SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 3 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 3 BAGIAN 1


#3 – Aku Bisa Melakukan Pekerjaan Pria Untukmu


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 2 Part 2

Setelah mengantarkan Aji-3, Hoktal dan Ssanip bergegas masuk ke mobil untuk menghubungkan sinyal wifi dari Aji-3 ke laboratorium. Ssanip bilang sinyalnya tidak stabil.


Hoktal: “Ini Tim Alpha. Kami sudah di posisi.”
Baek Gyoon: “Tim Alpha? Kau bahkan tidak bisa mengurus ponselmu. Apa-apaan nama tim itu?”
Hoktal: “Kita dalam misi istimewa hari ini.”
Baek Gyoon: “Baiklah, semua bersiap.”


Ji A terkejut saat melihat yang di depannya adalah orang yang ia sebut Si Brengsek. Begitu pula Min Kyu. Min Kyu sendiri belum pernah melihat wajah Ji A karena saat bertemu dulu, Ji A tidak melepas helmnya. Yang membuat Min Kyu terkejut adalah kelakuan Aji-3 saat ini.


Baek Gyoon dan Pai juga melihat keterkejutan Min Kyu melalui kamera di mata Ji A. “Ada apa ini?” Baek Gyoon bertanya-tanya.


Ji A bicara dalam hati, “Apa ini dia? Kenapa dia ada di sini? Lalu sekarang aku ada di rumahnya? Tadi aku bicara apa ya? Apa yang harus kulakukan? Apakah dia mengenaliku?”


Min Kyu mengambil ponselnya dan menelepon Baek Gyoon. 


“Bilang padanya aku sudah mati,” kata Baek Gyoon pada Pai. “Baiklah,” kata Pai. Tapi saat Pai akan mengangkat teleponnya, Baek Gyoon mengambilnya kembali.


Baek Gyoon: “Ya, Direktur Kim.”
Min Kyu: “Robot ini baru saja mengatakan ‘Astaga!’ Apakah dia mengumpat padaku?”
Baek Gyoon: “Dia dalam mode teman. Aji-3 punya mode operasi dan mode teman. Ada tombol di bagian belakang, kau dapat menekannya untuk mengembalikannya ke mode operasi.”  


Baek Gyoon lalu bicara melalui mic pada Ji A agar ia melakukannya dengan benar.


Ssanip dan Hoktal pun sama khawatirnya. IQ Min Kyu 159, jadi mereka pikir Min Kyu tidak akan mempercayai alasan Baek Gyoon.


Min Kyu mengomeli Ji, “Mode teman? Apa kau pikir aku akan membiarkanmu menjadi temanku?” Ji A berpikir untuk memukul Min Kyu dan mengakhiri saja semuanya. Tapi kemudian dia mengingat 10.000 dollarnya. “Kita tunggu saja sampai pekerjaan ini selesai tiga jam lagi. Lalu aku akan membunuh Hong Baek Gyoon,” kata Ji A dalam hati.


Min Kyu lalu mendekat dan menekan tombol di belakang leher Ji A. Ia lalu menyapa Ji A dan dijawab, “Aku Mencintaimu Tuan, Apa yang bisa kubantu?”


Min Kyu merasa reboot-nya bekerja. Ia lalu meminta agar Ji A membuktikan bahwa dirinya adalah robot Android. “Bagaimana kau membuktikan bahwa kau manusia?” Aji-3 mencontohkan jawaban yang harus diikuti oleh Ji A.


Min Kyu hanya tersenyum, “Itu jawaban yang bagus.” Min Kyu lalu memberikan poin minus, karena mode operasi yang gagal sebelumnya.


Hoktal dan Ssanip berubah ceria saat melihat respon Mn Kyuyang cukup positif. “Baiklah.. sekarang yang bisa kita harapkan adalah semoga listriknya tidak mati,” kata Hoktal.


Baru saja Hoktal selesai bicara, listrik di laboratorium mati. “Ah, tidak,” kata Baek Gyoon.


Ji A pun kehilangan fungsi kamera di softlensnya. Kini ia tidak bisa melihat jawaban dari Aji-3 lagi. “Ada apa ini? Kenapa tidak berfungsi?” katanya dalam hati.


Min Kyu lalu datang dan mengatakan bahwa ia akan mengetes hardware-nya. “Astaga, apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus kukatakan?”


Min Kyu menyuruhnya duduk, berdiri, mengangkat kaki, mengangkat tangan, terus berulang-ulan.


“Kau.. masih mengecewakan aku. Minus 2 poin,” kata Min Kyu sambil mencatatnya.


Pai berusaha menyalakan kembali listriknya dan menenangkan Baek Gyoon pasti Ji A dapat melakukannya dengan baik. “Nasib kita ditentukan oleh wanita ber-IQ 94. Aku pasti sudah gila. Kita akan ketahuan,” kata Baek Gyoon.


