12/14/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 6 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 6 BAGIAN 2


Direktur Ye bertanya apakah wanita di samping Min Kyu adalah sekretaris barunya.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 6 Part 1

Ji A mendapatkan analisis Aji-3, bahwa Direktur Ye adalah ayah dari Ye Ri El, yang adalam folder ‘Sial’. Ji A lalu ingat bahwa ‘sial’ adalah anak perempuan yang berfoto bersama Min Kyu.


Direktur Ye lalu bertanya apakah Min Kyu jadi berinvestasi di Geumho Steel. Min Kyu berkata bahya dia hanya membeli dan menjual perusahaan, tapi tidak berinvestasi. Min Kyu mengucapkan terima kasih pada Direktur Ye karena selalu berada di pihaknya saat memutuskan sesuatu.


Min Kyu: “Geumho Steel harus memilih antara jatuh bangkrut atau dijual.”
Direktur Ye: “Ayahmu dulu ingin memperluas perusahaan. Kau harus berubah menjadi orang yang memanfaatkan perusahaan.”
Min Kyu: “Tidak, aku yakin ayahku sangat senang jika melihatku sekarang.”
Direktur Ye: “Ye Ri El, akan terbang kesini besok.”


Ji A: “Maaf, apakah ayahmu sudah meninggal?”
Min Kyu: “Ibuku juga.”
Ji A: “Kapan?”
Min Kyu: “15 tahun yang lalu, karena kecelakaan mobil.”


Ji A: “Hey, Kim Min Kyu..Kenapa wajahmu kusut seperti itu? Apakah perlu disetrika?”
Min Kyu: “Apa ini mode teman?’
Ji A: “Ini hari yang cerah. Cobalah untuk tersenyum.”


Min Kyu lalu tertawa dan berjanji akan tersenyum untuk Ji-A, hanya untukknya. Ji A bertanya kenapa ia tidak mau melakukannya pada orang lain. Min Kyu menjawab agar dia mengintimidasi orang, sehingga mereka tidak menganiayanya.


Ji A bertanya siapa orang dan ia akan memukul mereka semua. Min Kyu pun tertawa lagi.


CEO Hwang melihat video Aji-3 yang sedang dilatih oleh Baek Gyoon. Sekretaris menjelaskan bahwa itu adalah Tim Santa Maria yang melakukan penelitian robot dan sebelum Ketua Daeyang, Pak Park, meninggal, dia sempat bertemu mereka dan mendapatkan rekaman itu ketika mereka meminta pendanaan.


CEO Hwang marah karena ia baru diberitahu. Sekretaris menjelaskan bahwa Ketua Hwanglah yang memintanya tidak memberitahu CEO Hwang. Sekretaris juga menjelaskan bahwa robot itu adalah milik KM Finance, jadi Direktur Kim Min Kyu tidak akan tinggal diam bila mengetahuinya, karena bisa dipakai untuk melawan mereka.


Ternyata yang datang ke lab adalah Kepala Pelayan Sung yang meminta bantuan memperbaiki alat deteksi barang. Mereka senang karena berhasil memperbaikinya.


Baek Gyoon lalu bertanya kenapa Pelayan Sung membutuhkan alat seperti itu di rumah. Pelayan Sung bilang bahwa ini untuk keamanan.
Flashback..


Min Kyu dapat melukai dirinya sendiri sendiri saat membuka paket. Belum lagi orang-orang yang suka mengirimkan teror padanya.


Min Kyu tidak bisa tidur, ia merasa terjadi sesuatu dengan hatinya.  Ia lalu turun dari ranjang dan melihat foto Ye Ri El, yang kata ayahnya akan datang ke Korea esok hari.


Min Kyu lalu membuka loker besi yang Ji A dilarang menyentuhnya. Ia mengambil sebuah kotak bingkisan.


Kotak itu berisi surat-surat dan sebuah boneka keramik. Min Kyu tersenyum.


