SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 7 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 7 BAGIAN 1


#Kenangan yang Menyakitkan


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 6 Part 2

Bersama orang tuanya 15 tahun lalu, Min Kyu kecil mulai membangun menara kartu reminya. Mereka terlihat sangat bahagia.


Narasi Min Kyu: “Beberapa hal hanya menjadi kenangan.”


Dua anak laki-laki bermain bola basket bersama. Sepertinya itu Min Kyu dan Yoo Cheol.


Beberapa tamu undangan dan beberapa pelayan tampak merayakan ulang tahun Min Kyu. Ri El juga datang dan memberikan sebuah kado, yang kotaknya masih Min Kyu simpan.


Yoo Cheol juga datang memberikan hadiah untuk Min Kyu.


Min Kyu membuka hadiah dari Ri El. Lalu tiba-tiba Yoo Cheol memberikan krim kue ke pipi Min Kyu. Mereka lalu saling berkejaran.

Orang tua Min Kyu sangat senang melihat putranya yang begitu ceria dan bahagia.


Yoo Cheol yang sedang dikejar Min Kyu meminta perlindungan pada ayahnya, yang saat ini menjabat sebagai ketua di KM Finance.  


Narasi Min Kyu: “Beberapa kejadian menjadi kenangan indah yang tidak akan pernah terjadi lagi.”


Saat sedang dalam mobil, Min Kyu dan keluarganya bermain permainan kata. Kata yang ditebak ‘ayah’ adalah langit, sehingga ia membuka kaca jendelanya untuk melihat langit, sayangnya balon Min Kyu yang semula ada di dalam, terbawa angin sampai menutupi wajah ayah. Ayah berusaha menyingkirkan balonnya, namun di depannya sudah ada mobil truk. Kecelakaan tidak dapat dihindari.


Narasi Min Kyu: “Dan beberapa kejadian lainnya hanya menjadi....”


Orang tua Min Kyu terlihat bercucuran darah dan tidak sadarkan diri. Sedangkan Min Kyu kecil berada dalam pelukan ibu.


Min Kyu menangis memanggil ibunya. Saat ia sadar, hanya ada Yoo Cheol dan ayahnya di depannya. Min Kyu menanyakan ayah dan ibunya, tapi ayah Yoo Cheol menjawab bahwa Min Kyu harus kuat dan kini ia dan Yoo Cheol akan menjadi keluarganya. Yoo Cheol juga terlihat sangat sedih.


Ayah Yoo Cheol berkata bahwa semua orang sedang menunggu Min Kyu sekarang. Min Kyu melihat jas upacara kematian yang sudah disiapkan untuknya.


Banyak sekali orang yang hadir, dan ayah Yoo Cheol mendampingi Min Kyu. Dan di belakangnya ada pria yang kini menjadi orang kepercayaan CEO dan Ketua Hwang!


Saat berjalan menuju altar, seseorang memasukkan sesuatu ke saku jas Min Kyu.


Orang kepercayaan ayah Yoo Cheol, yang bernama Pak Yoon, datang menemui Min Kyu dan memintanya menandatangani dokumen yang katanya adalah dokumen pemakaman. Min Kyu sudah akan menandatanganinya, tetapi kemudian ia meminta izin ke toilet terlebih dulu.


Di toilet, Min Kyu mencuci tangannya. Dan saat akan mengambil sapu tangannya, ia menemukan sebuah surat dari Madam X. Isinya adalah agar Min Kyu tidak menandatangani apapun dan tidak bicara apapun.


Saat keluar toilet, ia melihat Pak Yoon yang sedang bicara dengan ayah Yoo Cheol. Pak Yoon memastikan bahwa Min Kyu akan menandatangani dokumennya tanpa curiga sedikit pun.


Min Kyu juga melihat para pelayat menyambut ayah Yoo Cheol, bahkan sudah ada yang memanggilnya Ketua. Ayah Yoo Cheol berkata, “Bekerjalah padaku dengan baik mulai sekarang.”


Yoo Cheol menemui Min Kyu yang sedang menyendiri sambil membawa dokumennya. Yoo Cheol mengajak Min Kyu tinggal bersamanya dan menjadi adik atau kakaknya. “Tanda tangani ini. Ayahku bilang, jika kau menandatanganinya maka kita akan tinggal bersama. Ayahku bilang kita keluarga sekarang ,” kata Yoo Cheol.


Min Kyu mengambil dokumennya, membuka lembar terakhir dan terlihat mendatanganinya. Lalu ia menyerahkannya kembali pada Yoo Cheol.


Yoo Cheol memegang tangan Min Kyu dan menyemangatinya. Tapi yang Min Kyu lihat adalah sebuah tangan seperti monster. Ia melepaskan pegangan tangan Yoo Cheol dan menjauh. Min Kyu lalu melihat tangannya sendiri, dan terlihat ada sebuah benjolan kecil.


