SINOPSIS Two Cops Episode 27

Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 26
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 28

Soo Chang terus berteriak menyuruh Dong Tak tetap sadar. Pria berhelm terus menekan lehernya sampai Dong Tak sesak nafas. Beruntungnya, sebuah mobil polisi yang tengah berpatroli lewat di sekitar sana. Si Pria Helm pun bergegas menyudahi aksinya dan pergi dari sana.


Ji Ahn ngobrol dengan Direktur Tak di kafe. Ia pernah mendengar kalau Direktur Tak berniat menggali kasus ayahnya lagi. Maka dari itu, ia ingin mengetahui penyebab kematiannya. Di hari itu, Ayah ingin bertemu dengannya. Namun tiba-tiba ia mengabari kalau dia akan menemui seseorang. Apa Direktur Tak tahu akan hal itu? Ahjussi sering menghubungi Ayah meskipun ia bukan jaksa penuntutnya.

Direktur Tak kelihatan terkejut. Dia berlagak lupa, kejadian itu sudah lama sekali. Ji Ahn mendesah, andaikan dia bisa mencaritahu siapa yang ditemui ayahnya. Mungkin, dia bisa mengetahui apa yang terjadi.


Direktur Tak mengerti, dia juga akan berusaha menyelidikinya. Oiya.. mengenai sponsor, Ji Ahn tahu kalau Direktur Tak adalah teman lama ayahnya. Tapi, dia sudah mensponsorinya selama lebih dari sepuluh tahu.

“Aku berutang padanya. Aku berutang banyak padanya.” ujar Direktur Tak dengan tatapan mengerikan.


Ji Ahn mencoba menelepon Dong Tak. Tapi Dong Tak tidak mengangkat teleponnya. Ia berniat mengubah nama kontak Dong Tak dari ‘Dua Polisi’ menjadi ‘Detektif Cha’. Tapi kemudian ia membatalkan niatannya, ia tak akan menggantinya sebelum Soo Chang kembali ke tubuhnya lagi.

Telepon Ji Ahn tiba-tiba bergetar. Dia senang melihat Dong Tak meneleponnya. Namun sayangnya, suara orang diseberang telepon bukanlah Dong Tak, “Anda mengenal pemilik ponsel ini?”


Ji Ahn sampai di UGD dengan panik. Dia memarahi Dong Tak yang sedang mengenakan bajunya. Dia seharusnya meninggalkan tugasnya saat keadaan berbahaya. Dia harus belajar membaca situasi.

“Kau yakin dengan perkataanmu? Kedengarannya seperti kau bilang kepada Detektif, ia hanya perlu melakukan tugasnya menangkap penjahat.”

Ji Ahn hanya ingin memberitahunya agar tak terluka, dia tak mau melihatnya terluka. Dong Tak meledek, dia juga tak ingin melihat wajah menakutkan Ji Ahn. Hehehe. Ji Ahn pun tersenyum.


Jae Hee dalam perjalanan ke suatu tempat. Dia bertanya pada seseorang dimana keberadaan Dong Tak, dia bersama Ji Ahn? Ia menyuruh orang diseberang telepon untuk terus mengikutinya.


Ji Ahn berkata kalau dia sedang berusaha menemukan seseorang yang ditemui ayahnya terakhir kali. Barusan, dia bertemu dengan seseorang yang mungkin tahu sesuatu. Dia adalah Direktur Tak Jung Hwan.

Dong Tak terdiam mendengar ucapan Ji Ahn. Ji Ahn menjelaskan kalau dia dekat dengan Jae Hee karena Direktur Tak. Dia teman lama ayahnya dan juga seorang yang sudah mensponsorinya.


Dong Tak menatapnya serius. Ji Ahn bertanya-tanya, apakah dia cemburu? Dia menekankan kalau dirinya dan Jae Hee adalah teman baik. Dari dulu sampai sekarang. Ji Ahn bersyukur karena ada orang lain yang mau menyelidiki kasus ini bersama mereka.

“Oke. Sampai disini saja. Kau baik-baik saja jika tidak kuantar?”

Ji Ahn tidak mempermasalahkannya, lagipula dia masih punya urusan. Dong Tak mengatai kalau Ji Ahn kedengaran seperti Detektif Wanita sekarang. Ji Ahn membalasnya, “Kau lah yang terdengar seperti pacar Reporter.”