Seorang wanita yang baru turun dari pesawat terlihat menelepon seseorang. “Jangan beritahu dia aku ada disini. Aku ingin ini menjadi sebuah kejutan.”


Pelayan Sung merapikan beberapa kotak paket.


Ponsel Min Kyu berbunyi dan ia melihat ada tamu yang datang.


Min Kyu menyuruh Aji-3 tetap disana dan melarangnya keluar. Ji A bertanya apakah ada orang yang datang. ”Ri El, cinta pertamaku.”


Ri El mengatakan bahwa tidak ada perubahan apapun di mansion itu padahal sudah 15 tahun. Mereka lalu saling menyapa.


Ri El: “Bagaimana? Apa aku kelihatan lebih dewasa?”
Min Kyu: “Ya, kau terlihat sangat dewasa.”
Ri El: “Ah, aku ditunjuk menjadi Kepala Divisi Kontribusi Sosial di perusahaanmu.”


Ji A mendapatkan data dari Aji-3. “Wah.. pengalaman bekerjanya sangat mengagumkan,” ujar Ji A.


Min Kyu berkata bahwa berarti dia pilih Yoo Cheol, tapi Ri El bilang dia datang untuk alasan yang lain dan menyuruh Min Kyu menebaknya. “Ayahku ingin aku menikahimu, sepertinya karena kau kaya,” kata Ri El santai. Padal Min Kyu sendiri terkejut mendengarnya.


Ri El lalu berjalan mendekati Min Kyu. “Jawabanku adalah... “ Ri El lalu meletakkan tangannya di bahu Min Kyu. “Why not?”


Alergi Min Kyu mulai bereaksi, tapi ia coba menahannya. Ri El melanjutkan bicaranya bahwa tidak ada salahnya memiliki banyak uang apalagi ia mengenal Min Kyu dengan sangat baik. Baginya, itu jauh lebih baik daripada menikahi pria kaya lainnya. 


“Walaupun ini pernikahan demi keuntungan bersama, kita harus tetap pergi berkencan,” kata Ri El sambil memegang tangan Min Kyu.


Min Kyu semakin kesakitan. Ia melepaskan tangan Ri El. Ri El tidak menyadarinya, ia terus bicara dan mengajak Min Kyu berkencan selama tiga hari, jika dia bisa mencium Min Kyu, maka dia akan menyetujui pernikahan itu.


Ji A melihat apa yang terjadi dengan tatapan heran. Apalagi ruam merah mulai terlihat di tangan dan leher Min Kyu.


Min Kyu minta maaf karena dia ada janji, dan akan menghubungi Ri El lagi nanti. Ia langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dia berteriak menahan sakit.


Ji A melihatnya dari lantai atas, dan menyusulnya ke bawah.


Min Kyu sampai di ruangan yang sebelumnya dilarang untuk dimasuki Ji A. Ia mencoba membuka pintunya namun kesulitan.


Min Kyu berhasil membuka pintunya dan merayap masuk ke dalam. 


Ji A sampai dan melihat Min Kyu yang sedang terbaring sambil berusaha membuka laci berisi jarum suntik, tapi tidak berhasil.


Ji A menanyakan keadaan tuannya. Dan saat melihat kondisinya, Ji A sangat terkejut sampai melangkah mundur.


Min Kyu mulai kehilangan napasnya. Ji A mengingat sesuatu. 
Flashback..


Jika Min Kyu terlihat berubah, ia meminta Ji A masuk ke dalam ruangan terlarang, mengambil jarum suntik di dalam laci, dan menyuntikkannya. “Aku harap kau tetap mengenaliku, walaupun aku berubah.”


Ji A mengambil jarum suntiknya. Sementara itu, jam tangan kesehatan Min Kyu terus menghitung mundur.


Lalu dia bersiapkan untuk menyuntikkannya ke tubuh Min Kyu. [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon