12/22/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 11 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 11 BAGIAN 1


#11 – Aku Ingin Mencium


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 10 Part 2

Hoktal, Ssanip, dan Pai melangkah dengan ceria. Ponsel pai berdering. Hoktal dan Ssanip berjalan lebih dulu.


Pai ditelepon oleh Baek Gyoon yang mengabari kalau dia akan menginao dan baru akan kembali besok pagi.


Pai: “Kami datang untuk mengambil Aji-3.”
Min Kyu: “Tu..tunggu dulu. Jika kau belum makan...”
Pai: “Kami sudah makan.”
Min Kyu: “Daging sapi korea. Steak. Abalone. Seafod rebus dan pedas.”
Ssanip: “Hoktal..”
Min Kyu: “Aku juga punya lobster.”
Ssanip: “Ayo kita makan. Itu sudah disiapkan.”


Ssanip langsung menuju meja makan. “Hey.. hm... apa itu cukup untuk kita semua?” tanya Hoktal sambil mengikuti Ssanip. Ji A dan Min Kyu tersenyum. Mau tidak mau, Pai juga ikut bersama mereka.


Min Kyu lalu menyebut mereka Peneliti 1, 2, dan 3. Hoktal bertanya apakah Min Kyu tidak tahu nama mereka. Min Kyu bilang itu tidak penting. Ji A terkejut. Hoktal yang tadinya senang, jadi membatalkan niatnya untuk makan ikan yang dibuat khusus untuknya dan hanya akan memakan makanan yang sama. Ssanip juga menolak makan olahan keju yang sudah dibuat khusus juga. Tapi Min Kyu tidak membuat masakan khusus untuk Pai, peneliti nomor 3.


Hoktal dan Ssanip mulai makan dan memuji rasanya yang sangat lezat.


Ji A dan Min Kyu menjauh dari meja makan. Ji A mengingatkan bahwa Min Kyu tidak punya tata krama. Ji A lalu memintanya agar memulai percakapan dengan baik dan menjawab setiap pertanyaan dengan jujur. Min Kyu bilang ia mengerti dan kembali ke meja makan.


Min Kyu: “Apa yang orang tuamu lakukan di Amerika?”
Ssanip; “Mereka menjalankan usaha laundry. Mereka imigran generasi 1,5. Apa pekerjaan orang tuamu?”
Min Kyu: “Mereka berbaring di makam secara berdampingan.”
Hoktal: “Bagaimana itu terjadi?”
Min Kyu: “Setengah mobil mereka tertabrak truk, hanya aku yang selamat.”


Hoktal dan Ssanip menjatuhkan makanan mereka. Pai juga menghentikan minumnya karena merasa tidak enak.


CEO Hwang menerima informasi kalau Baek Gyoon sedang mencari investor baru. “Ini kesempatan kita,” kata CEO Hwang.


Baek Gyoon sedang bersama dosennya yang memperkenalkan ia kepada dua calon investor. Sang dosen mengatakan bahwa Baek Gyoon adalah muridnya yang paling cerdas. Baek Gyoon menerima kartu nama calon investor dan membacanya. Saat pelayan datang ia menaruh kartunya di meja.


Pelayan datang dan Baek Gyoon menuangkan minuman untuk mereka. Kartu nama calon investor diambil oleh Pria Pengintai 1 dan mengirimkannya pada Sekretaris CEO Hwang.


Min Kyu berbisik pada Ji A bahwa mereka sudah selesai makan. Ji A bilang itu saatnya.


Min Kyu menjanjikan apabila Tim Santa Maria tinggal disana, ia akan menyiapkan makananyang lezat. Hoktal tidak mau, dia beralasan bahwa ibunya berpesan agar tidak membuang makanan dan tadi dia memaksakan dirinya sehingga perutnya sakit. Pai juga bilang bahwa mereka tidak meminta dibuatkan masakan, lalu mengajak teman-temannya pergi.


Ji A: “Kalian tidak sopan. Kalau kau menikmatinya, setidaknya kau mencuci piringnya. Apa kalian akan pergi begitu saja?”
Ssanip: “Hoktal sangat baik dalam mencuci piring.”
Hoktal: “Dan kau bagus dalam membersihkan.”
Pai: “Apa?”


Ji A mendekati Pai yang sedang mencuci piring. “Eonnie.. tidak bisakah kita tetap tinggal? Setelah kehilangan orang tuanya dia tinggal sendirian di rumah besar ini selama 15 tahun. Dia tidak aneh, dia hanya canggung. Dia memiliki hati yang lembut. Kau akan mengetahuinya jika kau memberinya tambahan waktu.” tanya Ji A.


