12/08/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 3 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 3 Part 1

Kakak Ji A yang bekerja sebagai sekretaris Min Kyu menelepon dan mengabarkan tentang kasus korupsi yang melibatkan Kepala Kontribusi Sosial.


Min Kyu meminta Sekretaris Jo untuk menyuruhnya mengundurkan diri. “Jika dia tidak mau mengundurkan diri,maka katakan bahwa kita akan menuntutnya untuk penggelapan. Ohya, ada satu lagi gugatan yang harus diajukan.”


Baek Gyoon: “Saat wifimu tidak bekerja, apa saja yang kau lakukan? Mengakulah.”
Ji A: “Jangan khawatir, kita tidak ketahuan.”
Baek Gyoon: “Robot itu tidak bisa merespon untuk sesuatu yang belum ditanamkan padanya. Kau sekarang adalah avatar. Lakukan saja apa yang Aji-3 katakan padamu, oke?”


Min Kyu akan menuntut orang yang mencuri kalungnya!


Waktu perjanjiannya tinggal 30 menit lagi. Baek Gyoon menyuruh Ssanip dan Hoktal untuk masuk dan membawa kembali Ji A dengan alasan baterai. Mereka berdua bergegas mengemudikan mobilnya.


“Aku akan menemukan bukti pencuriannya melalui kamera di mobil atau lainnya. Kau siapkan saja dokumennya,” lanjut Min Kyu kepada Sekretaris Jo. “Tunggu saja Direktur Jo, kupastikan kau akan masuk penjara..” Dan Ji A mendengarnya. “Ini gila. Aku tidak mengambil kalungmu,” kata Ji A dalam hati.


Min Kyu lalu memberikan pertanyaan tentang moral pada Ji A, “Aji-3, seorang pencuri memberikanmu barang yang rusak dan mengambil kalungku. Haruskah aku mengirimnya ke penjara atau mendapatkan kembali kalungnya dan memaafkan dia?”


Aji-3 memberi instruksi: Pelaku dapat dipenjara selama tiga tahun. Untuk mencegahnya terulang kembali, aku sarankan untuk menuntutnya.

Tapi yang dikatakan Ji A adalah mereka harus mempertimbangkan kemungkinan tidak bersalah, “Kenapa kau tidak mengingat ke belakang dan mengecek jika saja ada kesalahpahaman atau kesalahan, Tuan?”


Min Kyu bertanya kenapa Ji A malah memihak pada kriminal bukan pada tuannya.
Min Kyu: “Kau harus selalu berada di sisi tuanmu.”
Aji-3 (di lab): “Aku selalu berada di sisimu, Tuan.”
Ji A: “Kau bisa saja melakukan kesalahan, Tuan.”


Karena tidak suka dengan kelakuan Ji A, Min Kyu mengurangi 20 poin. Ia meminum obatnya, lalu tersedak. Ji A bingung, tapi ia diam saja. Min Kyu lalu ambruk.


Baek Gyoon khawatir saat melihat Ji A berlari dan menyuruhnya berhenti karena Aji-3 tidak bisa berlari seperti itu. Ji A tidak peduli. Ia tetap berlari menghampiri Min Kyu.


Ia memukul punggung Min Kyu dan berhasil mengeluarkan obat dari tenggorokkannya. Ji A juga mengelus-elus punggung Min Kyu untuk menenangkannya. “Apa kau baik-baik saja?”


Min Kyu terkejut, “Apa yang baru saja kau lakukan padaku?”


Aji-3 menganalisa ekspresi Min Kyu, tapi tidak mendapatkan hasil apa-apa.


Ji A menjawab bahwa dia dilengkapi dengan kemampuan menganalisa ekspresi wajah dan melihat Min Kyu sedang membutuhkan bantuan medis darurat. “Jika kau melatihku dengan baik, aku bisa melakukan banyak hal untukmu.”


Min Kyu mengangkat jari telunjuknya seperti saat bertemu Aji-3 pertama kali. Bedany kali ini, Ji A malah menangkap tangan Min Kyu dengan kedua tangannya. Anehnya, tidak muncul reaksi alergi apapun pada Min Kyu padahal Aji-3 yang sekarang adalah seorang manusia.


Angin berhembus..


Tim Santa Maria melihat rekaman ketika Ji A sedang berlatih angkat besi. Ssanip tidak sanggup melihatnya, “Dia akan mematahkan punggungnya.”


Ji  A sudah kembali ke lab dan makan mie dengan lahap. “Bagaimana kau bisa makan setelah membuat kekacauan besar?” tanya Baek Gyoon. 


Ji A bilang ia tidak ketahuan dan sudah berusaha sebaik mungkin. Baek Gyoon tetap mengomeli. Tim Santa Maria yang lain hanya bisa menonton saja.


Baek Gyoon: “Apa kau tahu apa yang terjadi? Apa kau tahu seberapa besar biaya proyek ini? Apa kau peduli? Apa kau bahkan berpikir?”
Flashback..


Saat itu, Baek Gyoon yang merupakan profesor Ji A masuk bersama mahasiswa ke ruangannya. Ji A sudah ada di sana. Baek Gyoon memarahinya dan menyuruhnya berpikir sebelum melakukan sesuatu.


Ji A kesal. Ia lalu mengatakan kepada Ssanip, Hoktal, dan Pai bahwa ia akan mentraktir mereka minum jika bertemu lagi suatu hari nanti. Ia mengambil tasnya dan pergi. Lalu ia menoleh dan berkata pada Baek Gyoon, “Ganti wajah robotnya.”


