SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 21 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 21 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 21 Part 1

Pai sedang bekerja di depan komputernya. Ia merasa bingung dengan adanya folder di dalam folder, dan terus saja begitu.


Pai diminta memasukkan password. Ia bertanya apakah Ssanip yang membuat folder tersebut. Ssanip mengeceknya dan menduga itu Hoktal yang membuatnya. Ssanip lalu bertanya pada Pai kapan Tim Desain akan datang.


Baru saja dibicaran, orang yang ditunggu mengetuk pintu. Hoktal yang baru keluar dari kamar mandi membuka pintu dengan bahagia.


Tapi yang datang ternyata adalah dua pria pengintai!


Pria 1 pura-pura mengukur barang dan Hoktal membantunya.  Ia berusaha menolak, tapi Hoktal tetap bersikeras ingin membantunya.

Aji-3: “Siapa kau?”
Pria 1: “ Aji-3..”
Aji-3: “Kau mengenalku? Aku juga ingin mengenalmu.”


Aji-3 lalu menganalisa si pria 2. Pria itu mengangkat jari telunjuknya ke arah Aji-3. Aji-3 juga melakukan hal yang sama.


Ssanip menghalanginya dan malah menempelkan jarinya sendiri sambil mengatakan kalau dia tidak mengizinkan pria itu untuk menatap Aji-3 apalagi menyentuhnya, karena Aji-3 sangat sensitif.


Hoktal dipanggil oleh Pai dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh pria 1 untuk memasukkan flashdisc ke salah satu CPU yang ada di lab.


Dalam sekejap, virus mulai terpasang di komputer tersebut.


“Berhasil! Mereka menginstal virusnya. Oke, kita mulai meng-hack datanya,” kata seorang hacker kepada beberapa hacker lainnya. Mereka semua lalu bekerja dengan sangat cepat.


Seorang pria berjas menelepon seseorang dan berkata, “Kita berhasil.”


Yang dihubungi tadi adalah Yoo Cheol.


Ji A sudah sampai di Pulau Geoje. Ia turun dari taksi di depan suatu bangunan bernama Kedai Sashimi Hong Joo. Min Kyu masih mengikutinya dan memperhatikannya dari dalam taksi.


Yang ada tinggal di tempat itu adalah nenek Hong Joo yang terlihat sedang bicara di telepon.


Hong Joo mengatakan kepada neneknya agar membiarkan Ji A melakukan apapun yang dia inginkan. Nenek mengerti, lalu menutup teleponnya ketika melihat Ji A.


Ji A masuk dan menyapa nenek yang sangat senang bertemu dengannya. Nenek bilang Ji A sangat kurus, lalu menyuruhnya duduk. Ji A berkilah bahwa itu bukan kurus tapi dia menjadi lebih cantik.


Nenek: “Menurutku, cucuku Hong Joo-lah yang lebih cantik. Kau harusnya bersyukur punya kakak ipar sebaik dia.”
Ji A: “Astaga, nenek tidak tahu saja. Dia menjadi sangat mengerikan saat sedang marah. Tidak ada yang berani bicara sedikitpun padanya jika dia sedang marah.”
Nenek: “Dia seperti itu karena meniruku.”


Ji A memberikan oleh-oleh untuk nenek, lalu langsung memakai celemek dan mengatakan kalau dia akan bekerja. Nenek menyuruhnya istirahat dulu, tapi Ji A tetap bersikeras. “Apa ini supaya nenek tidak membayarku? Aku pastikan aku dibayar untuk pekerjaan hari ini,” kata Ji A. Nenek bertanya sejak kapan Ji A menjadi gila uang dan Ji A hanya tertawa.


Ji A mulai bekerja merapikan bekas makan para pelanggan. Min Kyu masih berada di dalam taksi dan memperhatikan Ji A.


Min Kyu mengingat ucapan Baek Gyoon bahwa dia memiliki model karakter untuk Aji-3 yang memiliki kesamaan, wajah, kepribadian, dan lainnya.


Nenek menerima telepon dari Kapten Park. Nenek memintanya agar Kapten park mengantarkan ikannya ke kedai karena disana tidak ada orang. Saat tahu bahwa ikan itu untuk pesanan pelanggan esok hari, Ji A menawarkan dirinya untuk mengambil ikan itu.


Tanpa menunggu persetujuan nenek, Ji A langsung mengambil jaketnya dan pergi. “Astaga, dia kesini benar-benar ingin mengosongkan pikirannya,” gumam nenek.


