SINOPSIS Black Knight Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Black Knight Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: KBS2

DRAMA SEBELUMNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 1 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Black Knight Episode 2 PART 2

Hae Ra memperkenalkan namanya pada Jung Hae Ra. Hae Ra juga mengatakan namanya memiliki arti yang sama dengan “lakukan”.


“Apakah kamu ingin aku mengambil gambarmu?” Tanya Soo Ho
“Iya, aku sudah membuat reservasi.” 
“Berikan passportmu padaku.” Hae Ra memberika passportnya pada Soo Ho. “Kamu terlihat lebih cantik saat dilihat langsung. ikut aku” ucap Soo Ho


“aku hanya punya waktu 4 jam denganmu hari ini. ayo kita buat sesuatu yang bagus” kata Hae Ra
Soo Ho berbalik dan berkata “Matikan ponselmu, dan berikan padaku.” Hae Ra bingung. “Kamu harus focus padaku saja”


Soo Ho mengendarai mobilnya. dia dan Hae Ra mengunjungi tempat yang di inginkan oleh Hae Ra.


Hae Ra terpukau dengan pemandangan yang begitu indah.


Soo Ho menyuruh Hae Ra untuk memanjat dan berdiri di atas tembok. Hae Ra mengikutinya tapi sedikit takut. Soo Ho memegang pinggang Hae Ra dan membantunya naik.


Soo Ho memotret Hae Ra, Hae Ra mengatakan kepada Soo Ho akhir-akhir ini dia sedang pusing. 
“kenapa kamu pusing? apakah kamu putus dengan pacarmu?” Tanya Soo Ho.
Hae Ra mengotot dan bertanya bagaimana kamu bisa tahu? pacarku baru cara mencampakanku.”
“Kedengarannya bagus.itu adalah kesempatan untuk bertemu dengan orang lain” kata Soo Ho. dia pun lanjut memotret Hae Ra.


Hae Ra memuji Soo Ho yang hidup dengan bahagia. pekerjaanya  berkelilikng tempat untuk mengambil gambar yang bagus. kamu tidak harus menderita karena bekeja di kantor. Soo Hoo memintanya untuk berhenti berbicara dan  berbalik untuk dipotret.


Hae Ra terjatuh dari tembok itu, Soo Ho Turun untuk melihat Hae Ra.
Hae Ra melihat  Soo Hoo seperti seorang kesatria hitam, dia terpukau melihatnya.


Soo Ho menyuruh Hae Ra untuk berdiri, tapi tangan kanannya tidak dapat bergerak. Soo Ho dengan cepat membuka mantel Hae Ra, meskipun Hae Ra bisa melakukannya sendiri Soo Ho tetap bersikeras melepaskannya. Soo Ho pikir itu pasti tulang Hae Ra terpindah. Soo Ho dengan cepat mengatasinya sampai tangan Hae Ra tidak sakit lagi.


Hae Ra berdiri, Soo Ho mengatakan “kamu terlihat sangat cantik saat dari dekat” Hae Ra mendengarnya langsung terdiam. “Maksudku mantelmu” lanjut Soo Hoo. Soo Ho ingin menggendongnya tapi Hae Ra tidak mau dan berkata “tanganku yang sakit, bukan kakiku.”


Bos Hae Ra, bertanya kepada karyawannya tentang Hae Ra yang menghilang saat mereka sedang mencari Fotografer yang penting itu. teman Hae Ra pikir sedang terjadi sesuatu padanya.


Ji Hoon sedang berada di dalam penjara, dia mengingat tatapan Hae Ra yang begitu tulus saat mengatakan akan tetap mencintainya meskipun dia berbohong. Pak polisi membuka sel tahanan dan menyuruh Ji Hoon keluar karena para wanita itu sudah mencabut tuntutannya.


Hae Ra makan bersama Soo Ho, Soo Ho berkata “aku akan mengambil fotomu di malam tanpa biaya tambahan. ” Hae Ra bertanya kenapa. Soo Ho pikir itu rahasia, sambil tersenyum.


