SINOPSIS Two Cops Episode 28

Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 27
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 29

Begitu pintu kantor dibuka, semua wartawan seketika mengerubuti Inspektur Ma untuk mendapatkan berita teraktual. Salah satu wartawan dengan sengaja menarik handuk yang digunakan untuk menutup borgol Inspektur Ma.

Kontan mereka berebut untuk mendapatkan fotonya. Sementara Ji Ahn, dia memilih untuk mengambil gambar dari kejauhan saja.


Begitu Inspektur Ma naik ke mobil, Ji Ahn menghampiri wartawan yang menarik handuk Inspektur Ma. Dia itu harusnya tau aturan. Dong Tak melihat apa yang dilakukan oleh Ji Ahn. Ia hanya menatapnya kemudian kembali masuk ke kantor.


Direktur Tak menonton acara berita yang disiarkan Ji Ahn dengan sangat serius.


Detektif Lee dan Dokgo baru tahu kalau kasus ini berhubungan dengan kecelakaan 16 tahun lalu dan mungkin ini pula yang menyebabkan kematian Detektif Jo. Detektif Lee kesal karena dia baru diberitahu sekarang. Apa dia tak mempercayainya? Apa ada orang lain yang lebih dia percayai?

Soo Chang leha-leha diatas meja. Dia tahu kalau orang yang dipercayai Dong Tak adalah dirinya. Dong Tak mengatakan kalau ia punya teman yang membantunya. Kapten Yoo jadi ingat kalau sebelumnya Dong Tak pernah mengatakan kalau dia punya bawahan.

Dokgo kesal, dia kan istrinya Dong Tak dalam pekerjaan. Siapa sebenarnya pria yang membantunya. Dong Tak meminta maaf, tapi temannya itu tidak bisa menunjukkan dirinya pada mereka.


Kapten Yoo menyuruh mereka untuk kembali pada topik utama. Mereka harus menyelidiki Jaksa Tak Jae Hee dan Direktur Tak. Dong Tak yakin kalau ini akan menjadi suatu hal yang sulit. Mereka harus mengumpulkan bukti yang sempurna.

Detektif Lee menawarkan diri untuk menyelidiki tentang sponsor di Panti Asuhan Haneul. Dokgo bertugas memeriksa pemantik api yang ditemukan Dong Tak. Dong Tak akan mencoba melacak pria yang menyerang Inspektur Na. Sedangkan Kapten Yoo, dia akan mengurusi tes DNA-nya.


Bagaimana dengan DNA untuk membandingkan hasil keduanya? Dong Tak berkata kalau dia punya teman yang akan melakukannya. Dokgo lagi-lagi cemburu. Soo Chang terkekeh geli, kali ini bukan dirinya, tapi ada orang lain.

Dong Tak berkata kalau Ayah dari Song Ji Ahn adalah Detektif yang menangani kasus 16 tahun yang lalu. Kapten Yoo ingat, Detektif korupsi itu. Dong Tak yakin kalau dia dijebak seperti Hang Joon. Ia butuh seseorang untuk menyelidiki keberadaannya sebelum meninggal.

“Kita kekurangan orang.” Ujar Dokgo.

“Aku kenal seseorang yang bisa membantu. Seseorang yang membosankan.”


Orang yang dimaksud oleh Detektif Lee adalah Detektif Park yang sekarang sibuk mengurus rumah.


Soo Chang ingin sekali menangkap pria berhelm. Tapi, dia semalam malah menyelamatkan Inspektur Ma. Dong Tak berkata kalau dia sudah bekerja bagus. Dia sudah berhasil menyelamatkan seseorang.

Soo Chang heran, bagaimana dia bisa melakukannya? Kenapa dia bisa memegang batu bata, sementara saat Dong Tak diserang, ia tak bisa melakukan apa-apa. Soo Chang dan Dong Tak kemudian bergegas untuk pergi menangkap si pelaku.


Tim yang bertugas untuk mendapatkan DNA Jae Hee adalah teman-temannya. Mereka mengambil bekas botol yang digunakan oleh Jae Hee. Juga mengambil sumpit makannya. Dan memvideo cara berjalannya. Mereka mengumpulkan semua itu dan memberikannya pada Detektif Lee.


Komisaris No ada di tempat Jae Hee untuk di introgasi. Komisaris No terus mengelak kalau dia dijebak. Ia tak mau mengakui kalau dia yang sudah mempertemukan Jo Min Suk dan Detektif Park, menghancurkan bukti dan menyalahgunakan wewenang. Jae Hee menyuruhnya berhenti bertele-tele. Permudah saja.


“Kau sungguh ingin ini menjadi mudah? Direktur Tak Jung Hwan. Dia sangat tertarik dengan Cha Dong Tak. Menurutmu dia memiliki urusan apa dengan seseorang seperti dia? Bagaimana kau memanggilnya.. A..yah?”

