12/21/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 9 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 9 BAGIAN 1


#9 – Aku Sudah Sembuh


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 8 Part 2

“Menyentuhmu membuatku yakin. Aku akan memakai kalung ini sebagai hadiah untuk wanita terakhi dalam hidupku,” kata Min Kyu.


Malam harinya, Min Kyu membuka lagi hadiah dari Ri El 10 tahun lalu dan surat-suratnya.
Flashback..


Narasi Min Kyu: “Seseorang yang mengingat ulang tahunku yang bersamaan dengan hari kematian orang tuaku. Tidak ada orang yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku hari itu, tapi dia membuatku bahagia dengan perbuatan sederhana.”


Narasi Min Kyu: “Apakah aku akan menemukan orang seperti itu lagi? Itu sudah lebih dari cukup” Dia lakukan melepaskan kalungnya dan menyimpannya di dalam kotak perhiasan.


Ji A berjalan menuju rumah Min Kyu dengan membawa payung. Ia merasa cuacanya cerah jadi tidak akan hujan. Ia lalu masuk ke dalam rumah, tapi belum menemukan Min Kyu.


Ia lalu melihat tumpukan surat dan memindahkan surat petisinya menjadi paling depan. Ji A berkata bahwa ini adalah usaha terakhirnya. Jadi jika masih gagal, ia akan menyerah.


Tiba-tiba Ji A memikirkan sesuatu, “Dia pikir aku ini apa?”
Flashback..


Min Kyu mendekatinya seolah akan menciumnya, padahal dia hanya mencontohkannya saja dengan harapan bisa melakukannya dengan wanita yang ingin dia nikahi.


“Dia pikir aku robot. Tapi tetap saja, aku terlihat seperti seorang wanita. Tapi memang aku robot sih,” gumam Ji A.


Min Kyu lalu keluar dari kamarnya smabil berbicara di telepon. Ia mengatakan bahwa telah memesan tempat.


Min Kyu mengingatkan bahwa ia memesan seluruh tempat itu, sehingga tidak ada satu pun orang. “Pelayan?” Lalu Min Kyu melirik Ji A. Ji A hanya tersenyum.


Min Kyu lalu mengajak Ji A pergi. Saat di mobil, ia meminta Jii A agar melihat langit dan mengatakan bahwa awannya begitu indah. Min Kyu tertawa senang. “Bukankah cuacanya cocok untuk sebuah lamaran pernikahan?” tanya Min Kyu.


Ji A: “Kau akan melamar hari ini?”
Min Kyu: “Hm..”
Ji A: “Hujan deras diduga akan turun.”
Min Kyu: “Itu lebih bagus lagi.”


Pai mendatangi Baek Gyoon dan memintanya melihat sesuatu.


Pai meminta Baek Gyoon untuk melihat rekaman saat Min Kyu mendekati Ji A dan hampir menciumnya. 


Baek Gyoon kembali menyebut Min Kyu itu psikopat. Pai meminta Baek Gyoon agar mengambil keputusan. Baek Gyoon berteriak, “Aku tahu ini akan terjadi. Bawa Ji A keluar dari sana!” Tapi Pai mengatakan bahwa Ji A tidak ada di rumah. “Lalu dmana dia?”


Ji A dan Min Kyu mendatangi sebuah restoran yang sudah dipesan seluruh tempatnya.


Min Kyu memanfaatkan area halaman restorna untuk rencananya. Ia mengaduk sesuatu di sebuah cangkir. Lalu Ji A berkata bahwa cokelat hanya untuk anak kecil. Tapi Min Kyu bilang Ri EL suka cokelat panas. “1,5 gelas air ditambah 4 sendok bubuk cocoa,” kata Min Kyu.


Min Kyu lalu mengeluarkan hadiah dari Ri EL. Ji A bilang bahwa melamar dengan mug sepertinya bukan ide yang bagus. (Ternyata hadiah dari Ril El itu mug, sebelumnya aku tulis mainan dari keramik) Min Kyu berkata bahwa ada cerita dibalik mug itu.


Min Kyu: “Dia memberikannya padaku sebagai hadiah ulang tahun.”
Ji A: “Kapan?”
Min Kyu: “Sekitar 15 tahun yang lalu.”
Ji A: “Kau masih menyimpannya sampai sekarang?”
Min Kyu: “Dia sangat istimewa bagiku.”


Min Kyu lalu meminta Ji A untuk memberikan mug dan cokelat panas itu pada Ri El nanti.


Min Kyu lalu melihat Ri El datang. Dia berbisik pada Ji A agar jangan sampai membuat kesalahan.


Min Kyu langsung menghampiri Ri El.


Ji A merasa Ri El sangat cantik hari itu. 


Baek Gyoon sudah melepas jas lab-nya dan pergi untuk menyusul Ji A. Hoktal juga kesal karena Min Kyu membawa Ji A pergi lagi.


Baek Gyoon: “Cari lokasi Aji-3.”
Ssnanip: “Aji-3 ada di dalam.”
Pai: (memukul kepala Ssanip) “Maksudnya Ji A.”


Di dalam mobil, baek Gyoon mengomel bahwa dia tidak akan melepaskan Min Kyu kali ini.


Ji A menghidangkan cokelat panasnya, lalu di menjauh. Ri El mengangkat mug miliknya, melihat isinya, lalu bertanya, “Kenapa kau memberiku cokelat panas?”


