SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 1 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 1 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Erika
All images credit and content copyright: tvN

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS A Korean Odyssey Episode 1 Part 3
Tidak sengaja Woo Ma wang tersandung sandal Seon Mi lalu mengambilnya. Dia melihat sandal itu sudah jelek dan tidak tahan dengan baunya.
“Jika dia kaya, seharusnya beli sandal yang lebih baik. Apa ini? Dia bukan pengemis.”


Tapi kemudian Woo Ma Wang bisa merasakan bau Sam Jang dari sandal itu.
“Apa ini bau Sam Jang? Kudengar Sam Jang berbau bunga teratai. Astaga. Hanya bau busuk? Tidak, apa ini bau bunga teratai? Ah, apa ini... ugh... Ah, bunga teratai... bukan? Bunga teratai... kudengar baunya enak. Apa ini bunga teratai?”
Dia berulang kali mencium sandal itu dan meikmati baunya.


Tanpa sepengetahuannya Han Joo datang dengan membawakan kopi. Woo Ma Wang berbalik dan mereka berdua terkejut. Woo Ma Wang melemparkan sandalnya dan Han Joo menjatuhkan kopinya lalu Woo Ma Wang pergi secepatnya dengan menunjukkan sikap berwibawanya.


Woo Ma Wang kembali ke mobilnya dengan perasaan sangat malu. Dia berbicara dengan sekertarisnya.
“Sangat memalukan. Sangat memalukan! Memalukan!”
“Anda bertemu Sam Jang?”
“Tidak, aku tidak bertemu dengannya. Aku sangat malu di depan karyawan kantor. Bagaimanapun juga... aku yakin karyawan itu mengenal wajahku. Bagaimana jika dia mempostingnya?”
“Haruskah aku membunuhnya?”
“Iya, bunuh dia. Lupakan... Sekarang kita tahu dimana keberadaan Sam Jang. Ayo kembali sekarang. Ayo kembali.”
“Ayo jalan.”
Woo Ma Wang memandangi kartu nama Seon Mi.


Seon Mi akan menyebarang jalan tapi sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Pengemudi mobil itu turun, dia adalah pria yang tadi dimaki oleh Seon Mi.
“Hei, berhenti di situ. Aku menangkapmu. Kau wanita itu, 'kan? Wanita gila brengsek yang memakiku. Akhirnya aku menemukanmu. Aku menangkapmu!”


Pria itu sangat marah dan akan menyerang Seon Mi dan Seon Mi menghalaunya dengan payung. Tapi pria itu tidak bisa menjangkau Seon Mi karena tangannya dikendalikan dari jauh oleh Oh Gong agar memukul kepalanya sendiri.
“Hei, berhati-hatilah! Jika kita bertemu lagi, tamat riwayatmu!” pria itu segera pergo dengan masih memukul kepalanya.


Oh Gong berjalan mendekati Seon Mi.
“Karena kau bilang tidak membutuhkanku, kupikir kau jago bertarung tapi hanya payung andalanmu.”
“Ponselku di sini dan ada CCTV. Ini bisa melindungiku dengan baik.”
“Baiklah. Meskipun tidak mungkin, katakan saja kau ingat namaku. Lalu kenapa kau tidak memanggilku?”
“Siapa yang melarikan diri? Mengapa kau marah karena tidak memanggilmu?”


“Setelah mendengar aku tidak dibutuhkan, aku tersinggung.Seolah-olah kau melihat meremehkanku. Aku harus periksa. Panggil aku. Siapa namaku?” Oh Gong berbicara sambil meletakkan tangannya di telinganya.
“Baik. Aku akan memanggil namamu. Peri, namamu... Namamu adalah...”


Telepon Seon Mi berbunyi dan dia menerima panggilan.
“Ya, Han Joo. Maaf tidak bisa menjawab telponmu. Aku kenal seseorang dijalan.”
“Cepat dan tutup telepon. Kau tidak lihat orang yang sedang bicara denganmu?” Oh Gong berusaha menganggu pembicaraan Seon Mi di telepon,
“Dia tidak begitu penting. Aku akan segera ke sana.” Seon Mi lalu menutup teleponnya.


“Orang "tidak penting" ini telah menunggu lama saat tersinggung. Trik apa yang ingin kau mainkan?”
“Trik untuk membuatmu waspada. Kuyakin kau merasa nyaman karenaaku tidak bisa memanggilmu. Mulai sekarang, tetaplah waspada karena kau tidak akan pernah tahu kapan kupanggil.”
“Kalau begitu, panggil aku. Aku akan membunuhmu jika kau salah Karena kau memanggilku "Peri", aku akan mengakhirinya sebuah dongeng yang lucu. Tapi bercandamu terlalu jauh. Haruskah peri ini mengakhiri kisah dongengnya dengan darah?” Oh Gong mulai marah dan matanya seklas berwarna merah.


