SINOPSIS Two Cops Episode 21

Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Puji
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 20
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Two Cops Episode 22

“Kau sedang bicara dengan siapa? Kau siapa?” tanya Ji Ahn dengan tatapan tajam.
Dong Tak terpaku mendengar pertanyaan Ji Ahn. Sementara itu, Soo Chang mulai panik dan menyuruhnya untuk mengatakan sesuatu. Kalau sampai Dong Tak menceritakan yang sebenarnya, dia bakal di cap gila.


Tidak. Dong Tak sudah membulatkan tekad untuk mengatakan kebenarannya. Ia mengakui kalau disana memang ada orang lain selain mereka berdua. Ia tak ingin menyembunyikannya lagi meskipun Ji Ahn tak mempercayainya.
“Jadi, maksudmu ada orang lain selain kita disini?”
“Roh penipu yang keluar dari tubuhnya. Dan roh itu merasuki tubuhku.” Jawab Dong Tak.


Ji Ahn tertawa tak mempercayai ucapannya. Namun saat melihat keseriusan di raut wajah Dong Tak, tawa Ji Ahn pun perlahan lenyap. Baiklah, anggap saja ucapan Dong Tak benar. Lalu, apakah nama arwah itu adalah Gong Soo Chang?


Dong Tak membenarkan. Dia ingin menjelaskan lebih detail lagi mengenai hal ini. Namun Ji Ahn menghentikannya. Pikirannya sungguh kacau sekarang. Ia pun bergegas pergi meninggalkan mereka. Saking shock-nya, dia bahkan menjatuhkan map yang dibawanya.

Dong Tak berusaha mengejar Ji Ahn. Namun Ji Ahn sudah lebih dulu naik taksi. Dong Tak mengejarnya menggunakan mobil dan terus meneleponnya. Namun Ji Ahn sama sekali tak mengacuhkan ponselnya yang terus bergetar. 


Dong Tak mengikutinya sampai ke rumah. Ia menatap jendela rumah Ji Ahn dan berusaha meneleponnya lagi. Ji Ahn duduk terpekur di balik pintu rumahnya. Ia melihat ponselnya sejenak, namun ia sama sekali tak punya keinginan untuk menerima telepon dari Dong Tak.


Dengan lesu, Dong Tak kembali ke tempat dimana ia meninggalkan Soo Chang. Ia memungut map yang dijatuhkan oleh Ji Ahn. Soo Chang menanyakan kabar Ji Ahn, sepertinya dia sangat terkejut. 
Dong Tak yakin kalau Ji Ahn pasti akan menerimanya. Meskipun dia gegabah, tapi dia wanita yang pemberani. Ia tak mau memusingkan hal itu sekarang, yang lebih penting untuk saat ini adalah menangkap pria itu.


Keduanya kembali ke kantor polisi. Soo Chang menebak kalau dia harus sudah kembali ke tubuhnya dalam 49 hari. Dong Tak terkejut, apa dia yakin akan hal itu?
Meskipun tak bisa memastikannya, tapi Soo Chang hanyalah arwah yang bisa merasuki tubuh Dong Tak saja. Soo Chang meyakini kalau ia akan mati kalau sampai tak kembali ke tubuhnya dalam waktu 49 hari.
“Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?” desis Dong Tak.


Baiklah, Dong Tak akan menyelesaikan ini secepat mungkin. Sejak dia memborgol tangan Soo Chang, sudah 34 hari yang lalu, mereka hanya punya sisa waktu 15 hari lagi. Woow, menyadari sisa waktunya sudah tak lama lagi. Soo Chang merasa semua ini semakin  nyata. Ia serasa tercekik dan jantungnya melemah. 


Dong Tak memastikan kalau dia tidak akan membiarkannya mati. Dia boleh merasuki tubuhnya karena mereka harus menangkap pelaku yang sebenarnya sejak 16 tahun yang lalu. Ia akan menangkapnya dan menyingkirkan arwah yang terus menghantuinya.

