12/27/2017

SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 1 Part 4
Teman-teman Seon Mi sedang mengejeknya karena dia menyentuh sebuah pohon. Mereka mengatakan kalau pohon itu akan membawa sial karena Seon Mi telah menyentuhnya, lalu mereka oergi meninggalkan Seon Mi.


Seon Mi menangis dan mengelus pohon itu. Telapak tangannya terluka karena tergores dahan pohon.
“Maaf. Karena aku menyentuhmu, anak-anak tidak mau di dekatmu lagi.”


Dari atas pohon muncul roh yang menganggu Seon Mi, dia memamngginya Seon Mi dan emngajaknya bermain.
“Kau memiliki bau yang enak. Ayo main denganku. Sini.”


Saat Seon Mi ditarik ke atas pohon, neneknya datang menyelamatkannya. Neneknya sangat khawatir karena telapak tangan Seon Mi terluka, lalu dia berpesan agar berhati-hati dan jangan sampai terluka.
“Nenek, apa aku harus selalu bersembunyi sendiri?”

“Tidak, seseorang akan muncul untuk melindungimu, anak anjingku... Sampai saat itu tiba, Seon Mi-ku, kau harus hidup dengan baik dan berani. Karena takdir orang itu adalah melindungimu.” Nenek tertawa lalu menghilang.

Son Oh Gong sedang membalut tangan Jin Seon Mi yang berdarah. Oh Gong mengatakan jika para roh mencium bau darahnya maka mereka akan datang karena dia adalah Sam Jang.
“Aku awalnya ingin memakan Sam Jang. Tapi begitu melihat wajahmu, aku terkejut. Bagaimana bisa aku memakan orang yang kukenal?”
“Omong-omong, terima kasih sudah melindungiku tadi.”
“Apa hubungan kita hanya biasa? Ini salah satu kontrakku 25 tahun lalu.”
“Kau bilang tidak pernah memikirkanku sekalipun.”
“Memangnya itu benar? Aku hanya berpura-pura. Mulai sekarang, akan banyak roh jahat yang mengejar Sam Jang. Itu tidak akan terjadi. Aku tidak ingin diganggu, jadi aku memikirkan hal lain. Tapi sekarang, aku harus bersungguh-sungguh melindungimu. Mari kita buat kontrak lagi. Mari lupakan kontrak 25 tahun lalu dan buat yang baru dan tepat. Lalu pertama, kita akan memutuskan kontrak lamanya. Setuju?” Oh Gong mengulurkan telapak tangannya.


Seon Mi juga mengulurkan telapak tangannya, wajah Oh Gong tampak tidak sabar saat itu, tiba-tiba saat telapak tangannya akan menyentuh telapak tangan Oh Gong dia menggenggam telapak tangannya dan tidak jadi menyentuh tangan Oh Gong.
“Kenapa? Apa? Kita tidak bermain batu, gunting, kertas. Kita membuat kontrak!”


“Kau pikir aku masih 25 tahun yang lalu? Kau mencoba menipuku dengan memutuskan kontrak lamanya, bukan? Mengapa? Kau ingin memakanku juga, tapi karena kontrak lama, jadi tidak bisa?” Seon Mi sangat kesal mengetahui akal licik Oh Gong.
“Benar. Di antara mereka yang memburumu, akulah pemangsa terkuat. Jin Seon Mi, maksudku, Sam Jang. Pilih saja aku yang memakanmu.”
“Jika kau bisa memakanku, cobalah!” dia berdiri lalu pergi.


Oh Gong menyusulnya dan menghadangnya saat Seon Mi akan lewat.
“Kau sungguh ingin aku mencobanya?”
Seon Mi tidak memperdulikannya dan kembali berjalan.


Oh Gong menghadangya lagi dan menyudutkannya ke dinding, lalu menghantam dinding itu hingga melayang di luar rumah.
“Wanita keras kepala.”


Soo Bo ri sedang bertemu dengan Woo Ma Wang, mereka membicarakan kenapa Oh Gong tidak langsung memakan Sam Jang.
“Kurasa dia merasa bersalah untuk memakannya begitu cepat...atau ada sesuatu yang membuatnya ragu. Pasti ada sesuatu.” Ma Wang merasa curiga dengan Oh gong yang seperti ini.


Oh Gong dan Seon Mi sedang minum di sebuah kedai Seon Mi bertanya apakah  dia sungguh akan memakannya jika kita memiliki kontrak.
“Apa yang membuatmu tidak mengerti? Aku sudah jelaskan dengan sempurna.”
“Aku curiga karena kau menjadi baik.”
“Itu tidak benar.”
“Meskipun aku tidak memanggilmu karena tidak tahu namamu, tapi bagaimana bisa...kau memakan anak kecil yang kau janjikan untuk dilindungi?”
“Bahkan jika bukan aku, kau akhirnya akan tertangkap dan dimakan roh jahat lainnya. Karena kau Sam Jang.”
Seon Mi lalu bertanya apa sebenarnya Sam Jang itu.


