12/22/2017

SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 10 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 10 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 10 Part 1

Setelah Ri El keluar, CEO Hwang kembali ke meja kerjanya. Kekecewaannya ditambah dengan laporan bahwa Tim Santa Maria ada di tempat Min Kyu. CEO Hwang melempar pulpen dan berkas yang ada di mejanya.


Ri El kembali bekerja dan diantara tumpukan berkas, ia melihat proposal berjudul Entreprenuer muda. Ia membacanya dan terlihat lampu hati desain Ji A ada disana.


Ri El menganggap itu proyek yang bagus tapi ia merasa heran karena perusahaan menolaknya.


JI A berada di tempat Sun Hye dan bercerita bahwa dia menginap di sauna. Tapi Ji A lebih banyak melamun. Seun Hye berpendapat bahwa dugaan Baek Gyoon tentang Min Kyu yang brengsek itu benar.


Ji A menyilangkan tangannya dan berkata bahwa mereka tidak boleh salah sangka lagi. Ji A mengakui bahwa Min Kyu suka salah paham, tapi sebenarnya dia lebih naif dari yang terlihat. Ji A mengatakan bahwa Min Kyu bukanlah orang yang brengsek maupun tukang cabul. “Dia hanya terlalu lama tinggal sendirian, jadi ia canggung dalam menghadapi semuanya,” kata Ji A.

Sun Hye mengatakan bahwa Ji A mulai bicara baik lagi tentang Min Kyu. Ji A bertanya bagaimana jika nanti Min Kyu tahu bahwa dirinya bukan robot. Tapi Sun Hye mengingatkan bahwa tess Aji-3 sudah selesai, jadi Ji A tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa lagi.


Sun Hye: “Kenapa? Apa kau kesal karena tidak bisa kembali kesana? Kenapa? Tentang siapa ini? Pria jamur atau...”
Ji A: “Tasku! Lampu hati-ku ada di dalam koper. Aku harus mengambilnya.”
Sun Hye: “Pria jamur bilang dia yang akan membawanya.”
Ji A: “Ah, benar.”


Ji A: “Petisi itu! Aku harus memastikan dia sudah membacanya. Aku harus kembali.”
Sun Hye: “Kau sudah meletakkan di tempat yang pasti akan dia lihat. Dia akan membacanya.”
Ji A: “Aku tetap harus mengeceknya. Hasil akhirnya bergantung pada itu. Aku akan segera kembali.”


Saat Ji akan pergi, ponselnya berdering dan ia mengangkatnya.”Hallo? Apa? Kau akan mengadakan babak finalnya?” Lawan bicaranya di telepon mengatakan bahwa Kepala Kontribusi Sosial yang baru melakukannya, dan jika akan dihubungi kembali untuk detail rapatnya. Ji A dan Sun Hye menari kegirangan. 


Ji A: “Aku harus memperbaiki lampuku. Haruskah aku membeli pakaian baru.”
Sun Hye: “Ya, kau tidak perlu kembali kesana lagi. Kerja sambilanmu sudah berakhir. Semoga beruntung. Menangkan hadiahnya.”
Ji A: “Apa?”


Ji A tampak kecewa karena tidak bisa pergi ke rumah Min Kyu lagi.


Min Kyu sedang berjalan mondar-mandir di ruang tamu dan mengomel kenapa Ji A belum datang juga. “Apa mereka lupa untuk men-charge-nya? Tidak mungkin,” gumam Min Kyu. Ia lalu menghubungi Baek Gyoon.


Min Kyu: “Kenapa Aji-3 belum juga datang?”
Baek Gyoon: “Karena masa tesnya sudah berakhir.”
Min Kyu: “Kau mau dana tambahan?”
Baek Gyoon: “Aku akan pergi dan mencari investor lain.”
Min Kyu: “Pergi? Kata siapa?”
Baek Gyoon: “Kataku.”


Min Kyu mengingatkan bahwa Aji-3 adalah milik KM Finance. Tapi Baek Gyoon tetap akan mencari investor baru dan akan membayar apa yang sudah diberikan oleh Min Kyu. Min Kyu tidak akan mengizinkannya. Baek Gyoon terpaksa mengatakan bahwa Direktur KM Finance, Kim Min Kyu, adalah tukang cabul kepada robotnya.


