SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 2 BAGIAN 1


#1 – Aji 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 1 Part 2

Min Kyu mengetukkan tongkatnya ke arah tubuh Aji-3. “Kau benar-benar sebuah robot,” katanya.


Untuk lebih memastikannya lagi, Min Kyu membuka sarung tangannya dan memberanikan diri untuk menyentuh Aji-3.


Aji-3 berinisiatif untuk menyentuhkan jarinya ke jari Min Kyu.


“Apa yang dilakukan?” tanya seorang yang bersembunyi di balik tirai. Mereka yang tidak mengetahui tentang alergi Min Kyu, bahkan menyentuhkan jarinya untuk meniru Min Kyu dan Aji-3.


Min Kyu lalu mengecek jam medisnya, warnanya masih biru. Tubuhnya tidak mengeluarkan reaksi alergi apapun karena Aji-3 memang robot sungguhan.


Aji-3 memberitahu bahwa ia memakai baterai di dadanya, dan akan mulai berjalan setelah di-charge selama tiga jam. Dia juga menceritakan susunan tubuhnya yang dibuat seperti manusia, bahwa dia bisa mencium bau melalui hidungnya, mengenali benda dengan menyentuhnya, serta mengerrti pembukuan dan bahasa asing. “Silakan manfaatkan aku sesuai kebutuhanmu,” kata jai-3.


Min Kyu tertawa kecil.


Saat baru memulai rapatnya dengan Baek Gyoon, lampu-lampu tiba-tiba berkedip. Baek Gyoon memberitahukan bahwa karena mereka kekurangan dana, maka mereka tidak sanggup membayar listrik. “Jadi Tim Peneliti Santa Maria menggunakan listrik Pabrik Kapal Daeyang (Daeyang Shipbuilding). Sayangnya hari ini pabriknya bangkrut,” jelas Baek Gyoon.


Min Kyu: “Apa kau penjahat dalam bidang ilmu pengetahuan?”
Baek Gyoon: “Apa kau bandit dalam bidang keuangan?”
Min Kyu lalu meminta tambahan informasi mengenai Aji-3.


Baek Gyoon membuat ekspresi kesal di wajahnya: “Aji-3, apa yang aku rasakan sekarang?”
Aji-3: “Kau sedang marah. Maaf, apakah aku melakukan sesuatu yang salah?”
Baek Gyoon: “Tidak, aku tidak marah.”
Aji-3: “Aku senang kau tidak marah.”


Baek Gyoon bilang itulah keahlian utama Aji-3. “Aji-3 dapat membaca ekspresi wajah dan juga merasakan emosi. Aku jamin. Tidak lama lagi, kita akan hidup di masa kita akan melatih robot,” lanjut Baek Gyoon.


Min Kyu bertanya apakah itu seperti melatih anjing lalu dia tertawa sendiri. Melihat Min Kyu tertawa, Aji-3 lalu mengucapkan lelucon garing dan tertawa sendiri. Tapi Min Kyu kemudian tertawa, “Apa ini keahlian utamanya?” Baek Gyoon menjawab bahwa Aji-3 butuh waktu satu bulan untuk dapat mengenali seseorang secara keseluruhan.


“Besok. Aku akan mengecek apakah keahliannya bekerja. Kita akan bicarakan soal pendanaannya nanti. Kirim Aji-3 ke rumahku besok, jadi aku bisa mengetesnya,” kata Min Kyu menutup rapatnya bersama Baek Gyoon.


Perusahaan bernama KM Finance sedang melaksanakan rapat. “Mari kita cetak home run..” kata pimpinan rapat menyemangati para bawahannya.


Sementara itu sambil mengendari mobilnya, Min Kyu menghubungi seseorang, “Aku akan ikut rapat sekarang. Bersiaplah.”


Pria yang tadi bicara dengan Min Kyu menghubungi Manajer Keamanan, “Direktur Kim dalam perjalanan.”


“Sekarang? Baik, Tuan.” Manajer Keamanan menutup teleponnya, lalu berteriak, “Darurat.”


Lampu alarm menyala. Tampak beberapa mobil memindahkan lokasi parkirnya. Dia area dalam gedung terdengar pengumuman di pengeras suara, “Darurat. Direktur Kim akan segera tiba.” Orang-orang tampak tergesa-gesa.


Mobil Min Kyu masuk ke area parkir yang sudah benar-benar kosong. Ia berjalan masuk ke dalam gedung dan tidak terlihat satu orang pun, kecuali...


Orang yang baru keluar toilet (haha..). Min Kyu mengkodenya untuk kembali ke dalam toilet, lalu menghubungi sekretarisnya agar memotong gaji karyawan tadi.


Min Kyu masuk ruang rapat. Peserta yang tadinya memenuhi kedua sisi meja rapat, kini terlihat hanya ada satu sisi yang tersisi. Sedangkan satu sisinya khusus disediakan untuk Min Kyu.


