SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 Part 3
Di dunia nyata, PK sedang mengambil kamera yang dipakai Oh Gong untuk masuk ke dalam foto. Tapi M Wang menghampirinya.
“Ma..Ma Wang?”
“Apa kau yang menutup pintu masuk?”
“Oh Gong Hyungnim tidak akan  membiarkanku memakannya saat dia juga ingin. Astaga, aku akan membiarkannya terjebak sampai habis tenaga dan memakannya diam-diam.”
“Kau babi bodoh! Kau berpikir masih bisa menang melawan Dewa Agung?”
“Baiklah. Aku akan membukanya lagi.”
“Tunggu, tunggu.”


“Apa dia terjebak di sana?”
“Iya.”
“Jika itu dibakar, dia pasti terjebak di sana selamanya.”
“Aku tidak memiliki kemampuan untuk membakar benda itu. Jika itu Ma Wang, mungkin bisa! Kau akan membakarnya?”
“Menunggu membuatku memiliki kesempatan besar seperti ini.” Lalu mereka berdua tertawa.


Seon Mi dan Oh Gong masih terus berlari tapi tidak menemukan jalan keluar.
“Tidak ada yang mengejar kita.”
“Uh? Bukankah ini pohon yang kita lihat sebelumnya?”
“Sungguh?”
“Kurasa kita tidak bisa keluar tapi hanya berkeliling. Ayo ke sana.”
“Masih belum ada apa-apa. Kau tahu dimana jalan keluarnya?”
“Kita sudah terkunci di dalam. Pal Gye mengkhianatiku.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan?”
“Kita harus kembali ke tempat sebelumnya. Aku harus mengalahkan iblis itu dan membuatnya menemukan jalan keluar. Astaga, Jeo Pal Gye sialan. Dia  memblokir jalan dan menyusahkan semuanya. Babi b*jingan itu.”

Ma Wang sedang membakar foto pengantin itu.


“Ada sesuatu yang aneh di sini.” Seon Mi mulai kelelahan.
“Ya, ada sesuatu yang aneh di sini. Dimana tempat ini?”
“Bau apa ini?”
“Bau? Bau api. Ada yang membakar foto itu.”
“Kita tidak punya waktu. Setelah hangus, kita tidak akan bisa keluar.”
“Hei... aku pernah melihat ini sebelumnya.”
“Apa?”
“Benar. Itu pohonnya. Aku pernah melihat pohon itu.”
“Kapan? Dimana kau melihatnya?”


“Di toko umum, aku melihat guci berisi kejadian mengerikan.”
“Kau menemui penjaja itu?”
“Mereka bilang apa yang kau lihat pasti akan terjadi. Aku benar-benar berada disini.”
“Jadi kita berada di sini, artinya apapun yang harus terjadi akan terjadi.”
“Apa yang terjadi pada kita disini?”
“Ah... itu...”
“Kita tidak punya waktu disini. Kita harus melakukan apapun yang terlihat. Apa yang kau lihat? Apa yang harus kita lakukan?”
“Aku melihat kejadian yang mengerikan. Mungkin berubah menjadi sesuatu yang kita sesalkan.”
“Aku mengerti. Apapun itu, lakukan dengan cepat.”


Seon Mi lalu mencium Oh Gong.


“Hei, kau!” Oh Gong terkejut. Tapi kemuadian dia merasakan dadanya sangat sakit.


Oh Gong sangat kesakitan hingga berteriak.


Setelah sakitnya berhenti, Geum Gang Goo yang dipakainya berubah bentuk dan melingkar erat di pergelangan tangannya.
“Apa ini? Kau! Apa yang kau lakukan? Apa ini?”
“Geum Gang Go. Jika kau memakainya, kau tidak bisa menyakitiku.”
“Geum Gang Go? Sial.”


Ma Wang sedang berbicara dengan PK.
“Jika kau memakai Geum Gang Go, Sam Jang akan bisa keluar hidup-hidup.”


“Mengapa? Kau marah? Meski begitu, kau tidak bisa menyakitiku.” Seon Mi terkejut karena tiba-tiba Oh Gong memegang lengannya.
“Benar. Aku tidak bisa menyakitimu sekarang. Karena aku akan kesakitan jika kau dalam bahaya. Bahkan saat ini. Jin Seon Mi, selama kita masih hidup, kontrak kita akan tetap berlaku.”


Oh Gong menjentikkan jarinya dan muncul sebuah bola cahaya. Dia memasukkan bola cahaya itu ke pelipis Seon Mi.


“Aku telah mengembalikan ingatan yang kuambil. Kau ingat namaku sekarang, bukan? Sekarang hanya kau yang bisa memanggilku keluar dari sini. Jin Seon Mi, pergi.”


Sebelum Seon Mi sempat berbicara, Oh Gong melemparkan tubuh Seon Mi ke udara.


Seon Mi mendarat di sebuah padang rumput.


PK datang menjemputnya.
“Hei! Kau Sam Jang, bukan? Kau berhasil kembali dengan aman. Aku di sini untuk menjemputmu.”


