12/14/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 5 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 5 BAGIAN 1


#1 – Aku Senang Kau adalah Robot


“Hal pertama yang harus ditanamkan pada dirimu adalah hirarki di rumah ini,” kata Min Kyu.


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 4 Part 2

Hirarki yang dimaksud Min Kyu adalah sistem kasta terhadap barang-barang ia cintai. Yang menduduki tingkat paling tinggi adalah penggaruk punggung yang diberi nama Pretty One. Pretty Two adalah mesin vacum model lama, dan Pretty Three adalah mesin vacum yang baru-baru ini berulang tahun.


Min Kyu menjelaskannya sambil tersenyum bangga, tapi Ji A malah merasa aneh dengan itu semua.


Aji-3 berkata, “Aku juga akan menjadi Pretty.”


Tapi Ji A malah bertanya, “Dengan kata lain, aku berada di level yang sama dengan penggaruk punggung dan mesin vacum?”


Min Kyu berkata, “Tidak, mereka di atasmu. Dengan membuatku senang, kau akan mendapat poin. Hasilkan poin sebanyak mungkin , sehingga kau bisa dipanggil Pretty dan akan mencapai level hirarki mereka. Lalu aku akan merayakan ulang tahunmu.” Dalam hatinya, Ji A menyebut Min Kyu sinting. “Untuk semua benda, ulang tahunnya adalah hari pembeliannya,” lanjut Min Kyu lagi.

Di gudang yang sekarang sudah menjadi laboratorium, Baek Gyoon tertawa melihat itu semua. Lalu tiba-tiba perutnya terasa sakit.


Saat Baek Gyoon ke toilet, di sana sudah ada Hoktal dan Pai yang mengantri, dan di dalam toilet sudah ada Ssanip. Baek Gyoon bertanya kenapa semuanya sakit. Pai lalu menduga itu adalah akibat kari kadaluarsa yang mereka makan kemarin.


“Kari? Tidak mungkin. Ji A makan dua bungkus kemarin,” kata Baek Gyoon sambil menahan perutnya yang mulas.


Selanjutnya, Min Kyu menjelaskan bahwa ada beberapa tempat suci di rumahnya, yang bahkan lebih keramat dari hirarki, yaitu kastil kartu remi, loker besi, action figure. Min Kyu melarang Ji An menyentuh itu semua. Ji A pura-pura tersenyum. “Selanjutnya, aku akan menjelaskan tentang desain rumah ini. Ikuti aku,” kata Min Kyu.


Saat akan mengikuti Min Kyu, tiba-tiba perut Ji A mulai terasa sakit. “Kenapa perutku sakit? Aku tidak minum-minum semalam,” kata Ji A  dalam hati.


Ssanip akhirnya keluar toilet masih dalam keadaan sakit perut. Pai memegangi Hoktal dan menyuruhnya berjanji agar menyelesaikannya dengan cepat. Baek Gyoon lalu berkata pada Ssanip agar menyampaikan pada Ji A, bahwa ia harus bertahan bagaimanapun caranya. Ssanip mengerti.


Tapi setelah beberapa langkah, Ssanip merasa tidak sanggup menahannya jadi ia ikut mengantri di belakang Baek Gyoon. Ssanip bahkan menggunakan sapu untuk membantunya menahan sesuatu yang akan keluar.


Min Kyu menjelaskan tentang dapur, tanpa menyadari Ji A yang berusaha menahan rasa mulas di perutnya dengan menutup mulut dan terus berputar-putar.


Ji A melihat kamar mandi. Min Kyu menengok dan bertanya apa yang Ji A lakukan. Ia lalu menunjuk suatu ruangan.


Ji A: “Ruangan apa ini, Tuan?”
Min Kyu: “Hanya aku yang boleh masuk kesana. Kau tidak boleh. Kemarilah..”


Min Kyu mengajak Ji A melihat foto orang tuanya. Ia menyuruh JI A agar menyimpan informasi mengenai mereka. Kalung yang dicari Min Kyu ternyata adalah kalung favorit ibunya.


“Seorang manusia mencurinya, aku harus segera mendapatkannya. Aji-3, input ini. Tuanmu paling membenci orang yang berbohong,” kata Min Kyu.


Hoktal keluar dari toilet, tapi ia akan masuk lagi. Pai melarangnya dan menarik bajunya. Ssanip lalu menyerobot masuk ke dalam sambil meminta maaf. Yang lain mulai terjatuh duduk saking lemasnya.


“Aku senang kau adalah robot. Kau tidak akan menipuku. Input ini juga,” kata Min Kyu sambil menunjukkan foto dua anak kecil.


Aji-3 bertanya harus ia beri nama apa foldernya. Ji A bertanya siapa nama anak perempuan dalam foto itu. “Dia cinta pertamaku..” belum selesai Min Kyu menjelaskan, terdengar suara.


“Tuut..” Min Kyu terkejut dan mencari asal suara itu.


Ji A mengumpat, “Sial.” Tapi Aji-3 malah menyimpan kata ‘sial’ sebagai nama folder foto perempuan tadi.


Min Kyu: “Suara apa itu?”
Ji A: “Tuan, kau buang angin.”
Min Kyu: “Aku? Bukan aku,”
Ji A: “Ya. Lalu apakah itu aku?”


Min Kyu bilang tidak mungkin Ji A yang buang angin. Ji  A mengendus dan berpura-pura bahwa baunya tidak biasa. Ji A menyarankan Min Kyu untuk mengganti pakaian dalamnya. (haha..)


“Ini aneh. Haish! Maafkan aku. Tunggu di sini,” kata Min Kyu lalu pergi sambil mencium bau di celananya.  


Tapi kemudian, Min Kyu keluar lagi dari kamarnya. “Aji-3, tuanmu bukanlah orang yang suka buang angin sembarangan....” Ji A sudah pergi.


Dengan hampir merangkak, Baek Gyoon menuju ke mic dan menyuruh Ji A untuk bertahan.


Terlambat, Ji A sudah masuk ke toilet dan mulai merasa lega. “Kari terkutuk. Aku akan membuang semuanya.”


Min Kyu yang kebingungan karena Ji A tidak ada, lalu dikejutkan dengan suara dari toilet. Min Kyu memanjangkan tongkatnya, “Apa itu hantu?” Ia lalu berjalan mendekati toilet.


Ia membuka pintu toiletnya dan menemukan Ji A dan bertanya apa yang sedang dilakukannya. “Aku sedang bersih-bersih, Tuan,” jawab Ji A,
Flashback..


Setelah perutnya lega, Ji A merasa toiletnya menjadi sangat bau. Dia lalu mengambil sabun dan parfum untuk disemprotkan di sekitar kloset.


Jadi saat Min Kyu masuk, Ji A memang sedang bersih-bersih. Min Kyu bertanya apakah ada orang asing masuk kesana dan juga menanyakan suara siraman air di kloset. Ji A lalu menekan tombol siramnya lagi dan berpura-pura menggosok klosetnya. “Aku tidak pernah menyuruhmu membersihkan kamar mandi,”  kata Min Kyu heran.


Hoktal yang sudah selesai dikejutkan dengan Ji A yang berada di kamar mandi. Min Kyu bertanya apakah tidak masalah jika tangan Ji A basah. Baek Gyoon memberitahunya agar menjawab kalau Ji A bahkan bisa mencuci piring.


“Kau bohong. Kau tidak bisa menipuku di rumahku sendiri,” kata Min Kyu yang membuat semua orang panik. “Kau tidak bisa menggunakan parfum sebagai alat pembersih. Lihat, ada label Prancisnya di sini. Kau bicara 15 bahasa, apa sensormu rusak?” lanjut Min Kyu.


Ji A beralasan kalau membersihkan parfum sedang tren saat ini. Min Kyu bilang bahwa parfumnya seharga 1000 dollar. “Maafkan aku, jika hanya pakai sabun, baunya tidak mau hilang,” kata Ji A dalam hati.


