12/15/2017

SINOPSIS Black Knight Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Black Knight Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 3 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 4 PART 2

Hae Ra dan Soo Ho datang di tokp jahit Sharon. si pria melihat mereka, Hae Ra mengatakan untuk menunggu sebentar dia yang akan memanggil Sharon.


Si pria datang untuk memberitahukan sharontentang kedatangan Hae Ra tapi dia sedang tidur. Hae Ra juga masuk dan melihat Sharon yang sedang tidur. dia lalu menitipkan sesuatu untuk Sharon. Si Pria mengajak Hae Ra untuk minum teh dulu sambil menunggu Sharon bangun.


Hae Ra  sedang melihat gaun-gaun Sharon. Soo Ho menatapnya dan berkata “apakah disini tidak ada pakaian wanita?” Hae Ra memintanya untuk diam. nanti didengar oleh penjahitnya. Soo Ho tersenyum


Soo Ho mendekatkan wajahnya dengan wajah Hae Ra dan bertanya “apa kita harus berbicara seperti ini?” Hae Ra sedikit gugup. dia bertanya “wajahmu tidak ada pori-pori yang besar.” Soo Ho tersenyum dan berkata “Jika kamu menutup matamu, kamu akan melihat yang sebenarnya.”


Hae Ra tersenyum lalu menundukan kepalanya, dia kembali melihat gambar gaunnya. Soo Ho memandangnya penuh cinta.
FLASHBACK

pada zaman dulu, Sharon muda mengambil besi panas dan membakar wajah Bong Yi (Hae Ra muda). para pelayan berteriak melihatnya.


Bong Yo sudah besar, dia dibawa di hadapan Sharon. para pelayan melepaskan bajunya. Mereka memakaikan baju Sharon kepadanya. Sharon berkata “Kamu selalu menginginkannya, sekarang ambillah tempatku dan matilah disana.” sambil memegang wajah Bong Yi.
FLASHBACK END


Sharon terbangun dari tidurnya. dia bermimpi buruk, dia berdiri di depan jendela dan termenung sedih.


Tuan Park sedang latihan memanah, Park Go datang dan mengatakan orang-orang banyak menyampaikan keluhan. Dia juga menambahkan kalau ada pengusaha yang mencoba bersaing dengan mereka sambil memberikan datanya, Tuan Park mengetahui kalau pria itu adalah Moon Soo Ho, Park Go merasa tidak mungkin itu dia. Tuan Park memarahinya dan menyuruhnya untuk  mencari informasi lagi.
FLASHBACK


Soo Ho sedang berada dirumah sakit. tubuhnya dipenuhi dengan perban. Disana juga ada ayah Hae Ra dan Tuan Park. Moon So memandang tajam Tuan Park.
FLASHBACK END


Tuan Park mengingatnya dan berkata “Moon Soo Ho, anak itu masih hidup”


Bibi membawa Young Mi untuk melihat rumah baru, Young Mi bertanya siapa nama pemilik rumah dan orang tuanya. bibi berkata dia seseorang yang mendiri bukan datang dari keluarga orang kaya. Mereka bertemu dengan Hae Ra dan Soo Ho yang baru pulang.


Hae Ra kesal dan bertanya Young Mi tidak bisa mengunjunginya seperti ini. Soo Ho mengatakan tidak apa-apa. Young Mi mengajak Soo Ho untuk datang ke acara reuni mereka. Soo Ho mengatakan akan pergi bersama-sama dan menyuruh Hae Ra untuk mengosongkan jadwalnya hari jumat. Soo Ho pamit pergi. Hae Ra kesal dan memukul Young Mi.


Hae Ra masuk ke kamar Soo Ho saat dia sedang menganti baju. Hae Ra berkata kenapa kamu mengatakan akan pergi jika aku tidak akan pergi.


Soo Ho mendekatinya dan berkata “Ayo pergi bersama. aku tidak akan membuatmu diremehkan.” “Apa aku terlihat disa diremahkan?” Soo Ho mengiyakannya. Hae Ra marah dan langsung memukul Soo Ho.  Soo Ho terkejut dan tertawa “itu sakit” kata Soo Ho. “Kamu memandangku rendah karena aku seorang penyewa. aku akan membayar sewa, sebesar apapun biayanya.”


