SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 16 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 16 BAGIAN 1


#16 – Satu Orang Cukup


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 15 Part 2

Min Kyu kembali naik ke mobilnya dan menatap bola-bola nasi pemberian Dong Hyun. Baru saja mobilnya pergi, Ji A datang.


Ji A tampak sangat lelah. Ia lalu memesan secangkir kopi dengan banyak sirup. “Aku sedang ingin yang manis-manis,” katanya.


Dong Hyun lalu bercerita kalau baru saja ada pria menyedihkan yang datang.


Sun Hye: “Waktunya tepat. Aku dengar dia akan bertunangan. Dia baru saja pergi.”
Ji A: “Dia datang untuk memberitahumu itu?”
Sun Hye: “Apa itu berarti kau tidak bisa mengakui perasaanmu?”


Min Kyu memikirkan pertanyaan Sun Hye apakah ia akan menerima perasaan temannya itu.


Ri El meminum kopinya sambil melamun.
Flashback..

CEO Hwang mengajaknya bertemu saat itu adalah untuk mengajaknya menikah.


CEO Hwang: “Aku pikir kau juga menyukaiku.”
Ri El: “Aku?”
CEO Hwang: “Ya. Kenapa juga kau mau datang kesini?”
Ri El: “Karena kau bilang ini darurat.”


CEO Hwang: “Itu tetap tidak menjelaskan fakta kalau kau datang menemui pria lain padahal kau sedang berkencan.”
Ri El: “Aku tidak menggapmu sebagai pria. Kau hanya teman.”


CEO Hwang menarik Ri El dan bertanya apakah ia benar-benar bukan seorang pria di mata Ri El. Ri El melepaskan tangan CEO Hwang dan mengingatkannya bahwa ia akan menikah dengan teman CEO Hwang sendiri.


Ri El akan beranjak pergi, tapi ia melihat CEO Hwang berdiri tidak jauh dari tempatnya. Ri El bertanya sudah berapa lama CEO Hwang berdiri disana, tapi tidak dijawab. “Aku akan bertunangan dengan Min Kyu, ayo kita semua makan bersama,” ajak Ri El.


Jin Bae akan membuka pintu, tapi ia melihat CEO Hwang berjalan dari arah depannya. Ia menutup pintunya lagi dan bersembunyi. CEO Hwang melihatnya tapi tidak mempedulikannya.


Jin Bae lalu menerima telepon, “Halo?”


“Aku Jang Doo Sam,” kata seorang pria yang tampak ketakutan. “Katakan pada Direktur Kim Min Kyu, jika dia berjanji untuk menjauhkan Ketua Hwang dariku, aku akan memberikan semua rekaman yang aku punya.”


Jin Bae berkata akan menghubungi Do Sam kembali dan menutup teleponnya. Langkahnya terhenti saat Sekretaris Yoon memanggilnya dan menyuruhnya ikut bersamanya.


Ketua Hwang mengatakan pada Jin Bae bahwa dia mengharapkannya agar dapat membantu CEO Hwang. “Aku tahu apa yang kau lakukan untuk Kim Min Kyu.Aku tidak menyuruhmu untuk menghentikan apa yang sedang kau lakukan. Apapun yang kau temukan, aku mau kami dulu tahu hal itu.”


Ketua Hwang juga mengatakan bahwa akan ada perubahan kepengurusan perusahaan dan apa yang dilakukan oleh Min Kyu hanya akan menjadi sejarah.


Jin Bae mendudukkan dirinya di toilet dan mengatur napasnya. Dia tampak sangat bingung.


Sek. Yoon: “Apa menurutmu Jin Bae ada di pihak kita?”
Ketua Hwang: “Tidak perlu begitu. Yang penting dia mengkhianati Min Kyu.”
Sek. Yoon: “Bagaimana dengan Jang Doo Sam?”
Flashback..


Ketua Hwang pernah bertemu Ketua Park, pemiliki Daeyang Shipbuilding. Saat itu Ketua Park mengatakan bahwa industri robot belum mendatangkan keuntungan.


Ketua Hwang: “Kim Min Kyu tidak akan berinvestasi. Kenaoa kau tidak menjual bagian-bagiannya ke Grup Bold dari Inggris? Aku kenal Martin Bold dengan sangat baik.”
Ketua Park: “Ketua Hwang, aku bisa membujuk Direktur Kim. Aku hanya butuh dukunganmu.”
Ketua Hwang: “Bagaimana kau pikir bisa membodohi Tim R&D untuk mengembangkan robot?”


Di luar, Jang Doo Sam yang merupakan supir Ketua park merekam pembicaraan mereka.
-flashback end-


Ketua Hwang mengatakan pada Sekretaris Yoon bahwa mereka harus menemukannya sebelum Min Kyu. “Lalu, bagaimana dengan Aji-3?” tanyanya.


Ji A dan Sun Hye ada di toko pernak-pernik. Sun Hye menyarankannya agar katakan saja apa yang ia rasakan. “Salah jika robot mencintai manusia, tapi tidak dengan manusia yang mencintai manusia lainnya,” kata Sun Hye.


Sun Hye: “Apakah Direktur Kim akan membunuhmu jika tahu kau bukan robot?”
Ji A: “Aku berencana untuk mengatakannya setelah tes selesai. Tapi coba pikirkan ini. Dia menghinaku ketika dia pikir aku ini robot. Jadi dia akan membunuhku jika tahu aku manusia.”
Sun Hye: “Tidak mungkin.”


Sun Hye lalu menyarankan agar Ji A memakai wig saat presentasi di KM Finance nanti. “Ayo kita pergi kesana...”