Tak mau buang-buang waktu, Dong Tak merentet semua bukti yang mereka kumpulkan sampai saat ini. Pertama, kalung yang ditemukan Soo Chang 16 tahun lalu di TKP. Lalu, kata-kata terakhir yang diucapkan Doo Sik mengenai tato dan menyuruh mereka menemukan ‘sayap malaikat yang sebenarnya’.

“Kau kan temannya, apa kau tak pernal melihat sesuatu selama ini?” tanya Dong Tak.


Soo Chang tak bisa mengingat apapun. Tapi, memangnya hanya mereka berdua saja yang terkait dengan kasus ini? Maksudnya, orang yang mengirimkan foto Doo Sik pada Dong Tak. Mungkin saja, dia itu orang dalam kepolisian.

Seketika Dong Tak mendesis kesal dan menyuruh Soo Chang kembali ke rumah sakit. Dia yang akan mengurusnya. Soo Chang menggerutu sebal, Dong Tak memang selalu kesal kalau dia mencurigai kepolisian.


Dong Tak masuk ke ruang loker. Dia memungut map Ji Ahn yang ia tinggalkan disana. Dong Tak mengingat kembali bagaimana raut keterkejutkan Ji Ahn tadi. Ia meraih ponselnya dan berniat meneleponnya. Namun ada perasaan mengganjal yang membuatnya membatalkan niatan itu.


Esok harinya, trio polisi tengah menyamar di sebuah pasar. Detektif Park terus mengeluh karena mereka harus bertugas disaat hari sedang dingin-dinginnya. Detektif Lee menyuruhnya berhenti mengeluh, cuacanya menjadi semakin dingin.

Tak lama kemudian, orang yang menjadi target mereka muncul. Kapten Yoo memperingatkan supaya mereka tetap berhati-hati meskipun sepertinya pelaku tidak membawa senjata. Dan utamakan keselamatan warga.


Detektif Lee dan Detektif Park mengikuti pelaku. Pelaku sadar kalau dia tengah di intai. Ia pun buru-buru berlari kabur. Terjadilah kejar-kejaran. Untungnya, si pelaku berlari menuju jalan buntu sehingga Detektif Lee mampu meringkusnya dengan mudah.


Detektif Lee meninggalkan Detektif Park untuk memberi laporan pada Kapten Yoo. Saat mereka semua lengah, pelaku menggunakan kesempatan itu untuk mengeluarkan pisau. Ia mendorong Detektif Park kemudian berlari dan menyayat lengan Detektif Lee yang menghalanginya.


Pelaku menerobos kerumunan dengan berlari sekencang mungkin. Namun tiba-tiba, seseorang menghadangnya dan membanting tubuhnya dengan mudah. Siapa lagi kalau bukan Kapten Yoo. Kapten Yoo tampak sangat tenang dan menakutkan saat itu. 


Detektif Park mengkhawatirkan kondisi pergelangan tangan Detektif Lee. Sayangnya, Detektif Lee malah kesal. Dia lebih kesal dengan Detektif Park yang sudah melepaskan pelaku semudah itu. Detektif Park meminta maaf atas kecerobohannya kali ini. Namun Detektif Lee tidak mau tahu, dia meminta pada Kapten Yoo untuk dicarikan partner baru.


Dong Tak pergi ke kantor polisi untuk meminta file cctv atas kecelakaan ayah Soo Chang. Sebelumnya, Soo Chang sudah memberitahukan kalau file cctv itu dirahasiakan. Dia sudah meminta file itu saat merasuki tubuh Dong Tak.

Dia meminta seorang petugas untuk mencari tahu siapa yang mengunci file yang dirahasiakan tersebut. Tapi petugas wanita itu pun tak tahu. Dalam batinnya, Dong Tak yakin kalau orang yang bisa mengunci file itu hanya bisa dilakukan oleh orang berkekuasaan besar.

“Siapa yang ditemukan di TKP?” tanyanya kemudian.

