SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 22 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 22 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 22 Part 1

Setelah Ji A keluar, Min Kyu menerima telepon dari Baek Gyoon. Baek Gyoon mengatakan bahwa dia diberitahu oleh modelnya bahwa ada orang aneh yang mengikutinya di Pulau Geoju.


Baek Gyoon: “Dia ketakutan dan ingin kau perg. Apakah itu alasannya kau meneleponku hari ini?”
Min Kyu: “Aku tidak sengaja bertemu dengannya di kereta. Dia benar-benar terlihat sama dengan robotmu.”


Min Kyu terkejut saat mendengar Baek Gyoon akan menyusulnya. “Tunggu aku disana dan jauhi gadis itu,” kata Baek Gyoon lalu menutup teleponnya.


Setelah panggilan dari Baek Gyoon terputus, Min Kyu melihat bahwa ada beberapa panggilan tak terjawab dari Dokter Oh. Min Kyu menghubunginya.

Dokter Oh menanyakan keadaan Min Kyu dan apakah ia membawa suntikan dan obat-obatanya.


Min Kyu: “Tidak, aku tidak membawa apapun.”
Dokter Oh: “Tuan Kim Min Kyu!”
Min Kyu: “Jangan khawatir, aku membawa semua yang aku butuhkan.”


Setelah itu, Min Kyu menghubungi Jin Bae. Jin Bae mengatakan bahwa karena Min Kyu tidak mengangkat teleponnya, dia jadi belum bisa memberikan laporannya. Min Kyu bilang Jin Bae bisa melaporkannya nanti karena dia akan bertanya tentang model Aji-3.


Min Kyu: “Apakah ada model manusia yang seperti Aji-3?”
Jin Bae: “Apa?”
Min Kyu: “Namanya Hong Joo. Aku tidak tahu nama keluarganya.”
Jin Bae: “Hong Joo?”


“Aku?” tanya Hong Joo pelan.


Jin Bae lalu mengatakan bahwa Aji-3 memang dibuat berdasarkan manusia asli. “Aku mengerti. Jika kau yang mengatakannya, itu pasti benar,” kata Min Kyu.


Hong Joo menghampiri suaminya dan bertanya apa yang terjadi, karena tadi dia mendengar namanya disebut. Jin Bae terdiam.


Pai meminta Baek Gyoon menghentikan mobilnya di depan mini market. Saat ia turun untuk membeli sesuatu, ponselnya tertinggal di kursi mobil dan ada pesan yang masuk. Baek Gyoon membacanya ‘Angela, kenapa kau tidak mengangkat teleponmu? Profesorku ingin tahu kenapa kau tidak mau mengajar. Ini kesempatan yang bagus. Hubungi aku’.


Pai memberikan sebotol tonik ginseng untuk Baek Gyoon dan memaksanya meminumnya. Baek Gyoon mengeluh rasanya tidak enak, tapi Pai tetap memaksa agar dia menghabiskannya.


Pai berkata lagi, “Setelah minum, kau bisa menyetir lagi. Nyawaku juga dipertaruhkan”. Ia tersenyum melihat Baek Gyoon yang tidak menyukai rasa toniknya, tapi tetap meminumnya. “Kau bisa berangkat sekarang,” katanya lagi.


“Aku rasa aku mendapatkan sesuatu,” kata seorang hacker. Mereka tengah menyalin suatu file milik Tim Santamaria.


Ssanip: “Sun Hye, malam itu kau pergi kemana?”
Hoktal: “Dia tidak pergi kemana-mana.”
Ssanip: “Diamlah. Katakanlah yang sejujurnya.”
Hoktal: “Tidak, sungguh.”


Karena terlalu sibuk dengan Sun Hye, Hoktal dan Ssanip tidak menyadari kalau file bernama Monami milik mereka berhasil di-hack.


Ssanip: “Apa kau benar-benar buang air?”
Sun Hye: “Kami minum kopi.”
Ssanip: “Ayolah..”


Mobil yang dikendarai Baek Gyoon tiba-tiba mogok. Pai tidak heran jika mobil itu mogok, dia malah heran mobil itu bisa bertahan sejauh itu.