Min Kyu lalu melihat keringat di pipi Ji A dan berjalan mendekat untuk mengeceknya. Namun kakinya terpeleset sabun yang sebelumnya digunakan Ji A.


Min Kyu senang karena mengira Ji A akan membantunya. Tapi ternyata Ji A malah menyelamatkan parfumnya da membiarkan Min Kyu jatuh. Bahkan Ji A jatuh tepat di atas Min Kyu.


Min Kyu diam terpaku.


Ji A berusaha berdiri tapi itu malah membuat mereka saling bertatapan. Min Kyu lalu memukul perut Ji An dan berteriak agar Ji A bangun.


Baek Gyoon tertawa kecil dan menganggapnya sebagai upaya pembebasan diri yang bagus. “Korset Ji A terbuat dari titanium. Min Kyu pasti sangat kesakitan,” kata baek Gyoon pada Hoktal. Hoktal merespon, “Itu bagus. Sekarang Min Kyu tidak akan ragu lagi jika Ji A adalah sebuah robot.


Min Kyu menggunakan kursi pijatnya. Ia memarahi Ji A karena dialah penyebabnya dia bisa sakit seperti itu.


Ji A lalu mematikan kursinya. “Haruskah aku meminjamkan tangan robotku?” tanya Ji A yang kemudian memijat punggung Min Kyu.


Yang dibayangkan Min Kyu sebelum Ji A datang adalah bahwa robot itu akan membantunya menggaruk punggungnya, tapi yang terjadi sekarang agak berbeda. Min Kyu lalu memarahi Ji  karena lebih memilih menangkap parfum dibanding dirinya. Ji A beralasan karena parfum mahal itu istimewa bagi Min Kyu.


Min Kyu lalu menyuruh Ji A duduk di depannya, “Aku manusia. Kau?”
Ji A: “Robot.”
Min Kyu: “Benar, kau robot. Kau mungkin terlihat seperti manusia, tapi kau terbuat dari besi. Tubuhmu bisa menjadi senjata, jangan lupakan itu.”


Min Kyu mengatakan bahwa Ji A harus seperti anjing ada di TV, mengambil resiko untuk menyelamatkan pemiliknya. Min Kyu lalu berlari ke arah dapur.


“Aji-3 tolong aku, Aji-3..” Ji A datang tapi dia diam saja. Min Kyu lalu bangun dan protes kenapa tidak menolongnya. Min Kyu lalu bertanya siapa dia sambil melepaskan topeng kucingnya. “Kau Tuanku.” Min Kyu lalu memasang dan melepas topengnya berulang-ulang.


Ji A: “Kau kucing. Kau tuanku. Kucing. Tuan. Kucing. Tuan...”
Min Kyu: “Hahaha...”
Ji A: “Tuanku tertawa.”
Min Kyu: “Aku beri kau 20 poin. Kau adalah pertama menerima poin karena membuatku tertawa,”


“Aku harap kau tetap mengenaliku, walaupun aku mungkin berubah,” kata Min Kyu sambil mengelus kepala Ji A. “Aku berjanji akan menyayangi dan mencintaimu.”


Ji A merasa apa yang diucapkan Min Kyu sangat manis, tapi ia merasa seperti seekor anjing.


Min Kyu lalu meminta Ji A masuk ke ruangan terlarang tadi dan mengambil sebuah suntikan, jika nanti melihatnya berubah. Jika Ji A berhasil mengikuti prosedur darurat dan menyuntikkannya pada Min Kyu, maka Ji A akan diberi poin 500 dan menjadi bagian dari Pretty


Tim Santa Maria sudah menyelesaikan urusannya di toilet dan merasa lapar sekarang. Lalu di layar terlihat aneka bahan makanan segar.


Ssanip: “Wow.. lobster.”
Hoktal: “Bukankah itu salmon?”
Baek Gyoon: “Tolong jangan lakukan ini padaku.”
Ssanip: “Aku mau berbaring di dalam kulkas itu.” [crstl]
Advertisement

1 komentar:

Makasih ya sinopsis y..
Lucu aku baca y sambil ketawa sendiri..😀😀


EmoticonEmoticon