Soo Chang muncul dibalik badan Dong Tak secara tiba-tiba. Dong Tak terkejut dengan kehadirannya. Soo Chang bertanya kondisi Dong Tak sekarang. Dong Tak mengaku baik-baik saja. Tapi jantungnya hampir copot.

Syukurlah, Soo Chang lega. Ia khawatir kalau Dong Tak akan berakhir seperti dirinya. Dong Tak melihat mata Soo Chang yang memerah, apa dia menangis? Soo Chang mengelak. Memangnya untuk apa dia menangis? Air mata juga air, apa dia mau dirasuki?

“Aku sudah tahu. Kau memang bodoh. Kau butuh air di tubuhku, bukan tubuhmu.” Ucap Dong Tak.

“Jika di pikirkan, dia cukup pintar.”


Dalam perjalanan, Dong Tak memperingatkan agar Soo Chang tidak membicarakan masalah Jae Hee pada Ji Ahn dulu. Soo Chang heran, dia juga tak akan bisa mengatakannya. Tapi, ia yakin Ji Ahn akan terkejur kalau tahu mereka mengejar Jae Hee.


Keduanya kemudian pergi ke ruang arsip bukti-bukti. Dong Tak mengambil foto Doo Sik dan juga pemantik api yang ia tinggalkan disana.


Dong Tak merangkai bukti yang diketahuinya, “Hang Joon bilang, dia menemukan pemantik ini di lokasi kecelakaan. Dan jika Kim Jong Doo membawa pemantik di hari mendapatkan uang, itu berarti dia membutuhkan ini di hari itu.”


Soo Chang senang karena mereka bisa menggunakan pemantik itu untuk mendapatkan informasi. Namun sayangnya, Dong Tak sudah membawa pemantik api itu pada temannya yang jago. Tapi temannya yakin kalau di pemantik api itu tidak ada apa-apanya. Semuanya bersih.


Dong Tak belum bisa memecahkan misteri dari pemantik api itu dan Kim Jong Doo. Ia bertanya pada Soo Chang, apa dia punya rekan yang bisa membantu mereka. Soo Chang tersenyum, ia punya teman yang jago dan ingin ia jadikan rekan dimasa mendatang.


Orang yang dimaksud Soo Chang adalah Dokgo. Dong Tak baru tahu kalau kloning telepon adalah keahliannya di departemen informasi. Benda yang dibawanya memang bukan telepon, tapi dia meminta Dokgo menyelidiki pemantik api itu dengan seksama. Dan rahasiakan hal ini.

Dok Go mengerti. Arwah Soo Chang sungguh senang dengan Dokgo, “Semangat Dokgo. Jika kau melakukannya, pria yang kau hormati ini mungkin akan membuatmu menjadi rekannya.”


Dong Tak tidak terima mendengar omongan Soo Chang. Dia bertanya apakah Dokgo menunjukkan rasa hormatnya pada orang lain? Kapan? Dia menyuruh Dokgo untuk tetap berada di jalur yang benar.

Dokgo kebingungan. Dong Tak menekankan agar Dokgo menunjukkan rasa respect-nya hanya padanya saja. Dokgo makin bingung, ia bangkit dan memberikan hormatnya pada Dong Tak. Dong Tak membalas hormatnya kemudian pergi.


Soo Chang ngomel karena Dokgo sama sekali tak tahu apa-apa. Memang apa salahnya menghormati dirinya? Dia juga sudah merebut Ji Ahn darinya. Woo... dasar pencemburu. Ujar Soo Chang menunjuk Dong Tak.

Saat tangannya menunjuk Dong Tak, ia sekilas melihat tangannya tiba-tiba transparan seperti akan menghilang. Soo Chang terkejut dan terus memperhatikan tangannya, ia mengedipkan matanya tapi tangannya masih utuh. Sepertinya dia berfikir kalau dia cuma salah lihat saja.


Direktur Tak tengah melakukan pertemuan dengan Inspektur Ma. Ia bertanya, kenapa ia memberitahukan segala rahasianya pada Inspektur Ma? Ia ingin menjadikannya sebagai teman seumur hidup atau membuat alasan agar mereka bisa melakukannya lebih jauh.

