SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 4 BAGIAN 1


#4 – Selamat Datang di Rumahku


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 3 Part 2

Baek Gyoon terkejut saat mengetahui bahwa spare partnya salah kirim. Dari Jepang harusnya dikirim ke Korea, tapi ini malah dikirim ke Afrika, dan pengiriman dari Afrika ke Korea membutuhkan waktu lima hari.


Baek Gyoon menerima telepon dari Min Kyu yang memuji hasil karyanya. Mereka senang, tapi keadaan berubah saat Min Kyu meminta agar Aji-3 dikirim lagi ke rumahnya besok. Dia sendiri yang akan melatih Aji-3. 


Baek Gyoon mencari-cari alasan, bahwa mereka harus pindah karena sewa tempat habis, baterai Aji-3 harus di-charge selama 12 jam sehari dan harus dilakukan di laboratorium, tidak mengizinkan orang lain untuk membawa-bawa Aji-3.


Min Kyu: “Bukankah aku pemilik Aji-3?”
Baek Gyoon: “Aku juga pemiliknya sampai kontrak ditandatangani. Aku akan mengirimnya setelah satu minggu.”


Min Kyu lalu menerima balasan email tentang dokumen almarhum Park Sung Jin ketua Daeyang Shipbuilding sebelumnya.


Sekretaris Jo kembali bertemu Kepala Kontribusi Sosial yang bercerita tentang julukan lain yaitu Sungai Jordan yang akan membawamu pada kematian, “Direktur Kim Min Kyu merupakan putra dari ketua pertama KM Finance. Dan ketua saat ini adalah putra dari ketua yang menjabat sekarang. Jadi seberapa hebatnya Direktur Kim, CEO Hwang sebagai putra ketua saat inilah yang akan menang. Jadi sebelum kau terseret arus, lebih baik kau keluar.”


Dalam perjalanan pulang ke rumah, Sekretaris Jo dikagetkan dengan bunyi klakson mobil. Min Kyu menyuruhnya masuk ke kursi belakang.


Sekretaris Jo heran karena ada kaca pembatas di mobil itu. Dia melaporkan bahwa Kepala Kontribusi Sosial sudah mengundurkan diri.


Min Kyu mengingatkan Sekretaris Jo agar menunda semua proyek dna tidak perlu lagi mengurus pencurian kalungnya. “Lihatlah tablet di sampingmu.”


Isinya adalah tentang pemilik Daeyang Shipbuilding, Park Sung Jin, sebelumnya yang sangat tertarik pada robot, tetapi proyeknya ditolak. Oleh karena itu, Sung Jin membuat perjanjian rahasia dengan Baek Gyoon, bahwa ia akan mengembangkan robot secara sembunyi-sembunyi di Daeyang dengan nilai proyek 100 milyar.


Sekretaris Jo lalu menyarankan agar Tim R&D Daeyang diperiksa lagi. Min Kyu setuju, tapi ia memberitahu bahwa hanya dia dan  Sekretaris Jo yang mengetahui masalah ini. “Jadi aku ingin tahu siapa lagi yang mengetahuinya dan seberapa banyak mereka tahu. Aku ingin kau mencaritahunya untukku. Fokuslah pada CEO Hwang Yoo Cheol dan Ketua Hwang Do Won, dan para sekutunya.”


Sekretaris Jo mengingat perkataan tentang Sungai Jordan yang diceritakan oleh Kepala Kontribusi Sosial. Tapi ia setuju untuk melakukan tugasnya dan akan berusaha sebaik mungkin. “Sebelum itu, ada satu tugas dulu yang harus kau lakukan,” perintah Min Kyu.


Sekretaris Jo lalu menemui Tim Santa Maria dan menyarankan mereka agar mengikuti saran Direktur Kim karena itu adalah yang terbaik. Sekretaris Jo berkata, “Jika laboratoriummu dijual ke perusahaan lain, kemungkinan Tim Santa Maria akan diberhentikan.”


Min Kyu mengunjungi makam orang tuanya yang telah meninggal 15 tahun lalu. Sepertinya ini hari peringatan kematian mereka. Lalu ia dikejutkan dengan kedatangan Ketua Hwang yang katanya ingin memberikan penghormatan juga. 


Ketua Hwang menyadari bahwa kemampuan putranya, CEO Hwang, tidak sebanding dengan Min Kyu. Jadi ia meminta Min Kyu mendukungnya sebagai teman.


“Aku tidak punya pengaruh besar seperti itu, Ketua Hwang. Aku ada urusan lain, selamat tinggal,” kata Min Kyu sambil meninggalkannya.


Sesampainya di mobil, ia memukul kemudi saking kesalnya. Ia berusaha mengatur emosinya.