Baek Gyoon mengatakan bahwa Min Kyu mencium kening Aji-3. Min Kyu berusaha menjelaskan tapi Baek Gyoon tidak mau mendengarnya. “Tim Santa Maria akan pergi begitu menemukan investor baru. Itu keputusan akhirnya,” kata Baek Gyoon lalu pergi meninggalkan Min Kyu.


Baek Gyoon membawa video Aji-3 ke seorang calon investor. Baek Gyoon mengatakan bahwa ia sedang memperbaiki Aji-3. Tapi investor bilang itu akan sulit karena ada rumor kalau Baek Gyoon sudah dicekal di Amerika karena penipuan.


Setelah orang itu pergi, Pai membacakan daftar calon investor berikutnya, tapi Baek Gyoon mengajaknya beristirahat dulu.


Ji A sudah mengenakan wig Aji-3 lagi dan berjalan menuju gerbang mansion Min Kyu. Ia berhenti dan menelepon Pai bahwa dia ingin mengambil tasnya. Pai berkata bahwa ia akan meminta Ssanip untuk membawakannya, karena Ji A tidak boleh masuk lagi ke dalam. “Oke, akan menunggu diluar.”


Ji A heran kenapa ia tidak bisa masuk lagi ke dalam. Ia lalu berbalik dan sudah ada Kepala Pelayan Sung di dalamnya. Pelayan Sung bertanya apa yang Ji A lakukan disana, padahal Ji A harusnya ada di dalam dan bekerja.


Ji A masuk bersama Pelayan Sung dan Ssanip melihatnya. Ssanip lalu menghubungi seseorang. “Senior, sesuatu yang buruk terjadi,” info Ssanip.


Pelayan Sung sudah membawa Ji A kembali ke rumah, tapi Ji A ingin pergi lagi. Saat mendengar suara Min Kyu, ia lalu berusaha sembunyi.


Tapi ternyata Min Kyu melihatnya dan mengagetkannya secara tidak sengaja. Ji A sampai mundur ke belakang karena terkejut.


“Kau melarikan diri karena merindukanku..” kata Min Kyu lalu memeluk Ji A. “Bagus.. Bagus sekali.. Benar. Kau harus datang kapanpun tuanmu memanggil. Akhirnya usahaku melatihmu terbayar sudah.”


Tapi Min Kyu bilang pertama-tama, Ji a harus dimarahi dulu. Ji A bertanya apakah dia melakukan kesalahan. Min Kyu bilang Ji A itu robot dan tidak punya hati, jadi dia memarahinya. “Mulai sekarang, kau harus mempelajari diriku setiap hari. Kau akan mengakar di hatimu yang berupa hardware,” kata Min Kyu.


Ji A mengatakan bahwa untuk itu ia akan butuh banyak baterai. Min Kyu bertanya, berapa lama waktu yang bisa ia dapatkan. Ji A menjawab sekitar 8 jam jika dalam keadaan Mode Hemat Tenaga, dan ia meminta Min Kyu tidak menyuruhnya bekerja selama waktu itu.


Min Kyu setuju, lalu mengajak Ji A duduk. Min Kyu memintanya untuk berubah menjadi mode teman. Tapi Ji A malah menyapa Min Kyu dengan ramah. Min Kyu memintanya jangan terlalu elegan, sepertinya ia ingin agar Ji A bicara agak kasar.


Min Kyu meminta Ji A mengingat bahwa Ji A adalah teman pertamanya dalam 15 tahun terakhir. Ia mengungkapkan kekesalannya karena Ji  Ap pergi bersama pria lain dan meninggalkan tuannya, serta meminta Ji A berterima kasih padanya karena dia sudah mengeluarkan banyak uang. “Doktor Hong Baek Gyoon ingin memisahkan kita. Tapi aku tidak mau, dalam keadaan apapun, kehilanganmu,” ucap Min Kyu.


Min Kyu: “Pertama-tama, kita akan pergi ke tim itu.”
Ji A: “Apa kau akan memohon bantuan mereka?”
Min Kyu: “Aku? Melakukan itu? Langkahi mayatku dulu. Jangan khawatir. Aku akan melindungimu dengan caraku sendiri.”


Melalui Jin Bae, Min Kyu memberikan amplop bonus kepada Hoktal dan Ssanip, dan juga menitipkan dua amplop lagi untuk Pai adan Baek Gyoon. Hoktal mengembalikan amplopnya dan mengatakan bahwa mereka tidak menerima hal semacam itu.