Komisaris No tak bisa membayangkan bagaimana ngerinya harus memanggil Direktur Tak sebagai Ayah. Kalau dia harus berakhir seperti Inspektur Ma, dia tak akan mau menyerah tanpa perlawanan.


Soo Chang terus membuntuti Jae Hee. Dia terus bicara sendiri. Dia sudah mendapatkan DNA-nya Jae Hee. Dia akan segera memenjarakannya. Ia dan Dong Tak adalah duo yang sangat cocok.

Asisten Jae Hee menerima telepon dari asistennya. Sebelumnya, Jae Hee sudah menyuruhnya untuk mendapatkan informasi orang-orang terdekat Dong Tak. Dia menemukan kalau Dong Tak dengan seorang preman bernama Soo Chang. Tapi ia sedang koma.


“Ada hal aneh yang terjadi pada pasien itu kemarin. Terjadi keributan besar di rumah sakit.”

Jae Hee bertanya jam berapa tepatnya hal itu terjadi. Jam tiga, jawab Asisten Jae Hee. Bukankah dia juga berada di rumah sakit saat itu? Jae Hee kelihatan terkejut mendengar ucapan Asistennya.


Dong Tak mencoba menemukan sesuatu di sekitar tempat kaburnya si pria berhelm, tapi dia tak menemukan apapun. Ji Ahn meneleponnya. Dong Tak menebak kalau Ji Ahn akan menyuruhnya tidak berlari dan tidak bekerja terlalu keras?


Ji Ahn hanya ingin mengatakan kalau Dong Tak boleh bersandar pada Reporter kejam seperti dirinya. Ia tampaknya sangat menyukai inspekturnya. Ji Ahn memberitahu sebuah temuan, “Aku menyelidiki Lee Doo Sik sejak kau masuk penjara. Tangan kanannya menelpon kami hari ini. Dia pasti pernah melihat laporanku. Dia mengaku ada tempat yang sering Doo Sik kunjungi beberapa hari sebelum Jo Hang Joon meninggal. Kapan pun dia kesana, terjadi hal-hal aneh.”

Dimana? Tanya Dong Tak. Ji Ahn mengingatkan kembali tentang pemantik yang dijatuhkan oleh pria berhelm. Disana ada lambang Ilya. Dan tempat yang sering dikunjungi Doo Sik adalah Ilya.


Dong Tak pergi ke Ilya. Dia bertemu dengan pemilik Ilya yang sedang akan keluar. Ia meminta izin untuk menanyainya, dia sedang melakukan pengejaran tapi kehilangan pelakunya disekitar sana. Pemilik Ilya adalah orang yang sering menghidangkan teh untuk Direktur Tak. Resepsionis disana mengatakan kalau pemiliknya tidak bisa bicara dan mendengar.

Pemilik Ilya pun pergi. Dong Tak menunjukkan foto seseorang pada si Resepsionis. Resepsionis mengatakan kalau orang itu semalam kesana. Dong Tak menunjukkan foto Doo Sik, namun si resepsionis tak mengenalnya.


Dong Tak kembali ke kantor untuk membahas temuan Detektif Lee. Memang benar kalau Direktur Tak menjadi sponsor di panti. Tapi dia mesponsori beberapa orang secara spesifik. Direktur Tak mulai mensponsori mereka dari tahun 2001, dan Soo Chang serta Doo Sik keluar dari panti tahun 2004. 

Kemungkinan selama 3 tahun itu, Direktur Tak sering berkomunikasi dengan Doo Sik. Tapi dicatatannya, sponsor yang mensponsori anak-anak sampai mereka jadi alumni. Dong Tak tidak begitu yakin, kalau Doo Sik punya sponsor khusus, Soo Chang pasti akan mengetahuinya.


Jae Hee berjalan menuju ke rumah sakit. Soo Chang memarahinya, kenapa Jae Hee sangat ingin membunuhnya. Ia terus ngomel-ngomel tapi Jae Hee sama sekali tak mendengar omelannya.


Bong Sook sedang merawat Soo Chang. Yong Pal disana menjaga pintu. Bong Sook memanggilnya sebagai Ahjussi. Yong Pal tidak mau, dia itu Oppa. Dia disana diutus oleh Detektif.

Apa kau detektif? Tanya Bong Sook. Yong Pal merenges senang. Tapi Bong Sook sama sekali tak percaya dan menyuruh dia untuk membawakan baskom. Dia memang sedang membutuhkan asisten


Jae Hee bersembunyi dibalik tembok, tak bisa mendekat kesana. Soo Chang meledeknya, dia tidak bisa melakukan apapun padanya karena ada brothernya. Soo Chang berbalik, dia terkejut mendapati Yong Pal berdiri dibelakangnya sambil bengong. Apa dia bisa melihatnya?

Tidak. Yong Pal cuma sedang bengong sendirian karena lapar. Dia tak bisa melihat Soo Chang sama sekali.


