12/15/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 7 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 7 Part 1

Ji A berlari kecil dan menabrak Pretty Three, lalu meminta maaf. “Hey, aku sudah masuk Pretty Squad sekarang. Semoga kita bisa bekerja sama,” kata Ji A.


Ji A lalu melihat tumpukan dus di sudut ruangan, salah satunya adalah dus kemasan robot yang Min Kyu beli lewat jasa Ji A. Dan di kemasan itu benar terkena noda.


Flashback..
Min Kyu mengeluhkan dus kemasannya yang terkena noda saus, dan protes pada Ji A.


Ji A berjalan keluar rumah dan mengingat saat Min Kyu bilang bahwa dia tidak tersenyum pada orang agar mereka tidak mengganggunya dan juga perkataan Min Kyu bahwa dia bermimpi buruk tentang orang-orang yang mengkhianatinya. “Dia pasti sangat terluka,” gumam Ji A.


“Dia juga punya alergi parah. Aku penasaran apa alerginya. Dia seperti memiliki segalanya, tapi hidup ini sepertinya tidak mudah baginya,” kata Ji A.


Di lab, Baek Gyoon melihat rekaman saat Min Kyu menyuruh Ji A mengganti pakaiannya. “Apa dia psiko?” gumam Baek Gyoon.


Baek Gyoon lalu melihat Ji Amasuk ke lab, dan mengomelinya karena tidak memberitahu kalau dia pergi keluar kemarin. Ji A pikir Baek Gyoon sudah melihat segalanya, jadi ia tidak membicarakannya lagi. Baek Gyoon bertanya apakah Min Kyu melakukan sesuatu yang aneh pada Ji A.


Ji A berkata bahwa Min Kyu orang yang normal, tidak pernah berbohong, dan memiliki sisi yang lembut. Baek Gyoon protes kenapa Ji A memihak Min Kyu sekarang. Ji A bilang Min Kyu adalah tuannya, jadi sudah tugas dasarnya untuk berada di pihaknya.


Baek Gyoon: “Tuanmu itu aku.”
Ji A: “Sadarlah. Aji-3 ada disana.”
Baek Gyoon: “Pokoknya jangan ikut dia keluar, jangan masuk ke dalam kamarnya, dan kenapa kau membiarkannya menyentuhmu?”


Ji A kesal karena Baek Gyoon membentaknya lagi. Baek Gyoon juga memarahi Ji A karena berani menyuntik Min Kyu padahal dia bukan paramedis. Tapi Ji A pikir bahwa ia sudah melakukan hal yang benar, karena menyelamatkan nyawa orang lain. Ji A bilang bahwa tidak perlu memikirkan itu, karena ada masalah lain yang harus mereka pikirkan.


Ji A lalu mengajak Baek Gyoon untuk melihat rekaman saat Jin Bae datang dan memberitahu bshwa itu adalah kakak. Jia berkata bahwa paru-paru kakaknya lemah, jadi ia bisa saja ambruk, jika mengetahui tentang Ji A. Baek Gyoon lalu berkata bahwa dia akan mengambil alih sistem CCTV sehingga bisa tahu siapa saja yang datang ke mansion.


“Dimana Pai? Aku harus melepaskan korsetku,” kata Ji A.


Pai dan yang lain sedang bersama Pelayan Sung yang menyuruh mereka mengecat sebuah bangunan sebanyak tiga lapis, agar tahan air.


Pai lalu mengejar Pelayan Sung dan mengatakan bahwa dia sedang sibuk, jadi dia tidak bisa membantu Hoktal dan Ssanip dan akan kembali ke lan. Tapi Pelayan Sung berkata bahwa ia punya tugas lain untuk Pai, yaitu memperbaiki listrik.


Ssanip menghampiri Pai dan berkata seharusnya mereka tidak membantunya memperbaiki mesin seja awal. “Benar kan Hoktal?” Tapi Hoktal malah sudah mulai pekerjaan mengecatnya, karena mereka memang tidak punya pilihan lain.


Baek Gyoon membantu melepaskan mur di korset Ji A dan terlihat ada banyak koyo di punggung Ji A.


Baek Gyoon berkata bahwa Ji A jangan salah paham, karena ia sudah tidak memiliki perasaan apa-apa pada Ji A. Tapi Ji A tidak peduli. Ia pamit pergi dan akan kembali saat makan malam.