Inspektur Ma tak tahu apa yang Direktur Tak inginkan. Tapi, dia ingin berhenti. Direktur Tak memperingatkan kalau Dong Tak akan tahu jika Inspektur Ma menggunakan Lee Doo Sik untuk memanipulasi semua kasus. Dia yakin Dong Tak tidak akan melepaskannya.


Direktur Tak menyuruh Inspektur Ma untuk tetap bekerjasama dengannya. Dia tidak mau anaknya menggunakan senjata lagi. Jadi, singkirkan Cha Dong Tak untuknya. Inspektur Ma berusaha menjelaskan kalau dia ingin membersihkan semua rasa malunya. Jadi...

Direktur Tak tidak memberikan kesempatan Inspektur Ma untuk bicara. Dia menyuruh pelayan tuna rungu disana untuk menuangkan teh ke cangkirnya. 


Di ruang loker, Dong Tak memberitahukan mengenai pengakuan Komisaris Na yang mengatakan kalau Inspektur Ma yang sudah memaksa Doo Sik. Soo Chang terkejut mengetahui hal itu.


Bertepatan saat itu pula, ponsel Dong Tak berdering menerima panggilan dari Inspektur Ma. Tanpa basa-basi, dia meminta maaf atas apa yang terjadi pada Hang Joon. Tapi, dia menyuruh Dong Tak berhenti sekarang juga. Orang yang ia lawan lebih menakutkan dari dugaannya.

Kalau tidak berhenti sekarang, dia akan mengalami bahaya yang lebih buruk. Dong Tak menolaknya. Karena ada nyawa satu orang yang dipertaruhkan disini. Inspektur Ma kesal, apa hidup orang itu lebih berharga dari hidupnya?

Dong Tak tetap akan menyelidikinya, dia sudah berjanji akan mengungkapkannya dengan seseorang. Inspektur Ma tak bisa menahannya lagi, kalau memang begitu, ia akan memberitahukan apa yang ingin ia dengar. Ia mengajaknya bertemu jam 11 malam, di parkir persimpangan jalan 3 arah.


Dong Tak bergegas untuk pergi. Soo Chang ingin ikut dengannya tapi Dong Tak melarang, ini berbahaya. Soo Chang khawatir kalau ini hanya jebakan. Tapi Dong Tak tidak menghiraukannya dan bergegas pergi.


Dalam perjalanan, Inspektur Ma tampak gelisah. Ia mengirimkan sms pada Dong Tak dan mengubah tempat janjian mereka di kafe.


Dong Tak sampai di kafe, sudah jam setengah sebelas tapi Inspektur Ma belum juga datang. Pelayan kafe sudah menegurnya mengatakan kalau mereka sudah mau tutup.


Inspektur Ma sudah ada di depan kafe. Saat jam menunjukkan pukul sebelas kurang sepuluh menit, ia memutuskan untuk keluar. Namun tiba-tiba seseorang memukulnya. Pria berhelm mencekik lehernya menggunakan pipa besi seperti yang ia lakukan pada Dong Tak.

Inspektur Ma yang berusaha membela diri pun mencakar leher si pria berhelm. Soo Chang muncul dan memukulkan batu bata ke tengkuk pria berhelm. Pria berhelm kesakitan, ia berbalik untuk mencari orang yang sudah memukulnya, tapi tak ada siapa-siapa disana. 


Tepat saat itu, Dong Tak keluar meninggalkan kafe. Dia terbelalak melihat pria berhelm disana menyerang Inspektur Ma. Ia ingin mengejarnya tapi Inspektur Ma tergeletak tidak berdaya. Untung saja, Kapten Yoo juga ada disana, dia menyuruh Dong Tak untuk tetap mengejar pria itu.


Dong Tak dan Soo Chang mengejar si pria berhelm. Sayangnya, saat tiba di persimpangan, mereka kehilangan jejaknya.


Inspektur Ma sudah ada di ruang penahanan. Petugas tengah memeriksanya dan mendapatkan apapun bukti yang bisa mereka peroleh dari tubuh Inspektur Ma. Dong Tak bingung melihatnya, apa yang terjadi?

