12/28/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 13 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 13 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 13 Part 1

Min Kyu mengirimkan pesan ‘Suatu hari akan ada seseorang yang menyukaimu. Baru saja dikirim 300 dollar. Cerialah’.


Di kamarnya, Min Kyu sangat gelisah. “Jadi seperti ini rasanya dicintai orang lain. Rasanya seperti ada 100 kubah ditumpuk di rumahku ,” gumam Min Kyu.


Di lab, Pai melihat video rekaman saat Baek Gyoon dengan Ji A membahas kencan mereka dulu saat mengawasi Min Kyu berkencan kemarin. Ia mematikan komputernya ketika Baek Gyoon datang.


Baek Gyoon bertanya kemana yang lain. Pai bilang bahwa mereka pergi membeli kopi dan belum kembali. Pai bertanya dimana Ji A. Baek Gyoon bilang Ji A ada urusan dan segera kembali. “Astaga sangat mengesalkan berada disampingnya sepanjang hari,” keluh baek Gyoon. 


Pai: “Kau terlihat bahagia.”
Baek Gyoon: “Kau ini bicara apa? Sangat mengganggu harus mengurusnya begitu.”
Pai: “Kalau begitu tidak usah pergi. Lain kali aku yang akan pergi.”
Baek Gyoon: “Aku tidak bisa... Ya, itu bagus.”

Baek Gyoon mengakui bahwa ia ingin berkencan lagi dengan Ji A, tapi ia masih belum tahu kenapa dulu Ji A meninggalkannya. Pai mengatakan bahwa jika Baek Gyoon belum tahu alasannya, maka mereka akan berakhir dengan saling menyakiti satu sama lain lagi.


Pai menyarankan agar Baek Gyoon mengingat titik awal pada kejadian apa Baek Gyoon merasa harus meminta maaf pada Ji A.


Ssanip sangat senang karena bisa memakan marshmellow setiap hari. Lalu Ji A datang dan dia bertanya mengapa mata Ji A merah.


Ji A mengatakan bahwa emosinya sedang tidak baik dan tidak bisa berpikir dengan baik. Ia menyapa Pai lalu duduk di kasurnya.


Baek Gyoon mengingatkan bahwa Ji A masih berperan sebagai robot dan tidak ada robot yang bermata merah. Ji A bilang ia akan mengobati matanya sendiri. “Buka matamu. Aku mau mengeceknya,” kata Baek Gyoon.


Pai terlihat murung lagi.


Ji A membuka matanya lebar-lebar. “Apa kau hantu? Jangan buka terlalu besar,” kata Baek Gyoon. Ji A bertanya kenapa Baek Gyoon tidak bicara dengan baik. Karena kesal, ia merebut tetes matanya dan memakainya sendiri. Baek Gyoon meminta maaf lalu pergi.


Ji A: “Pai, kapan kau akan selesai memperbaiki Aji-3? Aku harus memulai urusanku sendiri.”
Hoktal: “Kami hampir selesai. Hampir.”

Pai: “Kami akan selesaikan sebelum akhir pekan. Aku akan memperbaikinya apapun yang terjadi.”
Ji A: “Terima kasih. Ngomong-ngomong kau bisa bicara denganku dengan nyaman.”
Pai: “Bagiku ini nyaman.”


Pai lalu pergi dan Hoktal yang menggantikannya. Ssanip bertanya apakah Min Kyu berhasil melakukan ciuman pertamanya. Ji A terbatuk dan mengatakan bahwa dia tidak tahu.


Hoktal: “Pasti sulit baginya. Tapi akan berbeda jika wanitanya yang mencium lebih dulu.”
Ssanip: “Ah, seandainya aku bisa memberitahunya apa yang Sun Hye katakan jika dia berhasil menjalani ciuman pertamanya. Sun Hye mengatakan bahwa...”


Narasi Sun Hye: “Bahwa hari selanjutnya sangat penting. Jika mereka saling mengabaikan satu sama lain, maka itulah saat permainan ‘jual mahal’ dimulai.”


Min Kyu bertanya apakah Ji A sudah di-charge penuh semalam dan Ji A menjawab iya. Min Kyu mengatakan bahwa semua adalah salahnya.


Min Kyu: “Dengarkan baik-baik, Aji-3. Buka kabelmu dan input ini secara akurat. Kau tidak boleh mencintaiku. Kau bisa menjadi teman dekatku, tapi kau tidak bisa menjadi wanita yang kucintai. Dengan kata lain, jangan pernah ulangi apa yang kau lakukan kemarin.”
Ji A: “Apa yang kulakukan kemarin? Apa aku melakukan sesuatu kemarin.”
Min Kyu: “Kau.. kau mencoba.. untuk.. Kau melakukan sesuatu padaku, ingat?


Ji A bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi diantara mereka kemarin. Min Kyu mengira Ji A tidak ingat karena sedang berada dalam mode operasi. Ia lalu meminta Ji A agar ebrganti menjadi mode teman.


Ji A: “Apa?
Min Kyu: “Apa?”
Ji A: “Katakan padaku ada apa?”
Min Kyu: “Apa kau kesal padaku?”
Ji A: “Aku tidak mengerti maksudmu. Bisa kau ulangi?”