Pai bilang semuanya sudah berakhir, karena saat ini Baek Gyoon sedang bertemu denga investor. Ji A lalu meminta Pai agar berterima kasih pada Min Kyu untuk makan malamnya sebelum ia pergi. “Aku harap kita mengakhirinya dengan catatan positif,” kata Ji A. Pai menolak.


Melalui remote di ponselnya, Min Kyu memanggil Ji A agar datang ke kamarnya. Min Kyu sedih, ia lalu meletakkan kepalanya di bahu Ji A. “Aku merasa mual. Apa yang harus aku lakukan agar mereka membuka hatinya untukku? Ini sulit, terlalu sulit,” kata Min Kyu.


Ji A menggenggam tangan Min Kyu dan menepuk-nepuk punggungnya. “Kau sudah melakukannya dengan baik,” kata Ji A dalam hati.


Pai selesai mencuci piring, dan dia bertemu Pretty Three, yang tiba-tiba tombol powernya mati.


Min Kyu lalu berdiri dan berkata bahwa dia siap menerima segala hasilnya. Sebelum pergi, ia mengelus kepala Ji A dan tersenyum padanya.


Pai membawa Pretty Three kepada Hoktal dan Ssanip untuk diperbaiki.


Min Kyu datang dan berteriak, “Astaga, apa yang kau lakukan? Prett, kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Ada apa? Ada apa denganmu? Apa kau baik-baik saja? Bangunlah..”


Pai berkata ia menemukannya rusak dan akan memperbaikinya. Min Kyu tidak mau mneyerahkan Min Kyu, hingga akhirnya mereka berebut. Tim Santa Maria berhasil mendapatkannya. Dan saat diperbaiki, malah Min Kyu yang merasa seperti kesakitan.


Pretty Three sudah sembuh dan mulai berputar-putar lagi. “Kau kembali. Aku sangat senang kau kembali,” kata Min Kyu sambil memeluk Pretty Three.


Bahkan sekarang ia memiliki wajah, itu semua perbuatan Tim Santa Maria. “Dia akan berwajah sedih saat penyaringnya kotor dan tersenyum ketika bersih,” kata Pai. Min Kyu merasa lega sampai ia mencium Pretty Three.


Hoktal: “Dia bukan tukang cabul. Dia memang mencium mesin.”
Ssanip: “Ya, sepertinya hanya seperti itu.”
Pai: “Haha..”
Hoktal: “Ah.. aku haus, sepertinya aku ingin beer.”
Ssanip: “Sudah lama aku tidak memakai otakku, jadi aku mulai merasa lapar.”
Min Kyu: “A.. aku punya ayam. Aku punya daging ayam Korea, yang kakinya sangat besar.”


Mereka makan ayam dan minum beer bersama, sedangkan Ji A berada pada posisi off. Min Kyu bertanya mengapa mereka menolak uang yang ia tawarkan, padahal itu sangat banyak. Ssanip bilang Baek Gyoon sudah memikirkan keputusannya.


Min Kyu: “Kalian sangat percaya padanya ya?”
Pai: “Mereka yang tidak bisa mempercayai orang lain, tidak akan pernah bisa mendapatkan kepercayaan orang lain juga.”
Ssanip: “Dia bicara apa? Aku ingin sayap ayam.”
Hoktal: “Jangan, nanti kau bisa terbang..”


Min Kyu tertidur. Ji A membuka matanya dan meletakkan Min Kyu ke bahunya. Ia juga menepuk-nepuk tangan Min Kyu agar tidur dengan nyenyak.


Baek Gyoon kecewa karena para investor yang diperkenalkan dosennya juga menolak. Sang dosen menduga ada yang mengatakan mereka tentang apa yang terjadi di Amerika. Ia lalu menerima telepon, “Hallo? Ya, ini aku. Kau mau berinvestasi?”


Min Kyu terbangun dan tidak menemukan seorang pun di depannya. “Aji-3?” [crstl]
Advertisement

5 komentar

Tolong cepat dilanjut. Dah gak sabar banget.......

Suka bgt sama ni drama#smangat mba admin nulis sinopnya

Wah gak sabarrrrr ... Ditunggu lanjutannya ya

Terimakasih sinopsis ya, d tunggu kelanjutan y..😊😊


EmoticonEmoticon