SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 19 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 19 BAGIAN 1


#19 – Aku akan Mengenalimu


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 18 Part 2

Tim Santamaria sedang membaca artikel tentang kematian Jonny yang disebabkan oleh alerginya. Alergi itu muncul karena shock yang disebabkan oleh pencurian yang dilakukan oleh Tilda, kekasihnya.


Ji A sendiri sangat sedih karena tidak bisa memberitahukan kebenarannya pada Min Kyu. Tapi di sisi lain ia juga tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Min Kyu.


Baek Gyoon datang sendirian ke rumah Min Kyu dan mengajaknya untuk me-reset Aji-3.


Aji-3 menganalisis wajah Baek Gyoon dan Ji A. Hasilnya adalah keduanya sama-sama sedih.

Aji-3: “Semua orang terlihat sedih.”
Ji A: “Kami membohongi orang.”
Aji-3: “Berbohong adalah perbuatan buruk.”
Ji A: “Ini demi kebaikannya sendiri.”
Aji-3: “Temanmu akan salah paham dan itu akan membuatmu sedih.”
Ji A: “Tidak. Aku bahagia, selama dia baik-baik saja.”


Ji A kemudian meminta izin pada Baek Gyoon agar ia sendiri yang menjalankan tugas terakhirnya sebagai Aji-3.


Baek Gyoon setuju. Pai kemudian memasangkan korset titanium dan wig pada Ji A.


Pai meminta maaf pada Ji A. “Kenapa kau sekarang bicara padaku seperti seorang teman?” tanya Ji A sambil tersenyum. Pai kemudian membiarkan Ji A sendiri.


Min Kyu berusaha tersenyum di depan Ji A. “Aji-3, mode teman.” Min Kyu meminta maaf karena selama ini sudah berlaku kejam pada Min Kyu. Ji A bilang tidak masalah, karena dia baik hati. Dan itu membuat Min Kyu tertawa.


Min Kyu: “Maukah kau pergi keluar denganku?”
Ji A: “Sepertinya akan turun salju.”
Min Kyu: “Akan lebih baik kalau begitu.”
Ji A: “Kita punya waktu tiga jam, sampai waktunya kau di-charge. Kita mungkin akan berjalan dan berlari hari ini.”


Min Kyu meraih tangan Ji A dan berkata, “Ayo pergi.”


Mereka pergi ke sebuah halaman sekolah dan melihat sekelompok anak sedang bermain sepak bola.


Min Kyu bercerita kalau itu adalah sekolahnya dan baru datang lagi setelah 15 tahun.
Flashback..


Min Kyu kecil tetap berangkat ke sekolah, walaupun ia mengidap alergi. Teman-temannya menyenggolnya, menepuk pundaknya, dan itu membuat tubuhnya kesakitan. Hingga akhirnya teman-temannya menyadari ruam alergi di sebagian wajah Min Kyu dan itu membuat mereka ketakutan.


“Dulu kau tidak percaya kalau aku mengidap alergi sentuhan manusia. Tapi setelah bertemu denganmu, aku menjadi lebih baik. Ini aneh, kan?” kata Min Kyu dan Ji A hanya tersenyum.


Sambil menggandeng Ji A, Min Kyu bercerita kalau kemarin ia menyeberang jalan dan merasa orang-orang yang ada di sekitarnya adalah pepohononan.


Min Kyu juga merasa berjalan di antara hutan. Ia sudah tidak takut lagi pada pohon, bahkan ia merasa beberapa pohon sangat menarik dan berani menyentuh pohon itu. “Itu membuatku yakin bahwa aku tidak mau lagi kembali menjadi seperti dulu,” kata Min Kyu.


“Aku bangga padamu. Kerja bagus,” kata Ji A sambil mengusap kepala Min Kyu.


“Aku lebih bangga padamu,” kata Min Kyu dan melakukan hal yang sama pada Ji A.


Salju mulai turun. Mereka merasa senang, karena itu adalah salju pertama sejak mereka bersama. Karena merasa sangat dingin, Min Kyu melepaskan jaketnya dan memberikan pada Ji A. (ada jaket, terus yang dipake Min  Kyu kelihatannya sweater dan motifnya sama, cutee..)


Ji A: “Apa kau khawatir aku terlalu berat untuk digendong?”
Min Kyu: “Benar. Kau terlalu berat.”
Ji A: “Astaga..”


Setelah itu, mereka pergi ke perpustakaan dan Ji A mengambil buku berjudul Boneka Kelinci Beludru.


Ji A: “Seorang anak laki-laki mempunyai boneka kelincii yang ia sayangi. Cerita ini tentang si boneka yang ingin menjadi kelinci sungguhan.
Min Kyu: “Lalu, apakah boneka itu berhasil?”
Ji A: “Ya. Tapi si anak laki-laki mengucapkan selamat tinggal kepada si kelinci. Dan ketika mereka bertemu lagi, si anak laki-laki tidak bisa mengenalinya.”


Min Kyu berkata, “Itu cerita yang sedih. Jika kau berubah menjadi manusia, jika keajaiban seperti itu benar terjadi, aku akan langsung mengenalimu.” Ia kemudian melihat jam tangannya dan waktunya tinggal 30 menit lagi.


Mereka pulang ke rumah dan Min Kyu menatapnya dengan sedih. “Apa yang aku lakukan hari ini bersamamu adalah pertama kalinya aku pergi keluar seperti orang normal setelah 15 tahun.” Setelah saling mengucapkan terima kasih dan maaf, Min Kyu berjalan menghampiri Ji A.


Min Kyu bermaksud memberikan ciuman perpisahan, lalu ia berhenti dan melihat waktunya tersisa 3 menit. Ia membatalkan niatnya dan melepaskan Ji A.


Min Kyu: “Aji-3, mode operasi.”
Ji A: “Apa yang bisa kubantu, Tuan?”
Min Kyu: “Saat ini, aku akan me-reset-mu.


Ji A: “Saat kau menekan tombol reset, maka kenangan yang kita buat bersama akan terhapus, dan tidak bisa ditemukan kembali. Apa kau akan melanjutkannya?”
Min Kyu: “Ya.”
Ji A: “Silakan tekan tombol di belakang leherku selama lima detik, kemudian proses reset-nya akan dimulai.”


Min Kyu: “Ada satu hal lagi, yang ingin aku input di sistemmu.”
Ji A: “Itu juga akan segera terhapus.”


Min Kyu melepaskan kalungnya, lalu memakaikannya ke leher Ji A, kemudian memeluknya.


Ia memeluknya sambil menekan tombol reset di belakang leher Ji A. Ia ragu untuk menekannya, tapi ia tetap melakukannya.


Setelah menekan tombolnya, Min Kyu berkata, “Aku mencintaimu.”


“Setiap saat yang kuhabiskan bersamamu, membuatku bahagia. Dalam lima detik, semua kenangan kita akan terhapus,” kata Ji A dengan mata berkaca-kaca.


“Lima.. empat.. tiga..dua..”


Mendengar itu, membuat Min Kyu semakin sedih.


“Satu,” kemudian Ji A menutup matanya.


Min Myu masih belum bisa melepaskan pelukannya.


Sedangkan, di layar monitor Tim Santa Maria terlihat tulisan ‘Reset Berhasil. Folder Kim Min Kyu Sudah Dihapus’. [crstl]

3 komentar

avatar

Nangis liat eps ini...makasih kk di lanjut y nulis y jgn lma2

avatar

Di tunggu kelanjutan nyaaa

avatar

Padahal aq udah nonton..
Tapi baca sinopsis lagi masih aja baper :( :(

Click to comment