“2 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur yang dibagi, dan sebuah kamar ganti baju. ditambah biaya listik. itu 3000 dolar per bulan, itu sudah diskon 50% ” kata Soo Ho.


Hae Ra tidak mau kalah. dia berkata “Harga tur di Namsan 1000 dolar” Soo Ho berkata itu sangat mahal. Hae Ra berkata tidak, kamu tidak pernah pergi ke Toko jahit tanpa aku, aku juga .memberikanmu diskon 50%. “Lalu berapa harga untuk pergi bersamamu dengan teman-temanmu itu?” “aku sudah bilang aku tidak akan pergi”


Young Mi dan bibi sedang menguping pembicaraan Hae Ra dan Soo Ho. Soo Ho membuka pintu dan melihat mereka berdua sedang berada disana. Dia berkata “Hae Ra tidak mau pergi ke pertemuan itu. bagaimana kalau mengundang temanmu untuk datang ke rumahku saja?” kata Soo Ho. Young Mi pikir itu ide yang bagus.


Bibi memberikan ide agar Young Mi dan Park Go saja yang datang. Soo Ho menanyakan pendapat Hae Ra. “1200 dolar untuk mendapatkan ijin. Kamu mengundang orang untuk berbagi rumah” kata Hae Ra. Soo Ho mengalah dan mengiyakannya. Hae Ra berkata berarti tinggal 800 dolar. Bibi dan Young Mi binging apa yang mereka bicarakan. Hae Ra tidak mau membicarakannya.


Sharon mendapatkan amplop dari Hae Ra. didalamnya terdapat foto Saat Hae Ra masih kecil di depan Toko Jahit Sharon, ada juga beberapa lembar uang dan sepucuk surat. Hae Ra berkata dia berterima kasih atas pakaiannya, meskipun uang yang dia berikan tidaklah cukup. tapi bersyukur karena pakaian itu memberikannya kekuatan yang aneh. dia seperti berada di dunia yang tidak dia tahu. aku hanya berharap bisa cocok dengan pakaian ini.


Si Pria akan pergi, Sharon bertanya padanya kapan Hae Ra datang kesini? ketika kamu tidur, dia datang bersama pria yang sangat tampan jawab Si Pria. “apakah dia datang untuk memperkenalkan pria itu padaku?” Tanya Sharon. Si pria bingung.


Ji Hoon melihat posternya yang sudah terpampang. Dia heran karena tubuhnya tidak seperti itu. pelatih yang lainnya datang dan berkata mereka mengeditnya agar  bisa seimbang dengan poster yang lain. Ji Hoon mengerti dan memperkenalkan dirinya pada para pengunjung yang datang di Gym.


Go dan Young Mi juga sedang berada di Black Fitness. Young Mi mengatakan tenatang Hae Ra yang tinggal bersama tuan tanah. Go terus bertanya bagaimana Hae Ra bisa tinggal dengan orang asing. Young Mi terlihat cemburu “apa kamu khawatir Hae Ra akan di Bodohi lagi atau kamu cemas Hae Ra akan jatuh cinta?” Tanya Young Mi. “Jangan kau mulai denganku”


Ji Hoon datang dan memperkenalkan dirinya sebagai Pelatih baru tapi Go langsung pergi. Ji Hoon berkata kepada Young Mi “aku pikir dia tidak menyukai namaku” namun Young Mi tidak menghiraukannya dan pergi meninggalkannya. Ji Hoon tertawa dengan keras, setelah mereka pergi Ji Hoon berkata “Para bajingan itu”


Ji Hoon sedang berolahraga, dia kesal melihat Young Mi dan Go yang merupakan anak orang kaya dan mereka juga tidak menyukai Hae Ra. Tiba-tiba Sharon datang dan melihat Ji Hoon.


Ji Hoon dan Sharon minum teh bersama, Ji Hoon kira Sharon adalah orang yang mau membentuk tubuh dengan berolahraga. tapi Sharon bertanya “apa kamu tidak mengingatku?” Ji Hoon bingung, dia mengingat dulu dia sering membohongi wanita-wanita kalau dia adalah seorang jaksa. 
“Tidak. aku tidak mengingatnya” Kata Ji Hoon. Sharon langsung berdiri dan pergi.


Sharon berbalik dan berkata “Jika kamu di area Myeong-dong atau Namsan, mampirlah aku akan mentraktirmu minum teh” Ji Hoon bingung.