Kedua teman Hae Ra datang ke rumahnya. bibi mengatakan Hae Ra sedang berada di Slovenia. Kedua teman ha era pikir dia kesana karena tidak mau bertemu dengan bibinya. si cewek bertanya tentang pacar Hae Ra yang berbohong menjadi seorang jaksa. 


Ji Hoon datang mau ke rumah Hae Ra, dia melihat mobil yang begitu bagus. dia memandang rumah Hae Ra.


Bibi kesal dengan kedua teman Hae Ra. “Uang bukan segalanya. tidak seperti kalian berdua yang menikah hanya karena uang. keluarga kalian harus menghasilkan uang bersama. apa kalian pernah mencintai satu sama lain?” Si Pria pikir bagaimana Bibi bisa berkata seperti itu.

“Hey kamu, Hae Ra adalah orang yang kamu sukai. kamu menyukai Hae Ra tapi kamu menikahi dia karena uang. orang tua kalian membunuh Ayah Hae Ra kan? dan mereka mengambil keuntungannya” ucap Bibi. mereka berdua lalu berjalan pergi.


bibi berteriak akan mengatakan pada Jaksa Choi untuk menyelidiki mereka. Young Mi kesal, “apa yang kamu rasakan itu rasa kasihan bukan cinta. katakan pada bibi Sook Hee lain kali jika dia bertindak aneh” Ji Hoon melihat mereka berdua, dia lalu meletakan barang Hae Ra di depan pintu rumahnya.


Hae Ra dan Soo Ho datang di tempat wisata untuk melihat pemandangan yang indah. Soo Ho memotretnya, Hae Ra terlihat sangat bahagia.


Hae Ra dan Soo Ho sedang melihat hasil fotonya. Soo Ho bertanya tentang tangan Hae Ra. Hae Ra tidak apa-apa.  Hae Ra bertanya apakah Soo Ho pernah mengikuti olahraga tertentu? Soo Ho menjawan dia pernah belajar di sekolah kesehatan tapi dia menyukai hal yang lain. ucap So Hoo sambil memotret Hae Ra


mereka berdua datang di gereja katedral. Hae Ra berdoa, Soo Ho mentapnya dengan tersenyum.


Hae Ra melihat penjual ice cream, dia menangis tak menyangka bisa datang kesini dan merasakannya. Hae Ra mengajak Soo Ho untuk makan ice cream, dia yang membayarnya.


Hae Ra membeli ice cream, Soo Hoo bertanya “apa kamu tahu apa yang terjadi jika seorang wanita menangis dan makan ice cream?” Hae Ra tidak tahu, soo ho tidak memberikan jawabannya. dia malah terus memotret Hae Ra.


Hae Ra dan Soo Ho minum bersama. Hae Ra berkata “sebenarnya aku adalah seorang konsultan perjalanan. aku menceritakan kepada semua orang pengalaman berada di luar negeri tap semua itu bohong. ini pertama kalinya aku pergi ke luar negeri.”
“selamat atas perjalanan pertamamu” ucap Soo Ho. mereka berdua bersulang bersama


Hae Ra berkata “aku ingin agar kamu menandatangani kontrak dengan perusahaan kami. oleh karena itu aku ada disini. aku mohon” Hae Ra ingin dia menjawabnya nanti saja karena tidak ingin merusak suasana yang membuatnya begitu senang.


“Satria Hitam” ucap Hae Ra sambil memberikan minumannya kepada Soo Ho. “Di Korea, ketika seseorang memanggilmu Satria Hitam, kamu harus minum mewakili mereka. apa kamu tidak tahu? ” Tanya Hae Ra.


“Aku tahu. Tapi kenapa kamu memberitahukanku untuk meminumnya ketika kamu sedang senang?” Tanya Soo Ho
“Jika aku meminumnya, aku mungkin akan merasa terbang di atas awan. maka akan sangat sedih jika kembali kedalam kehidupan nyata. jadi aku akan berhenti disini.” ucap Hae Ra


Soo Ho akan meminumnya jika Hae Ra bersama dengannya sampai malam. Hae Ra pikir itu sangat tidak adil, jika istrimu mengetahui dia pasti akan menamparmu. Soo Ho bingung dengan ucapan Hae Ra. dia langsung meminumnya, meskipun hae ra menyuruhnya untuk jangan meminumnya.
“Karena aku adalah satria Hitam” ucap Soo Ho


Soo Ho dan ha era pergi ke toko Kristal. soo ho mengambil sebuah lonceng dan membunyikannya. ha era memandang lonceng itu. 


ketika Soo Ho membunyikannya, wanita penjahit itu langsung terdiam sambil memandangi bulan. dalam ingatan si penjahit itu, ada seorang anak gadis yang tenggelam dan sebuah rumah yang hangus terbakar.


