SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 15 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 15 BAGIAN 1


#15 – Aku Bukan Robot


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 14 Part 2

Ji A menatap Min Kyu yang sudah tertidur dan memberanikan dirinya mengatakan, “Aku bukan robot.”


Baek Gyoon dan Pai keluar dari toko es krim. Pai sadar bahwa ini semua adalah trik Sun Hye. Baek Gyoon tertawa dan meminta maaf. Sun Hye pasti kesal karena Ji A adalah sahabat baiknya.


Pai: “Tapi kau sudah sejauh ini.”
Baek Gyoon: “Semua ini berkat kau.”
Pai: “Kalau saja aku tidak mengirimkan surat ancaman ke MIT, segalanya tidak akan menjadi berantakan.”
Baek Gyoon: “Kalau kau ingin meminta maaf, segeralah perbaiki Aji-3.”


Sementara itu, Sun Hye dan Hoktal ada di taman dan memandang bulan. Ssanio juga ada disana , tapi dia sudah tertidur karena mabuk.


Sun Hye: “Kenapa kau menyentuh telinganya?”
Hoktal: “Ini membuatnya tertidur.”

Ji A yang sedang tidur terbangun karena suara pecahan kaca. Ia bangun dan melihat Aji-3 sudah bisa bergerak. Namun ternyata sensor memegang bendanya belum berjalan baik, sehingga gelas-gelas yang diangkatnya jatuh.


Baek Gyoon mengatakan bahwa Aji-3 akan siap dalam empat hari, jadi selama itu Min Kyu tidak boleh tahu kalau Ji A adalah manusia. Setelah Aji-3 selesai, Baek gyoon sendiri yang akan memberitahukan kebenerannya pada Min Kyu.


“Empat hari... Baiklah, aku akan menunggu,” kata Ji A. Ji A lalu minta izin agar datang malam hari, karena pada siang harinya ada sesuatu yang harus dikerjakan. “Terima kasih karena menjelaskannya dengan detail, sehingga aku tidak perlu bertanya apa-apa lagi.”


Pai melihat Ji A dan Baek Gyoon dengan sedih. Hoktal sepertinya menyadari itu.


Ponsel Min Kyu berdering, tapi ia tidak juga mengangkatnya. Setelah beberapa lama, barulah ia mengangkatnya.


Yang menelepon adalah Dokter Oh yang mengatakan bahwa dia akan datang untuk bertemu dengan Aji-3.


Min Kyu: “Kau harus datang lain kali.”
Dokter Oh: “Kenapa? Apa ada masalah dengan robotnya?”
Min Kyu: “Tidak. Aku yang bermasalah.”
Dokter Oh: “Ada apa? Kau tidak meminum obat tidurmu, jadi kupikir kau baik-baik saja.”


Min Kyu mengatakan bahwa dia akan mengurus masalahnya hari ini, lalu menutup teleponnya. Dokter Oh bingung sendiri karena sebelumnya Min Kyu sangat bahagia karena disukai oleh sebuah robot, tapi sekarang tampak berbeda.


Ji A berjalan menuju rumah Min Kyu sambil menenangkan dirinya, karena dia tidak tahu bagaimana cara menyapa Min Kyu hari ini.


Ji A masuk ke rumah dan memanggil tuannya. Ia terus memanggil Min Kyu tanpa tahu kalau Min Kyu ada di belakangnya.


“Ganti bajumu, kita akan pergi keluar,” kata Min Kyu yang membuat Ji A menoleh ke belakang. Ji A bertanya baju apa yang harus ia pakai. “Pakailah sesuatu yang hangat. Bateraimu bisa habis karena cuaca dingin,” jawab Min Kyu.


Ji A keluar dari Kamar Pretty dan sudah berganti pakaian. Tapi Min Kyu berkata, “Aku tidak bisa membiarkanmu memakai itu.” Ia lalu meninggalkan Ji A. 


“Ada apa ini? Apa ini... kencan?” gumam Ji A.


Min Kyu menyetir mobil dengan sangat serius. Ji A pun tidak berani berkaya apa-apa.


Mereka pergi ke sebuah mall dan masuk ke sebuah butik. “Aku akan membeli semua pakaian yang patung ini pakai,” kata Min Kyu kepada pelayan.


Ji A lalu mencobanya di kamar pas dan Min Kyu tampak puas.


Setelah itu, Min Kyu memilihkan sebuah tas. Lalu mengajak Ji A pergi. Ji A masih tidak mengerti kenapa Min Kyu membelikan semua itu untuknya.


Mereka lalu datang ke sebuah restoran.


Pelayan pria menunjukkan kursi Min Kyu dan Ji A mengikuti di belakangnya. Namun seorang pelayan wanita menghentikan Ji A dan menunjukkan tempat duduk yang berbeda. Ji A tidak mengerti, tapi ia menurut saja.


Ji A duduk di sudut dimana Min Kyu dapat melihatnya.