Min Kyu: “Kau menyukainya.”
Ri El: “Ya, tapi itu ketika aku masih kecil. Sekarang ini terlalu manis untukku.”


Ji A mendengarnya dan bicara dalam hati, “Astaga, aku sudah bilang agar jangan membuatkannya cokelat panas.”


Min Kyu mengerti dan tertawa garing. Ri El lalu mengangkat gelasnya dan melihatnya. Ia bertanya mug apa itu. Ri El bahkan berkata mug itu konyol.


Min Kyu: “Kau memberikannya padaku sebagai hadiah.”
Ri El: “Hadiah?”
Min Kyu: “Ya, itu hadiah ulang tahun. Kau memberikannya padaku dulu sekali.”
RI El: “Benarkah?”


Ri El lalu meminta Min Kyu agar jangan membicarakan masa lalu, karena membuat Min Kyu terlihat tua. Ri El kemudian meminum cokelat panasnya karena Min Kyu sudah menyiapkan itu untuknya. “Hm.. ini terlalu manis,” kata Ri El.


Ji A bergumam kalau Ri El sudah dua kali menghina Min Kyu.


Ri El bertanya apa jawaban Min Kyu tentang pernikahan, tapi dia malah meminta Ji A untuk membawakannya kopi. Ji A lalu menyiapkannya, sambil tetap memasang telinga untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


Min Kyu: “Ri El, aku tidak akan berkencan tiga kali denganmu. Dna aku tidak akan menciummu.”
Ri El: “Apa itu berarti kita tidak akan menikah?”
Min Kyu: “Tidak.”
Ri El: “Apa kau menyukai seseorang?”


Ri El mengeluh karena bingung harus mengatakan apa pada ayahnya. “Aku cantik, cerdas, dan punya kualifikasi yang menarik. Bagaimana aku mengatakan padanya kalau aku ditolak?” Min Kyu berkata bahwa ayahnya akan mendapat penggantinya.


Min Kyu lalu mengeluarkan kotak perhiasan yang sudah disiapkan. Ri El tahu bahwa itu adalah kalung ibu Min Kyu. Dia bingung apakah Min Kyu melamarnya atau menolaknya. Llau Min Kyu bilang dulu Ri El menginginkannya, jadi dia memberikannya sebagai teman.


Ri El mengembalikannya, karena ia tidak menerimanya dari seorang teman. Ia lalu berdiri dan mengajak Min Kyu bersalaman sebagai teman dan mengajaknya melupakan tentang pernikahan.


Min Kyu ragu tapi dia tetap mengulurkan tangannya dan akhirnya bersalaman. Min Kyu langsung merasa kesakitan. Ri El bilang Min Kyu pasti menyesal jika ia menikahi orang lain. “Ya, aku akan sangat menyesal. Kau adalah wanita pertama dan terakhir yang pernah aku miliki dalam hidup,” kata Min Kyu sambil menahan rasa sakitnya.


Min Kyu mengambil suntikannya.
Flashback..


Dia bicara pada Dokter Oh di telepon, bahwa dia akan menikah karena merasa hanya ini kesempatannya. Dokter Oh mengizinkannya melakukan apapun jika Min Kyu memang ingin mati.


Min Kyu tidak jadi menyuntikkan obatnya, tapi malah berlari dan akan melemparkan kalungnya ke laut. Ji A mengejarnya dan mengingatkan bahwa itu adalah kalung ibunya. Min Kyu menyuruh Ji A pergi, karena dia sedang ingin sendirian saja. “Pergilah!!” Teriak Min Kyu.


Setelah berteriak, Min Kyu malah lebih tenang dan mengurungkan niatnya membuang kalung ibunya. Dia lalu duduk di kursi taman, dan terlihat tangannya sudah memerah dan begitu juga jam tangan medisnya.


Tiba-tiba hujan turun, dan Ji A datang membawakannya payung.


Ji A lalu menekan tombolnya dan payungnya berubah menjadi transparan. Ia lalu duduk bersama Min Kyu. Ji A lalu mengajak Min Kyu untuk melihat langit melalui payungnya.


Kondisi Min Kyu membaik. Mereka berdua tidak saling bicara dan masih duduk disana sampai hujan reda. Min Kyu lalu menutup payungnya.


Ia berdiri dan mengulurkan tangannya pada Ji A. “Ayo pulang,” ajak Min Kyu. Ji A menerima uluran tangan itu, bahkan mereka berjalan sambil bergandengan. [crstl]


Advertisement

8 komentar

So sweet... andai min hyuk tahu itu Ji A seorang manusia namun min hyuk akan sangat terlambat menyadarinya karena saat itu Ji A pasti sdh digantikan lagi sm Aji3... kasihan Ji A yg sdh punya perasaan suka sm min hyuk.. ditunggu kelanjutannya cingu... fighting...

ayo dong dikebuut udh penasaran abiss ini teh :) :)

Sehat selalu mbak.....biar bisa nulis terus.....Jangan lama2 ya ditunggu kelanjutannya. Terima kasih.

Ditunggu kelanjutannya mbak. Fighting!

Seandainya min kyu tau,,,, heheh...

Ayok dong mbak semangat nulisnya... udah gak sabar nih

D tunggu kelanjutan y, penasaran bngt...😊😊

Suka banget ama filmnya.. Semanga �� ditunggu kelanjutan nya


EmoticonEmoticon