Dia berjalan mendekati Seon Mi yang tampak ketakutan. Seon Mi mengakui dia tidak tahu namanya dan hanya berpura.
“Aku bangga padamu karena masih mengingatku. Jadi aku menyapamu. Beraninya kau berpura-pura padaku?”
“Pernahkah kau berpikir kalau aku mungkin akan memanggilmu?”
“Tentu tidak. Aku tahu kau tidak akan pernah bisa memanggilku.”
“Begitu rupanya. Aku telah menunggu peri itu selama 25 tahun terakhir. Bertanya-tanya jika dia datang melindungiku. Aku putus asa. Akhir dongeng yang bahagia dengan peri... dan harapan yang berlangsung 25 tahun berakhir hari ini.”
“Aku muncul untuk mengatakan bahwa aku bukan peri yang dulu.”
“Aku tahu. Tapi aku tidak tahu alasan aku menunggumu.”


Seon Mi meninggalkan Oh Gong dengan wajah yang sedih dan menahan air mata.


Oh Gong berbicara dengan seorang temannya, dia mengatakan sekarang dia sedang ingin minum dan bisa menghabiskan sebanyak 12 botol karena dia baru saja bertemu Seon Mi.
“Anak yang kukenal sejak lama muncul lebih tua. Dia membuatku merasa tidak nyaman.”
“Kau pasti melakukan kesalahan pada anak itu.”
“Iya. Tapi aku tidak merasa terganggu dengan hal itu sama sekali. Tapi dia bilang menungguku selama 25 tahun.”
“Putus asa?”
“Aku tidak tahu itu, tapi ini sangat mengkhawatirkanku.”
“Putus asa berarti sesuatu yang seperti ini. Selama 25 tahun, karena tidak pernah diizinkan, kau tidak bisa melupakannya...dan akhirnya kau menginginkan lebih banyak.”


“Kau membuat perasaanku memburuk!”
“Maaf.”
“Ugh, aku harus menyingkirkan perasaan gelisah ini. Aku harus segera menemukan Sam Jang dan memakannya.


Seon Mi sedang berjalan menuju rumahnya. 


Gadis yang kerasukan roh boneka pengantin wanita sedang mengintainya dari dalam mobil. Dia mengira Seon Mi adalah kekasih Oh Gong, karena dia melihat mereka sedang bersama.
“Wanita itu bersama orang yang menyingkirkan suamiku.”


Seon Mi berada di dalam rumahnya, dan melihat boneka itu mengintainya lalu menghilang saat Seon Mi melihatnya. Seon Mi keluar kamar dan melihat boneka itu duduk di kursi lalu berubah menjadi sesosok pengantin wanita.


Seon Mi mengambil payungnya dan mengawasi dengan waspada.


Tiba-tiba beberapa lampu gantung pecah dan listrik padam. Tangan Seon Mi terkena pecahan kaca dan mengeluarkan darah yang menetes hingga ke kantai.


Aroma tetesan darah itu menyebar hingga mengundang datangnya para roh. Woo Ma Wang pun ikut meraakan baunya.


Seon Mi masuk ke dalam kamar dan membungkus lukanya.


Oh Gong sudah juga datang ke rumah Seon Mi dan berkelahi dengan para roh yang memperebutkan Sam Jang.


Seon Mi mengunci kamarnya karena boneka itu memaksa masuk. Seon Mi lalu mengambil payung dan benda yang tampak seperti pemantik api.


Seon Mi membawa kedua benda itu keluar kamar dan mendapati Oh Gong baru saja menghancurkan boneka pengantin wanita itu.


Oh Gong membalikkan badannya dan berdiri berhadapan dengan Seon Mi.
“Peri?”
“Kau Jin Seon Mi.”
“Apa kau datang untuk melindungiku?”


Oh Gong melihat luka bekas gigitan di pundak Seon Mi lalu menariknya mendekat.
“Sial. Kau Sam Jang?”


Woo Ma Wang datang ke rumah Seon Mi dan mengusir semua roh yang masih ada. Dia lalu berdiri dan merasakan sesuatu.
“Sial! B*jingan itu juga menemukan Sam Jang.” Dan kemudian berteriak.


Setelah melihat luka di pundak Seon Mi, Oh Gong mendorongnya menjauh.
“Kau sungguh... datang untuk menyelamatkanku?” wajah Seon Mi tampak tidak percaya melihat Oh Gong.
Oh Gong menggeleng, “Tidak. Aku datang untuk memakanmu.” 

3 komentar

avatar

Lanjut dong ep 2 gak sabar ni makasih ya udh upload

avatar

Buruan eps selanjutnya donk kak udh penasaran bgt nih 😀😊

avatar

Eps 2 y ko lma bgt ...cpt di update dong udh penasaran nih

Click to comment