Ji A sampai di tempat pelelangan ikan dan beberapa orang mengenalnya. Seorang pria bertanya apakah Ji A akan tinggal disana selama musim dingin, tapi Ji A bilang ia akan pergi ke Australia. Ia bilang ia pintar Bahasa Inggris dan mengucapkan ‘nice to meet you’. Orang-orang disana hanya tertawa karena mereka tidak mengerti.


Ji A melihat seekor kucing dan menghampirinya. Dia merasa kasihan karena kucing itu sendirian.
Flashback..


Kali ini Ji A yang mengingat saat bermain ‘kucing-tuan’ bersama Min Kyu.


“Kau mengingatkanku pada seseorang,” kata Min Kyu kepada si kucing.


Min Kyu masih mengikuti Ji A dengan menggunakan taksi dan terus memperhatikannya. Lalu terdengar bahwa kapal yang ditunggu sudah tiba.


Ji A mengambil bingkisan di mobil, lalu memberikannya pada Kapten Park. Kapten Park sangat senang, lalu memberikan sekotak ikan yang sudah ia siapkan sebelumnya. Ji A lalu membawanya ke dalam mobil.


Min Kyu mengikuti Ji A kembali ke kedai. Kali ini ia memutuskan untuk turun dari taksi. Pandangannya masih terus saja tertuju pada Ji A. Ia lalu memberanikan diri untuk masuk.


Min Kyu: “Kau mengenalku bukan?”
Ji A: “Tidak. Aku tidak mengenalmu.”
Min Kyu: “Kita ada di kereta yang sama.”


Ji A: “Ah ya benar, kita duduk berhadapan. Aku ingat itu, lalu kenapa?”
Min Kyu: “Bisakah kau meluangkan waktu?”
Ji A: “Kenapa?”
Min Kyu: “Ada sesuatu yang ingin kukatakan.”


Ji A mengatakan bahwa dia sedang sangat sibuk dan dia hanya pekerja paruh waktu. Jika ketahuan oleh atasannya, maka ia akan dimarahi. Min Kyu berkata bahwa ia akan menunggu sampai Ji A selesai bekerja.


Min Kyu membuka sepatunya lalu duduk di salah satu meja yang ada disana. Nenek melihat kejadian itu.


Ji A pergi ke dapur lalu melepaskan kalung pemberian Min Kyu dan menyimpannya di salah satu piring yanga ada disana. Ia lalu menghubungi Sun Hye dan mengatakan bahwa Min Kyu ada bersamanya..


Sun Hye: “Astaga, dia benar-benar bisa membelah langit. Ah tidak. Apa yang dia lakukan sekarang?”
Ji A: “Aku ada di dapur dan dia tidak mau pergi dari tempat duduknya. Apa yang harus kulakukan?”
Sun Hye: “Bernapaslah perlahan dan dengarkan baik-baik. Kau tidak mengenalnya. Apa yang kau lakukan jika ada orang asing mendekat?”
Ji A: “Mengabaikannya. Tapi bagaimana jika dia tetap bertahan?”
Sun Hye: “Berlakulah seperti orang gila.”


Ji A akhirnya bersedia menemui Min Kyu. Ia mengatakan bahwa ia tidak menyukai jika ada orang asing yang mengikutinya. Ia bahkan bertanya apa Min Kyu jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. 


Min Kyu mengangkat alisnya tanda heran. Ji A terus saja bicara bahwa Min Kyu tidak boleh mengikutinya. Ia juga mengatakan bahwa Min Kyu bukan tipenya dan menyuruhnya pergi kalau tidak ia akan menghubungi Polisi.


Min Kyu tidak kehabisan akal. Agar bisa tetap disana ia memesan satu porsi sashimi karena dia sangat lapar. Ji A mengatakan bahwa banyak restoran lain di dekat sana. Tapi Min Kyu bilang ia hanya mau makan disana. Ia lalu menunjuk celemek Ji A, “Apa namamu Hong Joo?”


Ji A tidak menjawab dan langsung pergi ke dapur. Nenek bertanya siapa pria yang bertemu Ji A itu. Karena Ji A bilang tidak mengenalnya, maka nenek akan menghubungi Polisi karena pria itu menganggunya. “Jangan. Akulah yang mengganggunya,” kata Ji A.


“Aku mengerti. Itu pasti dia. Dia alasanmu berada disini, sampai kau lupa makan,” kata nenek.


Ji A mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Baek Gyoon namun tidak terhubung. Ia lalu mengirim pesan pada Baek Gyoon yang berbunyi ‘Ini Ji A. Aku di Pulau Geoje. Kim Min Kyu ada disini. Dia belum tahu, tapi apa yang harus kulakukan?”