“Karena pintu keluar hilang, kau pasti mengalami kesulitan. Aku ingin kembali membuka pintu lagi. Kau sudah keluar ternyata. Kau luar biasa.”
“Benarkah aku kembali ke dunia?”
“Bukankah menurutmu ini kenyataan saat melihatku? Aku bintang abad ini. Jika kau masih berada di dalam foto, tidak akan ada PK.”
“Apa cuma aku yang keluar?”
“Semua pengantin lainnya juga keluar. Orang-orang sudah keluar.”


Di sebuah kamar rumah sakit, calon pengantin wanita sudah sadarkn diri.


“Orang itu... tidak, bagaimana dengan bajingan itu?”
“Ah, Dewa Agung? Dia... tidak bisa keluar.”
“Lalu bagaimana cara dia bisa keluar?”
“Dia tidak akan bisa keluar lagi. Karena sekarang, fotonya sudah  terbakar hangus.”


Ma Wang tertawa saat melihat foto itu terbakar habis.
“Selamat tinggal... brengsek.”


“Jadi, Ma Wang... tidak, Ketua kami  menyuruhku membawamu kembali dengan selamat. Sam Jang, sekarang kau aman.”
“B*jingan itu tidak bisa keluar...Son Oh Gong.”
“Son Oh? Kau masih mengkhawatirkannya sekarang? Astaga! Kau mengkhawatirkan  yang tidak penting. Cepat, ayo pergi. Nanti macet. Ikut aku.”


Sekertaris Ma Wang sedang berbicara padanya.
“Selamat. Saek Jeong Gwi telah menghilang dan Dewa Agung dipenjara selamanya.”
“Akhirnya, aku mengunci Son Oh Gong di dalam kotak lagi. Akhirnya, b*jingan itu! Aku menyingkirkannya.”
“Bagaimanapun, Sam Jang aman jadi tidak akan ada masalah dari surga.”
“Bersiaplah untuk menyambut Sam Jang.”


Seon Mi berada di mobil bersama Pk.
“Meski begitu, tidak bisakah kau mengeluarkan Son Oh Gong?”
“Aku tidak memiliki cukup kekuatan untuk mengeluarkannya dari sana.”
“Bagaimana dengan teman yang bisa membantu?”
“Tidak ada.”
Seon Mi ingat Oh Gong pernah mengatakan tentang seseorang yang disebut sebagai adiknya. Dan Seon Mi meminta PK mengantarkannya ke sebuah gedung.


Seon Mi memasuki sebuah gedung dan berbicara dengan diri sendiri.
“Baiklah, jika kau memanggilku wanita gila, aku akan menerima makianmu itu. Aku akan pergi.”


Seon Mi menemui resepdionis di gedung itu.
“Permisi. Siapa eksekutif di perusahaan ini?”
“Eksekutif?”
“Bisakah Anda mengatakan kalau kenalan Hyungnim-nya...ada disini?”
“Hyungnim?”


Seon Mi berbicara dengan Sam Oh Jeong.
“Kau Sam Jang?”
“Iya. Aku pernah mendengar dia bilang Anda saudaranya yang sangat dekat. Aku datang untuk memberitahu kalau Hyungnim Anda...saat ini dalam kesulitan. Aku merasa Anda harus tahu. Kalau begitu, aku permisi.”


“Dimana Geum Gang Go yang dibawa Hyungnim?”
“Apa?”
“Gelang yang kau berikan padanya.”
“Itu...”
“Apa kau memasangkannya pada Dewa Agung?”
“Aku tidak sengaja, tapi bagaimanapun juga dia memakainya sekarang.”
“Kau tahu bahwa dia akan sakit jika memakai itu?”
“Iya. Aku tidak punya pilihan selain membutuhkannya. Karena dia yang pertama mengingkari kontrak kami.”
“Bisa kau memberitahu secara rinci tentang kontrak itu?”


PK memberi tahu Ma Wang bahwa Seon Mi menemui Sa Oh Jeong.
“Sam Jang pergi menemui Sa Oh Jeong? Kurasa dia mencari cara untuk membantu Dewa Agung. Sa Oh Jeong tidak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan monyet itu. Tidak mungkin untuk keluar dari sana.”
“Dia khawatir Son Oh Gong tidak keluar dari sana.”
“Apa? Sam Jang mengatakan nama Son Oh Gong dengan mulutnya sendiri?”
“Dia memang mengatakan Son Oh Gong.”
“Sial! Dia ingat namanya. Lalu, apa itu artinya dia bisa memanggil b*jingan itu?”


Seon Mi berada di sebuah taman dan memandang bulan.
“Bukankah aku melakukan hal gila?


Sa Oh Jeong mengatakan pada Seon Mi “Kau keluar dari sana bukan karena kekuatanmu sendiri. Dewa Agung menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkanmu.”
“Kenapa aku? Karena dia memakai Geum Gang Go. Pemilik Geum Gang Go melindungimu.”


Seon Mi mengeluarkan sebuah pisau dan melukai telapak tangannya.


Saat darahnya mulai menetes ke tanah, para roh jahat datang mengelilingi tubuhnya. Seon Mi lalu berteriak. 
“SON OH GONG”


Dari arah bulan, ada bayangan hitam datang mendekat.


Son Oh Gong mendarat di depan Seon Mi dan mengusir semua roh jahat.

Click to comment