SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 22 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 22 BAGIAN 1


#22 – Pulau Geoje


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 21 Part 2

Setelah nenek memintanya agar tidak membuat Min Kyu terlalu lama menunggu, Ji A mencoba menghubungi Baek Gyoon lagi tapi masih belum tersambung. Ia menyimpan ponselnya di saku celemek, lalu melepaskannya.


Baek Gyoon sangat terkejut saat membaca pesan dari JI A. Ia menghubungi balik Ji A.


Ji A tidak mengangkat panggilan Baek Gyoon karena ponselnya tertinggal di dalam celemek yang digantung di dapur.


Pai: “Ada apa?”
Baek Gyoon: “Ji A bersama Min Kyu di Pulau Geoje.”
Hoktal: “Apa?”
Ssanip:”Oh, God!”

Baek Gyoon menceritakan apa yang sedang terjadi kepada Dokter Oh lewat telepon. Dokter Oh kebingungan dan berpesan agar sampai akhir pun Min Kyu tidak boleh mengetahui yang sebenarnya terjadi.


“Aku... kehilangan seorang teman. Dia yang membantuku keluar dari kegelapan setelah 15 tahun,” cerita Min Kyu. Ji A berkata bahwa ia turut berduka, tapi ia merasa tidak ada hubungannya dengan dirinya. “Kau sangat mirip dengan temanku itu,” lanjut Min Kyu.


Ji A mengatakan bahwa dia tidak mengerti apa yang Min Kyu bicarakan dan menyarankannya agar memeriksakan diri ke rumah sakit. Lalu ia berdiri dan akan pergi.


“Inilah yang biasa aku katakan padanya, ‘Hai, Aji-3’.” Kalimat Min Kyu membuat langkah Ji A terhenti. Ia memberanikan dirinya untuk berbalik ke arah Min Kyu.


Ji A berkata bahwa dia sekarang sudah mengerti apa yang Min Kyu bicarakan adalah tentang robot Aji-3 milik Doktor Hong Baek Gyoon. Ia bercerita bahwa 4 tahun lalu dia bekerja paruh waktu dalam hal pembuatan robot dan menerima bayaran 10.000 dollar.
Flashback..


Ji A mengingat pesan Baek Gyoon bahwa apabila ia bertemu Min Kyu secara tidak sengaja, maka Ji A harus mengatakan bahwa dirinya adalah model karakter untuk robot Aji-3.


“Orang yang berdiri di depanmu ini bukanlah robot, melainkan manusia. Oke?” kata Ji A. Min Kyu mengatakan bahwa ia tahu hal itu dan minta maaf karena telah berperilaku tidak menyenangkan kepada Ji A.


Ji A: “Kalau begitu, pergilah.”
Min Kyu: “Aku minta maaf.”
Ji A: “Kalau kau menyesal, maka pergilah.”
Min Kyu: “Tidak bisakah aku tinggal dan melihatmu? Ketika aku lelah, aku akan pergi dengan sendirinya.”


Ji A akhirnya mengusir Min Kyu keluar. “Tunggu, tunggu, Hong Joo, tunggu dulu,” kata Min Kyu. Tapi Ji A tidak mempedulikannya. Ji A terus saja mengomel.


Tapi Min Kyu malah tertawa. Sepertinya ia menikmati omelan itu, karena sama dengan omelan Ji A saat dalam mode teman.


“Kau tertawa? Dengarkan aku. Wajahku adalah milikku dan robot yang kau pikirkan itu bukan aku. Ah, aku harusnya tidak mengambil pekerjaan paruh waktu itu,” sesal Ji A. Dan Min Kyu masih terus saja tersenyum mendengarkan omelan Ji A.


“Beri aku satu kamar. Ini homestay. Berikan aku kamar untuk menginap,” kata Min Kyu santai. Ji A bilang kamarnya penuh lalu masuk dan menutup pintunya.


