SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 19 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 19 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 19 Part 1

“Folder Kim Min Kyu sudah dihapus,” kata Aji-3.


Setelah selesai menjalankan tugas terakhirnya, Ji A pergi ke cafe Sun Hye. Dengan langkah yang lemas, ia menghampiri Sun Hye yang sudah menunggunya.


Sun Hye memeluk Ji A dengan penuh kasih sayang. Ia tidak mengatakan apa-apa dan hanya menepuk-nepuk pundak Ji A saja.


Kesedihan yang sama juga dirasakan oleh Min Kyu. Ia kesepian.


Ji A pulang ke rumah Jin Bae dan langsung membaringkan tubuhnya di kamarnya.


Di kamarnya, Min Kyu juga melakukan hal yang sama.

Mereka sama-sama menangis. Akhirnya mereka tertidur karena lelah, walaupun tetap dalam gelisah.


Keesokan harinya, Min Kyu menghubungi Aji-3 dengan remote di ponselnya. Sepertinya ia lupa, kalau Aji-3 sudah melupakan dirinya.


Min Kyu pergi ke dapur untuk mengambil minum. Kemudian dia melihat topeng kucing, yang pernah ia mainkan bersama Ji A.
Flashback..


“Kucing, Tuan, Kucing, Tuan,...” tebak Ji A saat itu.


Min Kyu masuk ke kamar Pretty dan melihat barang-barang yang dulu ia siapkan untuk Ji A.


Ia kemudian mengemas semua barang itu.


Min Kyu tampak bersiap-siap. “Ya, apapun yan aku lakukan, aku harus bahagia dan bersenang-senang,” kata Min Kyu pada dirinya sendiri.


Min Kyu pergi tanpa membawa perlengkapan perangnya.


Ji A dirawat di rumah sakit dan Hong Jo menemaninya. Perawat mengatakan bahwa Ji A mengalami dehidrasi.


Ji A masih tertidur dan terlihat ia masih mengenakan kalung pemberian Min Kyu.


Min Kyu pergi ke perusahaan, tanpa memberi kabar terlebih dulu pada Jin Bae. Terlihat dari banyaknya mobil yang terparkir disana. Biasanya, jika Min Kyu mengatakan akan datang, maka area parkir pun akan kosong.


Min Kyu sedang berada di dalam lift dan membersihkan poster yang menempel. Ia dikejutkan dengan suara seorang pegawai di belakangnya yang mengatakan bahwa ia tidak suka Three Part Batton datang ke kantor. “Dia ugal-ugalan, kasar, dan tidak berperasaan. Tapi dia tampan seperti aku, dan itu membuatnya makin buruk,” kata si pria.


Min Kyu kemudian menepuk pundak pria itu dari belakang. Ketika menoleh, pria itu sangat terkejut begitu pula dengan pegawai lain yang ada di dalam lift.


Pria: “Direktur Kim?”
Min Kyu: “Kelihatan seperti apa aku? Aku tidak bisa melihatnya.”
Pria: “Aku agak tidak sadar.”
Min Kyu: “Ah, mulai sekarang aku akan bekerja setiap hari. Selamat tinggal.”


Setelah Min Kyu keluar, pria itu merasa lemas dan teman wanitanya memberikan kode mati di lehernya.


Saat melihat Min Kyu di lorong, semua pegawai langsung ketakutan dan berlari untuk sembunyi. “Kalian tidak perlu... Kalian lanjutkan saja tugas kalian,” kata Min Kyu.


Begitupun saat masuk ke area kerja, semua pegawai berusaha menyembunyikan wajahnya.


Ia menyadari bahwa para pegawai sering membicarakannya di belakang, tapi dia memahaminya karena itu dapat mengurangi stres kerja mereka.


Min Kyu menceritakan pengalamannya bekerja sebagai orang normal kepada Dokter Oh. Dokter Oh merasa senang mendengarnya, tapi ia mengingatkan agar Min Kyu tetap memakai jam tangan medis dan membawa suntikannya. “Kau ada dimana sekarang?” tanya Dokter Oh.


Min Kyu ada di kantin kantor dan melihat Jin Bae yang sedang makan sendirian. Ia membawa makananya sendiri, lalu menghampiri Jin Bae.


Saking terkejutnya, Jin Bae sampai mengeluarkan kembali nasi yang sudah dimasukkan ke mulutnya. (haha). Jin Bae lalu bertanya apa yang Min Kyu lakukan dan kenapa tidak memberitahunya dulu. Ia kemudian melihat sekeliling dan banyak orang disana.


Min Kyu: “Tidak ada alasan khusus. Ngomong-ngomong, kenapa kau makan sendirian?”
Jin Bae: “Tidak ada yang mau makan bersamaku, karena aku berada di pihakmu. Mereka tidak mau masuk ke Sungai Jordan.”


Min Kyu kemudian memberi tugas kepada Jin Bae agar memberikannya dokumen tentang merger dan akuisisi perusahaan, serta laporan keuangan.


Pria pengintai berusaha menghubungi seseorang, namun belum juga diangkat. Mereka berharap mendapat sisa pembayarannya. Dan ternyata yang berusaha mereka hubungi adalah CEO Hwang.