“Satu orang pengemudi truk dan dua orang penumpang. Ketiganya meninggal di TKP. Satu-satunya yang selamat adalah anak pengemudi truk dan saksi. Cuma itu saja.”


Dong Tak memperhatikan kalung berinisial TJH ditangannya. Ia kembali membatin, “Inisial kalung yang ditemukan di TKP adalah TJH. Ini bukan inisial dari saksi Kim Jong Doo. 16 tahun yang lalu, Kim Jong Doo tidak peduli dengan kalung ini. Itu artinya ini bukan miliknya.”
Meskipun rahasia, Petugas Wanita disana bersedia memberitahukan siapa detektif yang menangani kasus itu.


Dong Tak menaiki tangga, ia melihat ruang penyimpanan berkas dan menghembuskan nafas berat. Bertepatan saat itu, Inspektur Ma lewat disana. Dia bertanya, apakah Dong Tak bertemu dengan Direktur Tak Jung Hwan? Menjauhlah darinya.

Menjadi polisi membutuhkan koneksi, Dong Tak berdalih kalau ia hanya ingin membuat koneksi saja. Inspektur Ma menduga kalau Dong Tak terus menyerangnya karena ia tak menggali kasusnya Hang Joon.

“Inspektur, anda seharusnya tidak melakukan itu padanya.” ujar Dong Tak kemudian pergi.


Inspektur Ma melihat ruang penyimpanan berkas. Ia masuk dan memeriksa berkas kasus Hang Joon. Inspektur Ma menemukan foto cctv disana, dia sadar kalau Dong Tak tahu jika Doo Sik bukanlah pelaku pembunuh Hang Joon yang sebenarnya sehingga ia masih terus menyelidiki kasus ini.

Disana juga ada sebuah pemantik api. Inspektur Ma terkejut, “Apa ini bukti bahwa Detektif Cha menemukan sesuatu yang berkaitan dengan kasus ini?”


Komisaris No melapor pada Direktur Tak kalau Dong Tak mendapatkan sebuah informasi dari Divisi Informasi tentang kecelakaan yang terjadi di incheon 16 tahun yang lalu. Tapi tenang saja, ia sudah menyingkirkan semua yang menghalangi Direktur Tak.


Bukannya senang, Direktur Tak bertanya apakah ia pernah menyuruh Komisaris No melakukan semua itu?

“Tidak.” Komisaris No tampak ketakutan.

“Pergi terlalu jauh, dan itu lebih buruk daripada tidak melakukan apapun. Seperti itulah hubungan. Menuangkan air terlalu banyak ke dalam cangkir, dan air akan meluap ke lantai.”


Soo Chang datang ke kantor mencari-cari Dong Tak. Tak menemukan ia ditempatnya, ia pun menikmati waktunya untuk memperhatikan rekan-rekannya yang lain. Tak lama kemudian, Dong Tak datang dan mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat.


Mereka berdua pergi ke toko barang-barang antik. Pemilik toko memperhatikan kalung berinisial TJH. Kalung itu tak didesain dengan biasa. Disana terukir inisial, kemungkinan dipesan secara khusus. Bahkan jika tahu pun, Pemilik Toko tak yakin apakah dia bisa menemukan siapa orang yang memesannya.


Keduanya kembali ke kantor polisi. Dong Tak menyuruh Soo Chang untuk terus mengingat-ingat. Karena ingatannya mungkin bisa menjadi kunci kasus ini. Mereka berdua keluar dari mobil.

Didepan kantor polisi sedang ramai, para reporter mengerubuti pelaku kejahatan untuk mendapatkan informasi. Salah satu dari mereka adalah Ji Ahn. Dong Tak memperhatikannya dari kejauhan. Ji Ahn pun sempat kontak mata dengannya, namun keduanya saling mengabaikan.


Begitu masuk ke kantor, Dong Tak meminta pendapat akan kondisi Ji Ahn pada Soo Chang. Soo Chang rasa berat badan Ji Ahn turun. Kantung matanya hitam belum tidur. Tangannya bergetar karena belum makan.

