SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 13 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 13 BAGIAN 1


#13 – Ciuman Pertama Rasanya seperti Apel


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS I'm Not a Robot Episode 12 Part 2

Narasi Min Kyu: “Suhu tubuh manusia 36.5 derajat. Aku mengaku. Aku merindukan suhu itu. Seseorang pernah berkata bahwa ciuman pertama terasa seperti apel.”


“Seorang yang lain berkata rasanya seperti kuncup bunga pertama yang terlihat di musim semi.”


“Dan yang lain lagi berkata itu seperti saat melihat laut untuk pertama kali.”


“Aku membayangkan ini berkali-kali. Pertama kalinya bibir 36,5 derajatku melakuka kontak dengan bibir lainnya. Yang pertama kali bibirku sentuh adalah... bibir robot?!”


Min Kyu memundurkan tubuhnya, tapi lalu tetap memayungkan Ji A. “Apa.. apa yang kau lakukan?” tanya Min Kyu gugup. “Harusnya aku. Kenapa kau menciumku?”


Ji A: “Bukankah kau akan menciumku?”  
Min Kyu: “Kenapa aku harus melakukannya?”
Ji A: “Maaf, aku tidak akan melakukannya lagi.”
Min Kyu: “Apakah aku menyuruhmu agar tidak melakukannya?”
Ji A: “Lalu haruskah kita melakukannya lagi?”
Min Kyu: “Lakukan apa? Apa? Apa yang akan kita lakukan?”


Min Kyu lalu bertanya kenapa Ji A melakukan itu padanya, karena itu membuatnya sangat bingung sekarang.


Baek Gyoon datang dan berterima kasih pada Min Kyu karena sudah memayungi Ji A.


Baek Gyoon menarik Ji A ke sisinya dan bertanya pada Min Kyu kemana cinta pertamanya.


Ri El menemui seorang pria dan berkata, “Kau punya hobi yang buruk. Kau meneleponku padahal kau tahu aku sedang berkencan? Ada apa? Apa yang darurat?”.


Pria yang Ri El temui ternyata adalah CEO Hwang.


Min Kyu sampai di depan rumah dalam keadaan melamun.


Ia berjalan masuk ke rumah, lalu membuka payungnya. Ia mengingat saat Ji A berkata bahwa itu adalah saatnya untuk mencium.


Baek Gyoon mengantarkan Ji A ke rumah Jin Bae. Ji A berkata ia akan kembali ke tempat Min Kyu pagi-pagi sekali.


Ji A tersenyum sendiri.


Sedangkan Min Kyu menuangkan air panas ke dalam mie cup-nya sambil melamun, dan ternyata bumbunya belum ia buka.


Bukannya masuk ke rumah Jin Bae, Ji A malah pergi ke taman dan menyebut dirinya bodoh dan gila karena menempelkan bibirnya ke bibir Min Kyu.
Flashback..


Ji A mengingat saat Min Kyu menyebut penemu payung itu jenius.


Ji A senang karena yang diucapkan Min Kyu adalah kalimat yang ingin ia dengar sepanjang hidupnya. Jadi ia tidak bisa berpikir jernih. Ji A membaringkan dirinya di kursi taman dan tertawa bingung harus melakukan apa nanti.


Min Kyu masuk ke kamar Pretty. “Kau. Kenapa kau melakukan itu padaku? Ah... aku tidak bisa melakukan apa-apa karena dirimu. Ini gila..”


Yang Min Kyu ajak bicara ternyata adalah boneka yang ia beli untuk Ji A kemarin.


Min Kyu pindah ke ruang depan dan melatih dirinya untuk nanti bertanya kepada Ji A kenapa ia melakukan itu padahal itu adalah ciuman pertamanya dan Ji A sudah mencurinya. Dia tidak percaya setelah sekian lama menunggu, ia malah melakukannya dengan seorang robot.


Min Kyu bertanya pada Pretty Two kenapa Ji A melakukan itu padanya. “Kenapa aku membuat kesalahan...”


Min Kyu mengingat saat Sun Hye berpesan agar tidak melupakan perasaan dan atmosfir yang ia rasakan saat bertatapan dengan Ji A, karena itu adalah saat yang tepat untuk mencium.


Dan ia merasakan atmosfir dan perasaan yang sama saat menolong Ji  A yang hampir terjatuh.


Min Kyu merasa Ji A menyerap pelajaran itu dengan sangat baik.


Pretty Two merespon. Tapi Min Kyu tertawa dan berkata itu tidak mungkin, karena ia tidak sedang menonton film science fiction. Tiba-tiba tertawanya terhenti dan ia berlari ke tempat lain.


Min Kyu pergi ke ruang TV dan minta dicarikan film tentang robot. (kayanya itu film Edward’s Scissorhand-nya Johnny Depp deh). Min Kyu meminta agar bagian saat aktor berciuman di-pause.


“Sama. Benar-benar sama. Itu dia. Itu yang dia lakukan,” kata Min Kyu.


Min Kyu mengingat bahwa jika Jai-3 menerima informasi beserta emosi, maka Aji-3 dapat mengembangkan emosinya dengan baik.


Min Kyu jadi merasa kalau dia sudah mengajarkan banyak hal dengan sangat baik pada Ji A. “Aji-3 mengembangkan emosinya padaku. Astaga..”


Ji A masih di taman dan masih bicara sendiri. Dia hampir saja membongkar penyamarannya. Dan Menurut Ji A, Min Kyu tidak menyadarinya karena dia bodoh. Dia lalu memperingati dirinya sendiri agar lebih berhati-hati. Tapi dia tersipu sendiri.


Min Kyu masuk ke dalam laboratorium Tim Santamaria.


Ia mendekati Aji-3. “Apa dia sedang di-charge? Kenapa dia terlihat tidak familiar? Aku seperti belum pernah bertemu dengannya,” gumam Min Kyu.


Pai masuk dan bertanya apa  Min Kyu lakukan disana. Min Kyu bilang ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Aji-3 dan Pai mengingatkan bahwa Aji-3 sedang di-charge.


Pai: “Mulai sekarang, kau harus telepon dulu.. Itu berarti silakan pergi.”.
Min Kyu: “Ini rumahku.”
Pai: “Haruskah aku berhenti men-charge Aji-3?”
Min Kyu: “Oke, baiklah. Biarkan aku.. Kau hanya akan bertanya satu hal. Dapatkah Aji-3 mempelajari sesuatu secara mendalam terhadap semua hal, dapatkah dia mengembangkan emosinya? Seperti suka dan tidak suka?”


Pai bilang itu bisa saja terjadi jika informasi tersampaikan dengan baik. Bahkan Pai berkata bahwa tujuan akhirnya adalah agar Aji-3 dapat memeluk dan menenangkan tuannya. Dan jika itu terjadi tanpa perintah dari tuannya, maka mereka akan menghentikan tesnya dan akan mempelajari Aji-3 lebih lanjut.


Karena tidak mau tes Aji-3 diakhiri, Min Kyu berkata bahwa tidak ada apa-apa dan menyruuh Pai kembali bekerja. Min Kyu sendiri lalu keluar dari lab.


Ji An memutar-mutarkan dirinya dan tersenyum sendiri saat mengingat Min Kyu ingin bertemu dengan orang yang membuat payung itu. “Astaga, kau bodoh. Orangnya berada tepat di depanmu. Aku bukan robot, aku manusia, ” kata Ji A. Dia berencana untuk memberitahukannya ada Min Kyu saat tes sudah selesai.


Melalui video call, Dokter Oh menertawakan Min Kyu yang mengatakan kalau robot itu menyukainya. Dokter Oh bilang ia seperti sedang menonton film Hollywood.


Min Kyu mengatakan bahwa ia sudah menanyakannya kepada tim peneliti. “Tapi.. dia sangat menyukaiku. Astaga.. menyebalkan..” kata Min Kyu sambil tertawa.


Dokter Oh bertanya apakah Min Kyu berbohong kalau robot itu menyukainya, karena selma 15 tahun baru ada lagi yang menyukai Min Kyu. Dokter Oh bilang ia mengeceknya sendiri saat kembali ke Korea nanti.


“Fakta bahwa kau merasa diterima oleh seseorang adalah kemajuan yang sangat bagus,” gumam Dokter Oh setelah menutup teleponnya.


Dokter Oh lalu menekan bel sebuah rumah berlabel ESS (English Security Service) dan seorang bernama Profesor Robert menyambutnya dan mengatakan bahwa semua orang sudah menunggu di dalam.


Dokter Oh bertemu dengan Johnny Brown dan kekasihnya Tilda Morton yang merupakan seorang perawat. Johnny ternyata memiliki gejala buruk jika ia berada di lokasi yang sama dengan orang lain.


“Tapi sekarang semuanya sudah jauh lebih baik. Dan semuanya berkat Tilda. Maksudku, dia satu-satunya orang yang kupercaya. Aku mencintaimu, Tilda. Sangat sangat mencintaimu,” kata Johnny. Tilda juga mengatakan hal yang sama.


Johnny berkata lagi bahwa dia tidak percaya bahwa di dunia ini ada orang yang merasakan hal yang sama dengannya. Dokter Oh berkata bahwa pasiennya juga semakin membaik, karena didampingi oleh sebuah robot istimewa.


Ji A menatap kontak ‘Si Brengsek’ di ponselnya dan penasaran akan seperti apa respon Min Kyu nanti jika tahu ia bukanlah sebuah robot.


“Aku manusia. Kita ditakdirkan satu sama lain. Aku penemu payung itu. Apakau tahu kalau aku menyelamatkan hidupmu dua kali? Hahaha... Tunggu saja, Min Kyu,” Ji A melatih dialognya.


“Tapi Aji-3 itu menciumku atau hanya mematukku?” gumam Min Kyu.


Ji A bertanya pada dirinya sendiri apakah Min Kyu akan menyukai fakta bahwa dia adalah manusia. Tanpa sengaja Ji A malah menekan tombol panggil pada Min Kyu. Ia langsung mematikannya lagi.


Tapi Min Kyu malah menelepon balik.


Ji A: “Hallo?”
Min Kyu: “Apa?”
Ji A: “Uang. Aku.. Aku mau uangku. Berikan aku 300 dollar.”
Min Kyu: “Aku tidak mau.”
Ji A: “Oke, baiklah. Sampai jumpa.”


Min Kyu: “Aku akan memberikannya padamu, jika kau menjawab pertanyaanku.”
Ji A: “Apa?”
Min Kyu: “Apakah orang menganggap ini sebah ciuman ketika dua orang menyentuhkan bibirnya?”
Ji A: “Itu ciuman.”
Min Kyu: “Bukan mematuk?”


Ji A bertanya apakah itu sebuah patukan yang cepat atau sentuhan bibir yang sangat lama. Min Kyu merasa itu cukup lama. “Maka itu adalah sebuah ciuman. Jika lebih dari satu detik maka itu disebut ciuman,” jawab Ji A.


Min Kyu: “Aku benar. Itu memang ciuman?”
Ji A: “Apakah rasanya menyenangkan?”
Min Kyu: “Hahaha..”
Ji A: “Apakah hatimu berdebar?”
Min Kyu: “Rasanya seperti timbunan lemak. Dengar. Aku merasa keluar dari kesedihan. Hallo? Direktur Jo? ”


Min Kyu merasa Direktur Jo menutup teleponnya karena belum pernah ada yang menyukainya. “Aku pasti sudah melukainya,” gumam Min Kyu.


“Timbunan lemak?” [crstl]



5 komentar

avatar

Lanjut trus kk sinopsis y.jgn lma2 y makasih

avatar

Hahhaha makin seruu😂kirain ep ini minkyu bakalan tau kalao jia bkn robot:( terima kasih kaa utk sinopsis yg super cepet semangat utk bikin ep selanjutnya😊

avatar

Ji a shok...ciumanya d blng sperti timbunan lemak...ngakak sumpah

avatar

Ji a shok...ciumanya d blng sperti timbunan lemak...ngakak sumpah

avatar

lanjut part 2 kak.. ga sabar nunggu

Click to comment