Di kamarnya, Ji A dan sahabatnya merasa sangat senang dan memainkan lampu hatinya. Sayangnya kesenangan mereka terganggu saat Ji A menerima telepon yang memberitahukan bahwa kompetisi ditunda oleh Komisaris Direkturnya.


“Orang yang berkuasa di KM Finance. Ah.. aku tidak percaya ini,” kata Ji A.


Ji A lalu memiliki ide untuk membujuk direkturnya secara langsung. Sahabatnya menghubungi mantan pacarnya untuk mencari tahu alamat Direktur KM Finance.


Mereka berdua lalu menuju alamat yang dimaksud. Ji A menyuruh sahabatnya agar mencari lagi mantan pacar yang suka menolong seperti itu.


Sesampainya di depan gerbang, mereka bingung bagaimana caranya agar proposal Ji A sampai ke mejanya. Saat datang sebagai Aji-3, Ji A berada di dalam peti, jadi ia belum tahu kalau itu rumah Min Kyu.


Saat mereka mencari bel, pintunya terbuka sendiri dan melihat sebuah mobil yang akan masuk. Saat melihat yang menyetir mobil adalah Min Kyu, Ji A langsung menyembunyikan wajahnya.


Ji A: “Apa yang dilakukan si brengsek itu di sini? Apa si brengsek itu bos KM Finance?”


Malam harinya di kamar, Ji A bicara sendiri. Mengapa berbagai hal buruk terjadi padanya secara beruntun. “Aku dipukul, disebut pencuri, menjadi korban pelecehan. Si psiko itu bosnya? Ah..”


Ji A lalu menelepn sahabatnya, Sun Hye, ia bercerita bahwa ia telah menyelamatkan nyawanya, berarti Direktur Kim berhutang padanya. “Yang melakukan itu adalah si robot, bukan kau,” kata Sun Hye.


Kakaknya memanggil, dan bertanya dari mana Ji A berhasil mendapatkan uang untuk membayar hutangnya. Tapi Ji A tidak bisa mengatakan yang sejujurnya. Kakaknya lalu masuk ke kamar dan mencari-cari sesuatu. Lalu ia melihat lampu hati Ji A.


Jin Bae: “Ini? Inikah yang bernilai 10.000 dollar?”
Ji A: “Oppa, jangan sentuh itu, pukul saja aku.”
Jin Bae: “Darimana kau dapat uangnya? Katakan yang sejujurnya.”
Ji A: “Sudah kubilang, aku kerja sambilan.”


“Kau tidak mau mengatakan yang sebenarnya?” Jin Bae lalu membanting lampunya.


“Kalau kau tidak mau mengatakannya, pergilah. Ambil sampah itu dan pergi!” Ji A lalu mengambil pecahan lampunya. Ia sangat sedih karena lampu hati itu adalah harapan terakhirnya. “Aku bosan melihat barang-barang antikmu. Kalau kau mau melakukan apa yang kau mau, pergilah ke tempat di mana aku tidak bisa melihatmu.!”

“Baiklah. Aku akan pergi. Aku tidak bisa tinggal denganmu lagi,” kata Ji A sambil menangis.


Ji A sudah membawa barang-barangnya. Kakak ipar menyusul dan melarangnya pergi. Tapi Ji A bilang ia akan pergi ke rumah Sun Hye.


Teknisi menelepon dan mengabarkan bahwa pemilik tempat meminta mereka mengosongkan barangnya hari ini karena sewanya habis. Ji A lalu pergi ke sana. Teknisi sudah memisahkan barang-barangnya, ia menyarankan agar Ji A menjual barang-barangnya dengan murah.


Ji A lalu membawa barang-barangnya dengan gerobak dan berhenti di pinggir jalan untuk menjual barang-barangnya. Ia menawarkan barangnya dengan harga 30 dollar. Tapi sampai harganya diturunkan jadi 10 dollar pun tetap tidak ada yang mau membelinya.


Ji A lalu melihat seorang anak yang memainkan mobil mainan.
Flashback..


Ayah Ji A adalah seorang mekanik. Ji A kecil lalu bercerita pada ayahnya bahwa ada temannya yang terluka kakinya, sehingga sulit untuk berjalan. Ji A ingin membuatkan roda di sepatunya agar temannya bisa berjalan dengan baik.


Dengan bantuan ayahnya, Ji A berhasil membuatkan sepatu berroda untuk temannya.


Ayah berkata, “Sama seperti ayah yang memperbaiki mobil, kau akan menjadi seseorang yang melakukan sesuatu untuk membantu orang lain. Kau pasti bisa. Aku yakin. ”


Ji A sedih mengingat kenangan itu.


Di rumahnya, Min Kyu melihat laporan tentang agenda perusahaannya. Ia melihat data Daeyang akan akan dijual dengan harga sangat rendah.


Ji A membawa barang-barangnya menuju ke suatu tempat.. [crstl]

Click to comment