Ma Wang berbicara dengan keretarisnya, dia menjaleskan apa Sam Jang itu. Sam Jang adalah manusia dengan darah suci yang telah menerima tugas kerajaan Surga. Dirumorkan dia akan muncul sebelum terjadi keresahan besar di dunia fana. Dan Seon Mi muncul sebagai Sam Jang karena itu sebagai hukuman melepaskan Oh Gong,
“Tapi jika kau pahami, bisa dikatakan... Aku juga bertanggung jawab sebagian
untuk mengubah takdirnya.”
“Jadi, sesuai permintaan Tetua Soo Bo Ri, Anda berniat melindunginya?”
Tapi Ma Wang juga tergoda dengan bai darah Sam Jang.


Flashback. Ma Wang datang ke rumah Seon Mi setelah dia diserang oleh roh pengantin wanita. Ma Wang melihat tetessan darah Seon Mi di lantai.


Dia menjentikkan jarinya dan tetesan darah itu pun masuk ke dalam bola kristal di cincinnya. Wa Mang menghirup bola kristal itu dengan sangat puas.


Ma Wang kembali berbicara dengan sekertarisnya. Dia memberi tahunya bahwa bau darah itu membangunkan nafsunya untuk pertama kalinya dalam seribu tahun, dan akan berbahaya jika Sam Jang berada di dekatnya. Lalu sekertarisnya pun memintanya untuk menjauh dari Sam Jang.
“Bagaimanapun, setidaknya aku bisa menahannya karena sedang bertugas...tapi bagaimana Dewa Agung bisa menahannya? Song Oh Gong juga roh, bukan?”
“Jika kita mempertimbangkan semua fakta, dia sudah menjadi Dewa. Dia mungkin telah dikeluarkan dari Surga, tapi seorang Dewa berbeda tingkat. Jika Anda tidak tahan, apa aku harus membawa Sam Jang? Anda mau memakannya?”
“Lupakan! Sudah kubilang, aku sekarang sedang menjalankan tugasku. Aku juga harus menjadi orang luar biasa...yang bertindak sebagai Dewa. Kau boleh pergi.” Ma Wang merasa tersinggung dengan uacapan wanita itu.


Oh Gong memberitahu Seon Mi kalau mulai sekarang semakin banyak yang akan mencoba menerkamnya dan memintanya untuk menyerah dengan hidupnya.

“Apa???”
“Hidupmu seperti sudah rusak oleh standar manusia normal. Ini sedikit memuakkan sejak kau melihat hantu dan tidak punya teman. Bagaimana jika mengakhiri hidup ini dan menunggu yang selanjutnya? Jika kau mengatakan untuk menyerah di hidup ini, dan dengan begitu kontraknya akan batal, aku akan memakanmu tanpa rasa sakit. Karena kita saling mengenal, bukankah aku yang paling nyaman untukmu? Maksudku, Daripada hidupmu berakhir dengan cemas karena tidak tahu apa yang akan datang dan memakanmu, Apa itu setelah seminggu atau setengah bulan dibawah perlindunganku, Aku akan memberimu kesempatan memilih waktu untuk mengakhiri hidupmu.”
“Apa?? Aku tidak membutuhkan kesempatan itu. Aku tidak melihat hantu selama satu atau  dua hari. Tidak ada alasan bagiku untuk cemas. Aku tidak akan pernah menyerahi hidupku. Aku akan terus menua dan hidup sampai keriput!” Seon Mi menjadi marah dan pergi meninggalkan Oh Gong.
“Ah, karena kontrak itu, semuanya hancur.  Tapi bagaimana dia bisa menjadi Sam Jang?”
Oh Gong berbicara pada dirinya sendiri.


Seon Mi sedang berjalan dan masih merasa kesal.
“Bagaimana jika aku tertipu atas kebohongannya untuk melindungiku? Brengsek.””
Tiba –tiba datang para roh yang menyerangnya.


Seon Mi berusaha melawan tapi mereka berhasil menjatuhkan payung Seon Mi.


Oh Gong pun datang dan mengalahkan roh itu.


Oh Gong mendekati Seon Mi dan menarik tangannya. Dia melihat bekas luka di tangan Seon Mi.
“Kau tergigit lagi. Kenapa kau  terus tergigit?”
“Apa itu tadi?”
“Roh jahat yang mencoba memakanmu. Sekarang kau percaya denganku?”


Mendengar ucapan Oh Gong, Seon Mi menjadi lemas dan terduduk di bawah.
“Kau sudah tidak waras. Lalu bisakah aku berasumsi kalau kau menyerah dan ingin kumakan?”
“Jadi ini akhir bagiku. Aku benar-benar dikutuk. Peristiwa malang selalu terjadi padaku ...dan semua orang yang kucintai menjadi tidak bahagia. Jadi aku terima jika dibunuh pembunuh berantai...atau mati sebelum waktunya karena kecelakaan mobil. Tapi pada akhirnya, aku dimakan oleh roh jahat seperti ini.”