Hae Ra sedang mencuci rambutnya, dia sudah terlambat kerja, Soo Ho mengirim pesan kalau dia ingin bertemu sekarang.


Soo Ho sudah berada di depan rumah, Soo Ho bertanya kenapa rambut bagian depan Hae Ra yang basah. Hae Ra menghindar dan berkata dia sedang sibuk. Soo Ho berkata dia akan pulang terlambat karena ada pekerjaan yang harus dilakukan. Soo Ho hanya mengatakannya jika Hae Ra ingin tahu.
“aku sudah memberitahukanmu, aku tidak begitu naïf untuk merasa senang hanya karena seorang pria kaya, keren baik padaku.” kata Hae Ra “kamu tidak mengatakan keren terakhir kali. mungkin kamu berpikir aku keren.” kata Soo Ho. Hae Ra menghindar dan pamit pergi


“kamu tidak harus menyembunyikannya” “aku tidak menyembunyikannya” “aku tahu kamu tidak membenciku”

Hae Ra mendekati Soo Ho dan berkata “apa keberanianmu datang dari keberuntunganmu? itu sangat menganggu.”


Soo Ho menunduk memandangi mata Hae Ra dan berkata “itu dari ketulusan hatiku. sampai jumpa” kata Soo Ho lalu masuk ke dalam rumah. Hae Ra memanggilnya, Soo Ho berkata “Jangan lupa,aku ini lebih tua darimu.”
FLASHBACK


Hae Ra muda memanggil Soo Ho muda, Soo Ho berkata Jangan lupa. Aku lebih tua darimu
FLASHBACK END


Hae Ra memandang Soo Ho, seperti mengingat Soo Ho waktu masa kecil.


Soo Ho sedang menunggu tuan tanah yang akan menjual tanahnya. Ketika bertemu, Soo Ho mengingatnya sebagai wanita berbaju hijau yang membawa jus. Baek Hee berkata “kamu sudah sangat tinggi sekarang”
FLASHBACK


Soo Ho muda sedang menangis, Baek Hee datang dan menenangkannya dan berkata dia bisa melihat masa depan, di masa depan Soo Hoo akan mendapatkan apa yang dia inginkan.
FLASHBACK END


Soo Ho menangis dan berkata apa aku bisa memelukmu? Baek Hee mengiyakannya. Mereka berdua berpelukan menangis bahagia. “aku sangat ingin bertemu denganmu” kata Soo Ho. “aku sudah memberitahukanmu bahwa kita akan bertemu lagi” kata Baek Hee 

“ketika semua hal menjadi sangat sulit, aku selalu mengingat kata-katamu”
“kamu tumbuh menjadi pria yang baik. ayo kita minum hari ini.”


Soo Ho datang di rumah Baek Hee, Baek Hee bercerita. Dia membeli tanah itu di 253 tahun yang lalu . Karena dosaku, aku menjadi abadi dan aku sudah hidup selama b tahun sekarang. berkat doa yang aku panjatkan untukmu, aku sudah mulai bertambah tua. Soo Ho tertawa. “lalu apa dosamu itu?” “aku akan memberitahukanmu nanti.”


“Apa kamu bisa memprediksi masa depan?” “tentu tidak, aku mengatakannya saat itu untuk menenangkanmu” kata Baek Hee

“sesuatu yang aneh terjadi padaku. keberuntungan selalu berada di pihakku, aku jadi takut.  semuanya berjalan baik” kata Soo Ho. “mungkin karena aku berdoa terlalu banyak. itu mungkin kebetulan. jangan pikirkan itu.”

“aku pikir aku aku akan mati di usia muda, untuk menukar semua keberuntungan ini”
“Hal itu tidak akan terjadi di kehidupan ini. kamu harus hidup bahagia dengan orang yang kamu cintai. apa kamu menyukai seseorang?” kata Baek Hee


Sharon mengetuk pintu rumah Baek Hee, Soo Ho mendengarnya, tapi Baek Hee memintanya untuk diam. Sharon marah, rumah Baek Hee bergetar. Soo Bo bingung apa yang sedang terjadi. Sharon tidak mendapatkan jawaban dari Baek Hee. Dia pun pergi. getarannya pun menghilang.
Advertisement


EmoticonEmoticon