang dia temui. Tapi dia sudah meninggal sama seperti Hang Joo. Ji Ahn pikir segala sesuatu pasti akan berakhir bahagia.


“Kita semua mempunyai akhir yang bahagia. Kita pernah tidur bersama, kita pernah dalam bahaya bersama, kita hampir berciuman di depan..” kata Ji Ahn. Dong Tak kaget mendengar mereka hampir berciuman. Ji Ahn pikir dong tak sudah melupakannya. Dong Tak berusaha menjelaskan bahwa waktu itu setengah dirinya tapi setengah lagi bukan dirinya. Ji Ahn bingung, tapi dia tersenyum.


Dong Tak memandangnya dan berkata “apa seperti ini kamu tersenyum padaku setiap waktu?” “lalu bagaimana aku harus tersenyum?” Tanya Ji An. “jangan pernah tersenyum seperti itu lagi mulai dari sekarang” ucap Dong Tak. “kamu tidak akan mengatakan bahwa hal itu membuatmu menyukaiku bukan?” Tanya Ji Ahn tapi Dong Tak mengaku tidak.


Jae Hee menunggu Ji An di depan rumahnya.


Ji Ahn baru sampai dan Jae Hee melihat dia bersama dengan Dong Tak


Ji Ahn akan masuk, dia pamit. Dong Tak memanggilnya dan berkata “apakah kamu tidak mau dipinjamkan uang  285 dollar?” “aku pikir kamu tidak mau terlibat denganku” kata Ji Ahn. Dong Tak mengaku karena koin ini berat.


Ji Ahn pun mengerti dan mengatakan “katakana saja aku ingin meminjam uang.” Dong Tak lalu memberikan uang koin itu kepada Ji Ahn.



Dong Tak melihat tali sepatu Ji Ahn Ji Ahn yang terlepas, dia mengikatnya. Ji Ahn gugup, sedangkan Jae Hee masih melihat mereka berdua dari jauh.


Setelah mengikata tali sepatunya dong tak lalu pamit pergi. 


Jae Hee heran dari mana Ji Ahn mengenal Cha Dong Tak.


Ji Ahn akan masuk namun saat berjalan dia terjatuh karena dong tak mengikat kedua tali sepatunya.Ji Ahn kesal, Dong Tak tersenyum senang.


Ji Ahn bercerita mengenai Dong Tak padaA temannya, Ji Ahn pikir Dong Tak sudah menyukainya. Tapi temannya berpikir Ji Ahn sudah gila.


Ji Ahn membuka sebuah kardus didalamnya terdapat boneka dan foto-foto masa kecilnya. “aku membutuhkan orang dewasa dalam hidupku ini”
BERSAMBUNG
Advertisement


EmoticonEmoticon