Yoo Cheol menyerahkan dokumen itu pada ayahnya dan mengatakan bahwa sepertinya ada yang salah dengan Min Kyu dan bertanya apakah Min Kyu sudah bisa tinggal bersamanya. 


Ayah Yoo Cheol mengecek dokumennya dan melihat di sebelah nama Kim Min Kyu ada tulisan ‘putra penyihir’. Jadi Min Kyu tidak menandatangani dokumen tersebut. “Aku menduga dia memilih untuk tinggal sendirian,” jawab ayah Yoo Cheol.


Narasi Min Kyu: “Aku heran, mengapa aku menyimpan begitu banyak kenangan menyakitkan? Kenangan indah pada hari itu sangat sempurna. Apa maksudnya ini semua? Kenangan dan ingatan, bagiku itu semua menjadi sebuah hukuman.”


Min Kyu bangun keesokan harinya dan mulai membangun menaranya lagi. Saat melihat pantulan wajahnya di kaca, ia melihat sebagian wajahnya berubah menjadi merah.

Kembali ke saat ini....


Min Kyu sudah sadarkan diri.


JI A bertanya apakah tuannya bermimpi buruk, dan Min Kyu menganggukkan kepalanya. “Aku memimpikan manusia yang menusukku dari belakang,” jawab Min Kyu. Saat Ji A bertanya apakah Min Kyu sudah merasa lebih baik, Min Kyu lalu mengecek tubuh dan jam medisnya.


Min Kyu: “Kau. Kau berhasil. Kau mengenaliku. Dan kau bahkan memberikanku suntikan.”
Ji A: “Akan memalukan jika aku tidak bisa mengenali tuanku sendiri.”
Min Kyu: “Apa kau tidak takut?”
Ji A: “Kenapa robot harus takut?”


Min Kyu heran bukankah ia tampak seperti monster, tapi Ji A bilang seperti apapun itu, Min Kyu tetaplah tuannya. Min Kyu memuji Ji A bahwa Ji A lebih baik daripada anjing yang menyelamatkan pemiliknya di TV kemarin.


Ji A tahu itu pujian, tapi di saat yang bersamaan ia merasa direndahkan. (haha..)


“Astaga.. kau menkajubkan. Sangat menakjubkan,” kata Min Kyu sambil memegang wajah Ji A dan tidak terjadi reaksi alergi apapun padanya. Min Kyu tampak sangat senang.


Min Kyu juga bilang bahwa Ji A sudah menjadi bagian dari Pretty Squad sekarang. Ji A memintanya untuk tidak mencabut kata-katanya lagi. Lalu Ji A bertanya apakah kaki Min Kyu baik-baik saja.


Min Kyu melihat kakinya dan masih ada jarum suntik tertancap di sana. “Aku bisa menyuntikkannya, tapi aku tidak punya keahlian untuk melepaskannya,” kata Ji A polos. Min Kyu lalu mencabut suntikannya sendiri.


Ji A bertanya lagi, “Bagaimana dengan bahumu?” Sekarang Min Kyu melihat satu jurim suntik lagi. “Promosimu aku batalkan,” kata Min Kyu. JI A bilang adalah kasar jika mencabut kata-katanya sendiri.


Min Kyu menunjukkan 2 jarum suntiknya, “Bagaimana dengan ini? Bukankah ini juga kasar?” Ji A lalu menduga bahwa tingkat alergi Min Kyu sangat tinggi terhadap suatu hal. Tapi Min Kyu melarangnya mengalihkan pembicaraan.


Ji A: “Alergi apa itu? Kacang? Seafood? Telur?”
Min Kyu: “Rahasia.”
Ji A: “Teman tidak saling merahasiakan.”


Min Kyu berpikir untuk menyuruh Tim Santa Maria mengecek sistem Ji A karena bertingkat seperti teman padahal sedang berada dalam Mode Operasi. Min Kyu lalu menyuruh Ji A pergi, karena ia akan tidur lagi. Ji A berbalik, “Tuan, bagaimana dengan bagian atas telapak kakimu?”


“Hyaa... “ teriak Min Kyu dan Ji A langsung menutup pintunya. [crstl]

3 komentar

avatar

Hyaaaaa... Seketika ngakak, sampai gak sadar diruangan kantor... Upssss... Lnjutkan chingu, lanjutkan....Hhhha

avatar

semangaaat buat update terus chingu... aku selalu menunggu yg terupdatenya :) :) :)

avatar

Lucuuu..๐Ÿ˜๐Ÿ˜
Makasih ya sinopsis y...

Click to comment