“Serangan dua sisi. Aku dan Inspektur Ma.” Jawab Kapten Yoo.


Di kantor kejaksaan, Asisten Jae Hee melaporkan kalau Inspektur Ma menyerahkan diri ke polisi.


Dong Tak sudah ada di ruang interogasi untuk menanyai Inspektur Ma. Inspektur Ma mengingatkan agar Dong Tak mengucapkan kata-kata formalitas sebelum memulai interogasi. Atau, ucapannya nanti tidak akan digunakan dalam pengadilan.

Dong Tak kelihatan berat untuk mengatakan hal itu, “Anda punya hak untuk menolak memberikan pernyataan dan itu tidak akan membantumu di proses persidangan. Namun, apa pun yang Anda katakan mulai sekarang bisa jadi melawanmu di Pengadilan, dan Anda berhak menyewa Pengacara.”

Inspektur Ma mengerti, dia tidak membutuhkan pengacara. Dong Tak bertanya, apakah dia membuat tersangka palsu untuk mencoba menutupi kecelakaan Jo Hang Joon?


Inspektur Ma ingat dengan ucapannya sendiri, ia menyuruh Doo Sik mencari tersangka palsu agar Cha Dong Tak melepaskan kasus yang diselidikinya. Doo Sik mengiyakan, dia tahu orang yang cocok untuk itu.

Inspektur Ma mengiyakan pertanyaan Dong Tak, “Yang pertama, Gong Soo Chang. Yang kedua adalah Lee Doo Sik.”


Dong Tak bertanya, apa yang didapatkannya dengan melakukan semua ini. Inspektur Ma berkata kalau dia mendapatkan kedudukan. Dong Tak mengajukan pertanyaan selanjutnya, apakah Direktur Tak memulai semua ini? Apakah ini ulahnya?”

“Tidak. Aku mengikat rantai pada tubuhku sendiri.” Jawab Inspektur Ma.

“Apa yang Anda lakukan tadi malam?”
“Aku menaruh umpan sehingga bisa keluar dari sana.”

Flashback


Inspektur Ma tahu kalau dia tengah diawasi saat menelepon Dong Tak. Ia kemudian menuju ke kafe dan menelepon Kapten Yoo untuk mengawasi karena dia yakin kalau orang itu akan datang jika ia mengatakan ingin memberitahu segalanya pada Dong Tak.

Ia membuat rencana dengan Kapten Yoo. Kapten Yoo pun juga datang ke kafe dan mengawasinya dari kejauhan.


Orang yang datang menemui Inspektur Ma tak lain adalah Jae Hee. Dia mengaku sudah mendengar pembicaraan Inspektur Ma dan Ayahnya. Seberapa dia tahu tentang kejadian 16 tahun yang lalu, Jae Hee tak akan membiarkan Inspektur Ma mengancam Ayahnya. 

“Kau tahu apa yang terjadi setelah itu.” pungkas Jae Hee meninggalkan Inspektur Ma. Kapten Yoo pun turun dari mobilnya untuk membuntuti kepergian Jae Hee.
Flashback End


“Kau tahu apa yang terjadi setelah itu.”

Kapten Yoo kesal karena dia sudah berusaha mengejar Jae Hee tapi tak bisa. Inspektur Ma menyuruh Dong Tak untuk membandingkan tes DNA dari bukti yang ada dikukunya. Dia harus membandingkannya dengan semua yang mereka curigai.

Inspektur Ma berkata kalau Direktur Tak tidak akan menyuruhnya dan Komisaris No melakukan sesuatu yang bisa meninggalkan bukti. Dia lebih berbahaya dari yang dipikirkan Dong Tak. Dong Tak terdiam sejenak mendengar ucapan Inspektur Ma.


Dong Tak berkata kalau dia tidak akan memakaikan borgol di hadapan para reporter. Inspektur Ma tetap ingin menggunakan borgol. Seharusnya tidak ada inspektur sepertinya, ia ingin oranglain melihat betapa mengerikan dirinya.

Ia meminta maaf pada Kapten Yoo, ia memindahkan tanggung jawab keluarga padanya. Kapten Yoo tak masalah. Ia akan mengambilkan handuk untuk menutup borgolnya nanti. Setidaknya, ia akan melakukan itu.

Click to comment