Bersama Jin Bae, Min Kyu memeriksa banyak sekali dokumen. Min Kyu menduga bahwa tidak hanya Tim Santamaria yang dihargai dengan rendah. Ia memberi instruksi agar Jin Bae memisahkan dokumen yang terlihat mencurigakan.


Jin Bae: “Ah, aku dengar tes Jai-3 sudah selesai.”
Min Kyu: “Apa Jang Doo Sam sudah menghubungi lagi?”
Jin Bae: “Belum.”


Min Kyu kemudian menerima email yang berjudul akumulasi saham CEO Hwang.


“Aku menduga sebentar lagi Ketua Hwang akan mengadakan rapat komisaris untuk memcatku. Kita membutuhkan rekaman Jang Doo Sam untuk memecat Ketua Hwang lebih dulu,” kata Min Kyu.


Jin Bae bertanya apakah mereka punya cara lain, jika saja Jang Doo Sam tidak menghubungi mereka. Min Kyu bilang cara itu ada, tapi beresiko.


Melihat Min Kyu yang kelelahan, Jin Bae kemudian menyarankan agar mereka pulang, karena waktu sudah menunjukkan jam 1 dini hari.


Min Kyu pulang ke rumah dan merasa aneh karena lampu rumahnya menyala.


DI dapur, Tim Santamaria sedang berusaha memasak dengan sangat hati-hati. Mereka sepertinya tidak bisa memasak sama sekali. Baek Gyoon bahkan memberi instruksi agar Ssanip menghitung komposisi air secara ilmiah.


Min Kyu: “Tunggu, apa yang kalian lakukan disini?”
Baek Gyoon: ”Hmm.. Snack tengah malam.”
Ssanip: “Kami membuatkanmu snack.”
Baek Gyoon: “Kau suka abalone?”


Mereka lalu menghidangkan semangkok bubur abalone pada Min Kyu. Min Kyu tanpa ragu memakannya, tapi kemudian dia berkata, “Rasanya tidak enak.”


Baek Gyoon: “Berikan padaku.”
Min Kyu: “Kau tidak bisa mengambilnya kembali.”
Baek Gyoon: “Kau bilang rasanya tidak enak.”
Min Kyu: “Aku akan memakannya untuk menghargai usaha kalian.”
Flashback..


Baek Gyoon mengatakan pada Ji A bahwa mereka juga akan segera meninggalkan rumah Min Kyu demi kebaikannya.


Ji A khawatir karena itu akan membuat Min Kyu kesepian lagi. Ji A meminta mereka agar tetap tinggal dan membantu Min Kyu.


Min Kyu menghabiskan buburnya dan Tim Santamaria sangat senang. Kemudian, Baek Gyoon mengajaknya bermain. “Tapi sekarang sudah jam 2 pagi,” kata Min Kyu.


Dan akhirnya mereka tetap bermain. Baek Gyoon giliran jaga. Min Kyu hanya bisa menggelengkan kepalanya, tapi ia tetap ikut bermain.


Mereka kemudian berbuat curang dengan mendorong Min Kyu, sehingga Baek Gyoon memergokinya sedang bergerak. Akhirnya, Min Kyu harus mendapat giliran jaga.


Min Kyu menoleh pertama kali dan Tim Santamaria lolos.


Min Kyu menoleh lagi untuk yang kedua kalinya, tapi yang ia lihat adalah Ji A.


Bukannya senang, Min Kyu malah sedih. Tapi ia berusaha untuk menyembunyikannya dengan mengatakan bahwa dia pasti menang. 


Dan akhirnya Min Kyu berhasil menang, karena sekarang Pai yang berbuat curang dengan mendorong Ssanip.


Min Kyu masuk ke kamarnya dan meminta mesin untuk mengaktifkan mode tidur. Dalam sekejap, seluruh lampu mati dan penghangat ruangan menyala.


Nyatanya Min Kyu tetap tidak bisa tidur, padahal dia sudah lelah memeriksa dokumen dan juga bermain bersama Tim Santamaria.


Min Kyu menyalakan komputernya dan membaca artikel bahwa akan ada action figure baru lagi yang keluar. Ia kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Direktur Jo.


Direktur Jo alias Ji A tidak bisa mengangkat teleponnya karena sedang terbaring di rumah sakit.


Karena ponselnya terus berdering, akhirnya Ji A mengangkatnya tanpa melihat siapa peneleponnya.


Min Kyu bertanya,“Kenapa lama sekali kau mengangkat teleponnya?”


Saat menyadari suara siapa itu, Ji A langsung bangun dan menahan tangisnya. [crstl]


6 komentar

avatar

Ikut nangis jg... Ditunggu kelanjutannya

avatar

Makasih sinopsisnya ..semangat untuk baca episode berikutnya

avatar

Udah 5 x baca sinopsis nya tetap mewek jg.....

avatar

Jd gk sabar nunggu kelanjutannya

avatar

Lanjut lg dong kak ep 20 nya 😊

avatar

Tolong eps 20 agak cepet yaaa.....penasaran banget banget.......sekali

Click to comment