Seon Mi yang merasa putus asa lalu berdebat dengan Oh Gong.
“Kau sudah mengambil keputusan? Aku yang harus memakanmu, bukan?”
“Aku hanya memilikimu. Kau bisa melindungiku seperti tadi.”
“Aku hanya melindungi mangsaku.”
“Tapi kita sudah membuat kontrak.”
“Kau bahkan tidak tahu namaku. Tawaranku itu, pikirkan dengan baik. Aku akan memberi waktu 15 hari, jadi buatlah keputusan.”
“Brengsek.” Seon Mi mengusap air mata lalu berjalan pergi.


Oh Gong memanggilnya dan memebri tahu bahwa payungnya terjatuh, tapi Seon Mi tidak memperdulikannya.


Wa Mang kembali memarahi oh Gong karena menggantungkan mantelnya di patung kerbau, dan dia akan membakarnya jika Oh Gong meletakkannya lagi di sana. Oh Gong yang sedang serius membetulkan payung Seon Mi malah bertanya kenapa Ma Wang akan membuang patung itu padahal cocok untuk menggantung mantelnya.
“Bukan patung bantengku yang berharga, tapi mantelmu yang akan kulempar keluar. Gantung saja sekali lagi dan aku akan membakarnya.”
“Astaga, kenapa kau membuang barang bagus? Kau harus menghargainya agar hidup dengan baik.”
Ma Wang bertanya kenapa Oh Gong menjahit payung, Oh Gong mengatakan itu adalah payung Sam Jang, dia bertemu dengannya hari ini. Ma Wang mengatakan dia sudah tau siapa Sam Jang itu, dan memberi tahu Oh Gong bahwa Jin Seon Mi menjadi Sam Jang karena itu adalah hukuman karena telah membebaskan Oh Gong dari Gunung Marmer.
“Omong-omong, kenapa kau tidak langsung memakan Sam Jang? Tidak mungkin kau membiarkannya saja. Apa ada alasan lain? Apa kau sungguh menyesal sehingga membiarkan dia pergi dan tidak memakannya?”


Oh Gong berdiri dan mengatakan kalau dia sedang mencoba membuat beberapa saus.
“Saus? Hei, apa mungkin saus untuk memakan Sam Jang?”
“Aku harus pergi jadi lihat kompornya. Yang perlu kau lakukan adalah mematikan kompor setelah 20 menit dan membiarkannya terbuka. Aku pergi.” Oh Gong pergi dengan membawa mantelnya dan payung Seon Mi.
Ma Wang berbicara sendiri “Jika dia sudah menyiapkan saus, itu berarti dia akan memakannya...tapi kenapa dia tidak langsung saja?”


Oh Gong duduk di atas gedung dan mengamati Seon Mi yang sedang mencari payngnya.
“Melihat dia mencari payungnya, kurasa dia belum menyerahkan nyawanya.”


Oh Gong menerbangkan payung itu dan menjatuhkannya di belakang Seon Mi.


Seon Mi mengambilnya tapi tidak langsung pergi.
“Lihatlah dia tidak takut, apa dia tidak berpikir ada sesuatu yang akan keluar dari sana? Jangan berdiri dalam gelap, dan cepat pergi.”
Lalu Oh Gong melemparkan sesuatu yang membuat Seon Mi terkejut dan segera berlari.


Seon Mi berada di kantornya, lingkaran matanya menghitam seperti dia tidak tidur semalam.
“Benar. Aku hanya perlu mengingat namanya.”


Seon Mi masih ingat ucapan Oh Gong.
“Sekalipun namaku titik titik titik, bahkan Dewa Langit pun takut padaku.”


“Titik titik titik. Itu tiga karakter. Jangan menyerah. Karena pepatah mengatakan, yang paling susah...harus di mulai dengan yang paling dasar.”
Seon Mi membuka daftar nama kliennya dan mengucaokan nama mereka satu per satu dengan keras.
“Kim Sang Soon. Lee Jong Mi. Song Joon Seok. Yoo Yeong Ha.”
Tapi Oh Gong tidak muncul juga.


Han Joo masuk ke ruangannya.
“Sejak pagi tadi, kau berteriak menyebut nama pelanggan dengan semangat.”
“Lee Han Joo. Aku buru-buru sekarang. Aku tidak punya waktu. Jadi tangani segala urusan hari ini, Han Joo.”
“Tentu saja. Jika aku mau makan dan hidup  maka aku harus melakukannya. Dengan sendiri.”
Lalu Han Joo memberitahu bahwa kemarin Ketua Woo Hwi (Wa Ma Wang) datang mencarinya.
“Siapa itu?”
“Lucifer Entertainment. Agensi hiburan dengan bintang papan atas PK tapi kau tidak tahu? Itu keluar di televisi dan sebagainya. Kau tidak tahu karena hanya mendengarkan radio?”
“Iya. Aku tidak tahu.”


Han Joo menunjukkan video di ponselnya, Ketua Woo Hwi sedang meloloskan seorang peserta pencarian bakat dengan gaya khasnya saat mengucapkan kata “Lolos”. Itu membuat Seon Mi ingat dengan peri yang memintanya mengambil kipas 25 tahun lalu.


Seon Mi lalu bertanya pada Han Joo bagaiman agar dia bisa bertemu dengan Ketua Woo Hwi.
Advertisement


EmoticonEmoticon