Tim Santamaria sedang berusaha menangani virus yang masuk ke server utama mereka. Baek Gyoon memberika instruksi pada timnya. Baek Gyoon bertanya kapan virus itu dibuat dan berasal dari dalam ataukah luar. Baek Gyoon juga bertanya apakah ada yang datang ke lab hari ini.


“Tim desain?” kata Hoktal, Pai, dan Ssanip bersamaan. Baek Gyoon mengumpat. Ia mengatakan bahwa semuanya adalah file Aji-3 jadi mereka harus melindunginya tidak peduli apapun yang terjadi.


Tim hacker pun terus bekerja mengirimkan virus.


Hoktal: “Aku mendapatkannya! Virus itu dikirim dari Yongsan.”
Baek Gyoon: “Hancurkan apapun yang kau temukan.”
Pai: “Baiklah.”
Hoktal: “Berani sekali kalian.”
Ssanip: “Rasakan ini, brengsek.”


“Astaga! Aku menyerah,” kata seorang hacker lalu pergi. Tim Santamaria berhasila mengalahkan sekelompok hacker yang dikirim Yoo Cheol itu. Hacker yang lain masih terus berusaha dan penasaran dengan siapa mereka berhadapan.


Tim Santamaria merasa lega karena masalahnya sudah beras. Pai lalu mengecek ponselnya dan mengatakan bahwa seseorang berpura-pura menjadi Jo Jin Bae menunda kedatangan tim desain. Ssanip bertanya-tanya siapa orang yang menyewa hacker untuk melawan mereka. “Aku tahu siapa,” kata Baek Gyoon.


Orang yang dibicarakan sedang sangat frustasi. Ia minum lalu akan melemparkan gelasnya, tapi Ri El keburu datang dan menahan tangannya. Yoo Cheol bertanya apakah Ri El datang untuk mengasihaninya. Ri El menjawab bahwa dia ingin minum bersama Yoo Cheol.


Yoo Cheol: “Pergilah.”
Ri El: “Ceo Hwang..”
Yoo Cheol: “Kau pasti kesini untuk mengejekku. Lihatlah betapa kekanak-kanakkannya diriku. Dan kita tahu betapa matrealialistisnya dirimu. Kalau aku berhasl merusak karir Min Kyu, ayahmu pasti bersedia memberikanmu padaku.”


Ri El tidak suka Yoo Cheol menganggapnya seperti barang. Ia marah dan meninggalkan Yoo Cheol.


Ri El pulang ke rumah dan mendengar ucapan rekan-rekan kerja ayahnya yang mengatakan bahwa jika Min Kyu menjadi menantunya, maka ayahnya dapat mengambil alih perusahaan. 


Dir. Ye: “Apa kau bertemu Min Kyu?”
Ri El: “Aku bertemu Yoo Cheol. Ayahnya ketua, tapi kenapa dia dikeluarkan dari perusahaan.”
Dir. Ye: “Karena Ketua Hwang ingin menyingkirkan Min Kyu dan menjadikan Yoo Cheol sebagai direktur. Dia pasti melakukan banyak suap dan aku yakin dia menggunakan uang untuk membuat akun pinjaman.”


Ri El bilang itu adalah salah Ketua Hwang bukan salah Yoo Cheol. “Dia adalah CEO, tapi dia tidak tahu apa-apa. Itulah kesalahannya,” kata Direktur Ye. Ri El bilang itu tidak adil dan tidak transparan. “Min Kyu selalu adil dan transparan,” kata Direktur Ye lagi.


“Tapi aku tidak bisa menciumnya, ayah,” kata Ri El. Direktur Ye berdeham. Dia lalu memberitahu Ri El bahwa mengganti lokasi pertemuannya ke tempat yang lebih besar dan akan banyak tamu yang hadir.


Ri El: “Apa kau memanfaatkan hari pertunanganku untuk menjadi Ketua KM Finance?”
Dir. Ye: “Sebagai gantinya, kau akan menjadi istri direktur.”


Ri El mendengus dan pergi meninggalkan ayahnya.


Yoo Cheol menerima kabar kalau anak buahnya gagal. Kali ini ia benar-benar melemparkan gelasnya.


Pesanan sashimi Min Kyu sudah datang, tapi dia belum memakannya. Pandangan matanya terus mencari Aji-3. Lalu ia melihat seorang anak laki-laki sedang bermain dengan mulut yang belepotan.


Min Kyu mengambil tisu dan membasahinya, lalu mendekati anak laki-laki itu. Min Kyu membersihkan mulut anak itu. Nenek melihatnya dan tersenyum.


Nenek menemui Ji A yang masih terus berjongkok di dapur lalu berkata, “Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kau jangan membuatnya menunggu terlalu lama.” Ji A kemudian melepas celemeknya.


“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Ji A. [crstl]



Click to comment