12/08/2017

SINOPSIS Black Knight Episode 1 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Black Knight Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: KBS2

DRAMA SEBELUMNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 1 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 2 PART 1

Hae Ra duduk menangis di sebuah taman, dia merenungkan kehidupannya yang penuh dengan kerja keras. dia harus mencari nafkah, membayar uang kuliah. Namun semua orang masih menganggapnya rendah, dia merasa hidup ini sangat sulit baginya. “Tidak ada yang mencintaiku, orang sepertiku tidak mungkin bisa menikah” ucapnya sambil menangis, Hae Ra bahkan muntah karena tadi menelan banyak obat.


Hae Ra tidur di tempat duduk di taman.


Hae Ra mengingat masa-masa sulit dalam hidupnya, masa kecilnya bersama dengan kedua orang tuanya. “aku hampir mati, kau benar-benar melihat panorama hidupku.”


dalam lamunannya Hae Ra melihat Soo Ho muda.
FLASHBACK


Soo Ho berjalan-jalan bersama Hae Ra, Soo Ho berlari dan menabrak seorang wanita.


Soo Ho terlihat sedang sedih, wanita berbaju hujau itu datang dan menenangkannya dan mengatakan semua yang Soo Ho inginkan akan terwujud.
FLASHBACK END


Wanita itu sedang duduk sambil memandangi bulan lagi.


Hae Ra tertidur di taman, Koran menutupi wajahnya. anehnya tulisan dalam Koran itu tiba-tiba menghilang.


Hae Ra terbangun dari tidurnya, tubuhnya tertutup jaket merah. di depannya Hae Ra melihat dirinya yang masih muda memakai Jaket merah yang sama.
FLASHBACK


Hae Ra bersama dengan kedua orang tuanya, datang di penjahit Sharon untuk menjahit Mantel Hae Ra.
FLASHBACK END


Hae Ra menangis dan mengatakan “Kedua Orangtuaku meninggal, kami bangkrut. Aku tidak pernah mendapatkannya, Mantel Kasmir, Penjahit Sharon”


Hae Ra terbangun lagi, tapi wajahnya ditutupi oleh Koran. “Hidupku telah berjalan jauh lebih buruk setelah memiliki mantel yang dibuat Khusus itu.” Ucap Hae Ra. Lanjutnya “Jika aku mendapatkan mantelnya lagi, bisakah aku mengubah hidupku?”


Hae Ra berjalan mencari Penjahit Sharon, dia berjalan dengan sempoyongan. dia mendengar suara orang-orang yang terus mengganggu hidupnya dengan berbagai persoalan.


Seorang wanita sedang menjahit bajunya tangannya tertusuk jarum dan berdarah. di sisi lain ada seorang gadis di jaman dulu yang juga sedang menjahit juga.


Hae Ra berhenti disebuah toko jahit, Penjahit Sharon. wanita yang sedang menjahit itu sepertinya menyadari kehadiran Hae Ra


Hae Ra berjalan dan mengetuk pintu. Di jaman dulu Seseorang yang wajahnya mirip dengan Hae Ra dia bernama Boon Yi mengetuk pintu sebuah rumah, orang yang membuka pintunya kaget melihat Boon Yi


Orang yang membuka pintu itu lalu berteriak “semuanya Boon Yi hidup kembali.” seorang wanita keluar dari dalam rumah, dia terlihat kaget. wajahnya mirip dengan wanita yang menjahit.


Hae Ra membuka pintu dan masuk di dalam tempat itu, wanita yang menjahit itu keluar dan melihatnya.


Pada zaman dulu, Seorang wanita yang wajahnya mirip penjahit itu melihat  Boon Yi dan memegang wajahnya dan berkata “inilah yang ingin kau pakai. pakai itu dan mati untukku” Boon Yi menatapnya hampir menangis.


Hae Ra menangis dan mengatakan dia pernah datang bersama orang tuanya, Penjahit itu mengenalnya. “Jika aku mengambil mantel itu mungkin hidupku tidak akan menyedihkan seperti ini.” ucap Hae Ra. “Mantel Merah bunga border untuk hadiah natalmu.” ucap Penjahit itu. penjahit itu menyuruh ha era untuk mengikutinya.


mantel merah itu datang, hae ra terkejut karena mantel itu masih bisa untuknya. Penjahit itu meminta Hae Ra untuk mencobanya.