Soo Ho memberikan lonceng itu sebagai hadiah untuk merayakan perjalanan pertama Hae Ra. “Pikirkanlah semua yang terjadi mala mini, ketika kamu mendengar bunyi bel ini” ucap Soo Ho. Hae Ra berterima kasih dan tersenyum senang.


Soo Ho mengantar Hae Ra pulang, dia memberikan hpnya. Mereka berdua bersalaman, tapi Soo Ho belum melepaskan tangannya, sampai Hae Ra harus memaksa untuk melepaskan tangannya. Soo Ho berkata tangan Hae Ra sangat dingin. Hae Ra beralasan diburu-buru datang kesini jadi lupa membawa sarung tangan. mereka berdua pun berpisah.

Hae Ra berbalik lagi, dia berkata kepada Soo Ho kalau dia ingin belajar memotret, dia ingin meninggalkan hidupnya yang sekarang dan pindah ke Slovenia untuk hidup yang baru. Soon Ho mengerti dan akan melakukan apa yang Hae Ra inginkan.


sampai di rumah Hae Ra kaget, Dia diberitahukan oleh teman-temannya pria yang tadi memotretnya bukanlah seorang Fotografer.


Hae Ra menatap lonceng yang diberikan oleh Soo Ho, dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi. dia akan tidur tapi wanita penjahit itu menelpon.


Hae Ra berkata dia sedang berada di Slovenia, mereka berdua berjanji untuk bertemu di Sharon Tailor saat Hae Ra sudah berada di korea.


Soo Ho sedang melihat gambar putri dan satria hitam.
FLASHBACK


Soo Ho muda dan Hae Ra muda sedang belajar bahasa inggris tapi Hae Ra muda tidak membacanya dengan baik dia malah bermain-main dengan gambar Putrid an satria hitam. Ha era muda tidak mempedulikan omelan Soo Ho kecil dia terus bermain.
FLASHBACK END


Soo Ho melihat foto-foto Hae Ra. “Hae Ra, ini aku”ucap Soo Ho


Hae Ra sedang membantu teman-temannya bekerja, mereka heran dengan pria yang kemarin memotret Hae Ra, dia sendiri juga tidak tahu. temannya bertanya apa yang akan dilakukan hari ini. Hae Ra menjawab dia hanya akan pergi jalan-jalan. tiba-tiba temannya datang dan mengatakan ada paket yang datang.


Hae Ra membuka paket itu, di dalamnya terdapat Sarung tangan berwarna merah, foto-foto Hae Ra kemarin dan sebuah tulisan yang berisi 


“Untuk Nona Jung Hae Ra. biarkan aku memberitahumu tentang rahasiaku. aku bukanlah seorang fotografer yang ingin kamu temui. aku tidak mempunyai seorang istri Slovenia dan aku tidak pernah menikah. aku meminta maaf karena baru memberitahukanmu. aku akan menjelaskannya nanti. ”


Lanjutnya, “Kamu tahu apa yang terjadi jika kamu menangis dan makan ice cream? kamu akan membuat jantung seorang laki-laki berdebar kencang. kamu tidak bisa melakukannya pada orang lain. itu terlalu berbahaya. Dan aku punya perasaan bahwa aku akan bertemu denganmu lagi. aku akan memberikanmu sisa fotonya nanti.”


Hae Ra kesal karena tidak ada nama maupun alamat pria itu. Hae Ra bahkan mencoba sarung tangan yang dibelikan Soo Ho. dia menyukainya. tapi tiba-tiba kaget mengingat Soo Ho belum menikah.

Click to comment