CCTV rumah sakit sudah bisa diperbaiki. Mi Nam dan Da Jung memeriksanya. Tapi gambar CCTV-nya tidak jelas, jadi mereka sama sekali tak bisa memastikan.


Jae Hee yang sedang berjalan disekitar ruang CCTV mendengar pembicaraan Da Jung dan Mi Nam. Ia pun masuk ke ruang CCTV dan meminta rekamannya pada petugas disana.


Ji Ahn kembali bertemu dengan Direktur Tak. Direktur Tak mengaku kalau dia tidak menemukan petunjuk apapun mengenai kematian Ayahnya. Ji Ahn menyayangkan, tapi dia tidak akan menyerah. Dia sudah berjanji pada Cha Dong Tak.


Detektif Cha? Apa dia mengenalnya? Direktur Tak terkejut. Ji Ahn tersenyum, dia dan Cha Dong Tak saling menyukai.


Ji Ahn menelepon Jae Hee. Dia mengajaknya bertemu, mumpung dia sedang datang ke tempat ayahnya. Ji Ahn merasa kalau Jae Hee sangat beruntung memiliki Ayah seperti Direktur Tak. Seandainya ada 100 orang yang baik sepertinya.

Jae Hee terdiam. Dia berkata kalau ia tak bisa menemui Ji Ahn. Hmm.. Ji Ahn mengerti, dia yakin kalau Jae Hee sibuk.


Bong Sook bekerja di tempat roti. Dia menyapa pelanggannya dengan begitu ceria. Namun ia dikejutkan dengan kedatangan Dokgo kesana. Kontan ia terus memandanginya dan berubah canggung. Dokgo sendiri bersikap dingin seolah tak saling kenal.

“Kami tunggu kedatangannya kembali.” Ujar teman Bong Sook menyalami Dokgo saat pergi.

“Harus.” Gumam Bong Sook.


Bong Sook menggeret sampah dengan susah payah. Dia sudah bekerja 4 jam tapi bayarannya belum sampai 5 dollar. Kalau mencopet, dia sudah bisa mendapatkan 500 dollar. Tapi ia menyemangati dirinya sendiri. Ia pasti bisa. Ia harus semangat. Dia harus mendengarkan omongan Detektif itu.


Dokgo muncul dari balik tembok setelah Bong Sook pergi. Ia tersenyum memperhatikan Bong Sook, “Kau terlihat sangat cantik hari ini.”


Yong Pal menelepon Dong Tak, dia melapor kalau tak ada sesuatu yang mencurigakan sampai sekarang. Soo Chang disampingnya menguping sambil mengoceh. Dong Tak bisa mendengar suaranya.

Dia tanya, apakah Doo Sik menerima sponsor dari seseorang? Soo Chang berkata kalau Doo Sik orang yang keras kepala. Dia tak mungkin mau. Mereka saja keluar dari panti karena tidak mau makan gratis.

Yong Pal kebingungan mendengar Dong Tak bicara sendiri. Sedangkan Dong Tak tidak memperdulikan dia sama sekali.


Dong Tak menemui Jae Hee langsung untuk menanyainya. Apakah orang yang di sponsori oleh Direktur Tak adalah Doo Sik?


Soo Chang pergi ke panti, dia berusaha untuk menemukan sayap malaikat yang di maksud Doo Sik. Sore itu, anak-anak sedang bermain ditaman panti. Ada anak perempuan yang kelihatan sedih dan memisahkan diri dari kelompoknya.

Meskipun tidak kasat mata, Soo Chang tetap menasehati dan menyuruh dia untuk tetap bergaul dengan yang lain. Di kejauhan, ada seorang anak laki-laki yang terus memperhatikan anak perempuan yang menyendiri itu.


Soo Chang tiba-tiba teringat masa kecil. Waktu ia di panti, disana juga ada seorang anak perempuan yang sudah menyendiri di dinding berlukiskan sayap malaikat. Doo Sik selalu memperhatikannya dan berkata kalau anak itu sungguh seperti malaikat.


Dong Tak menerima telepon dari Detektif Lee. Dia memberitahukan hasil pencocokan tinggi badan dan cara jalan Jae Hee dengan Pria berhelm tidak cocok.


Dong Tak terkejut, dia langsung berjalan ke arah Jae Hee dan menarik kerah bajunya. Memang tak ada tato sayap malaikat disana. Jae Hee cuma diam, dia menunjukkan hasil analisis CCTV yang baru ia dapatkan. Dalam foto itu mereka tahu kalau orang yang berhelm bukanlah seorang pria melainkan wanita.


Soo Chang mematung ditempat mengingat hal itu. Tiba-tiba, si orang berhelm yang menyerangnya sebelumnya muncul disana. Soo Chang sudah menunggu orang itu membuka helmnya.

Dan sosok orang berhelm itu adalah Si Pemilik Ilya. Wanita yang sering menyajikan teh untuk Direktur Tak.

Click to comment