Selanjutnya, Min Kyu memberi soal beruntun. Ia meminta Ji A menghitung soal kalkulus yang ada di layar ipad, menghitung jumlah buah yang ada di keranjang, menghitung berapa banyak bahan yang digunakan dalam pasta. “Lalu tambahkan semua hasilnya, lalu dibagi tiga. Kemudian, hasilnya adalah sebuah password untuk membuka kotak itu.”


“Aku ingin kau mencari tahu apa isi kotak itu. Waktumu tiga menit,” kata Min Kyu.


Ji A maju dengan langkah percaya diri, lalu menghancurkan  kotaknya. Ia pikir ia hanya perlu mendapatkan jawabannya (haha..)


“Isi kotaknya adalah telur, Tuan,” kata Ji A.


Min Kyu mengecek stopwatchnya dan berkata, “Bagaimana sebuah robot bisa menyelesaikan masalah seperti Nicolaas Copernicus? Aku tidak mengerti”


Ji A tidak mengerti apa maksudnya, tapi ia menganggap itu pujian, jadi ia tersenyum.


Selanjutnya, Min Kyu meminta Ji A mengupas kulit telurnya dalam waktu sepuluh detik tanpa alat apapun. Belum selesai bicara, Ji A sudah memecahkan kulit telurnya menggunakan kepalanya, lalu melanjutkan dengan mengupasnya dengan tangan.”Ini telur Colombus. Aku tidak menyangka bahwa robot ini bisa sangat kreatif dan cerdas,” kata Min Kyu.


Ji A sendiri terharu, karena ini pertama kali ada orang yang menyebutnya cerdas. “Tapi tidak kusangka, aku mendengarnya dari si bodoh ini.”


Hoktal penasaran apa yang terjadi di dalam rumah. Ssanip bilang jika Ji A ketahuan pasti dia sudah ditendang keluar rumah. “Aji bertahanlah satu jam lagi. Hanya ini caranya agar aku bisa melunasi tagihan kartu kreditku,” kata Ssanip. Hoktal bilang bahwa Aji akan mampu melakukannya, tapi yang mereka bicarakan sekarang adalah Ji A.


Min Kyu bicara dalam Bahasa Inggris, “Mulai sekarang, aku akan bicara dalam Bahasa Inggris, dan kau jawab dalam Bahasa Prancis.” Ji A lalu bilang bahwa kemampuan Bahasa Asingnya sedang dalam perbaikan.


Min Kyu bermaksud mengetes kemampuan Aji-3 dalam hal internet. Ia memintanya untuk mengecek nomor seri sebuah robot. Ji A langsung menjawabnya dengan lancar.


“Nomor serinya NC-674865. MGG Games merilis permainan barunya serentak di seluruh dunia. Mereka juga meluncurkan figur edisi terbatas. Hanya ada 50 yang rilis di Korea dua hari lalu.”


Min Kyu memberikan 5 poin untuk Ji A. “Tapi aku merasa ada yang aneh denganmu dari tadi.”


Min Kyu lalu mendekat. Ia berkata bahwa dadanya lebih besar dari sebelumnya. “Apa karena baterainya?” tanya Min Kyu. Min Kyu ingin membukanya untuk mengecek baterainya.


Ji A mundur ketakutan. Min Kyu menyuruhnya diam dan akan menyentuhnya.


Listrik kembali menyala.


Monitor menunjukkan Ji A yang sedang marah-marah pada Min Kyu karena akan menodainya


Baek Gyoon merasa lemas dan jatuh terduduk. Pai juga menjatuhkan barang yang ada di tangannya. Sedangkan Hoktal dan Ssanip memuntahkan kembali minuman mereka. Mereka pikir semuanya sudah berakhir sekarang.


Min Kyu tidak berkata apa-apa pada Ji A. Ia lalu menghubungi Baek Gyoon.
Min Kyu: “Siapa kau berani menipuku?”
Baek Gyoon: “Aku minta maaf. Sebenarnya...”


Min Kyu: “Baterainya. Kau menggunakan model yang murahan. Dia jadi terlalu panas. Bagaimana jika dadanya meledak?”
Baek Gyoon: “Dia sudah memakai baterai yang lebih baik, masih dalam proses. Jadi agar dia tidak terlalu panas, jangan sentuh dadanya.
Ji A tidak percaya bahwa Min Kyu percaya begitu saja.


Min Kyu lalu berkata pada Ji A bahwa ia tidak memperbolehkan orang lain mengumpatnya. “Tapi kenapa umpatan dari robot terasa sangat menyejukkan dan agak menyenangkan? Apa itu karena kau sangat kreatif?”


“Itu karena kau bodoh,” kata Ji A dalam hati.


Min Kyu memintanya kembali ke mode operasi. Lalu ia menerima telepon dari Sekretaris Jo, yang tak lain adalah kakak Ji A.


Sekretaris Jo: “Aku mendapat laporan audit terhadap Kepala Kontribusi Sosial. Dia telah menggelapkan dana proyek selama tiga tahun.” [crstl]

1 komentar:

avatar

Wooo daebak👍

Click to comment