Sun Hye tidak percaya Min Kyu bisa menjadi bos kakak Ji A. Ji A juga menceritakan tentang usahanya menyelamatkan hidup Min Kyu. “Tidakkah kau berpikir bahwa alam semesta sedang membuat kalian jatuh cinta?” tanya Sun Hye.


Ji A: “Tidak. Pria itu bertemu dengan cinta pertamanya kemarin.”
Sun Hye: “Pria itu? Sejak kapan kau menyebut ‘si brengsek’ menjadi ‘pria itu’?”
Ji A: “Sejak hari ini. Aku sadar bahwa aku salah.”
Sun Hye: “Dekati dia. Cinta pertama tidak pernah berhasil.”
Ji A: “Tapi aku adalah robot.”


Sun Hye bilang tidak masalah. Malah jika Min Kyu benar-benar jatuh cinta pada Ji A sebagai robot, Sun Hye bilang itu adalah cinta sejati.


Sun Hye juga bertanya tentang Baek Gyoon yang bersama Ji A setiap hari. Ji A berkata bahwa baek Gyoon sudah berkata dengan jelas bahwa sudah tidak memiliki perasaan apapun. Tapi Sun Hye bilang itu malah lebih mencurigakan.


Baek Gyoon: “Anak nakal itu..”
Aji-3: “Aku?”
Baek Gyoon: “Jo Ji A.”
Aji-3: “Silakan katakan subjek dengan benar, agar tidak terjadi salah input.”
Baek Gyoon: “Anak nakal itu..”
Aji-3: “Jo Ji A?”
Baek Gyoon: “Kau.”


Sun Hye lalu memberikan petisi yang sudah dibuat oleh para peserta kompetisi entrepreneurship.


Min Kyu memanggil Aji-3, dan sadar bahwa dia menyuruhku pergi.


Min Kyu menelepon Dokter Oh dan menceritakan bahwa ia sembuh lebih cepat dari biasanya. Dokter Oh bilang itu mungkin karena serangan alerginya ringan, tapi Min Kyu bilang ia hampir mati. Dokter Oh berkata bahwa ia akanpergi ke Inggris besok, jadi tidak bisa bersiaga untuk Min Kyu.


Ji A menerima telepon dari Si Brengsek, “Ya, Tuan.. Ups” Lalu ia pura-pura batuk, “Hallo?”


Min Kyu berkata bahwa ia sudah menerima kalungnya, tapi ia belum membukanya. Ia bertanya apakah Ji A benar-benar menghancurkan kalung itu dengan palu, karena ia harus menyiapkan dirinya.


Min Kyu tetap tidak percaya, walau Ji A terus berkata bahwa dia mengirimkan kalungnya dalam keadaan utuh. “Aku tidak percaya padamu, kenapa aku membuang waktuku yang berharga untuk bicara denganmu,” kata Min Kyu. Ji A kesal karena Min Kyu memutuskan teleponnya tiba-tiba.


Ji A yakin bahwa petisinya akan berhasil, karena Min Kyu sedang sakit. Dan menurut Ji A, orang yang sakit memiliki pikiran yang terbuka dan sensitif, jadi membaca surat dengan tulisan tangan akan menggerakkan hatinya. 


Sun Hye khawatir Jin Bae akan mengetahuinya.


Jin Bae melihat video Aji-3. “Dia sangat mirip dengan adikku,” kata Jin Bae dalam hati. Dan yang memperlihatkan itu pada Jin Bae adalah CEO Hwang Yoo Cheol.


CEO Hwang: “Apa kau pernah melihat sesuatu seperti ini, Pak Jo?”
Jin Bae: “Tidak, apa ini?”
CEO Hwang; “Itu robot.”
Jin Bae: “Robot?”


Jin Bae bilang ia tidak tahu tentang itu, tapi CEO Hwang melihat kaki Jin Bae yang gelisah. “Jika kau tahu sesuatu, beritahu aku. Dan ini hanya antara kau dan aku,” kata CEO Hwang.


Pak Yoon datang dan berkata bahwa tidak mungkin Jin Bae tahu tentang Aji-3. “Tapi sepertinya dia mengenali wajahnya,” kata CEO Hwang yang kemudian menanyakan hasil penyelidikan atas kepergian Tim Santa Maria.


Dua orang berpakaian hitam yang sebelumnya datang ke lab Santa Maria sedang melacak mobil-mobil yang digunakan untuk pindahan. Dan mereka menemukan mobil Daeyang yang sudah berkarat dan menyuruh orang untuk melacak pemiliknya.


Ssanip dan Hoktal masih sibuk mengecat dinding. Ssanip mengecek ponselnya yang berdering. “Nomor tersembunyi? Aku terlalu sibuk untuk ini,” ujarnya sambil menyimpan ponselnya lagi.


Pria 1: “Dia tidak mengangkat teleponnya.”
Pria 2: “Mereka waspada. Tapi, aku punya rencana lain.”


Pria 2 lalu mengirim pesan ke nomor Ssanip.


Pria berpakaian hitam tampak menunggu seseorang dari dalam mobilnya. Ternyata pria 2 berbohong bahwa ada paket untuk Tim Santa Maria.


Hoktal dan Ssanip dengan menahan sakit di bahunya. Mereka datang karena mengira itu adalah paket sparepart Aji-3 dari Afrika, padahal Ssanip sudah memintanya agar dikirim ke alamat baru. Ketika tahu itu hanyalah paket gratis, mereka menyesal sudah datang kesana.


Kedua pria mengikuti mobil Ssanip, tapi kehilangan mereka saat mobil Ssanip usdah berbelok ke gerbang utama mansion Min Kyu.


Min Kyu nge-game balap sendirian. Ia mengingat sesuatu.
Flashback..


Ri El berkata bahwa dia datang ke Korea karena ayahnya meminta dia menikah dengan Min Kyu.


Setelah kalah balapan, Min Kyu menggunakan kursi pijatnya dan mengingat ajakan Ri El agar mereka berkencan selama tiga kali.


Min Kyu lalu melihat film percintaan dimana tokohnya saling berciuman. Min Kyu kembali mengingat Ri El yang berkata jika pada akhirnya dia bisa mencium Min Kyu, maka ia akan menikah dengan Min Kyu.


“Astaga ini gila,” gumam Min Kyu. “Apa kau butuh teman?” kata Ji A.


Sayangnya, Ji A tidak ada disana. Itu hanya imajinasi Min Kyu saja.


“Benar! Yang aku butuhkan adalah seseorang yang bisa diajak bicara, bukan seorang teman,” kata Min Kyu tiba-tiba.


Di lab, Baek Gyoon sedang menonton rekaman saat Min Kyu sedang sekarat. “Firasatku mengatakan, kalau dia itu tidak normal. Ji A bilang dia normal, tapi dia punya alergi parah,” gumam Baek Gyoon.


Hoktal dan Ssanip datang dan mengeluhkan tubuh mereka yang sakit dan kelelahan. Ji A menyuruh mereka melepas baju agar dia bisa memasangkan koyo. Baek Gyoon datang dan berkata dia yang akan memasangkan koyonya. Tapi Hoktal bilang mereka akan memasangnya sendiri.


Min Kyu datang ke lab dan akan mengintip ke dalam. Tapi tiba-tiba dia mendengar ada suara orang mengerang. “Apa yang mereka lakukan?” gumam Min Kyung.


Di dalam, Hoktal sedang mengerang saat Baek Gyoon memasang koyo di bahunya.


Ssanip menyuruh Hoktal berhenti mengerang karena orang akan berpikir mereka sedang nonton film dewasa. Setelah itu gantian Ssanip yang mengerang saat Baek Gyoon memasang koyo di pinggangnya.


Ji A dan yang lainnya tertawa sangat keras.


Di depan pintu, Min Kyu heran karena seharusnya Aji-3 sedang di-charge. “Berhentilah tertawa, sekrupmu bisa lepas nanti,” gumam Min Kyu.


Hoktal berkata bahwa mereka harus pergi ke sauna, tapi Ji A bilang berenang lebih baik untuk mengurangi rasa sakit akibat kelelahan.


Ji A lalu bertanya kenapa layar monitor menunjukkan lampu merah yang terus berkedip.


Min Kyu membuka pintu lab! [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon