SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 14 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 14 Part 1

Min Kyu: “Kau tertawa karena ini lucu atau karena kau harus tertawa?”
Ji A: “Apa kau masih kesal atas apa yang terjadi kemarin?”
Min Kyu: “Cuacanya cerah, aku akan mencuci.”


Min Kyu mencuci baju dengan menginjak-nginjaknya di bathtub. “Haruskah aku melakukannya?” tanya Ji A. Min Kyu bilang tidak perlu.


Ji A: “Bukankah itu melelahkan?”
Min Kyu: “Ya. Kau bisa menginjak-nginjaknya ribuan kali tanpa merasa lelah.”


Ji A mendekat untuk membersihkan busa yang ada di pipi Min Kyu. Ia membiarkannya melakukan itu, namun setelah Ji A selesai dan menarik tangannya kembali, Min Kyu menangkap tangan Ji A.


Min Kyu: “Kau. Kau tidak menghapusnya. Kau ingat semuanya kan?”
Ji A: “Aku tidak tahu apa maksudmu, Tuan.”

Min Kyu kesal dan melepaskan tangan Ji A. “Aku sangat membenci ini. Apa kau tahu kalau aku melihatmu benar-benar merusak mood-ku? Berapa lama kau akan membuatku merasakan ini padahal kau hanyalah sebuah robot? Input ini. Aku bukan lagi temanmu. Aku melakukan sesuatu yang teman seharusnya tidak lakukan. Mulai sekarang, hanya gunakan mode operasi. Jika mode teman keluar tanpa perintahku, aku akan me-reset-mu.”


Ji A diam saja. Dia terlihat sangat sedih, apalagi ketika Min Kyu menyuruhnya kembali ke lab. Ji A berkata, “Bateraiku masih ada.” Tapi Min Kyu tetap menyuruhnya pulang karena ia ingin sendirian.


Min Kyu berbaring di atas meja dan mengingat semua kenangannya bersama Ji A.


“Apa itu semua palsu? Apa itu semua tidak berarti apa-apa? Hhh..”tanya Min Kyu pada dirinya sendiri. Min Kyu menerima ponsel dari Madam X di ponselnya.


Ketua Hwang bertemu dengan seseorang dan mengatakan bahwa sebentarnya lagi putranya, CEO Hwang Yoo Cheol, akan menjadi pemilik saham mayoritas dan akan menjadi Direktur. “Bagaiman ajika dia menjadi menantumu?”


Yang diajaknya bicara adalah Direktur Ye alias ayah Ye Ri El.


Ketua Hwang lalu meminta sekretarisnya untuk menunjukkan saham yang akan segera  ia miliki. Ia juga mengatakan bahwa di rapat pemegang saham selanjutnya, ia akan mengajukan pemberhentian Direktur Kim Min Kyu.


Dir. Ye: “Berapa uang yang selama ini dia hasilkan untuk kita? Aku tidak mengerti kenapa dia harus diberhentikan.”

Ketua Hwang: “Jika aku sudah selesai membeli saham-saham itu pada akhir bulan ini, kau akan punya pemegang saham terbesar yang baru. Kami bisa menyingkirkan Direktur Kim walapun tanpa sahammu. Kalau itu sudah jelas akan terjadi, kenapa kita membuang energi?”


Direktur Ye masih belum yakin. Tapi kalau Min Kyu tetap melaksanakan tugas-tugasnya, maka saham Direktur Ye akan tetap mendukung Min Kyu. “Aku membuat janji itu saat ayahnya meninggal. Selamat tinggal,” kata Direktur Ye.


“Sung Tae, aku memberimu kesempatan. Jika sebuah kesempatan datang, kau harus mengambilnya,” kata Ketua Hwang. Tapi Direktur Ye mengatakan bahwa dia tidak peduli pada pergantian pemimpin, karena yang dia pedulikan adalah nilai perusahaan, seperti yang dilakukan mendiang almarhum Ketua Kim Myung Hoon.


Setelah Direktur Ye pergi, Ketua Hwang berkata pada sekretarisnya bahwa segera setelah Min Kyu diberhentikan, mereka akan mendapatkan tanda tangan Martin untuk kontrak. Ketua Hwang terkejut saat sekretaris mengatakan bahwa Min Kyu sedang mencari Jang Do Sam.


Jang Do Sam adalah supir mendiang Ketua Park, pemilik Daeyang Shipbuilding. Jin Bae mencarinya ke tempat tinggalnya, tapi pengurus flat mengatakan bahwa ia sudah pindah dua hari sebelumnya.


Jin Bae lalu memberikan kartu namanya dan meminta pengurus flat menghubunginya jikasuatu saat Do Sam kembali kesana.


Istri Jin Bae sedang membacakan cerita untuk putrinya.”Seorang boneka kelinci bertanya kepada boneka kuda, apakah ia harus menunggu musim semi untuk menjadi kelinci sungguhan. Boneka kuda menjawab...”


Cerita istri Jin Bae: “Tidak. Bukan begitu caranya untuk menjadi nyata. Kau akan menjadi kelinci sungguhan, jika seseorang mencintaimu dalam waktu yang lama.”


“Apakah menyakitkan jika menjadi nyata? – Kadang-kadang. – Boneka kuda menatap boneka kelinci dan tersenyum.”


Ji A sampai ke lab dan Tim Santamaria sedang melihat artikel lama tentang Baek Gyoon yang ditipu temannya sendiri dimana temannya itu mencuri materi penelitian Baek Gyoon ketika di Amerika dulu. Hoktal bercerita bahwa dia baru bergabung dengan tim saat Baek Gyoon kembali ke Korea dan saat mengetahuinya, dia sangat marah.


Ji A: “Dasar brengsek tidak berguna. Kenapa kau diam saja?”
Baek Gyoon: (tersenyum)
Ssanip: “Dia tidak mau melukai Pai dan aku. Jadi dia memberikan seluruh materi penelitiannya.”
Ji A: “Kau cukup mengesankan, Doktor Hong.”


Hoktal: “Tapi adik kita Min Kyu melakukan semua yang dia bisa untuk membantu Doktor Hong membersihkan namanya.”
Ji A: “Dia juga mengesankan.”
Ssanip: “Astaga, aku sangat bangga pada adikku.”


Mereka juga sangat senang saat Baek Gyoon memberitahu bahwa mereka akan dibuatkan lab yang baru. Hoktal dan Ssanip langsung mengajak mereka berpesta untuk merayakannya. “Pesta, kepalamu,” gerutu Baek Gyoon.


Pada akhirnya mereka tetap berpesta di cafe Sun Hye, Min Kyu juga terlihat ikut serta. Baek Gyoon memberitahu bahwa ia baru saja menerima telepon dari MIT yang mengabarkan  bahwa mereka siap untuk mengembalikan reputasinya dan timnya.


Baek Gyoon: “Yang sudah mengalami ini semua adalah...”
Hoktal+Ssanip: “Santamaria!”
Baek Gyoon: “Yang membuat ini mungkin adalah..”
Hoktal+Ssanip: “Brother!”


Saat semua bersulang, Ji A menurunkan kembali gelasnya karena dia adalah robot. Padahal dia sedang sangat ingin minum. Ji A melirik Min Kyu yang sedang minum langsung dai botolnya.


Sun Hye menyuruh Min Kyu mencoba makanannya juga. Tapi Min Kyu berkata bahwa dia tidak bisa memakan masakan orang lain.


Mereka lalu bermain, namun hanya Hoktal, Ssanip, Ji A, dan Sun Hye yang terlibat.


Ji A melihat ke arah Min Kyu.


Sun Hye melihat Min Kyu yang sedang menatap Ji A.


Sun Hye juga menyadari kalau Baek Gyoon sedang menatap Ji A.


Dan Pai sedang menatap Baek Gyoon.


Sun Hye lalu mengatakan bahwa sekarang giliran dia yang memulai permainan. “Yang kalah, harus membeli es krim dengan rekannya,” kata Sun Hye.


Dan yang kalah adalah Pai dan Baek Gyoon.


Mereka keluar untuk membeli es krim bersama.


Sun Hye lalu mengajak Hoktal dan Ssanip keluar untuk melihat bulan. Sehingga yang tertinggal di dalam hanyalah Ji A dan Min Kyu.


Ji A mendekati Min Kyu. “Kau mabuk,” kata Ji A. Min Kyu berkata bahwa ia tahu itu. “Kau harus pulang,” kata Ji A lagi. Tapi Min Kyu tidak mau.


Karena tidak tahu harus berbuat apalagi, Ji A memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya. Tapi Min Kyu menahan tangannya. Ji A meminta Min Kyu melepaskan tangannya.


Min Kyu: “Aku takut kalau kau akan pergi. Aku tidak bisa hidup tanpamu,”
Ji A: “Itu tidak seharusnya kau katakan pada seorang teman. Tolong lepaskan.”


Tapi Min Kyu malah menariknya sehingga Ji A terduduk di sampingnya. “Ayo kita bermain lagi. Permainan yang kita baru saja mainkan tadi,” ajak Min Kyu.

“Lipat jarimu, jika kau pernah dicium oleh seorang robot, jika itu membuatmu takut, jika itu membuatmu marah, jika itu membuatmu membenci robot itu, dan lipat jarimu jika kau pernah berharap kalau robot itu adalah manusia,” kata Min Kyu.


Dan akhirnya, kelima jari Min Kyu terlipat dan ia menjatuhkan tubuhnya ke meja lalu tertidur karena mabuk.


Ji A juga ikut merebahkan kepalanya dan menatap Min Kyu. “Aku bukan robot.”


Click to comment