Dong Tak tersenyum, dia sungguh bisa melihat segalanya. Pantas Kapten menyukainya. Soo Chang bangga akan dirinya sendiri. Dia menyuruh Dong Tak untuk mengungkapkan kasus ayahnya. Kalau tidak, dia akan menjadi hantu gentayangan.
“Detektif Cha.” Panggil Ji Ahn.


Ji Ahn duduk berhadapan dengan Dong Tak dan meminta penjelasan akan apa yang terjadi padanya. Dong Tak meminta Ji Ahn mengingat ceritanya akan ‘anak yang mengubah hidupnya’. Anak itu adalah Gong Soo Chang. Ia belum sempat menepati janjinya, jadi mungkin ia terus mendatanginya.


Ji Ahn tampak bingung, jadi sebagian waktunya, ia bertemu dengan Gong Soo Chang? Jadi dia dan Gong Soo Chang berbagi tubuh, menyelidiki bersama, menangkap penjahat bersama, dan pergi bersamanya, bukan begitu?

Dong Tak membenarkan. Ji Ahn bertanya, siapa yang sudah memberi gelang yang ia pakai sekarang?


Dong Tak terdiam tak bisa memberikan jawaban. Ji Ahn kelihatan kesal. Dia masih belum percaya dengan cerita Dong Tak. Apa ini cara Dong Tak untuk meminta putus darinya?

Tak lama kemudian, Ji Ahn dan Dong Tak sudah ada di minimarket. Ji Ahn memborong banyak vitamin dan meminta Dong Tak meminumnya. Dong Tak menegaskan kalau ia tidak sedang sakit. Ji Ahn kekeuh memintanya untuk tetap minum vitamin, dia sakit makanya berhalusinasi.


Dong Tak ingin membuktikan omongannya. Dia membawa Ji Ahn pergi ke kafe. Dia berbicara pada Soo Chang agar dia mau bekerja sama dan membuktikan keberadaannya. Soo Chang kekeuh menolak.

Ji Ahn lama-lama bosan melihat Dong Tak ngedumel sendirian. Dia yakin kalau Dong Tak sedang berbohong. Dong Tak mengambil segelas air dan menumpahkan air itu ke wajahnya. Dia menyuruh Soo Chang untuk melakukannya sekarang juga.


Ji Ahn semakin panik karena mengira Dong Tak sakit. Ia mengajaknya untuk bergegas pergi ke apotek. Saking paniknya, kakinya sampai tersandung kursi. Untungnya, Soo Chang berdiri tak jauh dari sana dan berhasil menahan tubuh Ji Ahn.

Terkejut, Ji Ahn mendelik kaget. Ia pun tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia percaya akan ucapan Dong Tak sekarang. Jadi, itulah kenapa kadang suara Dong Tak berubah-ubah selama ini?


Ji Ahn kembali menanyakan rentetan pertanyaan. Siapa yang ada didalam mobil bersamanya? Siapa yang menolongnya saat diculik? Dong Tak mengklaim kalau dialah yang melakukannya.

“Lalu siapa yang menciumku?”

“Aku.” Jawab Dong Tak dan Soo Chang bersamaan. Dong Tak pun dengan rasa bersalah meralat ucapannya, “kami berdua.”

Ji Ahn tersenyum getir, pasti mereka berdua sangat menikmati kencan bersamanya. Dong Tak meminta maaf sekali lagi. Ji Ahn menutupi kesedihannya dengan senyuman, sepertinya dia harus segera kembali bekerja.


Ji Ahn bergegas keluar dari kafe. Namun baru berjalan beberapa langkah, lututnya sudah lemas. Ia berjongkok ditengah jalan dan meyakinkan dirinya kalau semua baik-baik saja.


Dong Tak dan Soo Chang memperhatikannya dari dalam, “Dia tak baik-baik saja.

Click to comment