Min Kyu mengeluh kenapa JI A kembali lagi ke mode operasi. Ji A beralasan kalau dia sedang error jadi hanya bisa mode operasi. “Jangan bercanda. Aji-3, mode teman,” perintah Min Kyu. Tapi Ji A terus mengatakan alasan yang sama dan tidak tahu apa yang dia lakukan kemarin.


Ji A: “Dan aku tidak akan melakukannya lagi.”
Min Kyu: “Bukan itu maksudku.”
Ji A: “Lalu haruskah aku melakukannya lagi?”
Min Kyu: “Apa? Lakukan apa? Kau ingat apa yang terjadi kemarin kan?
Ji A: Apa ada yang terjadi kemarin, Tuan?”


Min Kyu putus asa dan Ji A hanya mengedip-ngedipkan matanya. Min Kyu lalu melihat kalau Sun Hye ada di luar pintu gerbang.


Min Kyu bercerita bahwa dia sudah mempersiapkan banyak hal untuk ciuman pertamnya, tapi seseorang mengambil kesempatannya untuk mencium. “Oleh karena itu, aku harus menyiapkan ciuman pertamaku lagi,” kata Min Kyu pada Sun Hye. Ia bertanya apakah Sun Hye punya ide.


Sun Hye bertany siapa yang mengambil ciuman pertamanya, tapi Min Kyu tidak menjawab. Ia lalu menyarankan agar Min Kyu pergi ke tempat yang privat dimana memungkin terjadinya kontak fisik. “Bagaimana dengan menyetir mobil?” tanya Sun Hye.


Min Kyu membayangkan ia naik mobil bersama Ri El, lalu berhenti di suatu tempat dan akan menciumnya,namun ternyata Ji A muncul dari kursi belakang dan menggagalkan rencananya.


“Tidak.. tidak.. yang lainnya,” kata Min Kyu. “Bioskop?” saran Sun Hye.


Min Kyu kali ini membayangkan ia ada di dalam bioskop berdua saja dengan Ri El dan akan menciumnya. Tapi tiba-tiba Ji A mengambil muncul dari kursi belakang dan mengambil popcorn-nya.


Min Kyu: “Astaga! Berhenti menggangguku. Kau terus mengikutiku seperti anak anjing, jadi aku tidak bisa melakukannya.”
Sun Hye: “Kalau begitu, pergilah sendiri.”
Min Kyu: “Aku hanya bisa mencium jika dia disana bersamaku.”


Min Kyu pergi. Sun Hye berkata bahwa dia mengkhawatirkan Ji A. Tapi Ji A bilang ia menagbaikannya dan mengatakan pada Min Kyu bahwa ingatannya terhapus.


Pai dan Baek Gyoon mengamati perkembangan Aji-3. Baek Gyoon bertanya apakah bahasanya terlalu kasar. Pai mengiyakannya, tapi karena mereka dekat yang ia pedulikan hanyalah isi perkataannya saja, sedangkan sebagian orang yang lain beranggapaan bahwa cara cara bicara lebih penting.


Baek Gyoon: “Apa sikapku kurang baik?”
Pai: “Menurut standar umum, ya. Tapi tidak bagiku.”
Baek Gyoon: “Aku rasa aku ingat perbuatan terburuk yang aku lakukan pada Ji A.”
Flashback..


Baek Gyoon yang masuk ke ruangannya memarahi Ji A yang sedang bersih-bersih dengan mengatakan bahwa Ji A harus berpikir sebelum berbuat sesuatu dan juga mengatakan bahwa Ji A bukanlah petugas kebersihan di depan banyak orang.


Baek Gyoon: “Kenapa aku bisa lupa? Aku bukan manusia?”
Pai: “Karena itu kalian putus?”


Min Kyu membuka payungnya. Ji A bertanya kenapa Min Kyu melakukan itu padahal hari tidak sedang hujan. Min Kyu bilang ia melakukan itu agar Ji A mengingat kejadian kemarin. Ji A bilang ia tidak ingat apa-apa.


Bahkan ketika Min Kyu menekan tombolnya sehingga payung menjadi transparan, Ji A masih berpura-pura tidak tahu. Ia menekan tombolnya lagi.


Min Kyu: “Cobalah mengingatnya.”
Ji A: “Pentingkah jika aku mengingatnya?”
Min Kyu: “Tidak, kau harus menghapusnya.”
Ji A: “Lalu kenapa kau memaksaku ketika aku tidak ingat?”
Min Kyu: “Itu.. itu tidak adil jika hanya aku yang mengingatnya.”


Ji A menyuruhnya melupakannya juga. Min Kyu lalu menutup payungnya dan mengatakan bahwa pasti menyenangkan jika memiiki kemampuan untuk menghapus kenangan seperti robot. Ji A lalu berkata bahwa manusia bisa melupakan seiring waktu berjalan.


Min Kyu: “Kau tidak mengerti. Tidak semua bisa dihapuskan waktu. Tempat atau lagiu bisa membawa kenangan itu kembali. Payung ini akan mengingatkanmu tentang kejadian itu.”
Ji A: “Apa kau sedang menegurku, Tuan?” (Padahal dalam hatinya Ji A berharap Min Kyu tidak aka pernah melupakannya)
Min Kyu: “Benar. Sebaiknya kau melupakannya. Lupakan itu selamanya. Jangan berani kau mengingatnya. Astaga..”


Advertisement


EmoticonEmoticon