Baek Gyoon akan menyusul Ji A dan semuanya anggotanya ingin ikut. Baek Gyoon melarang mereka ikut, karena harus berjaga di lab. Tapi larangan itu tidak berlaku pada Pai yang sudah memakai jaketnya bahkan keluar lebih dulu daripada Baek Gyoon.


Baek Gyoon berpesan pada Hoktal dan Ssanip agar mereka jangan sampai terkena hack lagi. “Kenapa Ji A bisa bersama brother kita?” tanya Ssanip. Hoktal juga tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi.


Pai berkata bahwa Baek Gyoon sudah berhari-hari tidak tidur, jadi harus ada yang menjaganya agar tidka tertidur ketika menyetir. Kalau ia tidak boleh ikut, maka Baek Gyoon juga tidak boleh pergi. Ia lalu masuk ke dalam  mobil. “Dia sangat keras kepala,” gumam Baek Gyoon.


Dalam perjalanan, Baek Gyoon menghubungi Sun Hye dan menanyakan lokasi dimana Ji A tepatnya berada.


Dokter Oh khawatir karena Min Kyu tidak juga mengangkat teleponnya.


Min Kyu tidak menjawab, karena ponselnya tertinggal di dalam kedai, sedangkan ia sendiri sudah diusir keluar oleh Ji A.


Baek Gyoon dan Pai meributkan presentase Ji A akan ketahuan apa tidak. Mereka menganalisisnya secara ilmiah. Pai mengatakan bahwa kemungkinannya 25%, tapi menurut Baek Gyoon 15%. Pai terus bersikeras 25% dan Baek Gyoon tidak bisa berkata apa-apa lagi.


“Dia seperti lintah. Dia benar-benar tidak mau pergi,” gerutu Ji A yang sudah berada di dapur. Ia kemudian mengangkat telepon dari Sun Hye yang menanyakan keadaannya. “Aku sudah mengusirnya,” kata Ji A.


Sun Hye memberitahu kalau dia sudah memberikan alamat Ji A pada Baek Gyoon dan Baek Gyoon sedang dalam perjalanan kesana.


Ji A kemudian menghubungi Baek Gyoon. Baek Gyoon berpesan jika Min Kyu mengganggunya lagi, maka Ji A marah saja.


Ji A: ““Aku sudah marah. Tapi tidak berhasil. Dia seperti tidak mengeri apayang kukatakan.”
Baek Gyoon: “Kau harus lebih marah. Dokter Oh mengatakan agar kau tidak mengatakan atau melakukan sesuatu yang sama seperti saat menjadi Aji-3.”
Ji A: “Baiklah, aku akan berhati-hati. Haruskah aku melarikan diri saja?”


Pai melarangnya, karena dengan IQ Min Kyuyang 159, dia akan curiga jika Ji A tiba-tiba menghilang.


“Hong Joo,” panggil Min Kyu yang tiba-tiba masuk ke dapur.


“Aduh, astaga!” teriak Ji A sambil berpose yang sama persis seperti ketika ia menemui Min Kyu pertama kali sebagai Aji-3.


Min Kyu juga sama terkejutnya dengan respon Ji A.


Pai: “Apa itu tadi? Deja Vu?”
Baek Gyoon: “Aku salah dengar kan? Katakan bahwa aku salah dengar.”
Pai: “Ini benar-benar terjadi, Doktor.”
Baek Gyoon: “Ah, tidak...”


Min Kyu tertawa dan berkata, “Aji-3 juga pernah melakukan itu, ketika kami pertama kali bertemu. Ah tidak, apa itu pertemuan kedua?”


Ji A memperbaiki posisi tubuhnya dan bertanya kenapa Min Kyu ada disana. Min Kyu berkata kalau tas dan jaketnya tertinggal. “Ambil dan keluarlah,” perintah Ji A.


Min Kyu: “Aku belum menghabiskan sashimi-ku.”
Ji A: “Aku akan membungkusnya untukmu.”
Min Kyu: “Tidak, aku akan memakan semuanya disini.”
Ji A: “Kami harus tutup.”
Min Kyu: “Aku akan menghabiskannya sebelum kau menutup kedainya.”