Pria pengintai 1 mengatakan pada Sekretaris Yoon bahwa Aji-3 memakan es krim.


Sek Yoon: “Dia adalah sebuah robot.”
Pria 2: “Aku tidak melihatnya. Dia.”
Pria 1: “Dia benar-benar memakannya.”


Walaupun begitu, pria 1 tetap mengakui bahwa Aji-3 adlaah robot karena tubuhnya dan mematahkan tusuk kayu yang ia bawa. Pria 1 lalu beralasan bahwa dia gagal karena sebelumnya dia hanya mengecek apakh Aji-3 itu robot atau manusia.


Sekretaris Yoon tidak mau mendengar alasan mereka dan menyalahkan Mantan Kepala Kontribusi Sosial yang menyewa orang seperti mereka. Dia lalu memberikan satu kesempatan terakhir. “Kalian punya waktu tiga hari untuk membawa Aji-3 padaku, mengerti?”


Ji A makan malam bersama Baek Gyoon. Baek Gyoon bahkan memotongkan dan memberikan dagingnya ke piring Ji A. Ji A merasa Baek Gyoon terlalu baik dan baginya itu aneh.


Baek Gyoon: “Kau tidak suka?”
Ji A: “Bukan begitu, Aku takut kau menginginkan agar aku melakukan sesuatu lagi untukmu.”


Ji A terkejut saat Baek Gyoon tahu kalau dia masuk ke babak final kompetesi KM Finance. Ji A tersedak dan mengambil minumnya. Dengan panik Ji A mengatakan bahwa bukan Direktur Kim yang akan menilainya, melainkan Tim Kontribusi Sosial. “Aku akan menyamar, bahkan kakakku sendiri tidak akan mengenaliku. Jadi kau tidak perlu khawatir,’ kata Ji A.


Baek Gyoon lalu mengatakan bahwa Ji A juga pernah mengikutinya empat tahun lalu. “Dulu aku kalah. Tapi aku yakin kali ini. Seseorang menyebutku jenius.” Baek Gyoon heran orang bodoh mana yang mengatakan hal itu.


Baek Gyoon: “Kenapa dulu kau tidak meneleponku kalau kau gagal?” 
Ji A: “Aku menghubungimu tapi kau tidak mengangkatnya.”
Baek Gyoon :”Tidak diangkat?”
Ji A: “Kalau begitu kau harusnya datang ke... Ah kau datang. Kau datang menemuiku.”


“Hari itu.. bukan hari kita putus kan?” tanya Baek Gyoon. Ji A melingkarkan jarinya menunjukkan kalau Baek Gyoon benar.
Flashback..


Empat tahun lalu saat Ji A mengikuti kompetisi di kampusnya, ia memberikan presentasi di depan para dewan juri tentang lampu hatinya. Namun para dewan juri tidak menyukainya.


Ji A menghubungi Baek Gyoon, namun ia sedang sibuk bersama mahasiswa dan rekan-rekannya.


Ji A lalu meninggalkan pesan, “Apa kau ada di kantor? Apa kau sangat sibuk semalam? Aku sangat merindukanmu sekarang. Aku akan datang sekarang. Bisakah aku melihat wajahmu saja?”


Ji A melihat kantor Baek Gyoon yang sangat berantakan. Ia lalu berinisiatif untuk membersihkannya.


Ji A melihat lembar konsep lampu hati-nya ada di bawah bekas makanan.


Baek Gyoon berjalan bersama rekan-rekannya dengan gembira. Seorang profesor wanita menyarankan Baek Gyoon agar tidak terlalu sering membantu Ji A karena dia sangat ceroboh. “Aku suka membantunya dan tidak tidak pernah memintaku untuk membantunya. Dia kekasihku. Jaga sikapmu,” kata Baek Gyoon.


Baek Gyoon sampai di ruangannya dan memarahi Ji A yang sedang bersih-bersih.
-flashback end-


Baek Gyoon berhenti di sebuah restoran cepat saji. Ia mengingat kejadian saat Ji A memutuskan hubungannya dulu.
Flashback..


Baek Gyoon menemui Ji A di restoran itu dan menceritakan tentang penemuan barunya mengenai algoritma untuk robotnya. Baek Gyoon menjelaskannya secara ilmiah.


Baek Gyoon: “Apa kau mengerti?”
Ji A: “Tidak. Tapi aku tahu itu sesuatu yang luar biasa.”
Baek Gyoon: “Robot yang dapat mengkomunikasikan emosi.”


Ji A mengucapkan selamat dan bertepuk tangan untuk Baek Gyoon.


Baek Gyoon: “MIT memintaku segera datang.”
Ji A: “Jadi kau akan pergi ke Amerika?”
Baek Gyoon: “Ya. Kau harus belajar Bahasa Inggris.”
Ji A: “Aku juga ikut?”
Baek Gyoon: “Tentu saja. Ikutlah bersamaku dan lakukan apapun yang kau mau. Jangan habiskan waktumu untuk hal yang sia-sia.”


Ji A menatap buku desainnya dan bertanya apa maksud Baek Gyoon. “Kau bilang kau lelah, jadi jangan lakukan lagi,” jawab Baek Gyoon. Tapi Ji A mengatakan bahwa Baek Gyoon juga selalu melakukan hal yang membuatnya lelah. “Kita tidak sama,” kata Baek Gyoon santai.


Ji A merapikan barang-barangnya dan berkata, “Ayo kita putus. Ayo kita tidak bertemu lagi. Selamat tinggal.” Ji A lalu keluar dari restoran.


Ji A pergi sambil menangis dan Baek Gyoon baru menyadari itu semua setelah empat tahun.
-flashback end- [crstl]


Click to comment