Tapi Ssanip yang sudah membuka amplopnya, mengatakan bahwa isinya adalah cek. Hoktal menarik kembali amplopnya. Min Kyu tersenyum. Jin Bae mengatakan bahwa mereka akan menerima sisa 50 jutanya pada akhir bulan.


Pai datang dan menggeser kembali amplopnya. Ia mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkannya. Min Kyu menyebut Pai pintar bernegosiasi, ia meminta Jin Bae mengeluarkan amplop lagi.


Pai tetap tidak mau. Min Kyu meminta Jin Bae untuk mengeluarkan semua yang dibawanya. Jin Bae lalu mengeluarkan begitu banyak amplop dari tasnya. Hoktal dan Ssanip histeris melihat uang sebanyak itu. Tapi Pai tetap berkata bahwa dia tidak membutuhkannya sebanyak apapun itu.


Min Kyu: “Kau tidak butuh 50 juta dollar? Maksudmu kau menolak pendanaan untuk penelitianmu?”
Pai: “Kau harus merasa lega, karena Doktor Hong tidak ada disini. Karena sebelum dia kembali malam ini, kau harus mengembalikan robot yang kau curi.”
Min Kyu: “Siapa yang bilang aku mencuri..”


Pai lalu memarahi Hoktal dan Ssanip karena berani datang kesana. Mereka mengatakan bahwa mereka datang untuk berdiskusi. Ia lalu menjewer telinga mereka dan membawanya pergi.


“Dengarkan aku. Aji-3 adalah milikku. Dia milikku!” kata Min Kyu.


Pelayan Sung datang ke lab untuk memberikan peraturan baru dari Min Kyu yang lebih menyejahterakan. Daintaranya, mereka kini boleh pergi lebih dari 20 meter dari lab,  boleh memesan makanan appaun yang mereka inginkan, bahkan mereka diizinkan untuk memakai kolam renang dan fasilitas lainnya di rumah itu.


Hoktal+Ssanip: “Nice!”
Pai: “Kami menolak.”
Ssanip: “Astaga..”


Min Kyu tidak percaya Tim Santa Maria menolak tawarannya. Dia lalu panik karena sudah jam 4 sore, dan mereka akan datang untuk membawa Ji A pergi. Ji A menawarkan bantuan dan berkata, “Mereka bilang ‘Orang yang mati dengan perut kenyang akan terlihat lebih baik’.” Min Kyu bilang ia mengerti maksud Ji A.


Min Kyu: “Haruskah kita memesan makanan dari hotel atau layanan catering terbaik? Ah tidak, kita pilih menunya dulu. Makanan Korea, Jepang, Barat atau China?”
Ji A: “Bukan begitu cara memulainya.”
Min Kyu: “Bukan? Baiklah. Karena aku harus menggunakan uangku, aku akan memanggil koki terkenal dunia.”
Ji A: “Aargh..”
Min Kyu: “Itu tidak akan berhasil? Ah, berpesiar?”


Ji A mengingatkan bahwa mereka sudah menolak uang Min Kyu, jadi jangan berpikiran untuk melakukan pendekatan dengan uang. Ji A meminta Min Kyu memasak sendiri untuk mereka. Min Kyu tertawa dan mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan itu.


Ji A: “Apa kau ingin kehilangan harta karunmu yang berharga?”
Min Kyu: “Tidak, aku tidak mau.:


Mereka lalu pergi ke dapur. Ji A memuji peralatan makan Min Kyu yang sangat bagus. Min Kyu berkata bahwa ibunya dulu suka mengundang orang datang dan menghidangkannya makanan. 


Min Kyu mulai memasak, tapi ia merasa rasanya kurang enak karena sebelumnya ia hanya memasak untuk satu porsi saja. Min Kyu lalu meminta Ji  Auntuk mencarikan resep saus  untuk empat orang di web. Setelahnya, Min Kyu menyuruh Ji A duduk agar menghemat baterainya.


Tiba-tiba jari Min Kyu terkena pisau dan Ji A langsung menghampirinya. Ji A bertanya kenaoa Min Kyu masak dengan sangat agresif. “Masakan ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa melindungimu,” jawab Min Kyu. [crstl]


Advertisement


EmoticonEmoticon