Hae Ra memakai mantel, penjahit itu juga membersihkan wajah Hae Ra sehingga terlihat cantik. Hae Ra heran melihat dirinya yang begitu cantik. Penjahit itu mengatakan karena dia adalah orang yang baik hati.


Penjahit itu mengajak untuk mengantar Hae Ra pulang, Penjahit itu bertanya kepada ha era alasan nya untuk datang mencari mantel itu. Hae Ra menjawab “Aku ingin mati. aku pikir, aku bisa mengembalikan hidupku, jika aku menemukan mantel ini. Aku tidak punya alasan untuk hidup” ucap Hae Ra


“Jika memberikanmu alasan untuk hidup,akankah kamu memberikanku sesuatu yang aku inginkan?” Tanya Penjahit itu. Hae Ra menanyakan apa itu. “Biarkan aku menjadi dirimu. Mari kita ubah hidup kita. aku akan menjadi kamu.” ucap penjahit itu. Hae Ra menyetujuinya. Penjahit itu meminta Hae Ra untuk memegang kata-katanya.


Hae Ra bertanya apa sekarang akan lebih baik. Penjahit itu membenarkannya, Aku juga akan membuatmu cantik, Pakailah pakaian yang aku buat untukmu.


Hae Ra di bangunkan oleh temannya, dia bertanya apa yang telah terjadi tadi malam setelah bertemu dengan pacarnya Hae Ra. Hae Ra tidak menjawab dan kembali tidur. temannya melihat mantel merah dan mengatakan kepada Hae Ra bahwa Mantelnya sangat bagus. Hae Ra kaget mantelnya bisa berada di sini.


Hae Ra pergi ke kantor dengan temannya. salah satu temannya berkata Pak Cho yang pernah menampar Hae Ra itu mengalami kecelakaan tadi malam, temannya itu berpikir kalau Pak Cho terkena karma.


Hae Ra dan temannya makan di kantin, hae Ra tidak mendapatkan Bulgogi karena sudah habis. padahal Bulgoginya enak.


Hae Ra dan yang lainnya sedang rapat, mereka membicarakan seorang fotografer yang akan di rekrut oleh perusahaan mereka. Seorang pria masuk dan mengatakan bahwa mereka harus mengirim agen ke lapangan. tapi semua orang sedang sakit perut karena makan bulgogi tadi. akhirnya Hae Ra yang di tugaskan pergi.


Hae Ra sudah di pesawat, di tak menyangka hari ini dia akan keluar negeri, temannya memberikan kartu perusahaan untuk membeli kismetik dan pakaian. Hae Ra berusaha untuk menenangkan dirinya.


Sesampainya disana, Hae Ra langsung naik taxi dan menuju tempat kerjanya membawa sesuatu bagi Pak Ketua.


Pak Han menelpon memberitahukan Soo Ho mengenai Hae Ra yang. Soo Ho berterima kasih karena dia sudah menemukan Hae Ra yang dia cari.


So Hoo sedang minum teh, Hae Ra melewati So Hoo dan menatap sekilas padanya. Soo Ho tersenyum 


Hae Ra Rapat dengan teman-temannya mereka menyuruh Hae Ra untuk menemui Fotografer yang mereka cari. Hae Ra mencoba untuk menghindar. tapi karena tidak ada orang lagi akhrinya Hae Ra mengalah.


Hae Ra mencari fotografer sesuai dengan yang di katakan temannya, Jaket Hitam, tinggi dan tampan tapi dia sudah menikah dengan seorang pemain volley. Hae Ra bertemu dengan seorang yang sama dengan yang dikatakan temannya. Jaket hitam, tinggi dan tampan. 


Hae Ra menghampirinya dan memberi salam. Soo Ho kaget karena yang dilihatnya adalah Hae Ra .
FLASHBACK


“Mari kita bertemu disini saat hari natal datang” ucap Hae Ra muda
FLASHBACK END


Soo Ho menanyakan siapa kamu. Hae Ra memperkenalkan namanya, Jung Hae Ra. Soo Ho tersenyum mendengarnya.


BERSAMBUNG
Advertisement


EmoticonEmoticon