Untuk pertama kalinya, Min Kyu menggunakan mesin penjualan kopi. Nenek membantunya dan menekan tombol kopi yang paling manis. “Semakin manis, semakin baik kopinya,” kata nenek sambil mengambilan gelas kopi yang sudah terisi. Min Kyu berterima kasih.


Min Kyu memuji rasa kopinya yang sangat enak. Lalu terdengar Ji A yang izin pergi untuk mengantarkan mobil troli ke gudang.


Nenek: “Tunggu. Aku baru ingat. Lampu disana terus berkedap-kedip. Disana gelap. Aku saja yang pergi.”
Ji A: “Tidak apa-apa, aku saja.”
Nenek: “Kau, anak muda.”
Min Kyu: “Ya?”


Nenek: “Aku tidak mau cucuku pergi sendirian di malam hari. Bisakah kau pergi dengannya?”
Ji A: “Nenek...”
Min Kyu: “Ah hahaha... Tidak masalah. Aku punya banyak waktu. Ayo kita pergi, Hong Joo.”


Nenek memaksa Ji A untuk pergi. Min Kyu malah sudah menunggu di atas mobil.


Mereka akhirnya pergi bersama.
Flashback..


Mereka sama-sama mengingat ketika Min Kyu dan Ji A naik mobil troli bersama, tapi saat itu yang menyetir adalah Min Kyu.


Min Kyu: “Mulai sekarang, aku akan menjemputmu setiap pagi. Jadi kau bisa menghemat bateraimu.”
Ji A: “Apa itu karena aku adalah harta karunmu?”
Min Kyu: “Tidak. Siap-siap saja dimarahi.”


Mereka sama-sama tertawa. Min Kyu bertanya kenapa Ji A tertawa. Ji A berkata bahwa Min Kyu juga tertawa. Ia lalu menyuruh Min Kyu diam karena dia sedang konsentrasi menyetir. Mereka terus bertengkar.


Min Kyu berkata, “Aji-3 itu kasar, tapi dia manis. Menghabiskan waktu bersamamu, membuatku sadar bahwa kalian memiliki perbedaan. Jika lebih lama lagi, apa aku akan melihat perbedaan lebih banyak?”


Dalam hatinya Ji A berpikir, atas perkataan Min Kyu tadi, dia harusnya merasa senang atau sedih.


“Aji-3 itu...” Karena tidak mau mendengar Min Kyu bicara, Ji A sengaja mengemudikan mobilnya dengan ugal-ugalan. “Apa kau ingin balas dendam?” tanya Min Kyu. Ji A berkilah bahwa itu terjadi karena dia memang pengendara yang buruk.


Ji  A memasukkan mobil trolinya ke dalam gudang. Ia baru sadar kalau ponselnya tertinggal di dalam celemek. Ji A lalu meminta Min Kyu untuk menyalakan senter di ponselnya dan meminjamnya.


Min Kyu: “Baterai ponselku hampir habis.”
Ji A: “Aku akan membelikan baterai penuh untukmu. Nyalakanlah.”


Dengan bantuan senter di ponsel Min Kyu, Ji A mencari keranjang yang dipesan oleh nenek sebelumnya. Min Kyu merasa gudang itu sangat bau.


Seorang kakek yang mengendarai mobil troli melintas di depan gudang dan menggerutu karena orang sering lupa menutup gudang saat tidak digunakan. Kakek itu lalu turun dan menutup pintunya.


Ji A mendengar suara, lalu melihat ke arah pintu. Begitu juga Min Kyu.


Mereka melihat pintu mulai tertutup. Kemudian berlari ke pintu, “Tidak! Tunggu!”


Kakek menggembok pintunya. 


“Aku masih di dalam! Permisi! Ada orang di dalam!” teriak Ji A sambil memukul-mukul pintunya. Sayangnya, kakek itu tidak mendengarnya.


Kakek sudah berjalan ke arah mobilnya, lalu pergi meninggalkan gudang.


“Astaga. Apa aku benar-benar terkunci di dalam gudang bersamanya?” batin Ji A. “Tidak bisa. Lebih aku mati lemas atau mati membeku sebelum pagi tiba.”


Ji A tiba-tiba berbalik ke arah Min Kyu dan membuat Min Kyu melompat karena terkejut. [crstl]



Click to comment