Baek Gyoon: “Aku akan menggantinya! Kenapa juga aku menggunakan wajahmu? Aku sudah kehilangan akal.”
Hoktal: “Wah.. Mereka berdua terlalu berbeda.”


Ji A berteriak sambil mengendarai motornya. “Yaa.. itu semua hanya masa lalu. Kau membayarku 10.000 dollar, sekarang kita sudah impas...”


Di ruang kerjanya, Baek Gyoon mengomel sendiri dan mengatakan bahwa Ji A masih sama seperti dulu, suka berbuat sesuatu dan pergi begitu saja.
Flashback..


“Ayo kita putus,” Lalu Ji Apergi meninggalkan Baek Gyoon begitu saja.


Ketua Hwang menyambut Direktur John Martin dari Grup Bold yan rencananya akan membli Daeyang Shipbuilding. Ketua Hwang bilang bahwa kontraknya sudah siap, jadi Direktur Martin bisa istirahat dulu malam ini. Lalu ponsel Ketua Hwang berbunyi.


Yang menelepon adalah Min Kyu yang memerintahkan agar penjualan daeyang Shipbulding dibatalkan.“Kita tidak bisa menjualnya dengan harga yang ditawarkan Grup Bold.


Ketua Hwang: “Apa maksudmu? Kita akan menandatangani kontraknya besok. “
Min Kyu: “Aku menyerahkan penjualan itu padamu. Tapi aku pikir kau tidak terlalu bagus dalam mengurus pekerjaan semacam itu.”


Ji A mengajak kakak ipar dan kakaknya makan daging sapi. Kakaknya bilang bahwa mereka buang-buang uang dengan makan di restoran, padahal di rumah banyak makanan.
Ji A: “Ini bukan untukmu, ini untuk keponakanku yang ada dalam perutmu.”


Kakak ipar mengucapkan terima kasih dan meminta maaf atas kejadian sebelumnya . Ji A berkata, “Harusnya aku yang meminta maaf. Aku juga sudah membayar hutangku.” Kakak ipar bertanya darimana Ji A mendapatkan uangnya.


Ji A hanya menjawab bahwa ia tiba-tiba mendapatkan uang entah dari mana. Kakaknya tertawa dan ingin juga mendapatkan uang seperti itu.


Kakaknya lalu mengeluarkan sebuah kalung yang ia temukan di kantong Ji A dan bertanya apakah itu miliknya.


“Ah, itu kalungnya. Ini berarti aku akan membuat diriku malu di depan si brengsek itu,” keluh Ji A.


Min Kyu menatap tangannya yang tadi disentuh Ji A, yang ia kira Aji-3.


Ia mendapat pesan dari Direktur Jo yang isinya video bahwa kalung itu akan dipukul dengan palu.


Min Kyu langsung menelepon balik Ji A yang saat itu sebenarnya sedang membungkus kalungnya. “Aku akan mengembalikan kalungnya tanpa merusaknya, jika kau meminta maaf dulu. Kau menuduhku penipu dan memukulku. Itu tidak adil. Jadi aku pantas menerima permintaan maafmu.”


Min Kyu: “Kau bercanda?”
Ji A: “Jika kau tidak minta maaf, aku tidak akan mengembalikan kalungnya.”
Min Kyu: “Kenapa kau tidak minta uangnya saja? Lalu aku akan mempertimbangkannya. Kau memintaku minta maaf padahal kau sudah berbohong padaku? Omong kosong. Kalungku? Hancurkan saja. Tapi ingat ini, aku akan menemukanmu dan membuatmu membayarnya.”


Ji A bercerita bahwa dia sungguh-sungguh tidak tahu mengenai kalung itu.
Ji A: “Kau tidak punya teman ya?”

Min Kyu: “Kau benar. Aku memang tidak punya teman dalam hidupku. Aku lebih memilih hidup bersama robot daripada berada di sekitar orang seperti dirimu!”


Ji A hampir keceplosan jika ia tahu tentang robot itu. Ia mengalihkan pembicaraan bahwa ia akan mengirim kalungnya dan meminta Min Kyu mengirimkan alamatnya. “Kalau tidak, aku akan membuang kalungnya,” kata Ji A lalu menuup teleponnya.


“Membuangnya? Hallo? Hey.. Kau benar-benar gila..!”


Ji A mengecek lagi proyek lampunya. Dia sangat senang saat mengetahui kedua lampunya bisa menyala hampir bersamaan, hanya dengan menyentuh salah satunya saja.


Teknisi pun sama senangnya, “Aku mengorbankan diriku untuk membuat lampu ini.
Ji A: “Terima kasih.. Kau benar-benar jenius. Yang aku butuhkan sekarang adalah presentasi yang bagus. Aku harap KM Finance akan memilihku.”


Min Kyu sedang makan buah dan ia mengingat kembali saat dia tersedak dan Aji-3 menyelamatkannya. “Sebuah robot menyelamatkan hidupku? Dia berguna juga.”


Ia lalu menggaruk punggungnya dengan alat penggaruk. Ia memiliki ide.


Dalam imajinasinya, Min Kyu melihat Ji A membantu menggaruk punggungnya, dan juga membersihkan rumah, bahkan memasak.


“Inilah robot yang aku butuhkan! Haruskan aku mencoba untuk melatih robot?” [crstl]
Advertisement


EmoticonEmoticon