Moderator memulai kembali rapatnya dan menyampaikan bahwa mereka akan menandatangi penjualan Daeyang Shipbulding. 


Semua peserta rapat bertepuk tangan, tapi Min Kyu mengangkat tangannya agar mereka berhenti. Ia menanyakan tentang Tim Santa Maria yang ada di Daeyang Shipbuilding. Moderator bilang, mereka hanya melakukan sesuatu yang tidak bernilai. Padahal setau Min Kyu, Tim Santa Maria tengah membuat robot yang bermanfaat.


Kepala Bagian Konstribusi Sosial menghampiri sekretaris Min Kyu. Ia berkata bahwa telah menjadi otak perusahaan selama 20 tahun. Sekretaris meminta maaf karena ia baru bekerja selama satu bulan jadi belum mengenalnya.


Kepala Bagian: “Kau bekerja langsung dengan Three-Part Baton (tongkat yang biasa digunakan Min Kyu bisa diperpanjang menjadi tiga bagian). Maksudku, Direktur Kim. Rasanya pasti sangat berat. Tidak ada yang bisa bertahan lebih dari sebulan. Aku rasa kau orang ke-25 yang dipekerjakan.”

Sekretaris: “Ke-25?”

Kepala Bagian: “Jika kau ingin berpindah pihak, beritahu aku.”
Sekretaris: “Apa maksudmu?”


Kepala Bagian: “Tidakkah kau tahu kalau ada 2 rival di perusahaan ini? Ketua Hwang Yoo Cheol dan Three-Part Baton. Kenapa? Karena mereka adalah teman dan rival sekaligus.”


Ketua Hwang: “Aku yang bertanggung jawab dalam penjualan Daeyang Shipbuilding. Kau mengacaukan perintah dan...”

Min Kyu: “Kau adalah ketuanya. Aku? Aku adalah CEOnya, kepala komisarisnya. Aku yang memastikan perusahaan tetap berjalan dan menghasilan 70% keuntungan KM Finance. Apakah masih ada masalah perintah dan hirarki?”


Min Kyu bilang ia akan melakukan sesuatu, tapi sementara itu belum terjadi Ketua Hwang dapat melakukan apa yang diinginkan. Setelah Min Kyu keluar, Ketua Hwang merasa kepalanya sakit.


Malam harinya, Min Kyu mengirim email kepada seseorang bernama Madam X. Ia meminta dikirimkan dokumen tentang Daeyang Shipbuilding yang sebelumnya dipimpin oleh Ketua Park.


Ji A masih berusaha memulai bisnisnya kembali. Ia sedang merancang dua buah lampu yang akan menyala bersamaan walau berada di tempat yang berbeda.


“Jadi, seseorang menyentuh lampu dengan tangannya dan lampu menyala. Llau tidak peduli di Korea atau Afrika, selama tersedia wifi, maka lampu satunya akan menyala juga,” jelas Ji A kepada teknisinya.


Teknisi bertanya apakah lampu tersebut akan diproduksi massal. Ji A lalu memberi tahu bahwa ia akan mengikuti kompetisi dengan hadiah 100.000 dollar. “Saat itu aku akan mengucapkan selamat tinggal pada kerja sambilan. Direktur Jo akan kembali,” kata Ji A penuh percaya diri.


Tim Santa Maria sedang makan. Mereka bertaruh siapa yang paling bisa membuat Aji-3 tertawa.
Peneliti 1 (Hoktal): “Aji-3, tusuk apa yang ada setelah kita makan”

Aji-3: “Tusuk gigi, hahaha..”
Peneliti 2 (Ssanip): “Aji-3, jika kita sudah punya dana aku akan memberikanmu pay**** silikon.”
Aji-3: “Apa itu?”
Peneliti Wanita (Pai): “Aji-3, apa yang terjadi jika tulang pipimu melompat ke udara?” (senyum maksudnya)
Aji-3: “Pipi tidak bisa melompat.”


Baek Gyoon: “Aji-3, S-M-I-L-E..”
Aji-3: “Smile...”
Aji-3 tersenyum. Yang lain merasa dicurangi, tapi Baek Gyoon tetap meminta uang taruhannya.


Selama makan tadi, mereka memutuskan untuk mengganti semua sparepart Aji-3 dengan yang baru. Dan sekarang mereka mulai memasangnya.


Ssanip membawa kaleng minuman.  Pai lalu menyuruhnya pergi karena dada Aji-3 sedang terbuka. “Satu tetesan air saja akan merusak dan membakar sirkuitnya!”


Hoktal datang dan meminta robot kecil untuk menangkap dan membuang kaleng minumannya.


Ia melemparkan kalengnya ke arah robot kecil. Satu tetes airnya keluar, dan mengenai tepat dada Aji-3. Mesinnya konslet!


Bukan hanya tubuh Aji-3 yang konslet, melainkan juga seluruh bagian mesin! [crstl]

Click to comment