Min Kyu lalu kembali ke mejanya dan mulai makan.


Ji A kembali menelepon Baek Gyoon dan mengabarkan kalau Min Kyu tidak pergi dan malah kembali ke dalam. Baek Gyoon berkata bahwa Ji A harus tetap menjadi diri sendiir, karena dia sudah mengatakan pada Min Kyu kalau Jai-3 memiliki segalanya tentang Ji A. “Tapi ingat ini. Kau tidak tahu apapun yang pernah dia katakan atau lakukan padamu, oke?” pesan Baek Gyoon.


Sun Hye datang ke lab sambil membawakan roti dan kopi untuk Hoktal dan Ssanip. Ia menanyakan keadaan Ji A. Hoktal bilang bahwa garis pertahanan pertama sudah dibobol.


Hoktal lalu memberikan kopi pada Sun Hye. “Thank You,” kata Sun Hye. Ssanip lalu mengeluarkan rotinya dan memberikan satu padanya. “Aku sedang diet,” tolak Sun Hye dan membuat Ssanip kecewa. Mereka kembali membicarakan Ji A dan Min Kyu.


Sun Hye membuka tutup kopi dan membuat isinya tumpah. Hoktal mengambil tisu lalu membersihkannya, termasuk membersihkan jari Sun Hye yang terkena cipratan kopi. Tapi Sun Hye malah memegang tangan Hoktal.


Hoktal dan Ssanip terkejut.


Sun Hye: “Dear Dong Won, apa hanya aku yang kau lihat?”
Ssanip: “Kenapa kau diam saja?” (Ssanip lalu melepaskan tangan Hoktal dan Sun Hye) “Sun Hye, aku selalu melihatmu. I always see you.”
Sun Hye: “I know, yes, thank you.”
Ssanip: “Kau tahu.. tapi kau...” (Ssanip meminum kopinya padahal mulutnya masih penuh dengan roti, dia sedih)


Ji A membakan segelas air putih untuk Min Kyu dan menyuruhnya minum, karena makananya pasti terlalu kering. Min Kyu mengucapkan terima kasih.


Nenek lalu datang dan meminta Ji A untuk membawa mobil troli ke gudang karena besok keluarga Woo Sik akan memakainya. Nenek juga meminta Ji A untuk membawa masuk keranjang yang biasa dipakai untuk mengeringkan ikan.


Min Kyu memanfaatkan kesempatan itu dengan memanggil nenek dan bertanya apakah ada kamar untuknya menginap.


Nenek: “Ya, ada banyak.”
Ji A: “Tidak ada.”
Nenek: “Kau ingin yang seperti apa? Kamar dengan pemandangan laut?”


Min Kyu menganggukkan kepalanya sambil terus mengunyah makananya dan tersenyum. Nenek lalu meminta Ji A segera menunjukkan kamarnya pada Min Kyu.


Min Kyu: “Oh, tidak ada kasur?”
Ji A: “Tidak ada. Kau akan pergi kan?”
Min Kyu: “Aku akan tetap tinggal.”
Ji A: “Banyak hotel yang lebih bagus.”
Min Kyu: “Tempat ini atau hotel, masih lebih buruk daripada kamarku.”


“Dia masih orang yang kejam dan sombong seperti biasanya,” batin Ji A. Ji A pamit pergi, tapi Min Kyu menanyakan tentang kopi. 


Ji A: “Ada mesin kopi di luar kedai. Harganya hanya 20 sen.”
Min Kyu: “Tunggu, aku tidak punya koin.”


Ji A lalu merogoh saku celanya dan memberikan uang 20 sen kepada Min Kyu. “Aku yang traktir,” kata Ji  A lalu pergi meninggalkan Min Kyu yang masih tersenyum penuh kemenangan. [crstl]



1 komentar:

avatar

Jadi penasarannnn

Click to comment