Ji A lalu melihat Ri El datang bersama ayahnya.


Min Kyu berterima kasih karena Direktur Ye mau menemuinya. Direktur Ye bilang ia memang ingin makan malam dengannya dan Ri El.


Ji A mengerti, tetapi harusnya Min Kyu memberitahunya agar ia mempersiapkan diri. Pelayan meletakkan makanan di meja Ji A, tapi tentu saja Ji A tidak bisa memakannya. Ia juga melihat Min Kyu yang berusaha keras untuk memakan makanannya.


Min Kyu hampir saja muntah, tapia ia berusaha menelannya. Ia lalu bertanya bagaimana makanannya. Direktur Ye berkata bahwa rasanya lezat dan ia menyukai makanannya. Ri El juga berkata ia menyukai makanannya, lalu mereka tertawa bersama.


Dir. Ye: “Berita penting apa yang akan kau katakan kepada kami?”
Min Kyu: “Aku ingin bertunangan dulu.”


Ji A terkejut mendengarnya.


Min Kyu: “Aku ingin mengambil langkah yang tepat untuk kebaikan Ri El.”
Ri El: “Apa maksudmu? Aku kan belum menciummu.”
Dir. El: “Itu ide yang bagus. Penting untuk mengumumkan bahwa kau dan aku ada di sisi yang sama.”


Ri El protes bahwa mereka harusnya mendengarkan pendapatnya dulu karena dialah yang akan menikah. “Ayo makan,” jaka Direktur Ye tidak mempedulikan Ri El. Mereka lalu tertawa dan mulai makan lagi.


Min Kyu permisi ke toilet dan memuntahkan makanannya.


Direktur Ye bertanya sejak kapan Min Kyu menyukai Ri El. “Sudah 15 tahun. Dia mengirimkan kartu ulang tahun setiap tahun,” jawab Min Kyu. “Terima kasih, Ri El.”


“Kartu ulang tahun? Kapan aku...” lalu Direktur Ye memegang tangan Ri El dengan maksud agar Ri El berhenti bicara. 


Min Kyu melihatnya dan tampak curiga. Tapi dia tetap tersenyum. Lalu ia memandang Ji A dengan sedih.


Ri El: “Ayah, tadi itu apa? Apa kau mengirim kartu ucapan ulang tahun pada Min Kyu dengan menggunakan namaku? Kenapa kau..?”
Dir. Ye: “Kalau aku mengirimkannya, itu juga berarti kau yang mengirimkannya.”
Ri El: “Ayah bisa pulang duluan. Aku akan mengatakan yang sebenarnya pada Min Kyu.”


Ri El membatalkan niatnya, karena Direktur Ye bilang itu hanya akan menyakiti hati Min Kyu. “Ini mengesalkan,” kata Ri El.


Ji A mendengar beberapa orang membicarakannya, bahwa sanagat sulit untuk mendapatkan reservasi disana tapi Ji A malah tidak menyentuh makanannya.


Min Kyu datang dan mengulurkan tangannya. Ia mengajak Ji A pulang. Ji A tidak menyambut uluran tangannya dan langsung pergi.


Di dalam mobil, Ji A memberanikan diri untuk menanyakan keadaan Min Kyu karena ia tidak bisa memakan masakan orang lain.


Min Kyu: “Kau benar-benar khawatir atau hanya berkata sesuai apa yang sudah di-input padamu?”
Ji A: “Kenapa kau membawaku bersamamu hari ini?”
Min Kyu: “Karena aku membutuhkanmu disana.”


Ji A bertanya apa Min Kyu ingat apa yang dikatakannya semalam. Min Kyu berkata ia ingat semuanya. “Aku berharap kau adalah manusia. Lalu apa kau akan menikahiku?” Min Kyu berkata jika Ji A tidak suka, maka ia bisa menghapusnya saja. 


Ji A: “Kau brengsek.”
Min Kyu: “Aku sudah bilang akan me-reset-mu jika kau mengaktifkan mode teman.”
Ji A: “Reset saja aku. Aku hanya mengatakan apa yang ada di pikiranku. Kenapa kau seperti ini padaku?”


Min Kyu lalu menghentikan mobilnya dan memberikan pertanyaan yang sama pada Ji A. “Kenapa aku harus memikirkan perasaanmu padahal kau adalah robot yang tidak memilki perasaan?”!”


Min Kyu masuk ke dalam kamar dan melemparkan jasnya.


Ji A juga masuk ke dalam lab dengan ekspresi marah. Baek Gyoon menghentikannya dan bertanya apa yang terjadi.


Pai memperhatikan mereka.


Ji A  bilang tidak terjadi apa-apa. Tapi Baek Gyoon bertanya lagi. Ji A lalu masuk ke dalam kamarnya.


Ji A menahan kesedihannya. Ia mengingat saat Min Kyu mengatakan bahwa ia berharap Ji A adalah seorang manusia. [crstl]


Click to comment